From: "Kisah" <[EMAIL PROTECTED]>
Edisi 17 -- Rekaman Musik Penyembahan
PENGANTAR
Musik telah memainkan peranan yang begitu penting dalam sejarah
gereja. Ada begitu banyak orang yang Tuhan gerakkan untuk berkarya
lewat jalur ini, menciptakan harmoni dan kidung pujian bagi-Nya. Dan
kini kidung pujian itu menggema, menyuarakan kemuliaan Tuhan. Namun,
pujian-pujian yang lebih kontekstual ternyata dapat lebih menjangkau
kelompok-kelompok etnis tertentu. Kisah berikut membuktikannya.
Staf Redaksi KISAH,
Raka Sukma Kurnia
______________________________________________________________________
KESAKSIAN
REKAMAN MUSIK PENYEMBAHAN
=========================
John, seorang pekerja YWAM (Youth With A Mission) di Asia Tengah
memulai studio rekaman sederhana di tahun 1994. Pertama kalinya, dia
merekam beberapa musik Kristen dalam bahasa-bahasa Turki dan Asia
Tengah. Sebelumnya, ia tidak pernah mendengar tentang satu lagu yang
ditulis oleh seorang percaya dari suku Uighur. Lalu tahun 1995, ia
mendengar ada seorang petani Uighur yang telah menjadi pengikut
Kristus dan mulai menulis banyak lagu yang mengekspresikan iman dan
kasihnya kepada Allah. Ia segera menemui petani itu di rumahnya dan
saling membagikan lagu. Setelah pertemuan tersebut, petani itu
menyediakan waktunya selama seminggu untuk merekam lagu-lagu tulisannya.
Rekaman musik penyembahan ini memberikan dorongan semangat bagi
orang-orang percaya setempat, bahkan beberapa dari lagu tersebut
dipakai sebagai lagu pengiring tarian dan diputar di stasiun radio
dan televisi lokal. John menceritakan, "Saya sedang naik sebuah
mobil angkutan yang menuju ke suatu desa dan pengemudinya sedang
mendengarkan lagu-lagu melalui tape recorder-nya. Setelah beberapa
lagu, salah satu lagu Kristen yang kami rekam mulai terdengar
melalui pengeras suara. Lagu itu terpilih dan menjadi salah satu
lagu yang direkam bersama lagu-lagu sekuler lainnya dalam suatu
kaset serta dijual di pasaran. Kami berhenti di sebuah desa kecil
dan saya mendatangi sebuah warung musik yang ada desa itu, yang juga
menjual kaset itu sehingga dapat dipastikan bahwa kaset itu terjual
di desa kecil ini juga." John sangat senang karena mengetahui bahwa
lagu pujian penyembahan kepada Yesus juga telah menjadi bagian dari
masyarakat desa tersebut dalam segala kehidupannya.
Sejak tahun 1995, studio yang didirikan John telah merekam dua puluh
kaset penyembahan dalam berbagai bahasa asli. Penyembahan tersebut
disesuaikan dengan konteks latar belakang dari penduduk setempat,
termasuk Kazak, Kirghiz, Uzbek, dan Karakalpak. John juga mengadakan
kerja sama dengan para musisi, bukan hanya untuk menghasilkan
suara-suara yang bagus, tetapi juga kualitas yang baik dalam
pelayanan. John merasakan betapa pentingnya menggunakan musik yang
ditulis oleh orang-orang percaya setempat karena tujuan dari musik
penyembahan adalah untuk menarik perhatian dan memusatkan hati,
pikiran, dan perasaan kasih kita kepada Allah. Musik yang sesuai
dengan kebudayaan masyarakat ini sungguh tepat digunakan untuk
melakukan penyembahan kepada Yesus karena dengan mudah diterima oleh
para penduduk lokal dan iramanya telah mereka kenal. Penduduk yang belum
mengenal Yesus dapat lebih mudah ditolong untuk dapat mengenal dan menjadi
pengikut Yesus melalui musik penyembahan yang sesuai dengan kebudayaan
masyarakat setempat tanpa merasa harus mengadopsi kebudayaan asing.
Bahan diambil dan diedit seperlunya dari:
Nama situs: Global Worship Report
Edisi : Juni 2003
URL : http://www.worship-arts-network.com/
______________________________________________________________________
"Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami
di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan
keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana." (2Kor. 2:14)
< http://sabdaweb.sabda.org/?p=2kor+2:14 >
______________________________________________________________________
POKOK DOA
1. Mari bersyukur untuk segenap karunia yang Tuhan anugerahkan bagi
umat-Nya. Berdoalah agar setiap orang dapat memanfaatkan
karunianya untuk memuliakan nama Tuhan.
2. Beberapa orang yang dikaruniai kemampuan menulis lagu dan
menciptakan harmonisasi nada menggunakan karunia itu untuk
menulis lagu rohani. Bersyukurlah untuk keberadaan mereka ini.
Berdoalah juga agar mereka dapat menulis lagu rohani yang
berbobot, yang juga menyampaikan pengajaran alkitabiah.
3. Doakan juga agar Tuhan memberikan kerendahan hati kepada mereka
sehingga mereka boleh terus berkarya hanya untuk kemuliaan nama Tuhan.
______________________________________________________________________
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright(c) 2007 YLSA
YLSA -- http://www.sabda.org/ylsa/
http://katalog.sabda.org/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo
No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati