From: Yogi Triyuniardi Penjelasan menurut Iman Kristiani
Shalom, Assalamualaikum, Sdr sdri yang saya kasihi dalam Tuhan Yesus, Umat muslim, yaitu para pengikut ajaran muhamad, memang adalah kumpulan manusia yang kebingungan dan tak mengerti akan iman Kristiani, karena sejak awal mereka memang tak pernah mengenal apa yang rohani / surgawi, seperti yang diakui oleh muhamad sendiri. Oleh karena itu, tepatlah apabila segala keragu-raguan mereka disampaikan kepada umat Kristiani supaya mereka mendapat penjelasan, sebab jika kebingungan mereka disebarkan hanya untuk kalangan muslim, hal itu sama saja dengan orang buta yang menuntun orang buta lainnya, sehingga keduanya terjatuh ke dalam lubang. muhamad sendiri bila ragu2 diperintahkan untuk minta penjelasan dari orang Yahudi dan Kristen. Baiklah, akan saya jelaskan mana ajaran Kristen yang membingungkan kalian, supaya kalian dapat menentukan jalan lurus yang telah Tuhan berikan pada kami, pengikut Isa Almasih. 1. Dengan berdasarkan pada teriakan: "Eli eli, lama sabath tani," dapat ditarik dua kesimpulan: a. Tuhan tidak setiawan, sehingga diperlukan suatu teriakan-teriakan yang nyaris histeris kepadanya. b. Tuhan jelas tidak Esa, karena ada 2 Tuhan disaat itu, yaitu Tuhan yang memanggil dan Tuhan yang dipanggil-panggil (tetapi tidak datang). Setidak-tidaknya, keesaan Tuhan telah pernah retak, yaitu pada sekitar tahun 33 M. Y: Perkataan Tuhan Yesus di atas kayu salib ini menggenapi nubuatan Daud, yang tercantum dalam Mazmur 22. Dengan membacanya, kita akan mengetahui bahwa Yesus tidak layak menerima hukuman tersebut, karena Ia adalah utusan Tuhan yang suci tanpa dosa. Seharusnya Tuhan Bapa yang maha adil melindungiNya dari semua ancaman. Tetapi yang terjadi saat itu 'kelihatannya' tidak demikian. Hal ini berarti: 1. Tuhan Yesus sungguh2 disalib dan sungguh2 menderita. 2. Tuhan Yesus sungguh2 telah menanggung dosa dan kesalahan manusia. untuk poin b, kita perlu mengerti dahulu istilah Bapa, Anak dan Roh Kudus. Tuhan adalah Esa, dan terdiri dari 3 bagian, yaitu: Bapa: Tuhan yang memerintah di surga Anak: Firman Tuhan yang menjelma menjadi manusia Roh Kudus: Roh Tuhan yang memelihara semua ciptaanNya. Jadi, Yesus adalah bagian dari Tuhan yang menjelma menjadi manusia. Ketika Yesus rela menjadi manusia, walaupun Ia adalah Tuhan, Ia tidak boleh menggunakan kekuasaanNya sebagai Tuhan. Ia harus tunduk sepenuhnya kepada perintah Bapa. Jika kita perumpamakan, sebagai tangan dan otak. Yesus adalah tangan, sedangkan Bapa adalah otak. Ketika Yesus disalib dan benar2 merasakan penderitaan, ia bagaikan tangan yang terkena panasnya api, namun ia tidak boleh bertindak sendiri, melainkan menunggu perintah dari Bapa / otak. Saat itu Bapa tak memberi perintah apa2, yang artinya saat itulah Yesus sedang menanggung semua dosa dan kesalahan manusia. Hubungan Yesus dengan Bapa tak pernah retak. setelah itu Yesus berkata dengan suara nyaring: "Ya Bapa, kedalam tanganMu kuserahkan nyawaKu." (Lukas 23:46). Itulah bukti bahwa Yesus tetap setia dan rela menerima penderitaan demi menyelamatkan umat manusia. -------------- 2. Kalau Tuhan Bapa sama dan sehakekat dengan Tuhan Putera dan sama sehakekat pula dengan Tuhan Rokhulkudus, mengapakah tidak boleh dikatakan bahwa yang disalib adalah Bapa ataukah Rokhulkudus? Kalau tidak boleh, apakah masih akan dipertahankan bahwa Tuhan itu tiga tetapi satu? Y: Bapa, Anak dan Roh Kudus memiliki Hakekat yang sama, yaitu sama2 Roh Tuhan. Jadi, baik Roh Bapa, maupun Roh Anak, maupun Roh Kudus, ketiganya adalah Roh Tuhan yang sama. Perbedaanya terletak pada peranan, seperti yang saya telah jelaskan diatas. Oleh karena itu, tentu saja tidak bisa dikatakan bahwa Tuhan Bapa yang disalib, karena Tuhan Bapa yang memberi perintah di Surga. Juga tak bisa dikatakan bahwa Roh Kudus yang disalib, karena Roh Kudus tidak kelihatan. Seperti perumpamaan yang saya kemukakan di atas, tak bisa dikatakan bahwa otaklah yang terkena panasnya api atau bagian tubuh lain yang terkena api, padahal hanya bagian tangan saja, walaupun seluruh tubuh merasakan penderitaan yang dialami oleh tangan. Untuk menyadari bahwa Tuhan itu tiga tetapi satu, kita perlu menyadari keberadaan kita, manusia yang pula terdiri dari tubuh, jiwa dan roh. tanpa salah satunya, kita tidaklah eksis sebagai manusia. -------------- 3. Kalau dosa manusia adalah tersebab oleh sebuah apel yang dimakan Adam, dan Yesus kemudiannya turun ke dunia untuk menebus dosa itu, adakah buah apel itu lebih penting daripada Yesus, sehingga olehnya Yesus harus dikorbankan? Manakah yang terlebih utama, Anak Tuhan ataukah sebuah Apel yang kecil? Y: Yang menyebabkan dosa bukanlah apel, melainkan ketidak taatan manusia atas perintah Tuhan. Tuhan jelas2 melarang adam untuk memakan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan jahat. Manusia melanggarnya dan Tuhan yang Maha Adil selayaknya menghukum manusia berdosa. Jelas anda tak mengerti benar tentang sifat Tuhan. Tuhan yang Maha Adil tak dapat berbuat tidak adil. Sama seperti setan, bekas malaikatnya yang memberontak, vonisnya adalah hukuman kekal di neraka. kita semua adalah pelanggar hukum Tuhan. Saya kembalikan pertanyaan buat anda. mana yang lebih penting buat Tuhan, menyelamatkan anda atau membiarkan anda dibuang ke neraka? Jika Ia Tuhan yang Maha kuasa saja, tentu tak perlu susah menyelamatkan anda. Cukup membuang anda ke neraka dan Ia bisa menciptakan manusia baru yang taat. Namun, jika Ia adalah Tuhan yang bertanggung jawab atas semua mahluk ciptaanNya, dan terlebih jika Ia adalah Tuhan yang mengasihi manusia, tentu saja Ia akan menunjukkan kasihNya dan rela menderita untuk menyelamatkan kita. ------------------- 4. Kalau penyaliban Yesus di kayu palang merupakan persembahan atau pengurbanan yang paling lezat "sehingga Tuhan berkenan atasnya," bertanyalah akal kita: "Adakah Tuhan sedemikian kejamnya sehingga tega menyantap tubuh dan darah anaknya sendiri??? Bahkan acara "Makan-makan dan Minum-minum" ini diikuti pula oleh ummat manusia di seluruh dunia pada tiap-tiap perjamuan suci atau misa vang kudus. Y: Anda tidak mengerti tentang makna pengurbanan. Pengurbanan berarti memindahkan kesalahan seseorang kepada yang dikurbankan supaya orang tersebut bebas dari hukuman akibat kesalahannya. Tuhan sendiri yang pertama kali mengajarkan pada adam dan hawa setelah mereka jatuh kedalam dosa, yaitu dengan membunuh seekor hewan dan memberikan kulitnya yang berlumuran darah sebagai pakaian mereka. Dalam taurat Musa juga diajarkan kepada bangsa israel, tentang penebusan dosa lewat kurban2. Jadi, Tuhan sejak mula memang sudah menentukan bahwa dosa manusia hanya dapat diselesaikan lewat penebusan dosa, yaitu lewat seseorang yang rela menanggung dosa seluruh umat manusia, dan tak ada sesuatu mahluk pun yang pantas untuk melaksanakannya, selain dari Tuhan sendiri yang rela menjelma menjadi manusia dan rela mati di atas kayu salib. Itulah bukti paling nyata dari kasih Tuhan kepada manusia. ---------------- 5. Bagaimanakah akal harus menangkap, bahwa disamping menyembah. padanya, kitapun memakan dan meminumi tubuh dan darahnya sepuas-puasnya? Y: Bagi kami orang Kristen, Yesus adalah bagian Tuhan yang diutus dari Surga ke bumi menjadi manusia. Satu2nya Utusan Tuhan, yang berasal dari surga dan kembali ke surga. Oleh karena itu, Selain kita menyembah Dia, Tuhan yang Maha Kasih, juga bagi kita yang mau masuk surga, tentu harus mendapat persekutuan dengan Dia. Yesus adalah satu2nya penebus dosa, dan Ia juga menyatakan diriNya sebagai satu2nya jalan menuju Bapa (Yoh 14:6). Dengan memakan dan meminum tubuh dan darahNyalah kita memperoleh pengampunan dosa dan persekutuan yang erat dengan Nya, sebab dengan demikian kita mengakui bahwa Tuhan telah datang menjadi manusia, telah memberikan tubuhNya sebagai kurban, dan mencurahkan darahNya sendiri untuk membayar semua hukuman atas dosa manusia. Sungguh mulia perbuatan Tuhan. --------------- 6. Dengan dalih akal yang mana, atau logika apa, dapat dimengerti bahwa roti hostia itu akan berubah menjadi "Tubuh dan Darah" Tuhan Yesus? Bukankah Hostia itu dibuat dari tepung biasa? Y: Tentu saja dengan iman. Iman adalah sesuatu yang rohani, sedangkan akal berasal dari jiwa, yang menangkap sesuatu berdasarkan kemungkinan2 yang terbatas dari tubuh manusia. Contoh yang mudah, dengan akal yang mana seorang manusia dapat mempercayai bahwa Tuhan itu ada? apakah Tuhan sendiri telah berbicara pada anda? kalau saya, pada mulanya tentu harus saya imani, kemudian ada pula pengalaman saya berjumpa dengan Tuhan, untuk menguatkan iman saya. Contoh lain, dengan akal yang mana bahwa anda pasti masuk sorga? bukankah Tuhan itu maha kudus? seorang manusia berdosa tentu saja tidak boleh masuk sorga, walaupun sekecil apapun dosanya. atau, dengan logika apa anda telah diampuni dosanya oleh Tuhan? bukankah logika yang benar adalah anda harus tanggung sendiri dosa anda dan membayarnya dengan hukuman kekal di neraka? 6 pertanyaan diatas berasal dari sumber: MENGAPA SAYA MASUK AGAMA ISLAM dan MENGAPA SAYA MENGAKUI MUHAMMAD SEBAGAI RASUL ALLAH S.W.T. oleh: ZULKARNAIN (Eddy Crayn Hendrik) Penerbit: C.V. "RAMADHANI" - Semarang Penyiar: "AB. SITTI SYAMSIYAH" - Sala Tuhan Yesus memberkati. ================================================ From: Dewi Kriswanti HIDUP YANG BERARTI Bacaan: Yakobus 4:13-17 "Sedang kamu tidak tahu apa yang terjadi besok. Apakah arti Hidupmu? Hidupmu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap."(Yakobus 4:14) Tak ada seorang manusia pun di dunia ini yang tahu tentang perjalanan kehidupannya di masa yang akan datang. Orang kaya raya pun tak bisa memahami dengan pasti keberadaannya di masa depan. Begitu pula kaum profesional, bahkan hamba Tuhan sekalipun tak dapat memberi kepastian. Kapan saja, di masa saja, kalau Tuhan sudah bertindak, maka tak ada upaya yang bisa menghalangi. Persoalannya sebenarnya, bukanlah melihat masa depan kita dalam kehidupan di dunia ini. Tetapi, secara lebih khusus hendaknya kita mau menyadari apa arti kehidupan kita bagi orang lain, atau lingkungan hidup kita. Jadi, bagaimana kita menentukan sikap dan berperan dalam berkeluarga, bermasyarakat, dan dalam pergaulan yang lebih luas lagi, itu yang terpenting, sehingga yang tercermin dari kehidupan ini adalah kemuliaan Tuhan semata. Untuk itu, kita harus mencari kebenaran. Kebenaran dalam Yesus Kristus akan menuntun pada kehidupan yang berarti, serta merefleksikan kemuliaan Tuhan. Kebenaran di dalam terang firman Tuhan akan menuntun pada pengenalan Tuhan yang sesungguhnya, sehingga membawa kita pada makna dan arti hidup yang sejati. Kita juga harus selalu berseru kepada Tuhan Yesus Kristus dalam puji-pujian dan doa. Dalam keadaan berduka atau bersukacita sekalipun bawalah semuanya itu dalam doa dan penyembahan kepada Tuhan. Jangan pernah meninggalkan persekutuan dengan Tuhan. Dengan demikian, kita akan semakin mengerti tentang firman Tuhan. Hari ini kita bisa mengambil keputusan yang tegas untuk berkata dan bertindak dalam terang kasih Kristus. Apapun yang pernah kita lakukan di masa silam janganlah menghalangi niat kita untuk bertumbuh dalam Kristus. Semua itu akan sangat menyukakan hati Tuhan di Sorga. Dengan demikian, segala sesuatu dalam kehidupan kita akan memancarkan kasih setia Tuhan. Dan itu akan sangat berarti bagi orang lain yang ada di sekitar kehidupan kita. Tiap perkataan dan tindakan kita, biarlah berarti bagi orang lain, untuk membangun kekuatan dalam dirinya menghadapi dunia yang penuh jebakan maut ini. Tuhan Yesus memberkati. (tlt) Doa: Yesus Kristus, terima kasih firmanMu yang memberi kami kekuatan untuk menghadapi pelbagai hal dalam kehidupan di dunia ini. Amin! TUHAN YESUS MEMBERIKAN KEHIDUPAN YANG BERARTI DAN BERMAKNA BAGI ORANG PERCAYA =========================================== Tahan perkataan negatif From: Miranda ONDANG Tahukah Anda bahwa setiap perkataan negatif yang keluar dari mulut kita itu melepaskan kuasa demonic di udara? Tahukah Anda bahwa setiap perkataan negatif yang keluar dari mulut kita itu membuka pintu bagi kuasa demonic masuk, menghancurkan hidup kita? Kita tidak bisa merubah keadaan dengan perkataan negatif seperti: Aku tidak bisa.... Pekerjaan ini terlalu besar... Kita tidak mampu bersaing dengan toko sebelah.... Kami tidak ada dana.... Usaha kami tidak maju.... Anak saya tidak pandai.... Proyek ini tidak akan selesai.... Tidak ada yang mendukung ideku... Semua orang menentang aku... Aku kurang pengalaman... Aku tidak pandai bicara... Suamiku kurang pendidikan... Kita tidak punya koneksi... Lawan kita terlalu besar... Nasibku sial melulu.... Bawahanku tidak taat.... Atasanku tidak kasih favor... Aku selalu digencet orang... Kita ketinggalan.... Tidak ada yang peduli terhadap apa yang aku buat... Usahaku selalu dijegal lawanku... Apa saja yang aku buat tidak pernah cukup... Semua urusanku berantakan... Tidak ada obatnya... Takdir keluargaku dari dulu memang begini... dsb...dsb... Semua perkataan yang keluar dari mulut kita ini di dengar oleh roh jahat: "Aha... ada yang panggil aku. Ada yang percaya bahwa semua yang negatif itu akan terjadi...akulah pelaksananya. Terima kasih yah atas undangannya." Begitulah kira2 sambutan dari si jahat terhadap perkataan negatif kita. Meskipun keadaan atau situasi tidak mendukung atau tidak baik sekalipun, tahan perkataan kita. Sebaliknya perkatakan firman Tuhan. Percaya apa yang firman Tuhan katakan. Maka kuasa RohNya akan turun membela kita. Amin Bandingkan perkataan negatif ini: ... bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah kami lihat di sana. Ulangan 13:28 ... "Kita tidak dapat maju menyerang bangsa itu, karena mereka lebih kuat dari pada kita." Ulangan 13:31 Juga mereka menyampaikan kepada orang Israel kabar busuk tentang negeri yang diintai mereka, dengan berkata: "Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya. Ulangan 13:32 Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami." Ulangan 13:33 Bandingkan dengan perkataan positif ini: Kemudian Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya: "Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!" Bilangan 13:30 Pada saat kita memperkatakan firman Tuhan, kuasa Tuhan turun, masuk, membangun, menolong hidup kita. Kelilingi hidup kita dengan orang-orang yang percaya firman Tuhan, kelilingi hidup kita dengan orang-orang yang praktek berbicara positif karena roh itu transfer. Mari kita tahan perkataan negatif keluar di udara.

