From: Dewi Kriswanti KESOMBONGAN Bacaan: 3 Yohanes 1:5-12
Saudaraku yang kekasih, janganlah meniru yang jahat, melainkan yang baik. Barangsiapa berbuat baik, ia berasal dari Tuhan, tetapi barangsiapa berbuat jahat, ia tidak pernah melihat Tuhan.(3Yoh 1:11). Orang pikir kesombongan itu sebuah kelemahan. Tetapi kita perlu tahu bahwa kesombongan itu adalah sebuah kejahatan. Orang sombong atau tinggi hati tidak pernah menerima anugrah Tuhan. Mereka berkata, saya bisa melakukan apa saja. Tidak butuh orang lain, menganggap bisa dengan kekuataannya sendiri. Ingat, setan jatuh bukan karena berbuat dosa, namun karena sombong. Lihat kitab Lukas 9:46, timbul pertengkaran di antara murid-murid Yesus tentang siapakah yang terbesar di antara mereka. Hal yang samapun seringkali terjadi antara sesama anak Tuhan atau antara sesama gereja. measing-masing menganggap paling benar dan besar. Kalau kita sudah menganggap bahwa kitalah yang paling besar, maka kesombonganlah yang terpancar dari perilaku dan perkataan kita. Ada 4 alasan mengapa rasul Yohanes bicara sangat keras sekali mengenai kesombongan: 1. Kesombongan dapat menjadi penghambat rencana Tuhan dalam hidup seseorang (Ay9). Tuhan memiliki rencana yang indah bagi kita semua. Tetapi bagi orang yang sombong dia hanya akan jadi orang yang ambsius. Orang yang sombong akan menghalalkan segala cara. Orang yang rendah hati akan berkata, biar bukan kehendakku yang jadi melainkan kehendakmulah yang jadi. 2. Kesombongan menjadi penghambat dalam kemajuan pekerjaan Tuhan (Ay10). Ingat bahaya yang paling buruk bagi orang yang sudah dewasa di dalam Tuhan adalah kesombongan. Karena kalau kita dekat dengan Tuhan kita pasti akan lihat banyak mujizat. 3. Kesombongan menjadi penghambat kita menerima berkat Tuhan (Yesaya 2:11). Tuhan adalah Tuhan yang rindu memberkati kita. 4. Kesombongan rohani dapat menghambat kedewasaan rohani (IKor. 4:6-7). Tuhan mau kita dewasa dan sempurna. Tetapi untuk menjadi sempurna kita butuh koreksi, teguran, dan nasihat. Namun bagi orang sombong kesemuanya itu dia tidak perlu karena hal-hal yang seperti itu merupakan ancaman bagi dia. untuk menjaadi segambar dan serupa denga Kristus. (GL) Doa: Tanpa kami sadari, kerap kesombongan itu muncul dalam pola kehidupan kami. Untuk itu, ampuni kami Bapa, beri kekuatan agar jauh dari sifat itu. Amin! KERENDAHAN HATI BUKANLAH KELEMAHAN TETAPI KEKUATAN DAHSYAT MENGHANCURKAN KESOMBONGAN ========================================== From: Elly Ilustrasi - Jangan Meninggikan Diri Ini adalah kisah tentang angka-angka yang sedang mengadakan rapat matematika. Demikianlah suasana jika angka-angka sedang rapat, masing-masing angka diberi kesempatan untuk maju kedepan, dimulai dari angka satu : Angka Satu : "Aku adalah angka terhebat, sebab semua orang selalu ingin menjadi nomor satu didunia ini" Angka Dua : "Sebetulnya, akulah angka terhebat, sebab jika manusia menang menjadi nomor satu ia akan mengangkat kedua jarinya membentuk Victory yang artinya kemenangan" Angka Tiga : "Akulah angka yang paling rohaniawan, sebab Eloihim Tri tunggal itu dari terdiri dari tiga, yaitu Bapa, Putra, dan Roh Kudus" Angka Empat : "Akulah angka yang hebat, sebab aku digunakan sebagai symbol empat penjuru mata angin" Angka lima : "Jari tangan manusia ada lima, kalau kurang satu maka tidak sempurna. Oleh sebab itu akulah angka yang sempurna" Angka enam : "Jujur saja, sebenarnya angka yang paling hebat adalah aku, sebab Tuhan berkaya selama enam hari lamanya" Angka Tujuh : "Tidak, akulah angka yang paling sempurna, karena satu minggu ada tujuh hari, dan Tuhan berhenti berkarya, beristirahat pada hari yang ketujuh" Angka Delapan : "Akulah Angka yang hebat, sebab seluruh penjuru arah mata angin ada delapan arah" Angka sembilan : "wahai teman-teman, ketahuilah semuanya,biarpun kalian semua merasa hebat, tetapi akulah angka yang nilainya paling besar diantara kalian" Kemudian, tibalah giliran angka nol untuk maju kedepan, dengan agak tertatih-tatih angka nol maju ke mimbar. Angka Nol : "Apalah artinya saya ini yang cuma angka nol, biarlah semua merasa menjadi angka yang terhebat dan terbesar, tetapi perlu diketahui jika aku dipasangkan dengan angka lainnya maka angka tersebut akan menjadi besar, semakin banyak aku dipasangkan maka semakin besarlah nilainya" "Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan" (Lukas 14:11) Best Regards, ~ Elly ~ System & Internal Controller PT. Putra Sumber Utama Timber Mobile : 08888740073 E-mail & Friendster : [EMAIL PROTECTED] ============================================== From: mangucup88 Forgive, but not Forget ! Pernyataan itulah yang sering kita dengar. Dan ini memang satu kenyataan yang tidak bisa dipungkiri, karena satu kebohongan besar apabila seseorang yang telah disakiti entah sekecil apapun juga; bisa melupakan kejadian tersebut. Hanya bedanya tidak melupakan bukannya berarti harus di ingat terus menerus. Apakah anda tahu, bahwa pada umumnya kita akan lebih mudah untuk dapat memaafkan seorang musuh, daripada memaafkan orang yang kita kasihi. Pada saat kita belum mampu memaafkan otomatis kejadian-kejadian yang menyakitkan tersebut akan selalu menghantui kita siang dan malam. Tetapi setelah kita bisa memaafkan tidurpun bisa tenang dan tidak akan terganggu lagi oleh mimpi2 buruk. Memaafkan bukannya berarti harus melupakan kejadian tersebut ataupun mengakui bahwa apa yang mereka lakukan itu benar ! Tidak sama sekali, yang salah tetap salah dan tidak bisa dibenarkan, hanya bedanya pada saat kita; memaafkan berarti kita tidak mau mengingatnya lagi. Enak aja, Gw yang disakiti selama bertahun-tahun, apakah harus dimaafkan secara begitu saja, seperti juga pepatah panas setahun dihapus oleh hujan sehari ! Disinilah letak kesalahan pemikiran anda ! Keuntungan utama dari memaafkan, bukannya untuk orang yang bersalah kepada kita melainkan untuk diri kita sendiri. Melalui memaafkan kita dapat melepaskan seluruh beban sakit hati kita; maupun stress yang membebani dan menyiksa diri kita selama ber-bulan2, bahkan ber-tahun2. Dengan memaafkan hati dan pikiran kita bisa jadi langsung plong lepas dari segala beban sakit hati ini ! Tanya saja sama diri sendiri, apakah anda senang dengan adanya siksaan yang anda rasakan sampai dengan sekarang ini ? Tiap kali teringat akan kejadian tersebut sama seperti juga luka yang digarami dan diberikan cuka terus-menerus, sehingga dengan mana, luka batinnya akan terasa nyeri terus dan sampai kapanpun juga tidak akan bisa sembuh ! Obat mujarab dari luka batin yang benar2 cespleng hanya ada satu saja ialah: Memaafkan! Prinsip hidup yang saya pegang ialah: saya tidak akan bisa merubah orang lain, tetapi saya bisa merubah diri saya sendiri. Saya tidak akan bisa merubah perasaan dari orang pernah menyakiti hati saya, tetapi saya bisa merubah perasaan saya sendiri, dengan memaafkan, sebab memaafkan itu adalah pilihan. Forgiveness Is a Choice, memaafkan itu adalah pilihan yg hanya bisa ditentukan oleh Anda sendiri. Bagi mereka yg tidak bisa dan tidak mau memaafkan, maka mereka akan tersiksa, karena pikiran dan batinnya akan selalu kotor, disamping itu hubungan dgn yg bersalah pun akan selalu tetap buruk sehingga luka batinnya hingga kapan pun juga tidak akan mungkin bisa dipulihkan lagi. Lucu tapi nyata, kita bersedia mengorbankan segala-galanya mulai dari waktu hingga uang untuk bisa sembuh, tetapi sakit batin kita; tetap kita pelihara. Disamping itu untuk bisa sembuh tidak perlu bayar entah berupa uang maupun waktu. Orang yang dapat memaafkan kesalahan seseorang adalah orang yang baik, sedangkan yang dapat memaafkan dan melupakan kesalahan seseoran adalah orang yang bijak, tetapi orang yang dapat memaafkan dan melupakan kesalahan seseorang "sebelumnya" orang tsb minta maaf adalah orang yang memiliki sifat illahi. Hal ini telah dilakukan oleh Tuhan Yesus dimana Ia berkata: ".Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang telah mereka perbuat." (Lukas 23:34) Tidak perlu diungkapkan lagi betapa sengsaranya Tuhan Yesus dipukul, dihina, diludahi, dicambuk, ditendang, dipaku, dan digantung di atas kayu salib oleh orang-orang jahat yang membencinya. Tetapi Yesus tidak berhasrat untuk membalas dendam. Dengan hati yang Tulus dan penuh kasih, Dia mengampuni mereka. Dia bahkan juga berdoa kepada Bapa untuk mengampuni orang-orang jahat itu. Mang, itu sih Tuhan ! Sedang kita manusia, mana mungkin bisa memiliki kesabaran maupun ketabahan seperti Tuhan ??? Apakah hanya sekedar Yesus saja yang mampu melakukan itu ? Tidak ! Manusia juga bisa apabila ia mau. Stefanus dapat mengampuni orang-orang yang membunuhnya. "Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: "Tuhan janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!" (Kisah 7:60) seharusnya dia marah sekali, karena dia mati dilempari batu. Tetapi dia memaafkan mereka. Inilah hati seorang pengikut Yesus. Hati yang memiliki penuh kasih untuk memaafkan orang-orang yang menyakiti kita. Bagaimana dengan Anda ? Apakah Tuhan bisa memaafkan dan mengampuni dengan tanpa adanya hukuman ? Bisa, sebab sebelumnya ada brol dilahirkan sekalipun Tuhan, telah memberikan rencana pengampunan bagi siapa saja yang percaya kepada-Nya. Tetapi kenapa Yesus harus tetap disalib untuk kita ? Sekarang jawablah dengan jujur, apakah anda pernah bisa merasakan nyeri maupun rasa tersiksanya Yesus, boro-boro sampai disalib setetes darahpun tidak pernah anda keluarkan untuk dosa-dosa anda. Berarti dengan demikian anda telah dibebaskan dari segala hukuman atas dosa-dosa anda. Tuhan Yesus tetap disalib, karena Tuhan itu tidak pernah plin plan seperti kita, dimana hari ini kita ucapkan A besok berubah jadi B. Tuhan berfirman, bahwa hukuman dari dosa itu adalah kematian oleh sebab itulah Yesus harus mati untuk kita. "Sebab upah dosa adalah maut [kekal]; tetapi karunia Tuhan ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita." - Roma 6:23. Mang Ucup - The Drunken Priest Email: [EMAIL PROTECTED] Homepage: www.mangucup.org

