From: Dewi Kriswanti MENGASIHI DENGAN TULUS Bacaan: Lukas 10: 25 - 37
Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Belajar mengasihi memang bukanlah pekerjaan mudah. Tapi juga bukan pekerjaan sulit. Sebab, mengasihi berarti melakukan sesuatu dengan kerelaan yang sungguh. Kita kerap mendengar bahwa orang Kristen harus bertindak berdasarkan kasih. Namun, kerap pula kita tahu banyak orang Kristen yang bertindak seenaknya dan sembarangan. Dalam komitmen kita mungkin pernah mencuat pernyataan bahwa hati kita sangat mengasihi seseorang, apakah itu pacar, orang tua, anak, atau teman. Tetapi, seiring berjalannya waktu, perasaan dan komitmen tersebut bisa berubah. Seringkali kita mendengar yang terjadi di kemudian hari adalah pengkhianatan belaka. Ini tentu sangat bertolak belakang dengan pernyataan kita sebelumnya. Banyak yang dapat kita lihat dari perkataan dan perbuatan Kristus sebagai pelajaran tentang kasih yang tulus. Seperti yang diperupamakannya melalui perbuatan orang Samaria yang menolong orang yang terluka karena dirampok. Juga, saat ini mengatakan bahwa kita harus mengasihi musuh kita. Bahkan, ketika Ia dengan rela mengorbankan nyawanya untuk keselamatan kita. Ketulusan kasih Kristus sungguh nyata dan kekal. Sebagai manusia biasa kita memang tidak bisa melakukan hal yang sama persis dengan yang dilakukan Yesus Kristus. Tetapi, kita dapat menjadikan apa yang dilakukan Kristus sebagai model, sehingga segala perkataan dan tindakan kita tidak menyimpang. Kesempurnaan dan ketulusan kasih kita kepadaNya dan sesama hendaknya kian hari bertumbuh dan kuat. Kita harus terus belajar memahami pelbagai tindakan dan perkataanNya. Dengan demikian, prinsip kasih tersebut dapat menjadi berkat bagi orang lain. Memang kasih yang ditunjukkan Kristus sungguh dahsyat, tak mungkin ada manusia mampu melakukan seperti itu. Tetapi, sebagai orang percaya, kita tahu pasti bahwa Tuhan sendiri yang menyempurnakan segala sesuatu perbuatan kita yang dilakukan dengan tulus. Untuk itu, tetaplah teguh dan bertindak dalam kasih Kristus, sehingga segala sesuatunya berkenan dihadapan Tuhan. Doa: Ajar kami Tuhan Yesus untuk melakukan segala sesuatunya dengan dasar kasih yang murni dan tulus. Beri kami hati untuk bisa selalu mengasihi. Amin! KEKUATAN KASIH MAMPU MERAJUT KELUKAAN DAN KEMARAHAN SEBESAR APAPUN ========================================== From: Dewi Kriswanti MERAIH DAMAI SEJAHTERA 1 Petrus 5:7 "Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu". Mungkin banyak orang yang mampu mentaati berbagai perintah Tuhan, seperti jangan mencuri, berzinah, menyembah berhala, dan sebagainya. Tetapi satu hal yang kerap menyelimuti hati orang-orang percaya yakni, tentang kekuatiran atau ketakutan akan sesuatu. Kekuatiran dan ketakuatan merupakan benih yang kecil yang mampu menjungkirbalikan iman seseorang. Benih yang kecil tersebut jika tidak buang, akan bertumbuh dan berkembang sehingga dapat merampas sukacita dan damai sejahtera kita. Sebab, kekuatiran dan damai sejahtera tidaklah dapat berjalan bersama-sama. Karena kedua hal tersebut sangat bertolak belakang. Kita tidak akan mendapat damai sejahtera jikalau kita kuatir. Kapan kita dapat membuang kekuatiran tersebut sehingga damai sejahtera itu dapat kita miliki : 1. Waktu kekuatiran itu kita serahkan kepada Tuhan (1 Petrus 5:7). Tuhan adalah Tuhan yang bertanggung jawab. Dalam kekuatiran yang kita hadapi, Tuhan akan memelihara kita, dan memberikan jalan keluar. 2. Waktu kita menyadari, bahwa Tuhan selalu memelihara semua ciptaanNya (Matius 6:25-34). Kalau saja burung di udara, bunga bakung di padang Tuhan memeliharanya, apalagi kita sebagai manusia yang diciptakan serupa dan segambar denganNya. 3. Waktu kita dapat bertindak dan berserah kepadaNya (Filipi 4:6-7). Dengan meyakini untuk menerima apa saja pemberian yang dari Tuhan dalam pemahaman yang benar, bahwa segala sesuatu yang datang dari Tuhan, pastilah yang terbaik bagi kita. Hari ini kita diingatkan untuk tidak perlu takut dan kuatir. Namun, sebagai manusia itu merupakan perasaan yang manusiawi. Artinya, perasaan kuatir atau takut itu bukan merupakan dosa. Hanya saja kita jangan mau dikuasai oleh ketakuatan tersebut. Sebab, ketakutan seringkali dipakai iblis untuk menjerumuskan kita dalam perbuatan dosa yang dalam. Kita harus menggunakan hikmat Tuhan, dan memohon kekuatan dari Roh Kudus. Dengan demikian, damai sejahtera kita tak terampas oleh iblis. Doa: PimpinanMu Bapa sungguh merupakan terpenting dalam kehidupan untuk meraih damai sejahtera yang sesungguhnya.Amin! DALAM KEKUATIRAN TAK MUNGKIN ADA DAMAI SEJAHTERA =============================================== From: Leonardi Setiono Dirajut Dalam Ketidak Sempurnaan Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Tuhan dari awal sampai akhir. (Pengkotbah 3:11) Jika kita mengingat akan Tuhan, maka akan tersirat dalam benak kita kesempurnaan pekerjaanNya, seperti yang tertulis dalam Matius 5:48. Tetapi pada kenyataannya, kita "melihat" banyak ketidak sempurnaan disekitar kita. "Seharusnya pekerjaan Tuhan itu sempurna" demikianlah kita sering berfikir. Sempurna, indah dan ajaib begitulah kira-kira gambaran kita. Tetapi didalam Alkitab, mulai dari Adam dan Hawa, telah jatuh dalam dosa, pernikahan ternyata sejak awal malah membawa kepada hal yang tidak baik. Nuh yang terpilih, ternyata menjadi mabuk dan telanjang. Abraham bapa orang percaya, tetapi Alkitab juga mencatat perbuatan yang tidak berkeyakinan akan pertolongan Tuhan. Lihatlah juga garis keturunan keluarga Tuhan Yesus Kristus, berapa banyak didalamnya adalah orang-orang dinilai kurang baik, Perez adalah anak dari Tamar, menantu Yehuda yang dihamilinya, Salomo anak dari istri Uria yang diselingkuhi Daud, dan nama-nama lainnya yang tidak dapat dibilang terlalu baik. Lihat juga 12 murid yang dipilih sendiri oleh Tuhan Yesus Kristus, ada seorang yang bernama Yudas Iskariot yang lebih memilih uang dari pada Tuhannya. Petrus, sebagai seorang yang mengepalai rasul-rasul dan melakukan mujizat yang luar biasa juga berbuat munafik dan ditegur oleh Paulus. Gereja mula-mula juga terpecah-pecah, bahkan sampai hari ini gereja dan pengajaran masih terpecah-pecah (Efesus 4:11-15). Bahkan hari-hari belakangan ini, Alkitab dan iman Kristiani digugat kesempurnaanya... Mengapa begitu banyak ketidaksempurnaan, seakan pekerjaan Tuhan itu tidak sempurna? Sesungguhnya bukan pekerjaan Tuhan tidak sempurna, tetapi kitalah yang harus memperbaharui pikiran kita (Efesus 4:22-24), cara pandang kita dan pemahaman kitalah (1 Korintus 2:10-16) agar kita dapat melihat bahwa memang Tuhan itu sempurna, juga sempurna dalam setiap pekerjaanNya, yang mana tidak seluruhnya, dari awal sampai akhir, dapat kita pahami (Ulangan 29:29). Jangan kita beranggapan bawah sejak dari awal Tuhan menyatakan pekerjaanNya didalam kesempurnaan, tetapi kesempurnaan itu datang dari ketidaksempurnaan. keindahan itu datang dari keburukan, kemurahan itu datang dari dosa, dan keselamatan datang dari penghukuman kekal. Karena itulah FirmanNya menyatakan, Tuhan menjadikan segala sesuatunya baik. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan. Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan. (1 Korintus 15:42-43) Bukankah kita semua pada awalnya adalah orang berdosa, bukankah sampai hari ini kita masih juga jatuh dan bangun didalam kelemahan kita? Tetapi dari ketidak sempurnaan kita, Tuhan telah merajut hidup kita dari hari ke hari semakin indah, semakin serupa dengan gambaranNya. Dan selama itu pula, kita telah melakukan pekerjaan kita sebagai hambaNya didalam ketidak sempurnaan, tetapi Tuhan telah menjadikan setiap pekerjaan kita sempurna oleh kuasa Roh Tuhan (2 Korintus 3:5-6). Didalam hal apapun juga, persoalan dan tantangan hidup ini, jangan kita melihat ketidak sempurnaan disekitar kita sebagai penghalang, jangan kita berputus asa dan kehilangan iman dan pengharapan karena kekurangan dan ketidaksempurnaan yang ada, karena memang dari sanalah Tuhan bekerja, untuk menjadikan segala sesuatunya indah pada waktuNya. Paulus mengatakan, Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. (2 Korintus 12:9). Didalam ketidaksempurnaan maka akan nyata kuasanya, akan nyata pekerjaanNya yang membawa kepada kesempurnaan. Kesempurnaan terjadi didalam proses, bukan seperti mistik dan sulap yang terjadi seketika. Kesempurnaan akan dirajut oleh Tuhan dengan tanganNya yang kuat dari kelemahan dan kekurangan. Walaupun hal itu terjadi dalam proses, Roh mengatakan, "waktunya akan dipercepat". Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap. (1 Korintus 13:10) Maranatha, Leo Bersyukurlah jika anda melihat ketidaksempurnaan, karena anda akan melihat karya Tuhan didalamNya.

