From: Parbada Marine Corps 

ISTRIKU, MILIKKU?
Rahasia Perselingkuhan dan Teori Atom 

Written by Rudy Bingtjoro 
Mar 07, 2007 at 12:00 AM Artikel ini berawal dari intuisi bahwa setiap manusia 
mempunyai potensi untuk berselingkuh. Entah ia jemaat biasa, penginjil, diaken-
penatua, pendeta atau profesor teologi, semuanya bisa jatuh dalam 
perselingkuhan. 
Jika intuisi itu benar, maka bagaimanakah dengan komitmen yang diucapkan 
pada saat pernikahan berlangsung di gereja, dihadapan Tuhan dan jemaat? 
--------- 
Dengan mainan seks-nya, naga besar itu melumpuhkan semua daya pikir kita. 
Para politikus yang smart, berlutut dengan lunglai di bawah kangkangan indah 
sang artis. Para pendeta yang suci, terbuai dengan betotan kuat paha mulus 
bersinar. Dan sang profesor teologi, tak sanggup menahan gejolak hasratnya 
melihat sang gadis nan cantik nan padat. Tentu, bukan hanya kaum laki yang tak 
berdaya. Kaum perempuan pun tidak berdaya menghadapi liarnya naga seks. 

ISTRIKU, MILIKKU? 
Rahasia Perselingkuhan dan Teori Atom 
Oleh: Rudy Bingtjoro Phan 

Artikel ini berawal dari intuisi bahwa setiap manusia mempunyai potensi untuk 
berselingkuh. Entah ia jemaat biasa, penginjil, diaken-penatua, pendeta atau 
profesor teologi, semuanya bisa jatuh dalam perselingkuhan. 
Jika intuisi itu benar, maka bagaimanakah dengan komitmen yang diucapkan pada 
saat pernikahan berlangsung di gereja, dihadapan Tuhan dan jemaat? 
Berikut kita akan menggumuli hakikat manusia dari sudut pandang sains dan 
sedikit penilaian dari sudut iman Kristen. Dengan memahami, "siapakah manusia" 
ini, maka kita akan dapat lebih tepat dalam memandang masalah perselingkuhan 
dan bagaimana cara mengatasinya. Kita mulai dari teori atom. 
Manusia menurut Sains: Teori Atom dan Aplikasinya dalam Hidup Manusia Sheh Seow 
Wah dalam bukunya Chinese Wisdom mengajarkan kita untuk melihat sesuatu secara 
holistis. Studi tingkat mikro (atom) dapat mempermudah pemahaman tingkat makro 
(sistem tata surya). Demikian sebaliknya, penemuan prinsip pada tingkat makro 
dapat digunakan untuk memahami bagaimana benda-benda beroperasi pada tingkat 
mikro. 
Sebagai contoh, lihatlah atom. Satu atom terdiri dari proton yang berada di 
tengah-
tengah dengan elektron-elektron di dalam orbit-orbitnya yang mengelilingi 
proton. 
Ini sama dengan sembilan planet dalam sistem tata surya yang berputar 
mengelilingi matahari dalam orbit-orbitnya. Seow Wah bertanya secara retoris, 
"Tidakkah Anda pikir sistem tata surya sendiri menyerupai atom yang begitu 
besar?" 
Prinsip yang sama dalam evolusi kosmos dan dinamika atom, sebagaimana dikemuka 
kan oleh Sheow Wah, diperlihatkan juga oleh Dahler-Budianta dalam bukunya Pijar 
Peradaban Manusia . Dahler-Budianta sendiri mendasarkan prinsipnya pada teori 
Stephen Hawking yang berhasil menghubungkan evolusi kosmos, jagad raya dengan 
fisika bagian elementer terkecil. 

Pada atom, kita akan menemukan inti sari dari seluruh kosmos. 
Pada mulanya, atom dipahami sebagai bagian terkecil dari alam yang tidak bisa 
dibagi lagi. Atom adalah bola-bola padat yang superkecil. Sejak 1911, diterima 
bahwa atom terbagi-bagi lagi dan memuat intinya yang dikelilingi oleh 
elektron-elektron. Inti terdiri dari netron dan proton. Jika elektron mempunyai 
muatan listrik negatif, maka proton mempunyai muatan positif sehingga elektron 
dan proton saling tarik-menarik. Elektron-elektron mengitari inti atom dengan 
kecepatan besar sekali. [dalam sistem tata surya kita, ini seperti 
planet-planet yang mengitari matahari dengan gerakan yang dinamis-hebat]. Di 
sini, atom tidak lagi dilihat sebagai bola-padat tetapi memiliki ruang kosong 
tempat lintasan elektron-elektron tersebut. "Ruang kosong" inilah yang membuat 
atom itu indah. (Konsep "keindahan" kini masuk dalam dunia sains). 

Jika jumlah proton menjadi sangat besar, maka daya tolak-menolak antara proton-
proton pun makin membesar, sehingga ketegangan elektris tidak dapat diatasi 
oleh netron-netron. Hal ini menyebabkan revolusi atau ledakan elektris dalam 
inti 
atom; ledakan yang menimbulkan loncatan-loncatan tak terduga yang tidak dapat 
dipastikan. [dalam evolusi kosmos, ini seperti Ledakan Besar, Big Bang ]. 
Ketidakpastian menjadi unsur penting dalam perubahan atom. 
Stephen Hawking lebih jauh lagi. Ia menemukan bahwa proton dan netron itu 
masing-masing memuat 3 kuark. Kuark adalah bagian elementer dari proton, netron 
dan meson. Ada 4 tenaga yang memungkinkan kesatuan atom dan simetri seluruh 
alam. Namun, simetri ini bisa mengalami goncangan atau ketidakseimbangan; dan 
justru itulah faktor perubahan, faktor evolusi. Dasarnya adalah kuark, yang 
dengan "warna-warna" bisa berubah. Jadi, faktor evolusi adalah ketegangan 
antara keseimbangan (simetri) dan ketidakseimbangan (chaos). "Ketegangan" ini 
adalah kata lain untuk energi. [dalam universum kosmos terjadi ketegangan 
dialektis antara gravitasi dan ekspansi]. 
Dari teori atom di atas tampak bahwa benda sanggup berubah dari dalam intinya 
sendiri, yaitu atom. Atom itu dinamis sekali, fleksibel, mempunyai mobilitas 
yang 
hebat. Ini membawa konsekuensi yang besar. 
Sekarang, garis pemisah antara benda mati dan makhluk hidup tidak bisa dibuat 
secara tegas. Peralihan antara benda mati dan makhluk hidup kabur. Materi 
memiliki potensi ke arah kehidupan, jadi tidak bisa dikatakan "mati". Fisika 
dan biologi menjadi terjembatani. [Biologi molekular menyelidiki gen dan 
menyimpulkan bahwa bukti kode genetis itu bersifat universal. Manusia 
bersaudara dengan alam , dengan semua tumbuhan dan binatang, bahkan dengan 
dunia yang tidak berhayat.] 

Perubahan pada atom adalah cermin perubahan dalam tumbuh-tumbuhan, binatang, 
dan manusia. 
Kosmologi kuantum Hawking menolak keterlibatan Tuhan dalam peristiwa terjadinya 
alam semesta ini. Ia mengatakan, "Syarat batas alam semesta adalah bahwa ia 
tidak memiliki batas". Dengan sendirinya, alam akan terisi sendiri dan tidak 
akan terpengaruh situasi di luarnya. Alam tidak diciptakan dan tidak 
dihancurkan. Alam semesta hanya BERADA. (sumber: J.W. van Huyssteen, Teologi 
dan Sains dalam Dunia Post-Modern , hlm. 48). Teori Atom Hawking, dengan self 
organization-nya, juga tidak diciptakan. Atom hanya BERADA. 
Dari teori atom di atas, kita dapat melihat cerminannya dalam pengalaman hidup 
manusia sehari-hari, misalnya: 

1. Ruang kosong adalah ruang bebas untuk mencipta dan memilih. Hal ini 
dieksplorasi dengan baik oleh Stephen R. Covey, dalam bukunya 7 Kebiasaan 
Manusia yang Paling Efektif . Konsep proaktivitas Covey menunjukkan bahwa "Anda 
adalah pencipta" (hlm. 93); pencipta yang menentukan tujuan dan proses hidupnya 
sendiri dan oleh karena itu mesti mempertanggungjawabkan apa yang dicipta 
tersebut. Dengan fokus pada "urusan Anda sendiri" atau pada "lingkaran pengaruh 
Anda", maka Anda akan hidup efektif, mencapai tujuan yang benar. Ide bahwa 
manusia adalah pencipta hidupnya sendiri ini sangat cocok dengan alam pikir 
atau kemasukakalan manusia modern yang induktif-
empiris-eksperimental. Ide ini membawa perkembangan sains-teknologi dan 
kesuksesan bisnis manusia modern. Sekalipun demikian, kita mesti kritis dengan 
pemikiran Covey, karena biar bagaimanapun, nuansa "penolakan akan Tuhan" masih 
mengalir dalam darahnya. Covey selalu mengtakan bahwa "tujuan yang benar" itu 
adalah prinsip hukum alam yang berlaku universal. Dalam skenario-besar Covey, 
gagasan tentang wahyu Tuhan disingkirkan. 
[Catatan: Covey beragama Kristen dari denominasi Mormon. Dalam debat di 
internet, ada yang mengatakan bahwa "penyingkiran" itu hanyalah sebuah strategi 
untuk menyebarkan Injil kepada masyarakat sekuler. Jika memang demikian, maka 
bukankah itu suatu penipuan-terselubung?] Buku Covey tentu banyak manfaatnya, 
tetapi, gambaran besarnya pun perlu kita kritisi. Tambah lagi, teori bahwa 
manusia itu pencipta seringkali digerakkan oleh rasionalitas instrumental, 
artinya rasio yang bertujuan memperalat orang lain. Dalam konteks artikel ini, 
pasangan hidup diperalat untuk tujuan-tujuan kepentingannya sendiri. Jika 
manusia diperalat dijadikan "sapi perah", maka ia akan memberontak dan mencari 
kebebasan. Ini sangat mendorong pasangan hidup untuk berselingkuh. Oleh karena 
itu, mestilah kita mempunyai tujuan yang benar dalam hidup dan berumah tangga. 
Bukan karena alasan keuangan, jabatan, relasi sosial kita menikah, tetapi 
karena ingin bekerja sama untuk memuliakan Tuhan, mengucap syukur atas cinta 
yang dianugerahkan di lubuk hati kita dan menjadi "kristus-kristus" yang lain. 
Tuhan adalah Pencipta, dan mestilah kita berada dalan 
skenario-tujuan-besar-Nya. 
Hanya dalam skenario itulah, kita dapat menjadi pencipta-pencipta kecil yang 
membawa berkat bagi banyak orang. 

2. Ruang kosong membuat kita melihat keindahan. Coba bandingkan bagaimana 
rasanya melihat langit di pusat Jakarta dengan melihat langit di Puncak Gunung. 
Tentu sangat berbeda. Yang membuat berbeda adalah, ruang kosong lembah di 
perbukitan. Ditambah dengan hadirnya pohon-pohon yang menjadi sahabat kita-
manusia dan kesejukan yang luar biasa, kita bisa merasakan betapa indahnya 
langit itu. Ruang kosong dapat juga menjadi "oksigen psikologis" manusia. Dalam 
rumah tangga, jika pasangan hidup tidak mendapatkan pasokan oksigen psikologis, 
maka rumah tangga tersebut akan sekarat. Salah satu oksigen psikologis adalah 
kesempatan berkomunikasi bebas hambatan, ya. kesempatan untuk curhat (curahan 
hati) dengan mendalam. Tanpa oksigen psikologis, pasangan hidup tidak akan kuat 
bertahan, dan dengan mekanisme mempertahankan hidup, pasangan hidup akan 
mencari oksigen psikologis pada laki-laki atau perempuan lain, alias 
berselingkuh. Tanpa keindahan, apa yang bisa dipertahankan dalam sebuah rumah 
tangga? 

3. Atom itu bukan bola padat seperti gundu (kelereng), tetapi seperti bola ping 
pong yang di dalamnya terdapat ruang kosong yang begitu besar. Demikian juga 
dunia batin dan hati manusia. Hati seorang manusia (entah laki-laki atau 
perempuan) itu tidak bisa diambil, digenggam dan dijadikan hak milik. Ada 
banyak ruang kosong dalam hati manusia yang mesti dihargai keindahannya. 
Bagaimana menggenggam ruang kosong? Tidak bisa bukan? Oleh karena itu, kita 
perlu sadar bahwa pasangan hidup kita bukanlah benda padat-mati yang setelah 
"dibeli" dapat ditaruh begitu saja tanpa perawatan. Hargai atau ("sentuh") 
kebebasan dan keindahan ruang hati pasangan kita, maka ia akan setia 
selama-lamanya. Itulah cara merawat ruang kosong dan benda-benda yang terdapat 
dalam hati pasangan hidup kita. Sekuat-kuatnya kita memenjara pasangan hidup 
kita di dalam "sangkar", kita tidak bisa menjadikan dia harta milik "burung" 
kesayangan kita. "Istri kita, bukanlah milik kita". Siapa yang menganggap 
istri/suaminya itu benda padat-mati dan dapat diperlakukan sesuka hati, maka 
siap-siapnya mengalami keruntuhan rumah tangganya. 

4. Terjadi ketegangan dialektis dan ledakan-ledakan yang menimbulkan loncatan-
loncatan tak terduga sangat nyata dalam hidup manusia sehari-hari. Ada 
ketidakpastian dalam hidup ini. Ini juga diambil oleh Covey dengan paradigma 
kompas-nya ( Dahulukan yang Utama). Ketidakpastian akan membongkar paradigma 
arloji, sedangkan paradigma kompas justru merangkulnya. Sekalipun demikian, 
Covey tampaknya terlalu menyederhanakan daya-liar ledakan-ledakan ini. Padahal, 
"ledakan-ledakan atom" memungkinkan orang yang kelihatanya pendiam-lembut, eh. 
bisa berbuat kasar-brutal; orang yang tadinya malas, eh. jadi rajin luar biasa; 
orang yang tadinya penakut, eh. jadi pemberani. Disini, penjahat bisa jadi 
baik, yang baik bisa jadi penjahat. "Ledakan" itu bisa mengakibatkan 
pembalikan-pembalikan dari apa yang biasa/normal dijalani. 
Dalam konteks artikel ini, berdasarkan teori ledakan dalam inti-atom, 
istri/suami yang setia bisa menjadi tidak setia; yang tadinya tidak pernah 
berselingkuh bisa jadi berselingkuh. Yang tadinya menolak kebebasan seks, kini 
berubah menjadi fanatik free sex. Jangan anggap remeh teori ledakan atom ini. 
Jika kita tidak sungguh-sungguh waspada, maka itu akan menjadi bom atom yang 
meluluh-lantakkan bangunan rumah tangga kita. Ini kekuasan yang sangat dahsyat. 

5. Jika kita memegang ketat logika fisika-kosmologi kuantum, maka paling banter 
kita menghayati Tuhan ini secara deistik. Itu juga paling banter. Dengan 
menjalani hidup dengan teori "hanya berada", maka Tuhan akan jauh dari hidup 
kita. Paling-paling kita menjadikan Tuhan sebagai "tukang tambal ban" yang kita 
datangi hanya tatkala ban sepeda-motor-mobil kita bocor. Jika ban kita tidak 
bocor, maka Tuhan tidak kita perlukan. Hidup jauh dari Tuhan hanya akan 
memperapuh kehidupan kita; di sini, kekuatan batin akan merosot dan standar 
kesucian akan kita abaikan. Jika Tuhan tidak hadir di pusat hidup rumah tangga 
kita, maka akan jadi seperti apakah rumah tangga kita itu? Ketika Tuhan tidak 
berada di tempatNya, maka kita akan merendahkan orang lain termasuk pasangan 
hidup kita. Jika kita merendahkan pasangan kita dan suatu hari nanti pasangan 
hidup kita bertemu dengan orang yang bisa menghargai keberadaannya, maka jalan 
perselingkuhan adalah pilihan yang paling rasional. 
Tuhan itu MahaKuasa dan MahaIndah: Bersandarlah di HatiNya "Ledakan bom atom" 
itu adalah kekuatan yang sangat dahsyat. Itu adalah kekuatan singa atau naga 
besar. Singa ganas dan naga besar yang lapar yang siap menyantap kita habis 
tuntas. Siapa yang dapat mengalahkan mereka? 
Jangan anggap remeh "ledakan bom atom" yang, menurut Sigmund Freud, hidup 
liar dalam samudera bawah sadar kita. Naga besar itu akan melilit kita tak 
berdaya. Bahkan, pikiran kita yang terhebatpun akan dilumpuhkannya. Inilah 
bawah sadar yang menguasai wilayah kesadaran. Perlawanan terhadap kekuatan 
bawah sadar menghasilkan penyakit neurosis, yang kalau kebablasan jadi gila. 
Dengan mainan seks-nya, naga besar itu melumpuhkan semua daya pikir kita. 
Para politikus yang smart, berlutut dengan lunglai di bawah kangkangan indah 
sang artis. Para pendeta yang suci, terbuai dengan betotan kuat paha mulus 
bersinar. Dan sang profesor teologi, tak sanggup menahan gejolak hasratnya 
melihat sang gadis nan cantik nan padat. Tentu, bukan hanya kaum laki yang tak 
berdaya. Kaum perempuan pun tidak berdaya menghadapi liarnya naga seks. 
Banyak orang pintar dan bahkan cenderung jenius yang tak berdaya menghadapi 
liarnya sang naga besar. Apalagi, jika orang pintar ini digenangi oleh kolam 
uang 
yang berlimpah, maka sangat mungkin menu seksnya akan berubah setiap hari. 
Adalah sebuah kebohongan besar, jika kita dikabari bahwa kita dapat mengalahkan 
naga besar itu. 
Kebenarannya adalah, kita butuh Tuhan. Hanya Tuhan yang sanggup mengalahkan 
sang naga tersebut. 
Dalam kitab Kejadian 1 dan Mazmur 104, kita membaca puisi pujia-pujian kepada 
Tuhan Pencipta yang MahaKuasa dan MahaIndah. Sifat "MahaKuasa" terlalu sering 
ditonjolkan sehingga "MahaIndah" terabaikan. 
Binatang-binatang laut yang besar (Kej. 1:21) dan naga Lewiatan (Mzm. 104: 26) 
dicipta oleh Tuhan. Binatang laut itu dipandang "baik", sedangkan naga Lewiatan 
dijadikan mainan Tuhan. Yang kelihatannya menakutkan bagi manusia, ditangan 
Tuhan hanyalah sebuah mainan, layaknya sebuah boneka di tangan orang dewasa. 
Kata yang diterjemahkan "baik" dalam Kejadian 1, berasal dari bahasa Ibrani 
tov, yang artinya bisa baik secara etis bisa juga indah secara estetis. Menurut 
saya, kita dapat menerjemahkan tov dengan kata "indah". Dari sini, kita 
menemukan pemahaman teologis yang relevan dengan masalah perselingkuhan. 
Jika kita ingin tidak berselingkuh, maka tidak ada jalan lain kecuali bersandar 
pada Tuhan Sang MahaKuasa. 
Jika kita ingin tidak berselingkuh, maka tidak ada jalan lain kecuali bersandar 
pada Tuhan Sang Maha Indah 
Bersumber dari kemahakuasaan Tuhan, kita dapat mengalahkan dan mengendalikan 
liarnya naga seks dalam hidup kita. 
Bersumber dari kemahaindahan Tuhan, kita dapat menemukan ruang kosong keindahan 
dalam lubuk hati pasangan kita. Keindahan yang mengalir dalam hati kita membuat 
kita menghargai sepenuh-penuhnya keberadaan pasangan kita. Penghargaan yang 
memampukan dua sejoli untuk ia sekata, sehidup semati. 
Semua itu mungkin, jika Tuhan berada di pusat hati dan kehidupan kita. 

Catatan: 
Masalah perselingkuhan, tentu bukanlah sekedar masalah seks. Sekalipun 
demikian, motif kebutuhan seks adalah faktor yang sangat kuat. Apalagi dengan 
kehidupan di kota metropolitan Jakarta yang undercover. 
Tetapi, ada faktor yang lebih kuat lagi, yaitu cinta, cinta yang jujur dari 
dalam hati. 
Untuk hal ini, kita akan membicarakan dalam artikel berikutnya. Saya akan 
membahas apa yang ditulis Dewi Lestari dalam bukunya Supernova: Ksatria, Putri 
dan Bintang Jatuh. Selamat menanti! 
--~--~---------
Sent by: Parbada Marine Corps
====================================================
From: Dewi Kriswanti 

DALAM LINDUNGAN TUHAN
Bacaan: Mazmur 27:1-3

"TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? 
TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?" (Mazmur 
27:1)

Semua orang tentu pernah dihinggapi rasa takut. Hal ini sangat manusiawi dan 
bisa terjadi pada siapa saja. Banyak alasan mengapa orang merasa takut. Tetapi 
firman Tuhan hari ini meneguhkan kita untuk tidak talkut. Dikatakan, Tuhan 
adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapa aku harus takut? Tuhan adalah 
benteng hidupku, terhadap siapa aku harus gentar? Ketika penjahat-penjahat 
menyerang aku, yakni semua lawanku dan musuhku, mereka sendirilah yang 
tergelincir dan jatuh. Sekalipun tentara berkemah mengepung aku, tidak takut 
hatiku, sekalipun timbul peperangan melawan aku, dalam hal itupun aku tetap 
percaya.
Hal di atas merupakan kesaksian Raja Daud. Sebagai manusia biasa dia memiliki 
rasa takut itu. Namun, ketakutan itu segera hilang karena ia memiliki suatu 
jaminan. Daud tidak mengatakan bahwa ia tidak takut karena telah memiliki 
persenjataan atau pengawal yang banyak. Daud juga tidak takabur kalau dia 
mengatakan bahwa ia tidak takut dan gentar. Tetapi ada suatu rahasia yang 
disampaikan kepada saudara dan saya tentang bagaimana mengalahkan ketakutan 
yaitu dengan pertolongan Tuhan. Dalam ayat empat Daud mengatakan: " Satu hal 
telah kuminta kepada Tuhan, itulah yang kuingini, diam di rumah Tuhan seumur 
hidupku, menyaksikan kemurahan Tuhan."
Kita pun hendaknya mau menerapkan prinsip-prinsip yang Daud miliki. Karena 
Tuhan aku tidak takut dan gentar, karena Ia adalah terang dan keselamatanku, 
benteng kehidupan yang melindungiku. Walaupun sering mengalami kepahitan hidup, 
kita harus memiliki keyakian bahwa Tuhan tetap peduli. Satu lagu yang indah 
mengatakan: "Dia mengeti bahasa kita." Kalau Daud berkata bahwa ia ingin diam 
di rumah Tuhan seumur hidupnya serta menyaksikan kemurahan Tuhan, itu berarti 
Daud memiliki sikap penyerahan diri yang mutlak kepada kuasa pimpinan Tuhan dan 
mau menerima rencana Tuhan. Marilah kita menyerahkan hidup ini kepada Tuhan dan 
menjadikanNya sebagai terang dan keselamatan kita. Nikmatilah hidup yang penuh 
kemenangan bersama dengan Dia yang adalah Yehova Nissi, panji keselamatan 
kita.(nl)

Doa: Ya Tuhan, Engkaulah tempat perlindungan kami. BersamaMu, kami tidak akan 
pernah takut, karena tanganMu yang perkasa pasti selalu melindungi. Amin!
TUHAN SEMATA TEMPAT KITA BERLINDUNG DAN BERTEDUH DARI PELBAGAI SERANGAN MUSUH

Kirim email ke