From: "henny" <[EMAIL PROTECTED]>
O..... Indahnya hari ini
[Filipi 4: 11-13, 1 Tesalonika 5:18]
Ketika suasana kantor kami terasa tegang oleh karena pekerjaan yang harus
segera diselesaikan, biasanya salah seorang rekan kerja kami akan memecah
keheningan dengan perkatan khasnya, "O...... indahnya hari ini."
Jika ia sudah berkata demikian, maka kami akan saling pandang, kemudian
tersenyum dan tertawa bersama.
Hari-hari memang seringkali berat, tetapi jika dijalani dengan hati yang
bersyukur maka serasa timbul semangat dan kekuatan baru untuk terus bekerja.
Sebenarnya ada banyak alasan bagi kita untuk bersyukur dan bekerja dengan
semangat yang baru setiap hari.
Mengingat hal-hal kecil yang terjadi setiap hari seperti dibawah ini pasti
akan membangkitkan ucapan syukur dan semangat di hati kita.
Jika Anda masih mendengar jeritan anak-anak, omelan ibu atau isteri Anda
pada pagi hari atau repotnya keadaan di rumah pada pagi hari, bersyukurlah !
Itu berarti Anda masih memiliki keluarga utuh yang harus terus dipelihara.
Jika sepulang dari sekolah, kampus atau kantor dan tubuh Anda terasa
penat, bersyukurlah! Itu berarti Anda masih hidup dan mampu melakukan
aktivitas.
Jika pagi hari Anda harus berangkat kerja dan pulang pada sore hari,
bersyukurlah ! Itu berarti masih ada perusahaan yang mempercayai, mempekerjakan
dan membutuhkan tenaga atau ide-ide Anda dan membayara semuanya itu diakhir
bulan.
Jika hari ini Anda masih bertemu dengan atasan yang perfeksionis atau
rekan kerja yang suka "menyikut" , bersyukurlah !
Itu berarti Anda masih memiliki peluang untuk bersabar dan pijakan untuk
menunjukkan prestasi kerja yang lebih baik.
Jika Anda masih menemukan setumpuk piring dan gelas kotor setelah
menjamu tamu di rumah Anda, bersyukurlah ! Itu berarti Anda masih
dikunjungi dan diperhatikan oleh teman serta sanak saudara.
Jika hari ini Anda mendengar pengamen yang menyanyi dengan suara yang
fals di bus kota, bersyukurlah ! Itu berarti Anda masih memiliki telinga
yang sehat sehingga dapat membedakan suara yang fals dengan yang benar.
Jika di hari libur Anda harus membersihkan rumput di pekarangan rumah,
memperbaiki talang yang rusak dan got yang mampet, bersyukurlah ! Itu berarti
Tuhan masih memberikan keluarga Anda tempat tinggal yang layak untuk dihuni.
Jika baju Anda mulai terasa agak sempit, bersyukurlah ! Itu berarti Tuhan
tidak pernah lalai menyediakan makanan Anda, bahkan Ia memberkati sehingga
apapun yang Anda makan akan menjadi daging serta kekuatan.
Sudahkan Anda mengucap syukur hari ini untuk berkat-berkat kecil yang
seringkali tidak terlihat oleh mata, namun dapat dirasakan oleh hati kecil.
Renungan Harian,
Manna Sorgawi
============================================
From: "Bob Jokiman" <[EMAIL PROTECTED]>
MARINA MAHATHIR on DVC
Marina, anak perempuan dari bekas PM Malaysia.
Artikelnya nampak di dwimingguan "The Stars"
Rabu 3 Mei 2006
RENUNGAN
Oleh, MARINA MAHATHIR
Seorang teman menceritakan bagaimana anak perempuannya ingin membaca Bible
setelah membaca buku Da Vinci Code. Merupakan hal yang tidak jelek untuk dibuat
tetapi yang dipikirkan oleh teman itu adalah bahayanya pikiran anak muda yang
masih gampang terpengaruh dalam membedakan suatu kenyataan dan suatu fiksi.
Mungkin juga sepertinya apa yang diperlukan adalah sejenis buku Da Vinci Code
untuk umat Muslims agar timbul minat yang serupa untuk kalangan orang-orang
muda Muslim.
Tetapi masalahnya adalah jika ada seseorang mencoba menulis buku sejenis
seputar Islam, mereka akan dikejar, dihukum didepan umum, dan diancam hukuman
mati, ribuan orang akan protes membuat kerusuhan dan orang-orang yang tidak
akan pernah membacanya yang karena buta huruf ataupun tidak mampu membelinya
akan mati.
Betapa berbedanya dengan agama kita.
Ketika banyak orang Kristen kecewa dengan buku dan film Da Vinci Code itu,
mereka meng-counternya dengan seminar-seminar dan kegiatan-kegiatan pendidikan
lainnya untuk meluruskan apa yang ditulis di buku itu yang meskipun isinya
hanya fiksi belaka. Belum ada sampai sejauh ini kerusuhan yang timbul dan orang
yang mati. Yang ada malah membuat peningkatan kepercayaan.
Sangat indah jika semua orang dapat memakai cara yang sama dan mengatakan "kita
cukup kuat dalam menghadapi tantangan". Jika sebuah buku ataupun film menjadi
sangat terkenal, jumlah hasil penjualanannya yang sangat besar tidak akan
pernah bisa dibandingkan oleh jumlah pemegang keyakinan manapun. Secara
alamiah, buku di dunia yang masih banyak orang buta hurufnya ini, merupakan
barang yang masih mewah. Seperti contoh adalah film-film Amerika yang tidak
peduli dengan kritikan orang-orang akan imperialisme budaya.
Saya ingat ketika ada kerusuhan atas buku The Satanic Verses yang dikarang oleh
Salman Rushdie, Presiden Benazir Bhutto mengomentarinya dengan masam bahwa
orang-orang yang mati atas buku itu adalah orang-orang yang tidak akan pernah
membacanya, atau bahkan mendengarnya, oleh karena seseorang telah
mengintimidasi kan mereka untuk rusuh. Situasi yang sama baru-baru ini timbul
adalah Kartun. Sama hal dalam sensitifnya, orang yang mati akibatnya merupakan
hal yang sia-sia.
Intinya disini adalah bagaimana orang-orang melihat adanya hubungan antara
agama dengan sikap para pengikutnya. Beberapa agama dipandang sedikit aneh
karena sikap pengikutnya yang memang aneh. Beberapa agama dipandang ramah dan
damai karena secara tegas para pengikutnya mempunyai keyakinan tidak akan
melukai seekor lalat.
Tetapi ketika ada orang yang mengatasnamakan suatu agama tertentu rusuh,
membakar dan membunuh, hal itu tetap akan mempengaruhi kesan orang lain terhadap
agama orang itu, walaupun kita bersikeras menegaskan bahwa tidak ada teks
didalam agama itu yang mendukung sikap-sikap diatas. Dan sangat disayangkan
bahwa
akibat hal itu, kesan terhadap hal-hal lainnya seperti para pria yang didepan
umum menghina wanita tanpa dicela setiap harinya, sampai dengan hal-hal lainnya
akan turut mempengaruhi pandangan orang lain.
Baru-baru ini di New York, saya merasa sangat malu sekali mendengarkan seorang
pria Muslim berkata kepada seorang wanita non-Muslim, "Jangan ganggu
orang-orang Muslim, kita punya senjata nuklir!". Dimana pada saat itu saya
sedang berusaha untuk menghilangkan kesan kekerasan bagi umat Muslim dan dengan
sekali hentakan
saja, kejadian tersebut mengkonfirmasikan bahwa memang kesannya begitu.
Saya rasa, orang yang bisa menghilangkan kesan yang tidak benar tentang Muslim
adalah para wanita.
Sementara secara pasti ada beberapa wanita konservatif, yang jikalau mereka
berbicara, mereka secara alami akan merubah persepsi karena di dunia, wanita
Muslim dirasa adalah orang-orang yang terus menerus dibalik layar, sehingga
suara dan kehadirannya akan pasti kita ketahui. Sangat baik sekali jika didalam
beragumen mereka tetap bisa tenang dan rasional.
Sejauh ini hanya ada beberapa pria Muslim di media internasional yang mempunyai
kesan baik. Kita boleh bilang bahwa mungkin media-media barat meyeleksi
orang-orang yang akan diinterviewnya agar bisa mempertahankan kesan medianya,
yang memang hal itu adalah kenyataan dan menjadi tantangan bagi kita semua.
Seorang pria atau wanita yang seperti kelihatan konservatif adalah lebih
telegenic ketimbang orang yang kelihatannya seperti orang kebanyakan. Pada saat
mencari-cari saluran TV, orang biasanya akan berhenti pada saluran yang
kelihatannya lain daripada yang lainnya. Berhenti disini berarti berusaha
bersama-sama sebagai satu masyarakat dan memperbincangkan strategi apa yang
akan dilakukan terhadap media yang kompleks
ini. Namun sedihnya, untuk bisa menjadi satu kesatuan masyarakat yang utuh
merupakan suatu tantangan tersendiri.
Jika kita bisa menjadi masyarakat global yang bisa merubah persepsi-persepsi
orang terhadap kita, akan banyak keuntungan yang bisa diperoleh. Orang-orang
kita sendiri akan saling berpikir lebih baik dan akan timbul damai didalam. Dan
karena didalam kita sendiri, kita menghargai perbedaan, maka kita bisa membuat
hal yang sama terhadap orang lain. Sehingga pada akhirnya akan benar-benar
tercipta kedamaian.
---------------------------------------------------------
English version
Marina is the daughter of the previous PM of Malaysia. Her articles appear
fortnightly in The Stars.
This very bold article by Marina Mahathir ( The Star )
Wednesday May 3, 2006
MUSINGS
By MARINA MAHATHIR
A FRIEND was relating how after her daughter had read the Da Vinci Code, she
had wanted to read the Bible. Which is not in itself a bad thing except that
she was concerned that an impressionable young mind would not be able to
differentiate fact from fiction.
Also it seemed that perhaps what was needed is a Da Vinci Code-type book for
Muslims to spark off the same level of interest in young people in their own
religion.
Except that if anyone tried to write a similar thriller based around Islam,
they'd be hounded and pilloried and threatened with death, thousands would riot
in protest and people who would never have been able to read the book either
because they are
illiterate or can't afford it would have died.
Such is the difference between our religions. While there are many Christians
who are upset about the book and movie, they are countering it with seminars
and other educational events to balance what is being said in the book, even if
the book is only fiction.
There have not been Da Vinci Code-related riots or deaths thus far.
Which speaks volumes for the adherents of the faith.
It would be nice if everyone could brush off similar challenges and say "we are
strong enough to withstand any attack".
Even if a book or a movie becomes a runaway hit, compared to the total number
of any
faith's followers, the numbers sold can never match it. Books are by nature, in
a world where illiteracy is still common, a luxury item. As are American
movies, no matter what arguments people make about cultural imperialism.
I remember when there were riots over Salman Rushdie's book The Satanic Verses,
President Benazir Bhutto commented wryly that the people who were dying over
the book were those who would never have read it, or possibly even heard of it
if someone
hadn't whipped them into a frenzy. A similar situation arose with the cartoons.
As
insensitive as they were, they were still not worth dying over.
The point is that people's impressions of a religion are often related to the
behaviour of its adherents. Some religions are thought of as simply kooky
because its followers behave strangely.
Some are viewed as benign and peaceful because its followers resolutely will
not harm
a fly.
But when people, supposedly in the name of religion, riot, burn and kill, it
can't help but give the impression of a religion that advocates this, no matter
how much we point out that nowhere in religious texts itself does it say you
should do this.
And unfortunately we get the whole spectrum, from men who publicly insult women
on a daily basis without censure to the real crazies.
Recently in New York I had to suffer the embarrassment of having to listen to a
Muslim man say to a non-Muslim woman at a forum, "Don't mess with Muslims, we
have nuclear weapons!" There I was trying to dispel stereotypes about
violence-prone Muslims and in one fell swoop, this nutcase confirmed every
stereotype there was.
I think the only people who can dispel stereotypes about Muslims are women.
While there are certainly some conservative women, even when these speak out
they will naturally change perceptions because in a world where Muslim women
are perceived to be perpetually hidden behind curtains, their sheer presence
and articulateness will
be noticed. What more if they are able to argue rationally in a calm manner.
Thus far there have been very few Muslim men in the international media who
give a good impression. We might argue that the Western media selects who they
interview in order to perpetuate stereotypes, which is true and that is a
problem for all of us. A
man or woman who looks like the archetypal wild-eyed conservative is far more
telegenic than someone who looks like everyone else. Channel surfers are far
more likely to stop at the sight of someone they think of as alien to their
culture than if they see someone too similar to them. To stop this means having
to make a concerted effort to come together as one community and decide on a
sophisticated media strategy. But sadly coming together as one united community
is a challenge in itself.
If we do manage as a global community to change other people's perceptions of
us, the benefits would be many. Our own people might think more kindly of each
other so peace would reign within. And because within ourselves, we respect
diversity, we can
do the same with others. Then peace would truly have a chance.
<><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><>><><><><><><>
"God forbid that I should boast about anything except the cross of our Lord
Jesus Christ...If I should boast I will boast of my weaknesses, for when I am
weak, then I am strong. For I can do everything with the help of of Christ who
gives me the strength I need" (Paul)
"The ultimate tragedy is not the oppression and cruelty by the bad people but
the silence over that by the good people." MLK Jr.
----------------------------------------------------------------
Website: www.agapevangelical.org
=============================================
From: "henny" <[EMAIL PROTECTED]>
Ini namanya K U W A L A T
Prens,
Ada email dibawah disebutkan sbg kuwalat. Apa itu kuwalat sami mawon dg
hukum karma ? Silahkan baca email dibawah.
GBU
Henny
--------------------------------------------------------------------------
Ada yang kenal Ahmad Deedat ? beliau adalah seorang pendebat dari kalangan
islam, beliau rajin mendebat para hamba Tuhan tentang isi Alkitab, banyak ahli
dari kelompok islam memuji kelihaian debat beliau walaupun belum tentu benar
isinya, karena memutar balikkan isi firman Tuhan.
Setelah debat dengan para hamba Tuhan di Australia, dengan senyum kepuasan
merayakan kemenangan, beberapa hari kemudian beliau kolaps, tubuhnya tidak
bisa digerakkan, komunikasi hanya bisa dilakukan melalui kedipan mata,
selama sembilan tahun deedat terkurung dalam tubuhnya.
----------------------------------------------------------------------------------------------------
From: S. Sujud
Ini kenyataannya, kalau KUWALAT
---------------------------------
Berikut ini adalah kisah mengenai Sheikh Ahmad Deedat :
Ahmad deedat diakui sebagai pendebat islam paling terkenal dan banyak
diikuti. banyak orang islam sangat bahagia dengan deedat karena deedat
memuasakan hati mereka yang "haus" akan kemenangan islam atas kristen. tidak
peduli entah deedat benar atau salah. yang penting puas dulu.
disini sangat jelas tulisan yang hanya copy carbon dari deedat. tentu saja
ini tidak mendidik, memproduksi pikiran seseorang tanpa mempelajari sendiri...
pihak islam sendiri terutama di Afrika Selatan negara asalnya, mereka
menganggap deedat sebagai "berbahaya". mereka juga menelusuri hubungan
deedat dengan paham BAHAISME yang mengatakan bahwa "TIADA LAGI ISLAM, ISLAM
HANYA UNTUK 1000 TAHUN".
Whateverlah itu, deedat membuat banyak orang menjadi "deedat banget" termasuk
beberapa pengikut setianya yang selalu menggenakan isi kepala tua sang pendebat
(kita sudah tahu siapa orang-2 itu)
Misalnya selalu didengungkan mengenai kitab Kidung Agung, Lot dan 2 anak
perempuannya, Yehuda yang menggauli menantunya, dll. mereka memandangnya
dengan penuh tanya dan "kemenangan" ...
Sementara deedat menyembunyikan kenyataan bahwa nabinya Muhammad suatu waktu
membuat SKANDAL. ia jatuh cinta pada Zainab, istri anak angkatnya sendiri
Zaid bin Muhammad !!!
Untuk MELEGITIMASI nafsu birahi terhadap menantunya sendiri kemudian
dikatakan "turun sebuah ilham bahwa hal itu OKEY ..."
Dan yang paling kasihan adalah Zaid bin Muhammad, ia secara terpaksa rela
melepaskan istri tercintanya untuk memenuhi hasrat AYAH (ANGKATNYA), sang
"nabi". Zaid menceraikan istrinya sehingga memuluskan "ilham" agar Muhammad
sah mengawini menantunya sendiri ...
Ini sangat keterlaluan !!!
INI BENAR-2 BALOK DI MATA SENDIRI ...
Kapal yang jangkarnya jatuh di dasar laut berpasir atau lumpur memang tidak
dapat mencengkeram kuat sehingga kapalnya terombang-ambing ...
Jika deedat dapat dengan SANGAT PEDAS mengkritik Alkitab, maka deedat pastilah
DENGAN SANGAT GIGIH akan mempertahankan kitabnya sendiri ... tetapi bukan soal
pedas menyerang dan gigih bertahan .. tetapi APA ISINYA BENAR ???
Ini kan yang utama ...
dan tulisan-2 deedat sudah dianalisa luar dalam, dan terbuktilah sangat
banyak FALACY & PEMBELOKKAN-2, SELF TAFSIR dan lain sebagainya dari si
pemikir tua yang "berpengaruh" ...
Ketika suatu waktu Ahmad deedat sang pendebat mendebat kristen di Australia,
dengan tema : "Paskah : Dilihat dari Sudut Pandang Islam". Saat itu tahun
1996 dan usianya sudah uzur (69 tahun). isi materinya sangat pedas dan
mengancam kerukunan beragama di Australia, tetapi karena Australia negara
bebas, maka ia dipersilahkan mengeluarkan uneg-2nya, dan deedat tua "sangat
puas".
4 minggu segera setelah selesai pidato di Australia, ahmad deedat kolaps dan
kena penyakit lumpuh yang aneh. ia lumpuh total dari leher ke bawah dan tidak
bisa berbicara, sementara kesadarannya masih PENUH SEPERTI SEDIAKALA.
ia berkomunikasi menggunakan sinar dan kedipan matanya. Ilmu kedokteran
mengatakan kondisi ini sebagai "lock-in" atau terkunci.
Sheikh Ahmad Deedat yang dulu, masih ADA dan pikirannya masih setajam dulu,
tetapi kini TERKUNCI DALAM TUBUH YANG "MATI".
Keadaan ini BERLANSUNG SELAMA 9 TAHUN. Nah bener bener kualat bukan? Siapa
yang berani berani lagi? Silahkan mencoba sendiri, nanti kan kualat lagi dan
matinya saja setengah mati dulu, baru mati beneran.
Seorang pendeta yang beberapa kali DEBAT TERBUKA dengan Deedat suatu kali
datang mengunjungi untuk menyatakan turut prihatin dan meminta Deedat untuk
mengakui kesalahannya dan mohon pengampunan Tuhan, tetapi dengan sinar mata
tajam Deedat seolah berkata "TIDAK, SAYA BENAR" ... Dasar keras kepala ya
gitu jadinya, jadi lebih baik di SWITCH OFF saja oleh ALLOH.
Beberapa minggu kemudian tepatnya pagi hari tanggal 8 Agustus 2005, Sheikh
Ahmad Deedat menghembuskan nafas terakhir dalam usia 78 tahun, setelah
sembilan tahun TERKUNCI DALAM TUBUH MAUTNYA.
Apakah akhir riwayat hidup sang pendebat adalah kehendak TUHAN ?
Tentu saja kita mengamini bahwa tidak ada sehelai rambut pun yang jatuh dari
kepala manusia terjadi di luar kehendak dan pengetahuan Tuhan.
Ketika Elimas si tukang Sihir menghalangi Gubernur Sergius Paulus mendengar
Injil dari Paulus dan Barnabas maka Paulus menghardik dia :
Kisah Para Rasul 13:9-12
13:9 Tetapi Saulus, juga disebut Paulus, yang penuh dengan Roh Kudus,
menatap dia,
13:10 dan berkata: "Hai anak Iblis, engkau penuh dengan rupa-rupa tipu
muslihat dan kejahatan, engkau musuh segala kebenaran, tidakkah engkau akan
berhenti membelokkan Jalan Tuhan yang lurus itu?
13:11 Sekarang, lihatlah, tangan Tuhan datang menimpa engkau, dan engkau
menjadi buta, beberapa hari lamanya engkau tidak dapat melihat matahari."
Dan seketika itu juga orang itu merasa diliputi kabut dan gelap, dan sambil
meraba-raba ia harus mencari orang untuk menuntun dia.
13:12 Melihat apa yang telah terjadi itu, percayalah gubernur itu; ia takjub
oleh ajaran Tuhan.
Sheikh Ahmad Deedat telah lumpuh selama 9 tahun sebelum akhirnya meninggal,
ia telah membelokkan JALAN TUHAN YANG LURUS ITU ... ITU NAMANYA KUWALAT, dan
siapa yang berani berani lagi? Silahkan mencoba sendiri, nanti kan bisa
langsung mati
Mohon maaf, nama saya Sembah Sujud, karena saya memang suka menyembah dan
bersujud. Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni
dosamu"
Markus 1:4