From: <[EMAIL PROTECTED]>
Ngaca donk .. .jangan menuntut melulu .. .
Roma 2:21 Jadi, bagaimanakah engkau yang mengajar orang lain, tidakkah engkau
mengajar dirimu sendiri? Engkau yang mengajar: "Jangan mencuri," mengapa
engkau sendiri mencuri?
Begitu berapi-apinya Andria menceritakan ketidak adilan yang dia rasakan di
perusahaan dimana dia telah bekerja kurang lebih empat tahun.
"Aku sudah bekerja empat tahun, tapi gajiku hampir sama dengan Wanda yang
baru saja bekerja satu tahun", gerutu Andria.
Masih dengan semangat yang sama, Andria melanjutkan ceritanya, "biaya hidup
melonjak drastis, tapi perusahaan sepertinya tutup mata dengan perubahan ini,
kita dituntut untuk bekerja lebih baik, bekerja aman, yang lebih menyakitkan
lagi pekerjaan tambah banyak tapi gaji ngak naik-naik".
Sambil tertawa geli aku mencoba bercanda dengannya,"little-little to me,
little-little to me, but sallary no up.. up donk .. ".
Tanpa memperdulikan mulut Andria yang manyun, aku melanjutkan kata-kataku
saktiku,"bukannya perusahaan tempat kamu bekerja sudah memberikan banyak hal
baik bagimu; biaya berobat ditanggung perusahaan; kalau cuti kamu berikan tiket
pulang-pergi; sebagai seorang Salesman kamu di berikan perusahaan fasilitas
telephone dengan batasan tertentu ?".
Belum sempat Andria memotong kata-katanku, tiba-tiba Handphonenya berbunyi,
ternyata hanya MISS CALL dan begitu melihat siapa yang menelphone Andria
langsung menelphone balik.
"Andria, kalau aku perhatikan justru para keryawanlah yang sering kali tidak
perduli pada perusahaan ! contohnya, kamu diberikan fasilitas telephone untuk
urusan kantor kan ? tapi kenyataanya yang aku tau kamu lebih sering
menggunakannya untuk urusan pribadi, itu yang pertama, dan yang kedua : walau
kelihatan sederhata tapi tak jarang kamu membawa peralatan kantor, misalnya :
pulpen, kertas-kertas, post-it atau mem print out hal-hal yang tidak ada
hubungannya dengan perusahaan dan belum lagi kita menggunakan fasilitas email
untuk urusan pribadi", aku mencoba membuka pola pikir Andria.
Sahabat,
MENUNTUT merupakan sifat dasar dari manusia, kita menuntut/ bersungut-sungut
saat DOA-DOA kita tidak Tuhan jawab sesuai dengan kehendak kita.
Saat kita menuntut
Kita bilang Tuhan Yesus Jahat . .. capek deh, menunggu jawaban yang tak pasti
dari Tuhan.
Bukankah sebaliknya, justru kita yang sering tidak perduli akan kebaikan Tuhan
?
Kalau berkorban untuk orang yang baik pada kita, mungkin tidak terlalu sulit,
TAPI kalau berkorban untuk orang yang JELAS-JELAS JAHAT pada kita, pasti sulit
dan hanya satu pribadi yang mau melakukannya, hanya YESUS KRISTUS . ..
===============================================
From: <[EMAIL PROTECTED]>
Sourced by Eykman Panjaitan
Doa seorang Kepala Asrama untuk sianak yang hilang
1 Yohanes 4:20 Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Tuhan," dan ia membenci
saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudara
nya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Tuhan, yang tidak dilihatnya.
Usia Yudi baru genap sembilan tahun, tapi kenakalan dan keusilannya melebihi
anak-anak yang seusianya. Kenakalan yang dia lakukan tidak hanya membuat orang
tua malu tapi juga merugikan orang banyak dan tak terhitung sudah berapa banyak
biaya yang harus dikeluarkan orang tua untuk membayar hasil perbuatannya yang
merugikan orang lain
Kalau kenakalan yang dilakukan sebatas mencuri mangga tetangga, bolos sekolah
masih bisa dikategorikan kenakalan anak-anak yang sedang mencari jati diri,
tapi kenakalan Yudi lebih dari itu ! Akhirnya kedua orang tua Yudi angkat
tangan tanda menyerah tidak mampu lagi mendidik anak lelaki mereka satu-satunya.
Demi kebaikan Yudi, dengan sangat terpaksa orang tua Yudi memasukkannya ke
sebuah Asrama Kristen yang cukup dikenal kedisiplinannya, banyak anak-anak yang
tadinya "super nakal" setelah dididik beberapa waktu, berubah menjadi anak
yang baik.
Setelah beberapa minggu tinggal di Asrama, Yudi mengalami PERUBAHAN PESAT
!! menjadi lebih bringas; lebih kasar dan kalau sedang marah apa saja yang
dekat
pasti dibanting, entah sudah berapa biaya yang dikeluarkan Asrama untuk
mengganti
kaca jendela yang pecah karena di pecahkan oleh Yudi, belum lagi
kerusakan-kerusakan yang lainnya.
Satu-satunya penghuni Asrama yang masih menyimpan kesabaran hanya Ibu Debora,
Ibu Kepala Asrama yang selama ini senantiasa memperhatikan setiap tingkah laku
Yudi dan mengerti bahwa Yudi memperlukan sentuhan kasih sayang dari orang yang
dekat dengannya.
Telah enam bulan Yudi menjadi penghuni Asrama dan sedikitpun tidak terlihat ada
perubahan positip dalam tingkah lakunya, justru semakin hari Yudi semakin
nakal.
Sampai suatu hari, Yudi diusir dengan kasar dari Asrama, karena Yudi memukul
Ibu Debora yang saat itu tengah berada di kamar kerjanya sampai pingsan.
Begitu pulih dari sakitnya, sambil menangis Ibu Debora berdoa kepada Tuhan
Yesus,
"hambaMu gagal mengenalkan kasihMu pada sianak terhilang, hambaMu sudah tidak
kuat lagi . . . hambaMu menyerah".
Dalam mimpinya, Tuhan menjawab Ibu Debora, beliau mendengar suara sangat jelas
berkata,"anakKu, jangan putus asa, tetap berdoa bagi si anak terhilang,
engkau sudah melakukan bagianmu dan saatnya AKU akan melakukan bagianku,
KasihKU yang mengalir padamu, akan membuat si anak hilang berbalik kepadaKU".
Seisi Asrama gempar dan geram, saat mengetahui Ibu Debora membawa si badung
Yudi di bawa kembali ke Asrama.
Baik orang tua Yudi dan Yudi sendiripun dibuat bingung dengan keputusan yang
diambil oleh Ibu Deborah, karena setelah peristiwa pemukulan kemarin, mereka
berpikir kalau pihak Asrama akan melaporkan Yudi ke polisi, tapi sebaliknya
Ibu Deborah justru meminta Yudi kembali ke Asrama.
Satu bulan pun berlalu, terlihat mulai ada sedikit perubahan pada Yudi; dia
sudah mau ikut doa pagi di chapel bersama teman-teman yang lain; Yudi sudah mau
bergabung membersihkan kamar mandi dan taman bersama-sama teman yang lainnya,
walau masih terlihat ada keraguan di matanya dan sensitip saat beberapa teman
berusaha mencairkan suasanya dengan cara saling menggoda.
Dibalik perubahan-perubahan itu, ada seorang wanita yang tak pernah
putus-putusnya berdoa untuk sianak yang hilang, dia adalah Ibu Deborah.
Sudah terlalu lama Yudi mendengar kata-kata makian dan larangan dari
orang-orang disekitarnya, yang Yudi butuhkan adalah PELUKAN dan PERHATIAN, dan
hal itu tidak pernah dia dapatkan dari orang tua dan saudara-saudaranya.
Sahabat,
Mari belajar untuk memberikan PELUKAN HANGAT tanda CINTA KASIH, memberikan
SETETES PERHATIAN kepada orang-orang disekitar kita.
Sadarilah dan buka mata anda dan saya, banyak pribadi-pribadi disekitar kita
yang HAUS AKAN PELUKAN dan CINTA KASIH.
1 Yohanes 4:21 Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi
Tuhan, ia harus juga mengasihi saudaranya.
Galatia 1:13 Sebab kamu telah mendengar tentang hidupku dahulu dalam agama
Yahudi: tanpa batas aku menganiaya jemaat Tuhan dan berusaha membinasakannya.
===============================================
From: <[EMAIL PROTECTED]>
KAPOK deh . . ..
Amsal 24:17
17 Jangan bersukacita kalau musuhmu jatuh, jangan hatimu beria-ria kalau
ia terperosok,
18 supaya TUHAN tidak melihatnya dan menganggapnya jahat, lalu memalingkan
murkanya dari pada orang itu.
"Jika saja kamu tetap bertahan, tidak menuruti kehendak orang tuamu yang
tergiur dengan materi, yakinlah Tuhan akan berikan apapun yang kau inginkan
asalkan seturut dengan kehendakNya", ini kata-kata terakhir yang aku aku ingat
yang kusampaikan kepada Rio.
Beberapa bulan kemudian, Rio pindah keyakinan, awalnya aku berusaha menghargai
keputusannya, terlebih-lebih orang tuanya begitu mendukung keputusan ini dan
sementara posisiku hanya sebatas teman !.
Beberapa bulan setelah menikah, Rio mendapatkan pekerjaan yang jauh lebih bagus
dibanding tempat dia bekerja sebelumnya, Rio lulus dan mendapatkan perkerjaan
yang baru tersebut, tapi kabar aku dengar dia lulus karena Ibu mertuanya
mempunyai pengaruh yang cukup besar di perusahaan itu.
Aku sama sekali tidak bahagia dengan kabar ini, aku jadi bingung kenapa Tuhan
tetap memberkati dia, padahal Rio telah MURTAD !."koq Tuhan gitu sih, kenapa
Tuhan justru memberikan dia pekerjaan yang baik, lihat saja deh .. .entar dia
tambah besar kepala", aku mulai menyalahkan Tuhan.
Tidak berapa lama setelah itu, aku mendapat kabar Rio tidak menerima tawaran
pekerjaan yang baru itu, karena perusahaan menempatkan dia di lokasi yang jauh
dari keluarga dan lokasi itu masih banyak ilmu hitamnya.
Waktu mendengar kabar ini, aku tersenyum P U A S !! "Kapok loe", benar kan apa
yang aku bilang dulu, kamu ngak akan pernah sukses kalau tinggalin Tuhan karena
Harga.
Aku mulai menghakimi Rio ; aku merasa apa yang Rio alami saat ini karena saat
itu Rio tidak menggubris Firman Tuhan yang telah aku sampaikan padanya.
Ditambah selang beberapa waktu kemudian aku mendengar kabar kalau perusahaan
tempat dia bekerja pun, mulai gonjang-ganjing, dan aku bersorak-sorai !
Sahabat,
Seberapa sering kita tertawa sinis atau bersorak-sorak saat orang yang melukai
kita di diagnosa oleh dokter menderita kanker; terkena bangkrut; atau orang
murtad seperti Rio GAGAL dan kita tertawa saat melihat dia jatuh !
Tidak ada alasan bagi kita untuk mentertawai atau tersenyum sinis begitu
mengetahui orang lain yang pernah melukai kita, mengalami kegagalan.
Kenapa ?
Supaya Tuhan tidak melihatnya dan menganggap kita jahat dan memalingkan
murkaNya dari orang itu = murka itu justru berbalik menimpa kita dan bisa jadi
lebih parah dari pada yang dialami oleh orang itu.
Mari kita mengikuti teladan Tuhan Yesus, sekalipun orang membencinya, berniat
jahat padaNya, tapi Yesus tetap berDOA bagi orang-orang yang Dia kasihi
[Yohanes 17]
Bukan PORSI anda saya untuk memberikan penghakiman kepada manusia, SEBAB
Yesus pun akan tetap membuka pintu MAAF bagi orang yang rindu untuk BERTOBAT.
Amsal 24:17
17 Jangan bersukacita kalau musuhmu jatuh, jangan hatimu beria-ria kalau ia
terperosok,
18 supaya TUHAN tidak melihatnya dan menganggapnya jahat, lalu memalingkan
murkanya dari pada orang itu.