From: dtiya2 Aku sangat mengenalmu !
Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikirankudari jauh, Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi. ( Mazmur 139;1-3 ) Kadang kala kita merasa tidak ada orang yang dapat mengerti akan keadaan diri kita - tidak ada orang yang mengerti ketika gembira dan tak ada yang peduli ketika kita dalam kesedihan. Orang tua kita mungkin sibuk, istri kita mungkin sibuk dengan dengan pekerjaan rumahnnya atausuami kita sibuk dengan pekerjaan kantornya , sehingga mereka tidak nmemperhatikan apa yang terjadi dan rasakan dalam dirimu. Tetapi Bapa diSurga mengetahuinya dan Ia mengenal kita dengan baik sekali ! Ia selalu memperhatikan dan mengerti apa yang kita rasakan atau alami, Semua pemikiran yang ingin kamu kemukakan, apa yang tidak dapat kamu kemukakan, Dia mendengar jeritan hati kita , Dia melihat apa yang akan kita perbuat dan Dia peduli denganm segala keadaan kita. Oleh sebab itu datanglah pada Yesus, Ia akan menolong mu dalam hal apapun juga. Amin ============================================= From: aiu2eoi2 Ketika Godaan Datang Ketika mempercayakan hidup kepada Kristus, karena anugerah-Nya secara posisional kita menjadi orang kudus (positional sanctifiction). Maksudnya, kita menjadi orang kepunyaan-Nya dengan segala tugas, panggilan dan tanggungjawabnya. Sebuah pengalaman hidup terindah! Namun demikian, kita dituntut untuk menjalani hidup kudus, bertumbuh menjadi serupa dengan Dia dalam karakter, sifat, kelakuan hidup kita (progressive sanctification). Pada akhirnya dalam sekejap mata kita diubahkan menjadi seperti Kristus (final sanctification). Dalam proses penyucian, kita harus menghadapi godaan, yakni dorongan-dorongan di dalam batin kita untuk memenuhi keinginan-keinginan indah yang berlawanan dengan firman-Nya. Misalnya, dorongan untuk korupsi, karena ingin hidup mewah; dorongan untuk sombong, karena ingin dihormati sesama; dorongan untuk melakukan extra marital sex, karena sedang ingin bercinta, and so on. Ketika godaan datang, Yakobus memberikan empat tips untuk mengatasinya. PERTAMA, INGATLAH MAHKOTA KEHIDUPAN BAGI SANG PEMENANG (Yak. 1:12) Tuhan menjanjikan mahkota kehidupan, bagi orang yang mengasihi Dia, yakni bagi orang yang memilih untuk menolak godaan dan melakukan firman-Nya. Mahkota kehidupan bukanlah kehidupan kekal, namun ini merupakan kuasa dan otoritas untuk memerintah bersama Kristus dalam kekekalan kelak (2Tim. 2:12) yang dipercayakan kepada hamba-Nya yang baik dan setia. Mahkota ini adalah harta terindah dan terbaik yang akan kita persembahkan bgi kemuliaan Anak Domba Tuhan (Why. 4:10). KEDUA, INGATLAH SUMBER GODAAN ITU BUKAN DARI TUHAN (Yak. 1:13) Tulis Yakobus, ketika seseorang dicobai, janganlah ia berkata "Pencobaan ini datang dari Tuhan!" Alasannya adalah karena sifat-Nya, Tuhan tidak pernah sedikitpun hendak menjerumuskan kita ke dalam dosa. Datangnya godaan itu adalah dari keinginan-keinginan kita sendiri. Dosa terjadi ketika kita memenuhi keinginan itu dengan motif, cara, dan tujuan yang berlawanan dengan firman-Nya. Memang, manusia telah menjadi makhluk celaka, karena dia tidak bisa tidak berbuat dosa. Syukurlah di dalam Kristus kita diubahkan dan diberi kuasa, sehingga kita bisa tidak berbuat dosa (Rm. 7:21-26). Jadi, karena sumbernya bukan dari Tuhan, kita bisa menolak dorongan untuk berbuat dosa itu. KETIGA, INGATLAH KONSEKUENSI PERBUTAN DOSA (Yak. 1:15) Kata Yakobus, apabila keinginan itu dibuahi, maka menghasilkan dosa, dan apabila dosa itu sudah matang, maka ia melahirkan maut. Jadi, godaan itu arahnya menuju kematian. Maksudnya adalah kematian jasmani, fisik, bukan kematian rohani. Untuk kematian rohani manusia tidak perlu berbuat dosa sampai matang; cukup makan buah terlarang saja. Namun untuk kematian fisik, yah dosa itu harus sampai matang. Sebagai contoh, pernah ada seorng anak Tuhan yang meninggalkan isterinya yang sah, hidup dan menikah lagi dengan perempuan yang lebih muda. Untuk sementara dia bisa menikmati isteri mudanya. Tapi pada tidak berlangsung terlalu lama, saya diberitahu bahwa anak Tuhan itu sudah mati dengan cara yang tragis. Menjelang kematiannya, dia ditempatkan di ruang isolasi rumah sakit, karena kalau udah muntah, baunya amat busuk dan menyengat. Contoh lain, seorang Ibu muda, masih cantik dan kaya. Namun dia mengingkari perjanjian pernikahannya, hidup selingkuh seenaknya. Suaminya merana terhina. Untuk sementara, dia bisa menikmati dosanya. Namun tidak berselang lama, tiba-tiba saja ada benjolan di payudaranya, dan itu berkembang sampai menjadi breast cancer stadium ke empat. Dokter ternama dari luar negeri pun tidak bisa mengatasi meskipun ketika baru sekedar benjolan. Akhirnya dia mati juga. KEEMPAT, INGATLAH KEBAIKAN TUHAN PADA KITA (Yak. 1:16-17) "Saudara-saudara yng kukasihi," tulis Yakobus, "janganlah sesat!" Setiap pemberian yang bik dn setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang." Maksudnya, Tuhan itu baik bagi kita, janganlah membalas kebaikan-Nya dengan melukai hati Bapa kita. KELIMA, INGATLAH STATUS KITA SEBAGAI ANAK SULUNG (Yak. 1:18) Ya, kita adalah ciptaan baru, dijadikan oleh benih firman-Nya. Tujuannya adalah supaya pada tingkat tertentu kita menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya. Dengan status sebagai ciptaan baru oleh firman-Nya, kita memiliki kehidupan baru, kehidupan persekutuan personal penuh kasih dengan Tuhan. Sepantasnya kita hidup menurut firman-Nya. Tidak ada cara lain. Tujuannya agar pada tingkatan tertentu kita bisa menjadi anak sulung atas segala ciptaan-Nya. Sebagai anak sulung kita adalah pengelola harta Bapa kita; kita adalah pemimpin atas segala ciptaan-Nya. Kalu tidak, kita akan seperti Esau yang menyesal karena telah menjual berkat-berkat hak kesulungan dari TUHAN. Jadi, never give up. Keep forward to the mark, the first fruits. Tuhan memberkati ============================================== From: "intimacy online" [EMAIL PROTECTED] intimacymail KELINCI DAN HARIMAU by.Gangga Eltho Sumber : www.intimacyonline.net I Korintus 1:10 "Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir." (10) Ketika kelinci sedang bersantai di pantai, datanglah seekor rubah yang ingin memangsanya. Lalu kelinci mengajak rubah untuk berkelahi dalam lubangnya, dan yang kalah akan menjadi santapan yang menang. Rubahpun menyetujuinya, dalam perkelahian itu keluarlah kelinci sebagai pemenangnya.Tak lama kemudian datanglah beruang besar yang ingin memangsanya sama seperti tadi, kelinci mengajak beruang untuk berkelahi di lubangnya dan kali ini kelincipun menang lagi.Ketika sore tiba, keluarlah seekor harimau besar dari lubang kelinci dan berkata ´Kerjasama kita sukses hari ini, kita makan kenyang dan saya tidak perlu berlari mengejar mangsa.´ Pesan moral: Kerjasama yang baik akan menghasilkan kesuksesan (asal jangan kerjasama yg tdk baik).Ya sama denan suami isteri, apabila keduanya kompak maka kesuksesan terjadi dalam rumahtangga mereka. Namun alangkah sayangnya banyak rumahtangga yang tidak mau sehati dan sepikiran. Keduanya malah saling mencerca, saling menjatuhkan, dan saling menjelekkan. Paulus dalam suratnya kepada jemaat Korintus menasehatkan agar mereka di Korintus sehati sepikiran. Kesehatian menjadi kekuatan yang besar. Secara rohani kekuatan akan mengalir saat kita sehati di dalam TUHAN, secara logika kesehatian membuat kesepakatan yang baik dalam menghasilkan goal yang ingin dicapai. Juga kesehatian kita dengan TUHAN membuat doa kita dijawab lebih cepat. Ya dari sisi kelebihan suami memiliki kelebihan dari kemampuan otaknya untuk menganalisa segala sesuatu, membuat perencanaan, dll, sedangkan sang isteri memiliki kemampuan merasa dengan perasaannya apakah semuanya akan berhasil atau tidak. Dua kelebihan tersebut membuat keduanya tidak tertipu oleh mitra bisnis, bahkan mereka bisa menjadi orang kuat atau kepala dalam bisnis tersebut. Kesehatian orang tua juga membuat anak-anak kita menjadi manusia yan bermental teguh dan berpikir benar sehingga mereka juga pasti sukses. GLE Bahan PA : Apa saja keuntungan kesehatian dalam rumahtangga? Komitmen : Meningkatkan kesehatian dalam rumahtangga Doa : Ambil waktu bersama pasangan (setelah itu bersama anak-anak) untuk ambil komitmen sehati di dalam segala hal, dan minta TUHAN memampukan untuk sehati sepikiran. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh

