From: sunanto choa Pemulihan Gambar Diri Oleh : Sunanto
Mat 22: 39 "Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Mayoritas dari anda pasti sudah mengetahui tentang hukum kasih yang kedua ini dimana Tuhan memerintahkan kita untuk mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri. Pernahkah terlintas di benak anda, mengapa kita disuruh mengasihi orang lain seperti mengasihi diri sendiri ? Alkitab versi bahasa sehari-hari menterjemahkan dengan kalimat yang sangat bagus yaitu cintailah sesamamu seperti engkau mencintai diri sendiri. Saya percaya maksud kata mencintai diri sendiri disini bukanlah dalam arti kita disuruh egois atau mementingkan diri sendiri (selfish). Mencintai diri sendiri juga tidak berarti orang yang merawat tubuhnya secara berlebihan seperti sering ke salon untuk merawat tubuh. Mencintai diri sendiri yang dimaksud disini lebih mengacu kepada sebuah sikap penerimaan terhadap diri sendiri. Bukankah bila kita mencintai seseorang dengan tulus berarti kita menerima keberadaan dia apa adanya ? Jane Hansen, pemimpin women's aglow international menuturkan bahwa kita telah dirancang untuk keintiman dimana kita merindukan kasih dan perhatian yang tulus tetapi akibat telah jatuh ke dalam dosa maka kita hidup di dalam dunia yang dipenuhi oleh orang-orang yang dikendalikan oleh egoisme dan kepentingan diri sendiri. Kita menjalin hubungan dengan orang lain bukan berdasarkan apa yang mereka perlukan melainkan berdasarkan apa yang kita perlukan untuk memuaskan rasa dahaga yang tersembunyi di dalam jiwa kita. Kasih yang sejati merupakan sebuah penerimaan tanpa syarat terhadap orang yang kita kasihi. Kita tidak mungkin bisa mengasihi orang lain dengan benar jika kita sendiri tidak mengasihi diri kita. Kita harus bisa menerima diri kita sendiri apa adanya baru setelah itu kita bisa menerima keberadaan orang lain tanpa syarat. Diperlukan sebuah gambar diri yang sehat agar kita bisa mengasihi orang lain tanpa syarat ( tanpa melindungi diri sendiri) . Sebagai keturunan dari Adam yang telah jatuh ke dalam dosa, sebenarnya setiap kita dilahirkan dengan gambar diri yang tidak sehat dalam kadar tertentu. Namun banyak orang yang mengalami kerusakan gambar diri yang parah (batinnya terluka) akibat penolakan atau tidak adanya penerimaan dari orang tua terutama saat masih kanak-kanak. Apalagi di jaman modern ini yang serba cepat dan sibuk sehingga menyebabkan banyak orang tua tidak memiliki waktu untuk anak-anak akibat sibuk bekerja. Berbeda dengan jaman dulu, anak-anak yang dilahirkan di jaman modern ini banyak yang hanya dianggap membuat susah (bukan membawa keberuntungan) oleh orang tuanya. Perlakuan terhadap kita sejak dari kandungan juga dapat sangat mempengaruhi sebab saya mengenal seorang teman yang bergumul dengan penolakan yang berat akibat pernah hendak digugurkan oleh ibunya. Dalam bukunya 'Rahasia Hidup Dalam Berkat Tuhan ' Gary Smalley dan John Trent Ph.D mengatakan memperoleh atau tidak memperoleh dukungan dari orang tua sangat berpengaruh bagi kita meskipun hal itu sudah lama berlalu. Apa yang terjadi dalam hubungan kita dengan orang tua akan sangat berpengaruh sangat besar dalam hubungan kita di masa kini dan di masa yang akan datang. Sebuah penyelidikan ilmiah menyebutkan bahwa proses pembelajaran emosi sangat penting pada empat tahun kehidupan sehingga seseorang akan bisa ditebak akan menjadi seperti apa nanti sejak masih usia empat tahun. Dr. T. Berry Brazelton seorang spesialis anak dari harvard mengatakan bayi-bayi yang mendapat dosis persetujuan dan dukungan dalam jumlah besar dalam kehidupan mereka akan mempunyai harapan besar untuk berhasil dalam menghadapi tantangan kehidupan sedangkan bayi-bayi yang berasal dari keluarga yang berantakan yang menyia-nyiakan mereka akan cenderung memiliki sikap negatif dan mudah kalah dalam menghadapi kehidupan.. Ditemukan juga orang tua yang gemar melakukan kekerasan akan menurunkan kecenderungan kepada anak-anak mereka untuk melakukan kekerasan juga. Kebanyakan orang tua yang menganiaya anak mereka ternyata juga mengalami penganiayaan waktu kecil. Orang tua yang memiliki gambar diri yang rusak biasanya akan memiliki anak yang juga memiliki gambar diri yang rusak. Seorang Ayah tidak akan bisa memberikan dukungan kepada anaknya jika ia sendiri tidak pernah mendapatkan dukungan dari generasi sebelumnya. Seorang pemimpin yang memiliki gambar diri yang rusak akan memiliki rasa tidak aman terhadap orang-orang yang dipimpinnya sehingga ia sering dihinggapi rasa takut pengaruhnya akan hilang. Gambar diri yang rusak juga menyebabkan kita memiliki takut akan manusia seperti yang dialami oleh raja Saul yang lebih memilih untuk menyenangkan rakyat (manusia) daripada mentaati Tuhan. Hal ini juga yang menyebabkan Saul iri hati terhadap Daud dan ingin membunuhnya sebab Daud lebih dicintai oleh rakyat. Saya bertemu dengan banyak pemimpin rohani yang memiliki kelemahan seperti Saul sehingga tanpa sadar menyingkirkan setiap orang yang ia rasa membahayakan posisinya. Pemimpin yang tidak aman ini biasanya sangat suka dengan orang-orang yang sukanya menjilat atau ABS (Asal Bapak Senang). Kita tidak akan bisa bertumbuh dewasa menjadi bapa (ibu) rohani yang dapat mengayomi banyak orang jika tidak dipulihkan dari gambar diri yang tidak sehat ini. Banyak hal yang bisa kita pilih dalam kehidupan ini namun ada beberapa hal yang tidak bisa kita pilih. Diantaranya yang tidak bisa kita pilih adalah kita tidak bisa memilih dimana akan dilahirkan dan siapa yang akan menjadi orang tua kita. Saya tidak bisa memilih dilahirkan sebagai seseorang yang berkelamin laki-laki dari orang Indonesia keturunan etnis Tionghoa. Saya tidak bisa memilih untuk dilahirkan sebagai anak yang ditolak dan setelah saya selidiki ternyata orang tua saya juga telah mengalami penolakan dari generasi sebelumnya. Akan tetapi, saya bisa memilih untuk dipulihkan dengan membuka diri terhadap proses pemulihan dari Tuhan sehingga generasi setelah saya tidak harus mengalami luka penolakan yang pernah saya alami. Anda semua yang bergumul dengan luka-luka batin juga dapat memilih untuk dipulihkan oleh Tuhan jika anda mau terbuka dan diproses olehNya. Langkah pertama untuk mengalami proses pemulihan tentu anda harus terlebih dahulu memiliki keinginan untuk dipulihkan. Tetapi seringkali kita tidak menyadari bahwa ada luka batin dalam hidup kita yang mana ketidaksadaran ini disebut dengan sisi kehidupan yang tak terlihat (blind spot). Biasanya kita baru akan menyadari bahwa kita perlu dipulihkan saat krisis (keadaan terjepit) melanda kehidupan kita . Seperti pernah saya ceritakan dalam tulisan yang lalu bahwa masa kecil saya sebagian besar suram dan tidak begitu baik. Gambar diri saya rusak begitu parah akibat penolakan yang dialami sejak masih kecil. Luka batin yang mendalam ini juga menyebabkan saya mengidap asma (akibat kepahitan) dan sering gugup berbicara bila sedang dalam tekanan. Saya masih ingat ketika sekolah dasar dulu saya sering menjadi bahan ledekan (hinaan) dari teman-teman. Katanya ketika kecil saya bertampang culun/bodoh (sekarang jelas tidak) sehingga sering menjadi bahan bulan-bulanan orang lain. Dulu saya pernah dendam terhadap mereka yang pernah menghina (juga memukul) namun sekarang saya mengerti bahwa sebenarnya yang menyebabkan itu semua terjadi karena memang gambar diri saya yang rusak parah. Oleh karena itu saya sangat kagum atas pemulihan yang Tuhan kerjakan dalam hidup saya sehingga hari ini saya boleh memiliki gambar diri yang sehat ( tentu belum sempurna seratus persen). Walaupun proses pemulihan itu sangat panjang dan menyakitkan namun hasil yang dicapai sangat indah. Seperti kata Dr. Larry Crabb pemulihan yang sejati membutuhkan proses dan biasanya memang lambat namun pasti. Percayalah, tidak ada metoda instan seperti lewat penumpangan tangan dari hamba Tuhan yang diurapi untuk dapat mengalami pemulihan yang sejati. Saya banyak bertemu dengan anak Tuhan yang merasa sudah dipulihkan setelah mengikuti sebuah camp dimana dia merasa dilawat Tuhan sampai nangis bombay (nangis disertai ratapan) akibat kotbah yang sangat menyentuh. Setelah pulang mereka kesaksian sana-sini mengatakan mereka sudah dipulihkan tetapi beberapa bulan kemudian luka tersebut kambuh lagi sebab ternyata yang sembuh hanya bagian luar belum menyentuh akar persoalan. Saya tidak mau membatasi cara Tuhan bekerja namun pengalaman saya pribadi ( juga banyak yang lain) mengajarkan Tuhan biasanya/umumnya tidak bekerja lewat cara instan seperti itu. Tidak ada pertumbuhan tanpa krisis dan tidak ada kesembuhan tanpa rasa sakit itulah metoda Tuhan. Pemulihan sejati bukan saja membutuhkan dukungan doa melainkan juga perlu waktu dan ketekunan. Ketaatan, penyerahan dan komitmen total sangat diperlukan agar Roh Kudus dapat dengan leluasa bekerja untuk memulihkan hidup kita sampai tuntas ke akar-akarnya. Mzm 27:10 "Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku." Banyak orang Kristen yang mengidolakan tokoh Daud termasuk saya sendiri yang juga mengidolakan tokoh ini sejak saya masih remaja . Walaupun Daud memiliki beberapa kelemahan tetapi dalam alkitab Daud merupakan satu-satunya orang selain Yesus yang pernah disebut orang yang berkenan kepada Tuhan bahkan Yesus sendiri disebut sebagai anak Daud. Demi kasih dan kesetiaan yang dijanjikan kepada Daud, Tuhan mengikat janji abadi dengan bangsa Israel. Mengapa Tuhan begitu berkenan kepada Daud meski dia pernah melakukan kesalahan yang cukup fatal ? Saya percaya salah satu hal yang menyebabkan Daud berkenan kepada Tuhan sebab hubungannya yang begitu intim dengan Tuhan. Bahkan saking intimnya Daud dengan Tuhan maka ia pernah menari dengan telanjang (tidak bulat) di hadapan budak-budak para hambanya tanpa memperdulikan harga dirinya sebagai seorang raja. Istrinya Mikhal melihat hal tersebut, lalu ia memarahi Daud sebab ia menganggapnya telah melakukan hal yang hina/tidak pantas sebagai seorang raja. Daud menjawab bahwa untuk Tuhan dia bukan saja rela melakukan hal yang dianggap hina oleh istrinya namun bahkan untuk menghinakan dirinya lebih daripada itu juga dia mau. Tidak heran bila Tuhan menyebut Daud sebagai orang yang berkenan dihatiNya sebab Daud demikian sangat menghormati Tuhan sehingga rela menghinakan dirinya sedemikian hina. Selain itu Daud juga sangat mengasihi Tuhan sehingga dia merasa tidak bahagia meski tinggal di istana yang megah sebab tabut perjanjian (yang melambangkan kehadiran Tuhan) masih tinggal di tenda. Kebanyakan orang giat mencari dan menyenangkan hati Tuhan ketika masih belum sukses dan terkenal tetapi hanya sedikit yang masih 'ingat' sama Tuhan saat keadaan sudah serba enak. Kalau rumah masih ngontrak dan naik angkot mudah untuk mengatakan Tuhan itu segalanya bagiku tetapi bila sudah terkenal, punya rumah besar dan mobil mewah, apakah kita masih bisa berkata Tuhan adalah segalanya bagiku ? Sangat jarang hamba Tuhan yang sudah sukses seperti Daud masih bisa ingat kepada Tuhan. namun Daud tetap ingat kepada Tuhan meski sudah menjadi raja yang besar sebab bagi Daud, Tuhan bukan saja pribadi yang telah mempromosikannya melainkan juga merupakan hal yang segalanya dalam hidupnya. Daud begitu mencintai hadirat Tuhan sehingga ia berkata sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Tuhanku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik. Bagi Daud, dibandingkan seribu hari di istananya yang megah atau seribu hari berada diantara para istrinya yang cantik-cantik atau seribu hari berdiri dihadapan rakyat yang sangat menyanjungnya maka lebih indah satu hari berada dalam hadirat Tuhan. Saya sangat rindu bisa mencintai hadirat Tuhan sedalam seperti Daud mencintainya. Kata meninggalkan pada ayat di atas dalam bahasa aslinya dituliskan dengan kata 'azab' yang berarti meninggalkan, menolak, mengabaikan, menyia-nyiakan. Dari perkataaannya dalam mazmur ini tersirat bahwa Daud sebenarnya merupakan anak yang pernah ditolak (diabaikan) oleh ayah dan ibunya. Dalam Alkitab kita bisa menemukan bagaimana Daud pernah dilupakan oleh Isai (ayahnya) ketika Tuhan memerintahkan nabi Samuel untuk mengurapi seorang raja bagi Israel sebagai pengganti Saul yang sudah ditolakNya. Satu-persatu anak Isai dipanggil untuk menemui Samuel namun semuanya tidak dipilih oleh Tuhan. Samuel sampai bingung mengapa semuanya tidak dipilih oleh Tuhan sehingga dia bertanya kepada Isai, inikah anakmu semuanya ? Coba bayangkan perasaan anda bila anda menjadi Daud, ketika semua saudara-saudaranya dikuduskan dan dipanggil, eh malah dia disuruh menggembalakan kambing domba yang hanya dua tiga ekor itu. Saya percaya alasan Isai tidak menyertakan Daud dalam pemilihan tersebut sebab ia menganggap Daud tidaklah mungkin dipilih sebagai raja sebab dilihat secara fisik (penampilan luar) maka kakak-kakaknya jauh lebih pantas untuk dipilih sebagai raja. Saudaraku, janganlah menjadi kecewa dan kecil hati bila ada yang orang mengecilkan (melecehkan) engkau karena penampilan luarmu sebab Tuhan itu melihat hatimu. Tidak terhitung orang yang pernah melecehkan, mengecilkan dan menghina saya namun saya tetap tidak mau kecewa dan putus asa menerima semua penghinaan itu walaupun sejujurnya hal itu sangat menyakitkan. Saya juga tidak mau membela diri atau membalasnya sebab pembalasan itu merupakan hakNya Tuhan. Satu hal yang selalu saya tanamkan dalam hati ini bila ada orang yang menghina/ melecehkan saya yaitu Tuhan akan memakai semua penghinaan itu untuk menjadi alat mempromosikan diri saya bila waktuNya (kairos) telah tiba. Percayalah, semakin banyak penghinaan yang kita terima maka semakin besar otoritas yang Tuhan akan percayakan kepada kita. Yusuf bisa menjadi pemimpin yang memiliki otoritas begitu besar di Mesir sebab dia selalu bersikap positif terhadap setiap penghinaan yang pernah dia terima. Yusuf tidak pernah dendam terhadap saudara-saudaranya yang telah menjualnya sebagai budak malah sebaliknya ia berkata bahwa semuanya itu Tuhan telah rancangkan untuk kebaikannya. Saya bersyukur untuk setiap orang yang pernah menjelekkan, menghina, memfitnah dan mengecilkan saya sebab sesungguhnya tanpa mereka saya tidak akan bertumbuh menjadi seperti sekarang. Setelah saya merenungkannya cukup lama maka saya akhirnya menyadari bahwa Tuhan mengijinkan semua hal yang tidak enak itu karena ada hal dalam diri saya yang perlu disempurnakan terutama dalam hal gambar diri. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya (Mzm139:14-16). Bagi saya mazmur dari Daud dalam ayat-ayat di atas merupakan perkataan yang begitu luar biasa sehingga saya seringkali terharu saat membacanya. Ketika Daud menulis mazmur ini, dunia kedokteran belumlah berkembang sedemikian maju seperti sekarang sehingga pastilah Roh Tuhan yang memberinya inspirasi untuk menulis hal tersebut. Para pendukung praktek aborsi berkata bahwa selama seorang anak masih belum dilahirkan maka dia bukanlah seorang makhluk hidup sehingga boleh digugurkan. Tetapi sebenarnya sejak sperma laki-laki dan sel telur wanita bertemu , lalu terjadi pembuahan maka kehidupan itu telah tercipta. Mata Tuhan telah melihat kita sejak kita masih ada dalam kandungan dan Dia telah menetapkan sebuah rencana yang indah bagi kita. Marilah kita sejenak merenungkan betapa berharganya kita ini bagi Tuhan sehingga sejak dari kandungan ibu kita maka Dia sudah memperhatikan kita. Masih segar dalam ingatan ini ketika gembong teroris kelas wahid yang bak siluman itu, Dr. Azahari akhirnya berhasil ditemukan oleh pihak berwajib. Sayangnya ketika akan ditangkap dia memutuskan untuk bunuh diri sehingga tidak bisa dimintai keterangan lebih lanjut. Banyak pihak yang meragukan apakah benar jenazah yang dianggap Dr.Azahari itu benar-benar jenazah sang gembong teroris itu. Namun hanya dengan mencocok sidik jarinya maka pihak kepolisian berani menyimpulkan bahwa jenazah tersebut benar merupakan jenazah Dr. Azahari. Banyak pihak menginginkan diadakan tes DNA tetapi pihak kepolisian berargumen hal itu tidak perlu sebab dari sidik jarinya sudah dapat dipastikan. Dari milyaran manusia yang pernah dilahirkan di bumi ini tidak ada dua orang yang memiliki sidik jari yang sama. Kaum ateis yang tidak percaya adanya Tuhan menganggap keberadaan manusia di bumi itu hanya sebuah kebetulan bukan karena diciptakan Tuhan sehingga mereka menganggap bodoh orang yang percaya adanya Tuhan. Sebenarnya kita yang bodoh atau mereka yang bodoh sih, sebab jika keberadaan manusia merupakan sebuah kebetulan mengapa dari milyaran orang yang pernah ada maka tidak ada yang kebetulan sama persis ? Bahkan dua orang yang dilahirkan kembar pasti memiliki sebuah perbedaan walaupun sulit untuk dibedakannya namun pasti tetap tidak sama persis sebab manusia itu diciptakan unik oleh Tuhan. Saudaraku yang sangat dicintai oleh Tuhan, percayalah anda ini begitu unik dan berharga sebab di dunia ini hanya ada satu-satunya manusia yang seperti anda. Engkau ada di dunia ini bukan karena sebuah kebetulan melainkan karena sudah direncanakan oleh Tuhan untuk memancarkan kemuliaanNya di bumi ini. Kita ini sangat berharga di mata Tuhan sehingga Tuhan rela memberikan anakNya tunggal supaya kita yang percaya boleh diselamatkan dari murka Tuhan. Dalam kemahatahuanNya, Yesus sejak semula sudah ditentukan untuk mati dan disalibkan bagi umat manusia. Alkitab berkata bukan malaikat yang dikasihaniNya melainkan keturunan Adam yang dikasihaniNya. Billy Graham salah satu orang yang paling berpengaruh di dunia ini menitipkan sebuah pesan penting untuk anda yaitu Tuhan mengasihi anda dan Dia mempunyai rencana untuk hidup anda !

