From: <[EMAIL PROTECTED]>

Yohanes  11:41 Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas 
dan berkata:  "Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah 
mendengarkan Aku.

                         MEMINTA LEWAT UCAP SYUKUR

Saat seseorang menginginkan sesuatu, berharap mendapatkan apa yang dia 
inginkan, sikap yang dilakukan adalah meminta-minta sambil merengek-rengek, 
marah-marah  dan  nangis atau memberontak  kalau tidak mendapatkan apa yang dia 
inginkan.

Saya teringat ketika saya di kelas satu SMU [red: ketika itu SMA], saat liburan 
kenaik an kelas, sekolah mengadakan study tour ke Danau Toba. Telah terbayang 
di benak saya, betapa menyenangkan seandainya saya bisa ikut serta study tour 
tersebut.

Rasanya tidak sabar untuk menyampaikan khabar gembira ini ke orang tua
saya, sesampainya dirumah, tanpa menyimpan tas lebih dulu dan mengganti
baju, saya langsung angkat bicara.

"Mamak, saya mau ikut study tour ke Danau toba akhir bulan ini, dan saya minta 
dibelikan Jean baru donk .. .", tanpa basa-basi dan melihat situasi saya 
langsung mengutarakan keinginan saya. Ibu saya yang ketika itu baru saja 
selesai masak, bersih-bersih rumah, langsung memberi jawaban  yang singkat dan 
jawabannya tidak seperti yang saya harapkan. Sambil menyapu dapur, Ibu saya 
menjawab,"nanti tanya sama  bapak". Dengan memendam rasa kecewa saya langsung 
kekamar, ganti baju dan makan.

Dengan sabar saya menunggu Ayah di teras rumah, begitu bapak saya pulang
dari kerja, tanpa memberi  Ayah  istirahat sejenak, dengan mata berbinar-binar 
penuh harap, pertanyaan yang sama pun saya utarakan pada nya,"Bapak, saya mau 
ikut Study tour  ke Danau Toba dari sekolah akhir bulan ini, dan aku minta 
dibelikan Jean baru".

Dan luar biasa, ternyata jawaban bapak saya sama dengan jawaban Ibu saya,"coba 
di tanya mamak,kalau dikasi ijin bapak juga kasi ijin".

Saya marah dengan jawaban  kedua orang tua saya yang  begitu kompaknya,
menurut saya mereka saling melempar jawaban. Dengan kesal, saya menjawab
ayah saya,"tadi kata mamak, "tanya bapak"  dan sekarang bapak juga mengatakan, 
"tanya mamak ! yang benar yang mana sih . . .?".

Karena marah dan ego, dengan bermodalkan  uang tabungan, tanpa restu saya
minggat ketempat teman dan ngotot pergi ke study tour. Saya menandatangani
sendiri surat ijin dari orang tua  bahwa saya boleh ikut :)

Tetapi  sikap kedua  orang tua saya sekembalikan saya dari study tour
membuka mata saya, betapa mereka begitu mencintai saya.

Tepat jam 02:00 subuh, saya tiba didepan rumah, ada rasa takut jangan-jangan 
orang tua saya akan marah karena saya pergi tampa ijin. Dan yang membuat saya 
lebih takut lagi,saat melihat  gerbang rumah digembok ! Bagaimana saya masuk 
kedalam rumah ?Dengan kesal, saya panjat pagar besi yang tingginya 1.5 meter. 
Tas yang saya bawa sudah saya lempar lebih dulu dan ketika kaki saya siap untuk 
manjat, terdengar suara yang sudah tidak asing lagi ditelinga saya.

"Ngak usah pakai acara lompat pagar, sebentar bapak bukain gemboknya", dari
kegelapan saya lihat ayah saya berjalan menuju gerbang pagar. Sedikitpun
tidak terlihat ada amarah di  wajah ayah saya, justru yang terlihat rasa
khawatir karena anak gadisnya  mengilang selama tiga hari.

Sambil mengangkat tas saya kedalam rumah, ayah berkata,"kamu sudah makan ?
makan dulu sebelum tidur nanti masuk angin.

Sahabat,
kalau saja saya meminta ijin pergi study tour, dengan melihat-lihat situasi 
yang tepat, saat orang tua saya sedang tidak melakukan pekerjaan yang 
membutuhkan perhatikan khusus, saya yakin orang tua saya akan memberi ijin, 
karena saya tau pasti kasih dari Ayah dan Ibu saya selama ini. Saya tau alasan 
mereka berat melepas saya ke Danau toba, karena saat itu lagi musim hujan, dan 
disana memang sering sekali terjadi kecelakaan bus atau kapal tumpangan yang 
ada di sekitar danau toba.

Yesus memberikan kita suatu teladan, Meminta sesuatu  kepada Bapa dengan
cara mengucap syukur terlebih dahulu. Saat Yesus memberi makan lima ribu
orang atau empat ribu orang, yang Yesus lakukan adalah mengucap syukur
kepada Bapa, dan kemudian nama Tuhan Yesus  dimuliakan dan percaya bahwa
Bapa lah yang telah mengutus Yesus sebagai Juru Slamat.Begitu juga, saat
Lazarus hendak dibangkitkan, yang Tuhan Yesus lakukan adalah MENGUCAP
SYUKUR, bahwa Bapa telah mendengarkan doa Nya.

Acap kali, saat meminta sesuatu pada Tuhan Yesus langkah yang kita lakukan
adalah  MEMAKSAKAN KEHENDAK, NGOTOT,BERSUNGUT-SUNGUT dan kalau tidak dijawab 
langsung MARAH atau NGAMBEK.

 Sahabat,mari kita sama-sama belajar, meminta pertolongan dari Allah Bapa
dengan cara mengucap Syukur atas kebaikanNya dalam hidup kita, sebab  Bapa
          tau yang paling baik untuk anak-anak yang mengasihiNya.

    Yohanes 6:  11  Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan
    membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga
     dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki.

Yohanes  11:41  Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke
   atas dan berkata: "Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau
   telah mendengarkan Aku.
42  Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena
   orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya,
   supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku."
==================================================
From: <[EMAIL PROTECTED]>

Bagi iblis tidak ada yang GRATIS ! ! 

Keluaran 32 : 1b..................................... "Mari, buatlah untuk kami 
allah, yang akan berjalan di depan kami sebab Musa ini, orang yang telah 
memimpin kami keluar dari tanah Mesir?kami tidak tahu apa yang telah terjadi 
dengan dia."

Pulang dari kantor, dari kejauhan saya melihat dua  sahabat saya dalam kondisi 
membungkuk di bawah kolong tempat tinggal kami, sepertinya mereka berdua 
mencoba untuk masuk kebawah kolong rumah. Kira-kira  dua puluh menit  kemudian, 
mereka baru keluar dari kolong rumah dan terlihat ada rasa puas di raut wajah  
kedua sahabat saya.

Kondisi kolong rumah kami lumayan menakutkan, lembab  dan kotor, hal itu 
membuat  saya  penasaran kenapa dua sahabat saya ini nekat masuk kedalam kolong 
itu. Saya bertanya kepada mereka ,"untuk apa masuk kebawah kolong rumah, apa 
ngak takut di patuk ular ?".

Sambil cengar-cengir, Esa teman saya  yang satunya menjelaskan,"Erna mau pacar 
nya yang saat ini sudah menjadi milik orang lain  minta maaf padanya dan 
hubungan mereka pulih seperti dulu, dan atas saran bapak Budi, kami disuruh 
menanam telur ayam kampung di kolong rumah".

Sakit hati dan putus asa membuat Erna nekat mengambil jalan pintas, hubungan 
yang telah di jalin selama tujuh tahun hancur dengan adanya pihak ketiga. Erna 
sudah mencoba berbagai macam cara supaya hubungan mereka pulih seperti dulu. 
Hampir satu tahun dia mencoba untuk merebut cintanya kembali, tapi hasilnya 
nihil, justru yang dia dengar, kekasihnya mau menikah dengan pacar barunya.

Kembali aku bertanya,"apa hubungannya, TELUR AYAM  KAMPUNG dengan cinta ?
Apa ngak memalukan kalau kalian di patok ular waktu menanam telur dikolong 
rumah".

Sahabat,
Rasa lelah dan putus asa  yang dirasakan  oleh Erna juga  pernah terjadi pada 
bangsa Israel. Saat  Musa berada di Gunung Sinai, menanti dua Loh Batu yang 
ditulis oleh Jari Allah, Bangsa Israel mulai bosan menunggu Musa turun dari 
Gunung.

Musa tak kunjung turun, Bangsa Israel pun sepakat membuat  Allah bagi mereka 
yang terbuat dari Emas.Maka berkumpullah mereka mengerumuni Harun dan berkata 
kepadanya: "Mari, buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan kami 
sebab Musa ini, orang yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir"

Yang lebih unik lagi, Harun pun membantu mereka membuatkan patung anak lembu 
emas, !

Barangkali saat ini, hati anda  sedang lelah seperti yang dialami Erna atau 
Bangsa Israel, usaha anda bangkrut, anda terlilit hutang, diserang 
sakit-penyakit, rumah tangga diambang kehancuran, kemudian banyak tawaran dari 
sahabat atau keluarga untuk mencari jalan pintas, dengan harapan bisa cepat 
keluar dari masalah yang sedang melilit anda.

  Mungkin anda akan mendapatkan apa yang anda inginkan lewat jalan pintas  yang 
dunia tawarkan, tapi yakinlah TIDAK ADA JALAN PINTAS dari IBLIS yang GRATIS ! !

   Hanya ada satu jalan untuk mencapai kebahagiaan, yaitu Yesus Kristus.

Keluaran 32 : - -
1  Ketika bangsa itu melihat, bahwa Musa mengundur-undurkan turun dari
   gunung itu, maka berkumpullah mereka mengerumuni Harun dan berkata
   kepadanya: "Mari, buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan
   kami sebab Musa ini, orang yang telah memimpin kami keluar dari tanah
   Mesir?kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia."
2  Lalu berkatalah Harun kepada mereka: "Tanggalkanlah anting-anting emas
   yang ada pada telinga isterimu, anakmu laki-laki dan perempuan, dan
   bawalah semuanya kepadaku."
3  Lalu seluruh bangsa itu menanggalkan anting-anting emas yang ada pada
   telinga mereka dan membawanya kepada Harun.
4  Diterimanyalah itu dari tangan mereka, dibentuknya dengan pahat, dan
   dibuatnyalah dari padanya anak lembu tuangan. Kemudian berkatalah
   mereka: "Hai Israel, inilah Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar
   dari tanah Mesir!"
5  Ketika Harun melihat itu, didirikannyalah mezbah di depan anak lembu
   itu. Berserulah Harun, katanya: "Besok hari raya bagi TUHAN!"

=============================================
From: <[EMAIL PROTECTED]>

 TIANG AWAN dan TIANG API 
<"biar Tuhan Yesus tau, gimana kalau aku marah !>

Keluaran 13:21
  13:21 TUHAN berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan
untuk menuntun mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk
     menerangi mereka, sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam.
  13:22 Dengan tidak beralih tiang awan itu tetap ada pada siang hari dan
              tiang api pada waktu malam di depan bangsa itu

Selama  40 tahun penyertaan  Allah atas umat Israel yang begitu luar biasa,
namun hal ini  tidak membuat mereka berhenti bersungut-sungut.
Mempermasalahkan  seputaran air minum, roti dan daging. Bangsa  Israel
hanya memikirkan sesuatu yang memenuhi keinginan daging mereka dan
melupakan penyertaan Tuhan yang luar biasa,  dan mujijat-mujijat yang di
perbuat Allah melalui hambaNya Musa.

Sama seperti bangsa Israel, Noel teman saya juga tak pernah lepas dari
sungut-sungut,selama satu setengah tahun, dia merasa Tuhan tidak punya hati
padanya, memberikan beban yang membuatnya ingin mati rasanya. Noel merasa,
dialah orang yang paling menderita dan terpuruk diseluruh dunia ini :).

Bagi Noel hari-hari yang dia lalui sungguh melelahkan, dia berhenti dari
pekerjaanya disebabkan rasa setia kawan pada teman sekerjanya  dan akhirnya
dia menjadi korban dan di PHK. Dari kesaksiannya padaku, Noel mulai ngambek
sama Tuhan, talenta main gitar yang Tuhan titipkan padanya, di NON ACTIVE
kan untuk melayani Tuhan, hampir satu   tahun dia mogok pergi kegereja,
tampa expresi dia berkata,"biar Tuhan Yesus tau, gimana kalau aku marah !".

Pernah suatu kali, saat perjalanan kegereja tiba-tiba kakinya terasa berat
sekali  untuk melangkah, dan bisikan serta intimidasi iblis  membuatnya
merasa tidak ada gunanya untuk cari Tuhan, iblis pun menang ! Noel pun
pulang ke tempat kosnya dan memilih tidur dibanding kegereja. Noel merasa
tidak layak untuk kereja, karena saat ini dia telah kehilangan segala-galanya.

Selama satu  setengah tahun , Noel  hanya melihat sebuah pamplet  yang 
berukuran besar didepan matanya yang bertuliskan,  "NOEL SEORANG PENGANGGURAN 
!", tapi Noel  membutakan matanya, dia tidak melihat bagaimana Tuhan Yesus  
telah menyiapkan tiang awan dan tiang api dalam hidupnya.

Sahabat,
Dalam bentuk apa Tiang Awan dan Tiang Api yang  telah Noel terima ?
   Dia tidak mampu membayar uang kos  selama 10 bulan ? tapi  yang punya
   kos tidak pernah mengusirnya dari tempat itu, padahal  salah satu
   pemasukan bagi pemilik kos adalah uang kos tersebut.Antara Noel dan yang
   punya kos tidak ada hubungan kerabat, beda suku dan keyakinan.
   Selama menganggur, Noel tidak pernah sampai makan batu bata atau batu
   kerikil ! Tuhan mengirimkan burung gagak bagi dia
  Selama dia menganggur, Noel diberikan kesehatan dan kemampuan untuk
   tetap bertahan.

Puji Tuhan banyak sahabat yang Tuhan kirim padanya, untuk menyampaikan kabar 
baik, awalnya Noel mengeraskan hati tapi lambat laun Tuhanpun memulihkan 
hatinya.

Betapa  kami sahabatnya sangat  suka cita, saat melihatnya mulai tertawa
dan bersaksi betapa Tuhan begitu baik padanya, sekalipun dia kehilangan
materi tapi  kini dia mulai mengerti, ada rencana indah dibalik semuanya.

Tuhan membentuk Noel yang tadinya merasa lebih hebat dibanding yang lain,
merasa mampu melewati segala perkara lewat pergumulan yang dia hadapi
selama satu tahun setengah.

Dan Puji Tuhan, bulan lalu Noel sudah mendapatkan pekerjaan yang baik, dan
lewat  semua yang telah terjadi, Noel tau bahwa selama ini dia salah besar
telah berpikir kalau Tuhan telah melupakannya.

Tiang Awan dan Tiang Api, tidak hanya ada ketika Tuhan menyertai bangsa
Israel dari Mesir menuju Kanaan. Saat inipun Tuhan tetap  menyedianan Tiang
Awan dan Tiang Api bagi orang yang berseru dan berharap padaNya.

Sahabat,
Mari kita menghitung Tiang  Awan dan Tiang Api yang telah Tuhan siapkan bagi 
anda dan saya ! Dan saya yakin kita tidak akan  pernah mampu menghitungnya. . .

Shalom, Peace  be with you
SariHati   Indah  Tarigan
Ph : +62 - 549 - 21152   Ext. :  158
HP : 0812 58 55 302
http://revival.or.id/shtarigan

Kirim email ke