From: Yogi Triyuniardi 

10 ALASAN UNTUK MEMPERCAYAI KEHIDUPAN SETELAH KEMATIAN

1. KETIDAKADILAN DALAM KEHIDUPAN

Kita akan sulit percaya bahwa kehidupan ini benar-benar baik jika di balik 
kuburan tidak ada apa-apa lagi sebagai kompensasi bagi masalah-masalah 
ketidakadilan. Sementara sebagian orang kelihatannya ditakdirkan untuk 
kebahagiaan, yang lainnya dilahirkan
di dalam keadaan yang mengerikan. Jika kita yakin tidak ada suatu apapun yang 
dapat menyeimbangkan ketidak-setaraan pembagian penderitaan, maka banyak orang 
punya alasan untuk mengutuk hari kelahiran mereka karena kehidupan sengsara 
yang mereka terima. (#/TB Ayu 3:1-3)

Kita bisa menyetujui Raja Salomo, ketika pada suatu masa yang kelam dalam 
kehidupannya, berkata, "Lagi aku melihat segala penindasan yang terjadi di bawah
matahari, dan lihatlah, air mata orang-orang yang ditindas dan tak ada yang 
menghibur mereka, karena di fihak orang-orang yang menindas ada kekuasaan. Oleh 
sebab itu aku menganggap orang-orang mati, yang sudah lama meninggal, lebih 
bahagia dari pada orang-orang hidup, yang sekarang masih hidup. Tetapi yang 
lebih bahagia dari pada kedua-duanya itu kuanggap orang yang belum ada, yang 
belum melihat perbuatan jahat, yang terjadi di bawah matahari," (#/TB Pen 
4:1-3).

2. KEINDAHAN DAN KESEIMBANGAN

Ada banyak hal dalam kehidupan ini yang kelihatannya tidak sesuai dengan 
masalah-masalah ketidakadilan dan penderitaan. Untuk segala sesuatu yang 
menyakitkan dan
tidak adil, ada keindahan dan keseimbangan. Untuk saat-saat penuh ketakutan dan 
kekerasan, ada saat-saat penuh keharmonisan dan kedamaian. Sementara 
tubuh-tubuh yang dimakan usia menyerah pada rasa sakit dan kelemahan, anak-anak 
dan binatang-binatang muda dengan gembira bermain tanpa beban. Kesenian 
manusia, dalam segala keagungannya, menyaingi burung-burung yang beterbangan 
dan menyanyikan nyanyian pagi. Setiap saat matahari tenggelam dan terbit 
memberikan suatu jawaban bagi kebutuhan alam untuk istirahat dan pemulihan. 
Malam-malam gelap dan musim dingin yang beku datang dengan kesadaran bahwa 
"semua ini juga akan berlalu." Jika tidak ada apapun di balik kuburan, pola 
alam yang indah ini sama sekali tidak lengkap.

3. PENGALAMAN-PENGALAMAN MENJELANG AJAL

Bukti klinis tentang kehidupan setelah kematian bersifat subyektif dan dapat 
dipertanyakan. Seringkali kita sulit menilai arti dari "pengalaman-pengalaman di
luar tubuh," misalnya, bertemu dengan sinar terang, terowongan panjang, atau 
malaikat penuntun. Juga sulit untuk mengetahui bagaimana harus menanggapi 
mereka yang berbicara tentang penglihatan-penglihatan tentang surga atau neraka 
ketika mereka menjelang ajal. Apa yang kita ketahui adalah bahwa ada cukup 
banyak pengalaman seperti ini untuk menciptakan suatu perpustakaan yang lumayan 
besar untuk memuat topik ini. Secara keseluruhan, kumpulan dari bukti-bukti ini 
menunjukkan bahwa ketika mendekati ajal, banyak orang yang merasakan mereka 
bukan sedang menuju kepada akhir dari keberadaan mereka melainkan kepada awal 
dari suatu perjalanan yang lain.

4. SUATU TEMPAT DI DALAM HATI

Hati manusia merindukan lebih dari apa yang dapat ditawarkan oleh kehidupan 
ini. Setiap kita mengalami apa yang disebut oleh Raja Salomo sebagai "kekekalan 
di dalam hati (kita)," (#/TB Pen 3:11). Sekalipun sulit memahami maksud Salomo, 
jelas bahwa ia sedang menunjuk pada kerinduan yang tak terhindarkan pada 
sesuatu yang tidak dapat dipenuhi oleh dunia ini. Hal itu adalah suatu 
kekosongan jiwa yang juga tidak dapat
dihindari oleh Salomo. Untuk sesaat, ia berusaha mengisi kekosongan batin 
tersebut dengan pekerjaan, alkohol, dan tawa. Ia mencoba untuk memuaskan rasa 
rindu itu dengan filsafat, musik, dan hubungan seksual. Tetapi kekecewaannya 
kian bertambah. Hanya ketika ia kembali pada kepercayaan adanya penghakiman 
akhir dan kehidupan sesudah kematian, dia dapat menemukan sesuatu yang cukup 
besar untuk memuaskan rasa rindunya pada makna kehidupan (#/TB Pen 12:14).

5. KEPERCAYAAN YANG UNIVERSAL

Sementara sebagian orang percaya pada ketidak-mungkinan mengetahui adanya 
kehidupan sesudah kematian, kepercayaan kepada kekekalan adalah suatu fenomena 
yang universal. Dari piramida-piramida Mesir sampai munculnya pemikiran Gerakan 
Zaman Baru, orang dari segala zaman dan tempat telah percaya bahwa jiwa
manusia tetap hidup setelah kematian. Jika tidak ada kesadaran atau tawa atau 
penyesalan di balik kubur, maka kehidupan telah membohongi hampir setiap orang
dari Firaun dari Mesir sampai Yesus dari Nazaret.

6. ALLAH YANG KEKAL

Alkitab mengajarkan bahwa Allah adalah sumber kekekalan. Sifat-sifat-Nya adalah 
abadi. Alkitab yang sama memberitahu kita bahwa Allah menciptakan kita menurut 
citra-Nya, dan bahwa rencana-Nya adalah untuk membawa anak-anak-Nya untuk masuk 
ke dalam rumah-Nya yang kekal. Kitab Suci ini juga mengajarkan bahwa
kematian terjadi dalam kehidupan manusia karena nenek-moyang kita, yakni Adam 
dan Hawa, telah melanggar larangan Allah. (#/TB Kej 3:1-19)
Implikasinya adalah jika Allah membiarkan umat manusia hidup selamanya dalam 
kondisi memberontak kepada Allah, kita akan memiliki kesempatan yang tak 
habis-habisnya untuk mengembangkan diri menjadi ciptaan yang angkuh dan egois. 
Tetapi sebaliknya, Allah mulai menyingkapkan suatu rencana yang pada akhirnya 
akan menghasilkan pulangnya orang-orang ke rumah Allah yang kekal, yakni 
orang-orang yang memilih hidup damai dengan Allah. (#/TB Maz 90:1; Yoh 14:1-3)

7. NUBUAT-NUBUAT PERJANJIAN LAMA

Sebagian orang berargumentasi bahwa kekekalan adalah suatu pemikiran Perjanjian 
Baru. Tetapi Daniel, seorang nabi Perjanjian Lama, telah berbicara tentang 
suatu hari di mana mereka yang mati akan dibangkitkan, sebagian untuk mendapat 
hidup kekal, dan sebagian lagi untuk mendapat kehinaan kekal. (#/TB Dan 12:1-3)
Seorang penulis Mazmur juga berbicara tentang kehidupan setelah kematian. Dalam 
#/TB Maz 73, seorang bernama Asaf menggambarkan bagaimana ia hampir
kehilangan imannya kepada Allah ketika ia memikirkan orang fasik yang mengalami 
kemujuran sementara orang benar menderita. Tetapi kemudian ia berkata bahwa ia
masuk ke dalam tempat kudus Allah. Dari perspektif ibadah, ia tiba-tiba melihat 
orang fasik berdiri pada tempat yang licin dari kefanaan mereka. Dengan 
pemahaman yang baru, ia mengakui, "Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku, dan 
kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan. Siapa gerangan ada padaku di 
sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi. Sekalipun 
dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah 
selama-lamanya,". (#/TB Maz 73:24-26)

8. PERKATAAN-PERKATAAN KRISTUS

Sedikit orang yang akan menuduh Yesus sebagai orang jahat atau seorang guru 
palsu. Bahkan orang-orang atheis dan orang-orang beragama non-Kristen pun 
biasanya menyebut Yesus dengan hormat dan kagum.
Tetapi Yesus tidak berpura-pura atau menyembunyikan kenyataan adanya kelanjutan 
hidup setelah kematian. Ia berkata, "Janganlah kamu takut kepada mereka yang
dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; tetapi takutlah 
terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di
dalam neraka,". (#/TB Mat 10:28)
Yesus menjanjikan Firdaus kepada penyamun yang bertobat yang hampir mati di 
sisi-Nya. Tetapi Ia juga menggunakan Lembah Hinom, suatu tempat pembuangan 
sampah yang menjijikkan di luar Yerusalem, sebagai suatu simbol tentang apa 
yang menanti mereka yang tidak mempedulikan penghakiman Allah. Menurut Yesus, 
menghadapi kenyataan kehidupan setelah kematian adalah hal yang paling penting 
dalam hidup. Misalnya, Ia berkata, jika sebelah mata menghalangi Anda dari 
Allah, Anda memiliki alasan untuk membuang mata tersebut. "... lebih baik 
engkau masuk ke dalam
Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke 
dalam neraka,". (#/TB Mar 9:47)

9. KEBANGKITAN KRISTUS

Tidak ada bukti yang lebih besar tentang adanya kehidupan setelah kematian dari 
pada kebangkitan Yesus Kristus. Perjanjian Lama menubuatkan seorang Mesias yang 
akan mengalahkan dosa dan yang mati bagi umat-Nya. (#/TB Yes 53; Dan 9:26) 
Para pengikut Yesus bersaksi bahwa itulah yang Dia lakukan. Ia dengan rela mati 
di tangan orang-orang yang menyalibkan-Nya, dikuburkan dalam sebuah kuburan
pinjaman, dan 3 hari kemudian kuburan tersebut menjadi kosong. Para saksi 
mengatakan bahwa mereka tidak hanya telah melihat kubur yang kosong tetapi juga 
Kristus yang bangkit yang menampakkan diri kepada ratusan orang selama 40 hari 
sebelum Dia naik ke surga (#/TB Kis 1:1-11; 1Ko 15:1-8).

10. AKIBAT-AKIBAT PRAKTIS

Keyakinan adanya kehidupan setelah kematian merupakan suatu sumber rasa aman, 
optimisme, dan pemulihan rohani bagi seseorang. (#/TB 1Yo 3:2) Tidak ada 
suatupun yang menawarkan lebih banyak kekuatan dan dorongan dari pada keyakinan 
bahwa ada suatu kehidupan yang lebih baik bagi mereka yang menggunakan masa 
sekarang untuk mempersiapkan hidup dalam kekekalan.
Kepercayaan pada kesempatan-kesempatan yang tak terbatas dalam kekekalan telah 
memampukan banyak orang untuk mengorbankan nyawa mereka bagi kepentingan
orang-orang yang dikasihi. Karena keyakinan-Nya pada kehidupan setelah 
kematian, maka Yesus mampu berkata, "Apa gunanya seorang memperoleh seluruh 
dunia tetapi
kehilangan nyawanya?" (#/TB Mat 16:26)
Kebenaran ini pula yang mendorong martir Kristen, Jim Elliot, yang dibunuh oleh 
orang-orang Indian Auca pada tahun 1956, untuk mengatakan, "Dia, yang 
memberikan apa yang tidak dapat dijaganya untuk memperoleh apa yang tidak dapat 
diambil darinya, bukanlah orang yang bodoh."

ANDA TIDAK SENDIRIAN jika Anda secara jujur merasakan bahwa Anda belum 
diyakinkan tentang kehidupan setelah kematian. Tetapi ingatlah bahwa Yesus 
berjanji untuk memberikan pertolongan Ilahi kepada mereka yang ingin mengenal 
kebenaran dan yang mau menaklukkan diri kepadanya. Ia berkata, "Barangsiapa mau 
melakukan
kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku 
berkata-kata dari diri-Ku sendiri,". (#/TB Yoh 7:17)

Bila Anda yakin pada bukti adanya kehidupan setelah kematian, ingatlah Alkitab 
berkata bahwa Kristus mati untuk melunasi hutang-hutang dosa kita, dan bahwa
semua orang yang percaya kepada-Nya akan menerima karunia pengampunan dan 
kehidupan kekal. Keselamatan yang ditawarkan Kristus bukanlah upah untuk usaha
kita, tetapi suatu anugerah bagi mereka yang, melalui bukti-bukti tersebut, 
percaya kepada-Nya.

Silakan menghubungi kami melalui e-mail ke [EMAIL PROTECTED] untuk memperoleh 
informasi lebih lanjut mengenai bahan ini.

© 2000-2004 RBC Ministries Asia, Ltd.
=============================================
From: Yogi Triyuniardi 

10 ALASAN UNTUK MEMPERCAYAI KEBERADAAN TUHAN

1. IMAN YANG TAK TERHINDARKAN

Setiap orang mempercayai sesuatu. Tidak seorangpun yang dapat menanggung 
tekanan dan masalah hidup tanpa beriman kepada sesuatu yang tak sepenuhnya dapat
dibuktikan. Orang atheis tidak dapat membuktikan bahwa Allah tidak ada. Orang 
pantheis tidak dapat membuktikan bahwa segala sesuatu adalah Allah. Kaum 
pragmatis tidak dapat membuktikan asumsi mereka bahwa sesuatu dianggap penting 
karena bermanfaat bagi mereka. Orang agnotispun tidak dapat membuktikan bahwa
Allah tidak mungkin diketahui. Iman tidak dapat dihindari, sekalipun jika kita 
memilih untuk hanya percaya pada diri kita sendiri. Sesungguhnya apa yang kita 
putuskan adalah mengenai bukti yang kita anggap paling cocok, bagaimana kita 
menafsirkan bukti tersebut, dan siapa atau apa yang kita ingin percayai.
(#/TB Luk 16:16)

2. KETERBATASAN ILMU PENGETAHUAN

Metode ilmu pengetahuan terbatas oleh suatu proses yang terukur dan dapat 
diulang, sehingga ia tidak dapat berbicara tentang asal usul kehidupan, makna 
dan moralitas. Untuk menjawab hal-hal itu, ilmu pengetahuan bergantung pada 
nilai dan keyakinan pribadi dari mereka yang menggunakan ilmu tersebut, dan 
karena itu pula, ia sangat berpotensi baik untuk kebaikan maupun kejahatan. 
Ilmu pengetahuan dapat digunakan untuk membuat vaksin atau racun, membuat 
tenaga nuklir untuk tanaman atau persenjataan, untuk melestarikan lingkungan 
hidup atau mencemarinya, bahkan untuk memuliakan Allah maupun melawan Allah.
Ilmu pengetahuan itu sendiri tidak mampu memberikan bimbingan moral atau 
nilai-nilai untuk mengatur hidup kita. Apa yang dapat dilakukannya adalah 
memperlihatkan kepada kita bagaimana cara kerja hukum alam, tetapi tidak dapat 
menjelaskan apa-apa tentang asal-usulnya.

3. MASALAH-MASALAH EVOLUSI

Banyak orang berasumsi bahwa teori evolusi tentang kehidupan membuat Allah 
tidak dibutuhkan. Pandangan demikian mengabaikan beberapa hal. Jika kita 
berasumsi
suatu saat nanti ilmuwan menemukan cukup banyak "rantai yang hilang" untuk 
mengkonfirmasi bahwa kehidupan muncul dan berkembang secara bertahap dalam
rentang waktu yang panjang, hukum-hukum probabilitas tetap memperlihatkan bahwa 
kita membutuhkan Sang Pencipta. Karena itu pula banyak ilmuwan yang percaya
kepada teori evolusi juga percaya bahwa alam semesta yang sedemikian besar dan 
kompleks ini tidak "terjadi begitu saja." Mereka mau tidak mau harus mengakui
kemungkinan, atau bahkan kepastian, adanya Perancang berintelijensi tinggi yang 
menyediakan segala unsur untuk hidup dan yang menetapkan hukum-hukum agar semua 
unsur itu dapat berkembang.

4. KECENDERUNGAN-KECENDERUNGAN HATI

Umat manusia pada dasarnya adalah makhluk religius. 
Pada saat mengalami kejutan atau kesusahan mendadak, ketika berdoa atau 
mengumpat, seseorang biasanya merujuk pada hal-hal yang ilahi. Mereka yang
menganggap gejala ini sebagai kebiasaan buruk atau penyimpangan sosial malah 
diperhadapkan pada banyak pertanyaan yang tak terjawab. Menyangkal keberadaan
Allah tidaklah dapat menghilangkan misteri kehidupan.
Walau kita mencoba mengeluarkan Allah dari kehidupan sehari-hari, kita tidak 
akan dapat menghalau kerinduan kita kepada kehidupan yang lebih baik dari 
kehidupan
saat ini (#/TB Pen 3:11). Ada sesuatu tentang kebenaran, keindahan, dan cinta 
yang membuat hati kita nyeri. Bahkan dalam kemarahan kita kepada Allah yang 
mengijinkan ketidak-adilan dan sakit-penyakit, kita sesungguhnya sedang 
menggunakan suatu kesadaran moral untuk berargumentasi bahwa kehidupan saat ini 
tidak berjalan sebagaimana seharusnya. (#/TB Rom 2:14-15)
Sekalipun tanpa sengaja, kita sesungguhnya sedang mencari sesuatu yang lebih 
baik, bukannya yang lebih buruk, dari diri kita sendiri.

5. LATAR BELAKANG KITAB KEJADIAN

Dengan membaca sekilas, kata-kata pembukaan Alkitab tampaknya berasumsi bahwa 
Allah itu ada. Bagaimanapun kitab Kejadian ditulis pada waktu tertentu dalam
sejarah. Musa menulis kalimat, "Pada mulanya Allah," sesudah bangsa Israel 
keluar dari Mesir. Dia menulis hal itu sesudah terjadinya pelbagai peristiwa 
mujizat yang disaksikan oleh jutaan orang Israel dan Mesir.
Dari kitab Keluaran sampai kedatangan Mesias, Allah yang diceritakan Alkitab 
membuktikan diri-Nya ada melalui peristiwa-peristwa yang dapat disaksikan di 
dalam waktu dan tempat yang nyata. Siapapun yang meragukan klaim-klaim tersebut 
dapat mengunjungi tempat-tempat dan orang-orang yang nyata untuk membuktikannya 
bagi diri mereka sendiri.

6. BANGSA ISRAEL

Israel sering digunakan sebagai argumentasi untuk melawan Allah. Banyak orang 
sulit percaya pada Allah yang bersikap memihak pada satu "umat pilihan." Ada 
lagi yang lebih sulit percaya pada Allah yang tidak melindungi "bangsa 
pilihan-Nya" dari kamar-kamar gas Nazi di Auschwitz dan Dachau. Tetapi 
sesungguhnya semenjak Perjanjian Lama, masa depan Israel telah dinubuatkan. 
Seperti nabi-nabi lain, Musa menubuatkan
bukan saja bahwa Israel akan memiliki tanah perjanjian, tetapi bahwa mereka 
akan mengalami penderitaan yang tak terkira, tersebar ke seluruh pelosok bumi, 
pertobatan mereka kepada Allah, dan pemulihan mereka pada akhir jaman. (#/TB 
Ula 28:1-34:12; Yes 2:1-5; Yeh 37:1-38:23)

7. KLAIM-KLAIM TENTANG KRISTUS

Banyak orang yang mulanya ragu pada keberadaan Allah telah kembali meyakinkan 
diri mereka dengan pemikiran, "Jika Allah ingin kita percaya kepada-Nya, Dia 
pasti akan menyatakan diri-Nya kepada kita." Menurut Alkitab, itulah yang Allah 
lakukan. Pada abad ke-7 SM, nabi Yesaya bernubuat bahwa Allah akan memberi 
umat-Nya suatu tanda. Seorang perawan akan melahirkan seorang Anak laki-laki 
yang akan disebut "Allah beserta kita." (#/TB Yes 7:14; Mat 1:23) Bahwa Anak 
ini juga akan disebut "Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai." (#/TB 
Yes 9:5) Dan bahwa Dia akan mati untuk dosa-dosa umat-Nya dan kemudian Dia akan 
melihat hidup-Nya dihormati dan dipermuliakan (#/TB Yes 53). Menurut Perjanjian 
Baru, Yesus mengklaim diri-Nya sebagai Mesias. Di bawah pemerintahan Gubernur 
Romawi yang bernama Pontius Pilatus, Dia disalibkan dengan tuduhan bahwa Dia 
mengklaim diri-Nya sebagai Raja Israel dan bahwa Dia telah menyamakan Diri-Nya 
setara dengan Allah. (#/TB Yoh 5:18)

8. BUKTI DARI MUKJIZAT-MUKJIZAT

Sejumlah laporan dari para pengikut Yesus yang mula-mula sepakat bahwa Yesus 
bukan hanya mengklaim diri sebagai Mesias yang sudah lama dinantikan. Para 
saksi ini mengatakan bahwa Dia dipercaya oleh mereka karena Dia menyembuhkan 
orang lumpuh, berjalan di atas air, kemudian secara sukarela mengalami kematian 
yang
menyakitkan dan yang tidak patut Dia terima, dan akhirnya Dia bangkit dari 
kematian. (#/TB 1Ko 15:1-8)
Yang paling tidak terbantah adalah klaim mereka bahwa banyak saksi telah 
melihat dan berbicara dengan Kristus setelah kubur-Nya ditemukan kosong dan 
sebelum menyaksi kan dengan mata kepala sendiri Dia naik ke surga. Para saksi 
ini tidak mendapatkan keuntungan apa-apa dari klaim-kaim yang mereka buat. 
Mereka tidak mengharapkan kekayaan harta-benda atau kekuasaan.
Bahkan banyak dari mereka yang mati martir, tetapi sampai akhir hayat mereka 
tetap mengklaim bahwa Mesias yang dinantikan bangsa Israel telah hadir di 
tengah mereka, bahwa Dia telah menjadi korban penebusan dosa, dan bahwa Dia 
telah bangkit dari kematian untuk meyakinkan mereka bahwa Dia mampu membawa 
mereka kepada Allah.

9. DETIL-DETIL DARI ALAM SEMESTA

Ada orang yang percaya kepada Allah tetapi tidak menganggap keberadaan-Nya 
secara serius. Mereka beralasan bahwa Allah yang cukup besar untuk menciptakan 
alam semesta ini pasti terlalu besar untuk memperhatikan kita. Sebaliknya Yesus 
justru memperkuat apa yang alam ini hendak katakan melalui rancangan dan 
detil-detilnya. Yesus memperlihatkan bahwa Allah cukup besar untuk 
memperhatikan detil hidup kita yang paling kecil sekalipun. Dia berbicara 
mengenai Allah yang tahu bukan saja setiap tindakan kita, tetapi juga motivasi 
dan pikiran-pikiran dalam benak kita. Yesus
mengajarkan bahwa Allah tahu jumlah rambut di kepala kita, keinginan-keinginan 
hati kita, dan bahkan keadaan seekor burung pipit yang terjatuh ke bumi. (#/TB 
Maz 139; Mat 6)

10. KENYATAAN DARI PENGALAMAN

Alkitab berkata bahwa Allah merancang hidup kita sedemikian rupa sehingga kita 
terdorong untuk mencari Dia (#/TB Kis 17:26). Bagi mereka yang sungguh-sungguh
mencari Dia, Alkitab juga berkata bahwa Allah cukup dekat untuk ditemukan (#/TB 
Kis 17:27). Menurut Rasul Paulus, Allah adalah Roh yang di dalam-Nya "kita 
hidup, kita bergerak, dan kita ada," (#/TB Kis 17:28).
Tetapi Alkitab juga sangat jelas mengajarkan bahwa kita harus menghampiri Allah 
sesuai dengan cara-cara Allah, bukan menurut kemauan kita sendiri. Dia berjanji 
untuk dapat ditemui, bukan oleh setiap orang, tetapi oleh mereka yang mengakui 
kebutuhan mereka dan yang bersedia sungguh-sungguh percaya kepada Allah dan 
bukan percaya kepada diri mereka sendiri.

ANDA TIDAK SENDIRIAN jika Anda dapat mengakui keberadaan Allah tetapi ragu-ragu 
apakah Anda dapat menerima klaim Yesus bahwa Dia adalah "Allah yang menjadi 
manusia." Orang dari Nazaret ini berjanji menolong mereka yang ingin melakukan 
kehendak Allah. Dia berkata, "Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan 
tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari Diriku 
sendiri." (#/TB Yoh 7:17)

Jika Anda percaya pada bukti tentang Allah yang menyatakan diri-Nya kepada kita 
melalui Anak-Nya, Anda perlu mengingat perkataan Alkitab bahwa Kristus mati 
untuk dosa-dosa kita, dan bahwa siapapun yang percaya kepada-Nya akan menerima 
pengampunan dosa dan kehidupan kekal. Keselamatan yang ditawarkan Kristus
bukanlah upah untuk usaha kita, tetapi suatu anugerah bagi mereka, yang melalui 
bukti-bukti yang tersedia, mau percaya kepada Dia. (#/TB Yoh 5:24; Rom 4:5; 
#/TB Efe 2:8-10)

Silakan menghubungi kami melalui e-mail ke [EMAIL PROTECTED] untuk memperoleh 
informasi lebih lanjut mengenai bahan ini.

© 2000-2004 RBC Ministries Asia, Ltd.

Kirim email ke