From: <[EMAIL PROTECTED]>

Markus 14: 34B
lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. ."

                         SEPERTI MAU MATI RASANYA

Beberapa waktu yang lalu, beban yang aku rasakan sungguh berat ! Yang aku 
rasakan bahwa Tuhan ijinkan beban diluar kemampuanku, padahal  aku tahu pasti 
bahwa Tuhan tidak akan pernah mengijinkan kesesakan diluar batas kemampuan ku. 
Aku membutuh kan waktu  enam bulan  untuk bergumul  dan berdamai dengan hatiku 
dan pikiranku, untuk bisa menerima kenyataan bahwa suka atau tidak suka aku 
harus lalui semua ini.

Aku bertanya pada Tuhan, kenapa semua ini harus terjadi ?  tapi Tuhan 
sepertinya hanya tersenyum  penuh makna padaku. Aku teringat perkataan Ayub 
kepada istrinya,"Apakah kita mau menerima yang baik dari Tuhan, tetapi tidak 
mau menerima yang buruk?". Dalam hal ini, aku tau bahwa segala sesuatu Tuhan 
ijinkan terjadi  agar aku mengerti bahwa bukan aku yang berkuasa atas hidupku.

Aku takut dan gentar ! aku khawatir akan sesuatu yang belum tentu terjadi 
nantinya ! Hatiku teriris, lidahku kelu dan Kesesakan yang aku alami, membuatku 
"seperti mau mati rasanya" !

Tuhan ijinkan aku menangis, terpuruk ! tapi luar biasa, aku juga melihat dan 
merasakan bagaimana tangan kuat-Nya memelukku dan berkata,"suatu saat engkau 
akan mengerti  mengapa semua ini Aku ijinkan terjadi padamu anak-Ku".

Tuhan Yesus  juga pernah mengalami rasa takut dan gentar  saat waktunya hampir 
tiba, bahkan Yesus berkata, "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya". 
Yesus meminta kepada Bapa, kalau boleh cawan yang di berikan padanya bisa lalu.

Sebagai Tuhan, saya  sangat percaya bahwa Yesus mampu  menolak cawan yang
diberikan padaNya, tapi karena Kasih dan CintaNya pada kita semua, Yesus rela 
disalibkan untuk anda dan saya,  rasa takut dan sakit  Tuhan Yesus tepiskan, 
itu semua demi kita orang yang hendak ditebusnya.

Mungkin anda akan berkata dengan pongahnya,"aku tidak akan pernah menyalibkan 
Yesus di Kayu Salib !" dan "bagaimana mungkin aku bisa menyalibkan Yesus  yang 
sudah berada di Surga".

Sadarkah anda, dengan meragukan KasihNya pun, kita sudah menyalibkan Yesus
untuk yang kedua kalinya bahkan untuk yang ketiga kalinya   atau yang kesekian 
kalinya.

Satu hal patut kita teladani dari  Yesus adalah Dia tidak berjalan sesuai 
dengan kehendakNya, tapi sesuai dengan kehendak Bapa yang telah mengutusNya
ke dunia.

 DALAM PERJALANAN HIDUPMU, MUNGKIN ADA MASANYA ENGKAU PUTUS ASA DAN  INGIN 
MATI.  MASALAH YANG TAK PERNAH BERAKHIR MEMBUATMU TAK MAMPU BERTAHAN SEMUA 
JALAN TERASA BUNTU, SEMUA MATA SEPERTINYA MENTERTAWAKANMU.
YESUS PUN PERNAH MERASA TAKUT DAN GENTAR TAPI DIA TAU, BAHWA BAPANYA TIDAK AKAN 
PERNAH MENINGGALKANNYA.
SETIAP ORANG PASTI  PUNYA DURI DALAM  HIDUPNYA, MINTA TUHAN MENCABUT DURI ITU
         JANGAN PERNAH MECOBA UNTUK MENCABUTNYA DENGAN KEKUATANMU, KARENA DURI 
ITU AKAN PATAH DAN AKAN LEBIH MENYAKITKAN

Markus 14: - -
33  Dan Ia membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes serta-Nya. Ia sangat takut dan 
gentar,
34  lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati 
rasanya. TinggTuhan di sini dan berjaga-jagalah."
35  Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya, sekiranya 
mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya.
36  Kata-Nya: "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah 
cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa 
yang Engkau kehendaki."
=============================================
From: <[EMAIL PROTECTED]>

 Tuhan adalah Gembala yang baik

Yohanes 10:11  Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya 
                         bagi domba-dombanya;

Tak seorangpun pernah punya cita-cita terlahir dari rahim seorang  wanita 
panggilan ! tapi itulah yang Umi harus hadapi. Dengan bantuan dukun 
kampung.Ibunya hanya gadis desa yang tertipu oleh bujuk rayu seorang pemuda, 
dan saat tahu wanita desa itu hamil lelaki itu pergi begitu saja.

Umi bertemu Tuhan Yesus secara pribadi, saat  itu Umi nekat bunuh diri, karena 
tidak mampu lagi menahan hinaan dari teman-teman sekolah dan para tetangganya. 
Predikat sebagai anak seorang pelacur, membuatnya sulit diterima dimasyarakat, 
bahkan ketika dia pergi ke gerejapun orang memandang  dengan rasa jijik.

Ada keingingan Umi untuk lari, tapi kemana ? dia tidak punya saudara  dan belum 
punya ijasah yang cukup untuk bekerja. Kalau dia pergi, artinya dia harus 
berhenti sekolah, padahal tiga bulan lagi dia  akan mengikuti ujian akhir SMU. 
Dan, jika dia pergi, bagaimana dengan Ibunya ?

Dulu sebelum kenal Tuhan Yesus, Umi tidak tau kemana  harus mengadu ! tapi kini 
Umi tau, sekalipun tak ada orang yang perduli padanya  tapi dia punya Yesus. 
Dia mencoba  bertahan, dan berharap suatu saat ibunya siap untuk tinggalkan 
pekerjaanya, dan memulai hidup yang baru.

Umi tau, Tuhan  Yesus tidak akan mengecewakan kerinduannya itu . . .

Tuhan ijinkan kita hidup diantara  para serigala ; kita selayaknya domba yang 
siap dimangsa oleh si serigala yang jahat dan kelaparan. Bagaimana mungkin 
seekor domba mampu melawan  serigala. jika hanya bermodalkan kekuatannya 
sendiri ? Wah. . . bisa mati konyol dunk :)

Disaat dalam bahaya, siap diterkam serigala jahat, maka yang dilakukan oleh 
domba adalah bersuara 'mengembek', dengan harapan suaranya  terdengar oleh sang 
Gembala ; atau jika masih ada kesempatan untuk menyelamatkan diri, maka si 
domba akan berlari sekecang-kencangnya ! tapi INGAT ! domba tidak kan pernah 
berlari  menuju orang yang BUKAN GEMBALAnya, berlari ke seseorang  yang tidak 
dia kenal. Domba mengenal suara Gembalanya.

Saat melihat dombanya dalam bahaya, maka si Gembala akan turun tangan untuk 
meyelamatkan si dombadan mengusir si serigala yang jahat itu.Yohanes 10:12  
sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba 
itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu 
lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu.

Kitalah domba itu, dan Yesus adalah Gembalanya. Tuhan Yesus mengijinkan kita 
berada dalam pergumulan, dalam kesesakan untuk membuat kita berharap padaNya. 
Yesus menanti kita berseru padaNya, layaknya seekor domba  yang mengembek saat 
serigala datang, dan berlari mencari Gembalanya

Nasib kita mungkin jauh lebih baik dari Umi, mempunyai keluarga, punya 
pendidikan yang baik, punya pekerjaan yang baik, bahkan punya kehidupan materi 
dan sosial  yang lebih dari cukup.Tapi hidup kita seperti domba ditengah-tengah 
Serigala,  kita menjadi domba yang tidak mengenal siapa Gembalanya. Kita 
mengembek kesana-kemari, kita berlari kesana-kemari, TABRAK SANA-TABRAK SINI, 
dan karena lelah dan putus asa, kita STOP pada Gembala yang salah.

Sahabat,
Mari kita sama-sama belajar untuk mengenal Gembala kita yang Agung !
Jangan sampai, ketika masalah datang, kita lari ke Gembala yang salah, yang
membawa kita  semakin jatuh dalam  jurang yang dalam.
Yohanes 10:14  Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan
domba-domba-Ku mengenal Aku ...........

Kau bukan Tuhan, yang melihat rupa
Kau bukan Tuhan, yang memandang harta
Hati hamba  yang  slalu Kau cari
Biar Kau temukan didalamku

Slama ku hidup, kumau menyembahMu
Sbab Engkau, sangat  berarti bagiku
yang terbaik yang ada padaku
Kupersembahkan kepadaMu. . .Yesusku
===================================================
From: <[EMAIL PROTECTED]>

"Berdoa bagi orang yang MENGHINA anda"     1 Petrus 3:9

dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci 
maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu 
dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat.
------------
Dalam kurun waktu dua minggi ini, hari-hari aku rasakan berat sekali,dadaku 
sesak! Seperti kehilangan hati nurani, seseorang memanggilku dan kemudian 
mengelurkan kata-kata yang isinya menghinaku ! Hinaan dan cemo'ohan bukan aku 
dengar dari  orang lain, tapi  orang itu langsung mengatakannya padaku dengan 
tatapan penuh kebencian.

Yang membuatku bingung, tak satu katapun keluar kata-kata pembelaan atau
perlawanan dari bibirku ! Aku berdoa dialam hati, "Tuhan, aku tidak mau
nangis dihadapan orang ini".Sebelum aku pergi meninggalkannya, aku masih
bisa tersenyum, seolah-olah tidak ada apa-apa. Mungkin aku kaget dan tidak
siap dengan cercaanya, karena itulah aku diam saja, seperti ayam sakit : (

Sejujurnya aku marah ! sebenarnya aku bisa balas dengan kata-kata yang
lebih menyakitkan  tapi aku ingat nasehat di Amsal 17:14  Memulai pertengkaran 
adalah seperti membuka jalan air; jadi undurlah sebelum perbantahan mulai.Yang 
mampu aku lakukan hanya nangis dan berdoa bagi orang itu.

Dan beberapa hari yang lalu, juga tanpa expresi seseorang mengatakan hal-hal 
yang tidak pantas. Untuk case yang satu ini, aku tidak lagi menangis tapi aku 
hampir terpacing untuk melawan dengan caraku dengan melaporkan ke polisi, dan 
orang itu bisa dimasukkan ke "rumah kos gratis nginap dan makan" alias penjara.

Rasanya sakit sekali, dorongan begitu keras untuk membalas tapi  ketika Tuhan 
ingatkan akan Firman Tuhan,yang mengingatkan bahwa PEMBALASAN bukan
menjadi bagianku, dan kalau aku melawan artinya aku melawan Tuhan.
Roma 12:19  Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut
pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Tuhan, sebab ada tertulis: 
Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman 
Tuhan.

Sahabat,
Sepanjang pelayanan Tuhan Yesus di dunia, Tuhan Yesus juga pernah mengalami 
hal-hal yang melukai hatiNYA, di hina, dicaci maki, diolok-olok, dihujat dan 
menolak kehadiranNYA,  tapi Yesus tidak pernah membalas kejahatan dengan 
kejahatan.

Kita bisa baca di ayat-ayat dibawah ini :
Markus 6:3  Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, 
Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama 
kita?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.

Markus 15:
18  Kemudian mereka mulai memberi hormat kepada-Nya, katanya: "Salam, hai raja 
orang Yahudi!"
19  Mereka memukul kepala-Nya dengan buluh, dan meludahi-Nya dan berlutut
   menyembah-Nya.
20  Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah ungu itu dari
   pada-Nya dan
29  Orang-orang yang lewat di sana menghujat Dia, dan sambil menggelengkan
   kepala mereka berkata: "Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan mau
   membangunnya kembali dalam tiga hari,
30  turunlah dari salib itu dan selamatkan diri-Mu!"
31  Demikian juga imam-imam kepala bersama-sama ahli Taurat mengolok-olokkan 
Dia di antara mereka sendiri dan mereka berkata: "Orang lain Ia selamatkan, 
tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan!

Bukan berarti kita selalu diam saat dihina dan difitnah oleh orang lain, tapi 
kalau pembelaan itu justru membuat suasana tambah panas dan justru merugikan 
diri kita sendiri, adalah lebih baik  kita mengikuti teladan Kristus.

Dengan hati yang hancur saya bawa doa orang  yang menghina saya, dan Puji Tuhan 
dalam waktu tiga hari orang itu tiba-tiba datang dan menangkap tangan saya. 
Walau dia tidak berbicara satu patah katapun, saya tau dia menyesal dengan 
perbuatannya.Saya tidak perlu membela diri, karena Tuhanlah yang membela saya.

Yang Tuhan tuntut dari kita, sekalipun kita punya kesempatan untuk membalas
kejahatan orang lain  tapi kita lebih  memilih diam. Dari apa yang saya 
rasakan, sangat sulit untuk diam saat kita dihina dengan seenak perut mereka, 
padahal kita mampu membalasnya. Tapi untuk apa melawan kalau pada akhirnya 
tidak menyelesaikan masalah ? untuk apa membela diri, sementara tidak ada yang 
perlu kita bela ? Seperti Firman Tuhan diatas katakan, berkati mereka yang 
melukai kamu, karena untuk itulah kita dipanggil.

Mungkin saat ini anda dan saya ditertawakan, tapi saya terlalu percaya, bahwa 
waktuNya Tuhan akan tiba  untuk memberikan pembelaan bagi orang yang
berharap padaNya, dan waktuNYA tidak akan pernah terlambat.

Gbu,
SariHati   Indah  Tarigan
Ph : +62 - 549 - 21152   Ext. :  158

Kirim email ke