From: Yogi Triyuniardi 10 ALASAN UNTUK MEMPERCAYAI KEHIDUPAN SETELAH KEMATIAN
1. KETIDAKADILAN DALAM KEHIDUPAN Kita akan sulit percaya bahwa kehidupan ini benar-benar baik jika di balik kuburan tidak ada apa-apa lagi sebagai kompensasi bagi masalah-masalah ketidakadilan. Sementara sebagian orang kelihatannya ditakdirkan untuk kebahagiaan, yang lainnya dilahirkan di dalam keadaan yang mengerikan. Jika kita yakin tidak ada suatu apapun yang dapat menyeimbangkan ketidak-setaraan pembagian penderitaan, maka banyak orang punya alasan untuk mengutuk hari kelahiran mereka karena kehidupan sengsara yang mereka terima. (#/TB Ayu 3:1-3) Kita bisa menyetujui Raja Salomo, ketika pada suatu masa yang kelam dalam kehidupannya, berkata, "Lagi aku melihat segala penindasan yang terjadi di bawah matahari, dan lihatlah, air mata orang-orang yang ditindas dan tak ada yang menghibur mereka, karena di fihak orang-orang yang menindas ada kekuasaan. Oleh sebab itu aku menganggap orang-orang mati, yang sudah lama meninggal, lebih bahagia dari pada orang-orang hidup, yang sekarang masih hidup. Tetapi yang lebih bahagia dari pada kedua-duanya itu kuanggap orang yang belum ada, yang belum melihat perbuatan jahat, yang terjadi di bawah matahari," (#/TB Pen 4:1-3). 2. KEINDAHAN DAN KESEIMBANGAN Ada banyak hal dalam kehidupan ini yang kelihatannya tidak sesuai dengan masalah-masalah ketidakadilan dan penderitaan. Untuk segala sesuatu yang menyakitkan dan tidak adil, ada keindahan dan keseimbangan. Untuk saat-saat penuh ketakutan dan kekerasan, ada saat-saat penuh keharmonisan dan kedamaian. Sementara tubuh-tubuh yang dimakan usia menyerah pada rasa sakit dan kelemahan, anak-anak dan binatang-binatang muda dengan gembira bermain tanpa beban. Kesenian manusia, dalam segala keagungannya, menyaingi burung-burung yang beterbangan dan menyanyikan nyanyian pagi. Setiap saat matahari tenggelam dan terbit memberikan suatu jawaban bagi kebutuhan alam untuk istirahat dan pemulihan. Malam-malam gelap dan musim dingin yang beku datang dengan kesadaran bahwa "semua ini juga akan berlalu." Jika tidak ada apapun di balik kuburan, pola alam yang indah ini sama sekali tidak lengkap. 3. PENGALAMAN-PENGALAMAN MENJELANG AJAL Bukti klinis tentang kehidupan setelah kematian bersifat subyektif dan dapat dipertanyakan. Seringkali kita sulit menilai arti dari "pengalaman-pengalaman di luar tubuh," misalnya, bertemu dengan sinar terang, terowongan panjang, atau malaikat penuntun. Juga sulit untuk mengetahui bagaimana harus menanggapi mereka yang berbicara tentang penglihatan-penglihatan tentang surga atau neraka ketika mereka menjelang ajal. Apa yang kita ketahui adalah bahwa ada cukup banyak pengalaman seperti ini untuk menciptakan suatu perpustakaan yang lumayan besar untuk memuat topik ini. Secara keseluruhan, kumpulan dari bukti-bukti ini menunjukkan bahwa ketika mendekati ajal, banyak orang yang merasakan mereka bukan sedang menuju kepada akhir dari keberadaan mereka melainkan kepada awal dari suatu perjalanan yang lain. 4. SUATU TEMPAT DI DALAM HATI Hati manusia merindukan lebih dari apa yang dapat ditawarkan oleh kehidupan ini. Setiap kita mengalami apa yang disebut oleh Raja Salomo sebagai "kekekalan di dalam hati (kita)," (#/TB Pen 3:11). Sekalipun sulit memahami maksud Salomo, jelas bahwa ia sedang menunjuk pada kerinduan yang tak terhindarkan pada sesuatu yang tidak dapat dipenuhi oleh dunia ini. Hal itu adalah suatu kekosongan jiwa yang juga tidak dapat dihindari oleh Salomo. Untuk sesaat, ia berusaha mengisi kekosongan batin tersebut dengan pekerjaan, alkohol, dan tawa. Ia mencoba untuk memuaskan rasa rindu itu dengan filsafat, musik, dan hubungan seksual. Tetapi kekecewaannya kian bertambah. Hanya ketika ia kembali pada kepercayaan adanya penghakiman akhir dan kehidupan sesudah kematian, dia dapat menemukan sesuatu yang cukup besar untuk memuaskan rasa rindunya pada makna kehidupan (#/TB Pen 12:14). 5. KEPERCAYAAN YANG UNIVERSAL Sementara sebagian orang percaya pada ketidak-mungkinan mengetahui adanya kehidupan sesudah kematian, kepercayaan kepada kekekalan adalah suatu fenomena yang universal. Dari piramida-piramida Mesir sampai munculnya pemikiran Gerakan Zaman Baru, orang dari segala zaman dan tempat telah percaya bahwa jiwa manusia tetap hidup setelah kematian. Jika tidak ada kesadaran atau tawa atau penyesalan di balik kubur, maka kehidupan telah membohongi hampir setiap orang dari Firaun dari Mesir sampai Yesus dari Nazaret. 6. ALLAH YANG KEKAL Alkitab mengajarkan bahwa Allah adalah sumber kekekalan. Sifat-sifat-Nya adalah abadi. Alkitab yang sama memberitahu kita bahwa Allah menciptakan kita menurut citra-Nya, dan bahwa rencana-Nya adalah untuk membawa anak-anak-Nya untuk masuk ke dalam rumah-Nya yang kekal. Kitab Suci ini juga mengajarkan bahwa kematian terjadi dalam kehidupan manusia karena nenek-moyang kita, yakni Adam dan Hawa, telah melanggar larangan Allah. (#/TB Kej 3:1-19) Implikasinya adalah jika Allah membiarkan umat manusia hidup selamanya dalam kondisi memberontak kepada Allah, kita akan memiliki kesempatan yang tak habis-habisnya untuk mengembangkan diri menjadi ciptaan yang angkuh dan egois. Tetapi sebaliknya, Allah mulai menyingkapkan suatu rencana yang pada akhirnya akan menghasilkan pulangnya orang-orang ke rumah Allah yang kekal, yakni orang-orang yang memilih hidup damai dengan Allah. (#/TB Maz 90:1; Yoh 14:1-3) 7. NUBUAT-NUBUAT PERJANJIAN LAMA Sebagian orang berargumentasi bahwa kekekalan adalah suatu pemikiran Perjanjian Baru. Tetapi Daniel, seorang nabi Perjanjian Lama, telah berbicara tentang suatu hari di mana mereka yang mati akan dibangkitkan, sebagian untuk mendapat hidup kekal, dan sebagian lagi untuk mendapat kehinaan kekal. (#/TB Dan 12:1-3) Seorang penulis Mazmur juga berbicara tentang kehidupan setelah kematian. Dalam #/TB Maz 73, seorang bernama Asaf menggambarkan bagaimana ia hampir kehilangan imannya kepada Allah ketika ia memikirkan orang fasik yang mengalami kemujuran sementara orang benar menderita. Tetapi kemudian ia berkata bahwa ia masuk ke dalam tempat kudus Allah. Dari perspektif ibadah, ia tiba-tiba melihat orang fasik berdiri pada tempat yang licin dari kefanaan mereka. Dengan pemahaman yang baru, ia mengakui, "Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku, dan kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan. Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi. Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya,". (#/TB Maz 73:24-26) 8. PERKATAAN-PERKATAAN KRISTUS Sedikit orang yang akan menuduh Yesus sebagai orang jahat atau seorang guru palsu. Bahkan orang-orang atheis dan orang-orang beragama non-Kristen pun biasanya menyebut Yesus dengan hormat dan kagum. Tetapi Yesus tidak berpura-pura atau menyembunyikan kenyataan adanya kelanjutan hidup setelah kematian. Ia berkata, "Janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; tetapi takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka,". (#/TB Mat 10:28) Yesus menjanjikan Firdaus kepada penyamun yang bertobat yang hampir mati di sisi-Nya. Tetapi Ia juga menggunakan Lembah Hinom, suatu tempat pembuangan sampah yang menjijikkan di luar Yerusalem, sebagai suatu simbol tentang apa yang menanti mereka yang tidak mempedulikan penghakiman Allah. Menurut Yesus, menghadapi kenyataan kehidupan setelah kematian adalah hal yang paling penting dalam hidup. Misalnya, Ia berkata, jika sebelah mata menghalangi Anda dari Allah, Anda memiliki alasan untuk membuang mata tersebut. "... lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka,". (#/TB Mar 9:47) 9. KEBANGKITAN KRISTUS Tidak ada bukti yang lebih besar tentang adanya kehidupan setelah kematian dari pada kebangkitan Yesus Kristus. Perjanjian Lama menubuatkan seorang Mesias yang akan mengalahkan dosa dan yang mati bagi umat-Nya. (#/TB Yes 53; Dan 9:26) Para pengikut Yesus bersaksi bahwa itulah yang Dia lakukan. Ia dengan rela mati di tangan orang-orang yang menyalibkan-Nya, dikuburkan dalam sebuah kuburan pinjaman, dan 3 hari kemudian kuburan tersebut menjadi kosong. Para saksi mengatakan bahwa mereka tidak hanya telah melihat kubur yang kosong tetapi juga Kristus yang bangkit yang menampakkan diri kepada ratusan orang selama 40 hari sebelum Dia naik ke surga (#/TB Kis 1:1-11; 1Ko 15:1-8). 10. AKIBAT-AKIBAT PRAKTIS Keyakinan adanya kehidupan setelah kematian merupakan suatu sumber rasa aman, optimisme, dan pemulihan rohani bagi seseorang. (#/TB 1Yo 3:2) Tidak ada suatupun yang menawarkan lebih banyak kekuatan dan dorongan dari pada keyakinan bahwa ada suatu kehidupan yang lebih baik bagi mereka yang menggunakan masa sekarang untuk mempersiapkan hidup dalam kekekalan. Kepercayaan pada kesempatan-kesempatan yang tak terbatas dalam kekekalan telah memampukan banyak orang untuk mengorbankan nyawa mereka bagi kepentingan orang-orang yang dikasihi. Karena keyakinan-Nya pada kehidupan setelah kematian, maka Yesus mampu berkata, "Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?" (#/TB Mat 16:26) Kebenaran ini pula yang mendorong martir Kristen, Jim Elliot, yang dibunuh oleh orang-orang Indian Auca pada tahun 1956, untuk mengatakan, "Dia, yang memberikan apa yang tidak dapat dijaganya untuk memperoleh apa yang tidak dapat diambil darinya, bukanlah orang yang bodoh." ANDA TIDAK SENDIRIAN jika Anda secara jujur merasakan bahwa Anda belum diyakinkan tentang kehidupan setelah kematian. Tetapi ingatlah bahwa Yesus berjanji untuk memberikan pertolongan Ilahi kepada mereka yang ingin mengenal kebenaran dan yang mau menaklukkan diri kepadanya. Ia berkata, "Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri,". (#/TB Yoh 7:17) Bila Anda yakin pada bukti adanya kehidupan setelah kematian, ingatlah Alkitab berkata bahwa Kristus mati untuk melunasi hutang-hutang dosa kita, dan bahwa semua orang yang percaya kepada-Nya akan menerima karunia pengampunan dan kehidupan kekal. Keselamatan yang ditawarkan Kristus bukanlah upah untuk usaha kita, tetapi suatu anugerah bagi mereka yang, melalui bukti-bukti tersebut, percaya kepada-Nya. Silakan menghubungi kami melalui e-mail ke [EMAIL PROTECTED] untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai bahan ini. © 2000-2004 RBC Ministries Asia, Ltd. ============================================= From: Yogi Triyuniardi 10 ALASAN UNTUK MEMPERCAYAI KEBERADAAN TUHAN 1. IMAN YANG TAK TERHINDARKAN Setiap orang mempercayai sesuatu. Tidak seorangpun yang dapat menanggung tekanan dan masalah hidup tanpa beriman kepada sesuatu yang tak sepenuhnya dapat dibuktikan. Orang atheis tidak dapat membuktikan bahwa Allah tidak ada. Orang pantheis tidak dapat membuktikan bahwa segala sesuatu adalah Allah. Kaum pragmatis tidak dapat membuktikan asumsi mereka bahwa sesuatu dianggap penting karena bermanfaat bagi mereka. Orang agnotispun tidak dapat membuktikan bahwa Allah tidak mungkin diketahui. Iman tidak dapat dihindari, sekalipun jika kita memilih untuk hanya percaya pada diri kita sendiri. Sesungguhnya apa yang kita putuskan adalah mengenai bukti yang kita anggap paling cocok, bagaimana kita menafsirkan bukti tersebut, dan siapa atau apa yang kita ingin percayai. (#/TB Luk 16:16) 2. KETERBATASAN ILMU PENGETAHUAN Metode ilmu pengetahuan terbatas oleh suatu proses yang terukur dan dapat diulang, sehingga ia tidak dapat berbicara tentang asal usul kehidupan, makna dan moralitas. Untuk menjawab hal-hal itu, ilmu pengetahuan bergantung pada nilai dan keyakinan pribadi dari mereka yang menggunakan ilmu tersebut, dan karena itu pula, ia sangat berpotensi baik untuk kebaikan maupun kejahatan. Ilmu pengetahuan dapat digunakan untuk membuat vaksin atau racun, membuat tenaga nuklir untuk tanaman atau persenjataan, untuk melestarikan lingkungan hidup atau mencemarinya, bahkan untuk memuliakan Allah maupun melawan Allah. Ilmu pengetahuan itu sendiri tidak mampu memberikan bimbingan moral atau nilai-nilai untuk mengatur hidup kita. Apa yang dapat dilakukannya adalah memperlihatkan kepada kita bagaimana cara kerja hukum alam, tetapi tidak dapat menjelaskan apa-apa tentang asal-usulnya. 3. MASALAH-MASALAH EVOLUSI Banyak orang berasumsi bahwa teori evolusi tentang kehidupan membuat Allah tidak dibutuhkan. Pandangan demikian mengabaikan beberapa hal. Jika kita berasumsi suatu saat nanti ilmuwan menemukan cukup banyak "rantai yang hilang" untuk mengkonfirmasi bahwa kehidupan muncul dan berkembang secara bertahap dalam rentang waktu yang panjang, hukum-hukum probabilitas tetap memperlihatkan bahwa kita membutuhkan Sang Pencipta. Karena itu pula banyak ilmuwan yang percaya kepada teori evolusi juga percaya bahwa alam semesta yang sedemikian besar dan kompleks ini tidak "terjadi begitu saja." Mereka mau tidak mau harus mengakui kemungkinan, atau bahkan kepastian, adanya Perancang berintelijensi tinggi yang menyediakan segala unsur untuk hidup dan yang menetapkan hukum-hukum agar semua unsur itu dapat berkembang. 4. KECENDERUNGAN-KECENDERUNGAN HATI Umat manusia pada dasarnya adalah makhluk religius. Pada saat mengalami kejutan atau kesusahan mendadak, ketika berdoa atau mengumpat, seseorang biasanya merujuk pada hal-hal yang ilahi. Mereka yang menganggap gejala ini sebagai kebiasaan buruk atau penyimpangan sosial malah diperhadapkan pada banyak pertanyaan yang tak terjawab. Menyangkal keberadaan Allah tidaklah dapat menghilangkan misteri kehidupan. Walau kita mencoba mengeluarkan Allah dari kehidupan sehari-hari, kita tidak akan dapat menghalau kerinduan kita kepada kehidupan yang lebih baik dari kehidupan saat ini (#/TB Pen 3:11). Ada sesuatu tentang kebenaran, keindahan, dan cinta yang membuat hati kita nyeri. Bahkan dalam kemarahan kita kepada Allah yang mengijinkan ketidak-adilan dan sakit-penyakit, kita sesungguhnya sedang menggunakan suatu kesadaran moral untuk berargumentasi bahwa kehidupan saat ini tidak berjalan sebagaimana seharusnya. (#/TB Rom 2:14-15) Sekalipun tanpa sengaja, kita sesungguhnya sedang mencari sesuatu yang lebih baik, bukannya yang lebih buruk, dari diri kita sendiri. 5. LATAR BELAKANG KITAB KEJADIAN Dengan membaca sekilas, kata-kata pembukaan Alkitab tampaknya berasumsi bahwa Allah itu ada. Bagaimanapun kitab Kejadian ditulis pada waktu tertentu dalam sejarah. Musa menulis kalimat, "Pada mulanya Allah," sesudah bangsa Israel keluar dari Mesir. Dia menulis hal itu sesudah terjadinya pelbagai peristiwa mujizat yang disaksikan oleh jutaan orang Israel dan Mesir. Dari kitab Keluaran sampai kedatangan Mesias, Allah yang diceritakan Alkitab membuktikan diri-Nya ada melalui peristiwa-peristwa yang dapat disaksikan di dalam waktu dan tempat yang nyata. Siapapun yang meragukan klaim-klaim tersebut dapat mengunjungi tempat-tempat dan orang-orang yang nyata untuk membuktikannya bagi diri mereka sendiri. 6. BANGSA ISRAEL Israel sering digunakan sebagai argumentasi untuk melawan Allah. Banyak orang sulit percaya pada Allah yang bersikap memihak pada satu "umat pilihan." Ada lagi yang lebih sulit percaya pada Allah yang tidak melindungi "bangsa pilihan-Nya" dari kamar-kamar gas Nazi di Auschwitz dan Dachau. Tetapi sesungguhnya semenjak Perjanjian Lama, masa depan Israel telah dinubuatkan. Seperti nabi-nabi lain, Musa menubuatkan bukan saja bahwa Israel akan memiliki tanah perjanjian, tetapi bahwa mereka akan mengalami penderitaan yang tak terkira, tersebar ke seluruh pelosok bumi, pertobatan mereka kepada Allah, dan pemulihan mereka pada akhir jaman. (#/TB Ula 28:1-34:12; Yes 2:1-5; Yeh 37:1-38:23) 7. KLAIM-KLAIM TENTANG KRISTUS Banyak orang yang mulanya ragu pada keberadaan Allah telah kembali meyakinkan diri mereka dengan pemikiran, "Jika Allah ingin kita percaya kepada-Nya, Dia pasti akan menyatakan diri-Nya kepada kita." Menurut Alkitab, itulah yang Allah lakukan. Pada abad ke-7 SM, nabi Yesaya bernubuat bahwa Allah akan memberi umat-Nya suatu tanda. Seorang perawan akan melahirkan seorang Anak laki-laki yang akan disebut "Allah beserta kita." (#/TB Yes 7:14; Mat 1:23) Bahwa Anak ini juga akan disebut "Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai." (#/TB Yes 9:5) Dan bahwa Dia akan mati untuk dosa-dosa umat-Nya dan kemudian Dia akan melihat hidup-Nya dihormati dan dipermuliakan (#/TB Yes 53). Menurut Perjanjian Baru, Yesus mengklaim diri-Nya sebagai Mesias. Di bawah pemerintahan Gubernur Romawi yang bernama Pontius Pilatus, Dia disalibkan dengan tuduhan bahwa Dia mengklaim diri-Nya sebagai Raja Israel dan bahwa Dia telah menyamakan Diri-Nya setara dengan Allah. (#/TB Yoh 5:18) 8. BUKTI DARI MUKJIZAT-MUKJIZAT Sejumlah laporan dari para pengikut Yesus yang mula-mula sepakat bahwa Yesus bukan hanya mengklaim diri sebagai Mesias yang sudah lama dinantikan. Para saksi ini mengatakan bahwa Dia dipercaya oleh mereka karena Dia menyembuhkan orang lumpuh, berjalan di atas air, kemudian secara sukarela mengalami kematian yang menyakitkan dan yang tidak patut Dia terima, dan akhirnya Dia bangkit dari kematian. (#/TB 1Ko 15:1-8) Yang paling tidak terbantah adalah klaim mereka bahwa banyak saksi telah melihat dan berbicara dengan Kristus setelah kubur-Nya ditemukan kosong dan sebelum menyaksi kan dengan mata kepala sendiri Dia naik ke surga. Para saksi ini tidak mendapatkan keuntungan apa-apa dari klaim-kaim yang mereka buat. Mereka tidak mengharapkan kekayaan harta-benda atau kekuasaan. Bahkan banyak dari mereka yang mati martir, tetapi sampai akhir hayat mereka tetap mengklaim bahwa Mesias yang dinantikan bangsa Israel telah hadir di tengah mereka, bahwa Dia telah menjadi korban penebusan dosa, dan bahwa Dia telah bangkit dari kematian untuk meyakinkan mereka bahwa Dia mampu membawa mereka kepada Allah. 9. DETIL-DETIL DARI ALAM SEMESTA Ada orang yang percaya kepada Allah tetapi tidak menganggap keberadaan-Nya secara serius. Mereka beralasan bahwa Allah yang cukup besar untuk menciptakan alam semesta ini pasti terlalu besar untuk memperhatikan kita. Sebaliknya Yesus justru memperkuat apa yang alam ini hendak katakan melalui rancangan dan detil-detilnya. Yesus memperlihatkan bahwa Allah cukup besar untuk memperhatikan detil hidup kita yang paling kecil sekalipun. Dia berbicara mengenai Allah yang tahu bukan saja setiap tindakan kita, tetapi juga motivasi dan pikiran-pikiran dalam benak kita. Yesus mengajarkan bahwa Allah tahu jumlah rambut di kepala kita, keinginan-keinginan hati kita, dan bahkan keadaan seekor burung pipit yang terjatuh ke bumi. (#/TB Maz 139; Mat 6) 10. KENYATAAN DARI PENGALAMAN Alkitab berkata bahwa Allah merancang hidup kita sedemikian rupa sehingga kita terdorong untuk mencari Dia (#/TB Kis 17:26). Bagi mereka yang sungguh-sungguh mencari Dia, Alkitab juga berkata bahwa Allah cukup dekat untuk ditemukan (#/TB Kis 17:27). Menurut Rasul Paulus, Allah adalah Roh yang di dalam-Nya "kita hidup, kita bergerak, dan kita ada," (#/TB Kis 17:28). Tetapi Alkitab juga sangat jelas mengajarkan bahwa kita harus menghampiri Allah sesuai dengan cara-cara Allah, bukan menurut kemauan kita sendiri. Dia berjanji untuk dapat ditemui, bukan oleh setiap orang, tetapi oleh mereka yang mengakui kebutuhan mereka dan yang bersedia sungguh-sungguh percaya kepada Allah dan bukan percaya kepada diri mereka sendiri. ANDA TIDAK SENDIRIAN jika Anda dapat mengakui keberadaan Allah tetapi ragu-ragu apakah Anda dapat menerima klaim Yesus bahwa Dia adalah "Allah yang menjadi manusia." Orang dari Nazaret ini berjanji menolong mereka yang ingin melakukan kehendak Allah. Dia berkata, "Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari Diriku sendiri." (#/TB Yoh 7:17) Jika Anda percaya pada bukti tentang Allah yang menyatakan diri-Nya kepada kita melalui Anak-Nya, Anda perlu mengingat perkataan Alkitab bahwa Kristus mati untuk dosa-dosa kita, dan bahwa siapapun yang percaya kepada-Nya akan menerima pengampunan dosa dan kehidupan kekal. Keselamatan yang ditawarkan Kristus bukanlah upah untuk usaha kita, tetapi suatu anugerah bagi mereka, yang melalui bukti-bukti yang tersedia, mau percaya kepada Dia. (#/TB Yoh 5:24; Rom 4:5; #/TB Efe 2:8-10) Silakan menghubungi kami melalui e-mail ke [EMAIL PROTECTED] untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai bahan ini. © 2000-2004 RBC Ministries Asia, Ltd.

