From: Dewi Kriswanti 

GARAM DAN TERANG
Bacaan: Matius 5:13-16

"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia 
diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.(Mat. 5:13)

Hidup orang percaya dalam masyarakat hendaknya menjadi garam dan terang. 
Artinya, tiap orang percaya hendaknya dapat berperan pada posisi masing-masing 
yang menggambarkan kemuliaan Tuhan. Apapun predikat yang disandang, baik itu 
pekerja, pelajar, atau apa saja, harusnya mampu memberi arti yang berarti dalam 
lingkungan kehidupannya. Firman Tuhan jelas mengatakan bahwa kita adalah garam 
dunia dan terang dunia. Jika garam itu tidak asin lagi, garam itu tidak ada 
gunanya lagi akan dibuang dan diinjak-injak orang.
Bagaimana kita berperan dalam kehidupan ini? Banyak hal yang dapat kita lakukan 
untuk menunjukkan keberadaan kita sebagai orang percaya. Memahami nats bacaan 
kita hari ini, paling tidak ada 4 hal yang dapat kita pahami untuk berperan 
dalam kehidupan ini:
1. Menyadari kebaikan Tuhan dalam hidup kita (Yesaya 6:6-8). Tuhan akan 
melepaskan kutuk keterikatan tersebut, meski hidup kita berada dalam lingkungan 
buruk sekalipun. 2. Memiliki sikap hati yang takut akan Tuhan (Kel. 1:15-17). 
Meski dalam keadaan sulit, tetapi teguh hati untuk takut akan Tuhan. 3. 
Bertindak sesuai dengan apa yang telah Kristus ajarkan. Orang Farisi dan ahli 
Taurat adalah orang-orang yang menjalankan ibadahnya hanya secara lahiriah saja 
dan tidak juga hidup seturut ajarannya. Kita sebagai orang percaya haruslah 
hidup sesuai dengan apa yang telah Yesus ajarkan agar kita dapat mempengaruhi 
dunia. Contoh yang Yesus ajarkan waktu Dia mengajarkan tentang pengampunan. Dia 
ajarkan 70x7x itu artinya kita harus tetap memiliki hati yang mengampuni dan 
melupakan. 4. Dengan memiliki hidup yang berbeda (Matius 5:46-48). Alkitab 
berkata kalau kamu hanya dapat mengasihi orang yang mengasihi kamu, pemungut 
cukaipun dapat melakukannya. Kalau kamu
hanya dapat memberi salam kepada saudaramu orang lainpun dapat melakukannya. 
Akan tetapi yang dapat membuat hidup kita menjadi garam adalah waktu kita dapat 
melakukan sesuatu yang orang dunia tidak dapat melakukannya. Mengasihi dan 
tetap mendoakan atau tetap berbuat baik itu adalah salah satu cara yang orang 
dunia tidak dapat melakukannya. (GL) 

Doa: Mampukan kami ya Bapa, untuk dapat berkata dan bertindak untuk selalu 
memuliakan namaMu. Haleluya. Amin!

KEMULIAAN TUHAN AKAN MEMANCAR DARI ORANG YANG MELAKUKAN FIRMANNYA DENGAN SETIA
=============================================
From: mangucup88 

 Hari Ayah - Father's Day

Di Amerika dan juga di berbagai negara lainnya; disetiap hari Minggu ketiga 
pada bulan Juni (17 Juni 2007) mereka merayakan "Father's Day" atau Hari Ayah - 
Hari Bapa. Oleh sebab itulah dalam kesempatan ini mang Ucup ingin menulis 
tentang "Ayah".

Hampir setiap anak di dunia ini belajar bicara dengan memulai dua kata pertama 
"Papa & Mama". Kata Papa mereka ucapkan sebagai kata kedua setelah Mama. Kata 
Papa itu sendiri diserap dari bahasa Perancis. 71% penduduk dunia mengenal kata 
"Papa" ini berdasarkah hasil penelitian terhadap 1.000 macam bahasa. Papa dalam 
bahasa 
Latin "Tata" sedang dalam bahasa Rusia = Nana. 

Dalam gereja Katolik perkataan Abbot, Abbes berarti Bapa juga. Kata ini diserap 
dari bahasa Ibrani = Aba. Abraham Lincoln nama kecilnya adalah Abe. Umat 
Katolik menyembut pembimbing agamanya dengan sebutan Padre (ayah) yang diserap 
dari bahasa Spanyol maupun Portugis. Romo dalam bahasa Portugis = Padrinho, 
dari situlah kata Padri dalam bahasa Indonesia itu diserap.

Walaupun demikian umat Protestan menilai panggilan Romo terhadap pembimbing 
agama itu haram berdasarkan ayat: "Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di 
bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga." (Matius 23:9)

Sedangkan kata Father diserap dari bahasa Sangsekerta "Pitar", dalam bahasa 
Yunani & Latin = Pater.

Orang Rumawi berpendapat: "Mater semper certa; pater est quem nuptiae 
demonstrant" - Hanya Ibu yang pasti, sedangkan Ayah adalah yang dikawini. 

Kita bisa yakin bahwa itu adalah Ibu kandung kita, karena ialah yang 
melahirkan, tetapi ayah belum tentu, lihat saja berapa banyak proses permohonan 
DNA Test, karena mereka sendiri tidak yakin apakah itu anaknya ataukah bukan.

Hari Ayah itu dirayakan tidak seperti hari Tahun Baru ialah pada saat yang 
bersamaan dan dengan alasan yang sama. Misalnya di Italy, Spanyol, Portugis dan 
negara-negara dimana banyak umat Katolik; mereka merayakan hari Ayah bertepatan 
dengan hari Santo Yusuf pada tanggal 19 Maret. 

Di Taiwan pada tanggal 8 Agustus, sebab lafal untuk kata angka delapan dalam 
bahasa Mandarin = Pa jadi tanggal 8 bulan 8 sama seperti Pa-Pa. Sedangkan di 
Thailand hari ayah ini disebut "Wan Phor" yang selalu dirayakan pada tanggal 5 
Desember dan merupakan hari libur nasional, sebab hari itu adalah HUT dari Raja 
Bhumibol Adulyadej sebagai Bapa Bangsa.

Di Amerika mereka merayakan pada hari Minggu ketiga pada bulan Juni. 
Pada tahun 1974, President Nixon yang pertama kalinya mencanangkan hari Ayah 
ini sebagai hari libur nasional. 

Tradisi ini diawali pada tahun 1909 atas gagasan dari Mrs. Sonora Smart Dodd 
untuk mengenang ayahnya Mr Willian Smart yang telah dapat membesar kelima 
anak-anaknya tanpa bantuan dari istrinya, sebab istrinya meninggal dunia pada 
saat ia melahirkan anaknya yang ke enam.

Mang Ucup
Email: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: www.mangucup.net
==========================================
From: Dewi Kriswanti 

HIDUP DALAM KEKUATIRAN
Bacaan: Matius 6 : 25- 34

"Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang 
hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa 
yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan 
tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?

Siapa saja pasti pernah mengalami kekuatiran. Kuatir atau takut itu bisa 
diakibatkan persoalan hidup yang melilit, seperti ekonomi, rumah tangga, 
sekolah,dan sebagainya. Kadang perasaan perasaan takut yang kita rasakan timbul 
secara berlebihan, sehingga dapat menimbulkan trauma. Ini merupakan reaksi 
berlebihan karena tekanan tersebut.
Kuatir membuat seseorang menjadi tidak nyaman dalam hidupnya, dan cenderung 
dikuasai oleh keadaan yang dihadapinya. Orang seperti ini tidak bisa merasakan 
indahnya hidup yang diberikan Tuhan. Terus terbelenggu, sehingga mujijat Tuhan 
tidak bisa terjadi dalam hidup kita.
Bagaimana agar kita terhindar dari rasa khawatir yang berlebihan :
1. Kita harus yakin dan percaya bahwa kita mempunyai Tuhan yang hidup yang 
tidak pernah meninggalkan dan selalu menjaga kita.
2. Kita harus memiliki pikiran positif untuk setiap masalah yang kita hadapi, 
karena rasa khawatir ini akan menimbulkan pikiran-pikiran negatif yang akan 
membuat kita tidak berani untuk menghadapi masalah dan cenderung untuk lari 
masalah. 3. Kita harus meminta pertolongan dari Tuhan dalam setiap 
menyelesaikan masalah. Masalah jangan membuat kita untuk jauh dari Tuhan. 
Seharusnya membawa kita lebih dekat lagi. 4. Kita harus menyadari bahwa hanya 
Dia-lah yang akan menyediakan jalan keluar yang terbaik untuk setiap masalah 
yang kita hadapi.
Memang banyak hal yang buruk terjadi di sekeliling kita, maupun pada diri kita 
sendiri. Namun, sebagai orang percaya kita tidak perlu cemas menghadapinya. 
Bukankah roh yang Tuhan berikan lebih besar daripada roh yang ada di dunia ini. 
Kini saatnya kita menegakkan wajah. Jangan mau tenggelam dalam ketakutan yang 
tak berdasar. Sebesar apapun masalah pasti dapat diatasi, jika kita tetap 
berpegang pada prinsip-prinsip firman Tuhan. Percayalah! Tuhan Yesus 
memberkati. (fl/IUT)

Doa: Tuhan Yesus, kasih dan pimpinanMu sungguh kami perlukan, untuk tetap tegar 
dalam menghadapi pelbagai persoalan hidup ini. Amin!
KETAKUTAN HANYA AKAN MENJAUHKAN HIDUP KITA DARI TERANG DAN KASIH TUHAN YESUS
================================================
From: Dewi Kriswanti 

BERSUKACITA SENANTIASA

Bacaan: I Tesalonika 5:16-18
"Bersukacitalah senantiasa." (I Tesalonika 5:16)

Banyak orang mengalami depresi, stres karena gejolak ekonomi yang hampir-hampir 
tidak terkendalikan lagi saat ini. Putus asa dan mungkin mengambil jalan pintas 
bunuh diri. Sedangkan firman Tuhan mengajar kepada anak-anak Tuhan agar tetap 
mengucap syukur dalam segala hal. Mungkin ada orang berkata, "Kamu bodoh, 
bagaimana saya dapat mengucap syukur kalau usaha sedang kacau!".
Mari kita belajar dari firman Tuhan, tentang menghadapi kehidupan ini, sehingga 
kita bisa memahami dan mengerti tentang banyak hal yang diajarkanNya. Pertama, 
mengucap syukurlah dalam segala hal. Sudah rugi kok mengucap syukur lagi, 
bagaimana mungkin itu dapat dilakukan? Mungkin saja kita lakukan, jika kita 
punya hati yang tulus, dan menyadari bahwa segala sesuatu yang baik berasal 
dari Tuhan.
Kemudian berdoalah senantiasa. Ada beberapa orang berkata, ya saya sudah berdoa 
terus, tetapi mana jawabannya? Doa merupakan nafas kehidupan rohani orang 
percaya. Tuhan menjawab doa sesuai waktunya dan dengan caranya. Berdoa bukan 
berarti persoalan kita langsung selesai begitu saja. Perlu hikmat Tuhan untuk 
menghadapinya segala persoalan.
Lalu bersukacitalah senantiasa. Bagaimana kita bisa bersukacita, mana sedang 
dilanda kesulitan ekonomi, penyakit, lalu persoalan keluarga, mana mungkin 
bisa? Secara manusiawi mungkin kita akan merasa gentar dengan berbagai 
persoalan tersebut. Tetapi, ketika kita melakukannya penuh dengan kerelaan, 
serta percaya bahwa Tuhan akan bertindak bagi kita, maka tak ada alasan bagi 
kita untuk tidak bersukacita. Sebab, Yesus sendiri yang menjanjikan bahwa Dia 
akan memberi kelegaan kepada orang yang mau berserah padaNya.
Kelihatannya mengucap syukur, berdoa dan bersukacita itu mudah, tetapi dalam 
prakteknya memang sulit dilakukan. Tetapi, kita jangan menyerah dalam kesulitan 
tersebut. Secara logika terasa sulit, tetapi ketika kita mau mengandalkan iman, 
dan berpegang teguh dengan firman Tuhan, niscaya semuanya akan bisa kita lalui. 
Jadi, bersukacitalah selalu, dan berserahlah pada Tuhan, karena itu menyukakan 
hati Tuhan. (tlt)

Doa: Tuhan ajar kami selalu mengucap syukur, berdoa dan bersukacita senantiasa 
di dalam segala perkara. Amin
HATI YANG SELALU MENGUCAP SYUKUR DAN BERSUKACITA PASTI MAMPU MERAIH JANJI-JANJI 
TUHAN

Kirim email ke