From: Joel Dwisatrio [EMAIL PROTECTED]

SINGLE FOREVER !! 
>From the sermon of Ps Jeffry Rachmat, JPCC -Jakarta.

Read this sentences carefully :
Baik atau buruknya suatu hubungan (teman, berpacaran/ pranikah, atau 
pernikahan), tergantung dari siapa saja yang terlibat dari hubungan itu.

OMELET TELUR BUSUK
Temen2, kalo dipikirin dan direnungin maka kalimat di atas bener banget tuhh. 
Relationship kita dengan orang lain, tentu terkait erat dengan pribadi orang 
itu sesungguhnya. Seorang tokoh motivasi terkenal juga pernah bilang, kita 
adalah rata-rata dari karakter teman-teman kita, dengan kata lain keberadaan 
kita ini dipengaruhi oleh orang2 di sekeliling kita. Contoh nyata dehh: Omelet, 
alias telor dadar/ orak-arik. Dia akan menjadi makanan yang enak banget 
(terutama buat yang laper) kalo terbuat dari telur-telur yang segar dan baik. 
Tapi gw pernah bikin omelet dari 4 telur, dan ternyata waktu gw pecahin telur 
ke 4 dan tercampur dengan 3 yang lain, telur ke 4 itu udah busuk. Wakzzz..., 
Apa temen2 ada yang mau omelet dari 3 telur bagus dan 1 telur busuk..??
Tentu ga akan ada yang mau, because the 4th egg, has made the whole things 
going bad. Yup, si telur busuk tadi udah mempengaruhi/ merusak telur-telur yang 
baik. Dan kabar buruknya adalah : Omelet itu ga bisa jadi telur lagi.

Ilustrasi di atas, ga jauh beda dengan relationship yang kita alami dengan 
teman-teman kita, termasuk juga dalam pernikahan. Relationship hanya bisa 
seindah dengan siapa kita menjalin hubungan itu. Kalo dalam pernikahan sudah 
diaduk menjadi satu, dan jika baru ketahuan kalau telur yang satu busuk dan 
mengalahkan telur yang baik... owww... that's terrible. 

Now, kita lihat pada ayat dibawah ini, ayat yang mengawali tentang relationship 
antar manusia.
Kejadian 2 : 18 TUHAN berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri 
saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." 
King James Version : And the LORD God said, It is not good that the man should 
be alone; I will make him an help meet for him. 
Jika manusia seorang diri/ Alone : Tuhan katakan itu "Tidak Baik". Seorang diri 
= alone /sendirian, bukan single. Manusia yang Alone artinya : sendiri saja, 
eksklusif, terisolasi, menyendiri, tersendiri, tidak ada teman. Ini adalah 
kondisi yang tidak baik. 

Mengapa TIDAK BAIK jika manusia seorang diri saja ?? Here's the reason :
1. Karena KASIH. Sifat dasar dari kasih adalah MEMBERI, to give. God is Love, 
jadi supaya Tuhan bisa mengasihi maka Tuhan menciptakan manusia agar Tuhan bisa 
mencurahkan kasihNya. 
2. Karena untuk memperoleh keturunan, maka harus berpasangan dengan lawan 
jenisnya.
3. Karena talenta dan kemampuan kita dapat dikembangan sendirian saja. Tetapi 
untuk mengembangkan Karakter, diperlukan orang lain! Betul khan?
You see guys? It's not good for a man to be alone (sendiri, eksklusif, 
menyendiri, tidak berteman)

But it's good to be SINGLE !
SINGLE artinya: tunggal, whole, utuh, complete, terpisah, unik (English 
Dictionary), whole, unique, undivided. Tuhan tidak bilang : It's not good to be 
single, tapi yang Dia bilang : It's not good to be alone. Adam = adalah pribadi 
yang Single, artinya complete, utuh, sempurna. Dikatakan "Tuhan melihat segala 
yang dijadikanNya itu sungguh amat baik". Ini berarti Adam adalalah pribadi 
yang utuh, single, complete, and nothing wrong with Adam as his person. Tidak 
pernah dikatakan bahwa Adam sibuk mencari pasangan untuk mengisi kekosongan 
jiwanya. Tidak !! 
Yang tercatat adalah : Adam mengusahakan dan memelihara Taman Eden, sendirian 
'bo ! Termasuk kerjaan yang mahaberat, yaitu memberi nama segala mahkluk hidup 
yang ada di bumi. Begitu sibuknya dia, sampai Adam enggak sadar kalo dia perlu 
teman. Tuhanlah yang bilang, bahwa "It's not good for a man to be alone". Adam 
sibuk, concern dgn pekerjaannya sehingga dia tidak merasa membutuhkan teman. 
Inisiatif berpasangan, justru datangnya dari Tuhan. Perhatiin deh, pada saat 
Adam setia menjalankan panggilannya, maka Tuhan kasih bonus yaitu Pasangan 
Hidup. Nah, temen2 dah pada setia belom nihh? Hehe... Ayo kita setia, maka yang 
terbaik pasti Tuhan sediakan buat kita. 

Waktu Tuhan menciptakan Hawa, wanita diciptakan BUKAN untuk membuat Adam 
menjadi complete. Why? Krn Adam sudah complete sejak sebelum dia ketemu wanita. 
Tujuan penciptaan wanita, sebagai penolong bagi Adam. The Lord said, "I'm going 
to make him a helper". 
Ilustrasi nya gini : Untuk mengangkat meja sendirian, bisa dilakukan. Tetapi 
dengan adanya penolong, maka akan membuat segala sesuatu menjadi lebih mudah, 
right?. 
Sekalipun saat itu Adam masih sendirian (alone), tetapi dia tidak merasa 
kesepian. Temen2 perlu ingat bahwa alone, belum tentu kesepian / lonely. Adam 
memang tidak kesepian krn ada Tuhan di situ, tetapi jelas bahwa Tuhan bilang 
"it's not good for a man to be alone".

'SINGLE'NESS
Guys, Kapan kita tahu bahwa kita siap untuk menerima pasangan?
Yaitu pada saat kita merasa tidak membutuhkan pasangan, karena disitulah kita 
merasa Complete. Adam telah membuktikannya. Hawa datang bukan pada saat dia 
sedang sibuk sana-sini mencari pasangan. Tuhan memberikan pasangan, justru pada 
saat Adam ada dalam kondisi terbaik, saat sedang complete, utuh, single dan 
menikmati panggilannya.

Singleness, adalah suatu tahapan yang harus dicapai oleh setiap orang yang akan 
menikah.
Hanya orang yang SINGLE, utuh - complete - matang - unik - secure - aman, hanya 
Single person yang siap masuk ke dalam arena pernikahan. Sebab pernikahan 
seharusnya terjadi antara two single persons, antara laki-laki yang utuh dan 
wanita yang utuh. Tetapi seringkali faktanya, pernikahan terjadi antara dua 
orang yang saling tidak utuh, yang saling mencari keutuhan dari diri 
pasangannya masing-masing. Ilustrasinya gini : Ada dua gelas berisi air yang 
tidak penuh, diibaratkan sebagai seorang individu. Pada masa pra nikah, 
seringkali seseorang berkata "ohh..., kekasih saya adalah orang yang bisa 
memenuhi hidup saya" atau "bersama dengan kekasih saya, hidup saya menjadi utuh 
/ complete". Faktanya adalah : setelah yang gelas yang satu mengisi gelas yang 
lain, apa yang terjadi? Maka salah satu dari gelas itu akan menjadi kosong!

Temen2, pernikahan tidak akan menjadi baik kalau ternyata kita mendapatkan 
orang yang tidak single / tidak complete / tidak utuh. Perbuatan yang salah, 
jika kita mencari seseorang yang bisa mengisi kekosongan dalam hati kita. 
Bahkan, beberapa diantara kita mungkin udah mulai mencari-cari orang lain yang 
bisa mengisi kekosongan dirinya, sejak dari kecil...!! SMP mungkin? 

Matius 22 :39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah 
sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. 

Yesus berkata, supaya kita bisa mengasihi sesama kita, baik itu pasangan kita, 
isteri/suami kita, maka kita harus bisa mengasihi diri sendiri. Tidak bisa 
mengasihi dirimu sendiri = tentu tidak bisa mengasihi sesamamu manusia. Perlu 
dicatat bahwa mengasihi diri sendiri: bukan berarti selfish, self center, atau 
egois, melainkan menjadi utuh, complete, dan Single!!

Lantas bagaimana caranya mengasihi dirimu sendiri :
1. Mengenal diri kita sendiri. Do you know who you are ? Do you know why you 
are in God? Do you know why you are here? Do you know your identity?
Yesus adalah pribadi yang mengetahui siapa diriNya, sehingga Dia bisa mengasihi 
orang lain. (Yoh 14:6, 10:9, 10:11, 6:35, 8:12, 11:25)
2. Menerima diri kita, apa adanya artinya kita memiliki gambar diri yang telah 
dipulihkan dalam Kristus.

Pernikahan yang tidak baik ialah dua individu yang tidak bisa mengasihi diri 
sendiri, tidak mengenal dirinya sendiri, tidak bisa menerima dirinya sendiri, 
tetapi berusaha untuk saling mengasihi. Lihat contohnya di Sinetron.

Beberapa relationship pra nikah atau malah pernikahan, sebetulnya 
"mengosongkan" diri kita, atau "dries you up", atau membuat kondisi kita 
menjadi kering, yaitu pada saat pasangan kita berusaha memenuhi kekosongan 
dirinya. Jika pasangan kita sedikit-sedikit telpon kita dan bilang, "Knapa sih 
elo gak telp gue?", atau sedikit-sedikit "Knapa sih elo ga perhatiin gue?", 
atau "Kenapa sih elo enggak seperti yang lain?" Sesungguhnya, kalau kita Single 
(complete, utuh, whole), maka kita tidak segitu butuhnya diperhatiin, karena 
kita bisa mengasihi diri sendiri dan siap mengasihi orang lain. Yesus adalah 
pribadi yang tahu persis siapa dirinya, apa tujuan hidupnya, dan kenapa Dia ada 
di muka bumi ini. (Yohanes 8:14) 

IT'S MORE IMPORTANT TO BE SINGLE
Ternyata jika ditelaah lebih jauh, lebih penting untuk menjadi Single lebih 
dahulu ketimbang menikah. Adalah lebih aman untuk tidak menikah lebih dahulu, 
daripada menikah tapi kita belum menjadi single. Hal yang paling berbahaya 
dalam pernikahan adalah orang yang tidak Single/utuh, menikah dengan orang yang 
tidak Single/utuh. Itulah penyebab perceraian dan memudarnya kebahagiaan dalam 
pernikahan.

Ilustrasi : Masih mending kalau gelas tadi berisi 50% : 50%. Yang lebih parah, 
jika yang satu dalam kondisi yang dibawah 50%. Jika individu yang satu tidak 
bisa memenuhi yang lain, maka pasangannya akan mencari orang lain, yang 
dianggap bisa memenuhi kekosongan dirinya dan terjadilah perselingkuhan yang 
berujung pada perzinahan. Lihatlah pada realita yang ada, orang yang tidak 
utuh/complete/ single menikah dengan yang tidak utuh, maka tinggal menunggu 
waktu saja dan dalam hitungan jari, tahun2 pernikahan mereka akan segera 
berakhir.

It's more important to you to be SINGLE first, then get married. Kalaupun 
sekarang kita belum get married, yang terpenting kita menjadi SINGLE, maka 
dengan demikian kita tetap bersukacita. Sebab, orang yang tidak SINGLE, tidak 
utuh, tidak dapat menguasai dirinya (Amsal 25:28). Bagaimana mungkin orang yang 
kosong/ tidak utuh akan dapat mengendalikan dirinya? Dia hanya bisa 
mengendalikan sebagian dari dirinya, tidak sepenuhnya. Tentu saja, hanya orang 
yang Single, yang complete/ penuh/ utuh, akan dapat mengendalikan hidupnya.

READ THIS :
Orang yang tidak utuh/ complete, tidak dapat memberikan apa-apa untuk 
pasangannya karena memang tujuan awal dia mencari pasangan adalah selfish, 
hanya untuk mengisi kekosongan dirinya sendiri. Pasangan seperti ini hanya akan 
banyak menuntut, banyak minta diperhatiin dsb. Dia akan mengganggu konsentrasi 
hidup kita, pekerjaan, karier, bisnis dll. This person will dries you up.

IT'S A WRONG MYTH
Mitos yang keliru ialah : Menikah adalah kunci menuju kebahagiaan, seakan belum 
lengkap kalau belum menikah. Ini menyebabkan kebanyakan orang sejak muda 
berpikir untuk mencari seseorang, untuk mengisi kekosongan dirinya. It's 
completely wrong, guys. Why ?? Karena kekosongan hidup kita hanya bisa diisi 
oleh Tuhan. Makanya Tuhan Yesus bilang, "Seek ye first the Kingdom of God ", 
Mat 6:33. Tuhanlah yang seharusnya menjadi pusat, sumber dan inspirasi untuk 
mengisi kekosongan hati kita. Kita semua tahu, bahwa kita tidak perlu menikah 
untuk menjadi complete. Pernikahan tidak selalu menambah urapan dalam diri 
kita, tidak selalu akan menjadikan kita sebagai berkat bagi orang lain. That's 
not the point of a marriage. Kepenuhan panggilan kita hanya bisa didapat di 
dalam Tuhan, yaitu pada saat kita tahu siapa diri kita, kita bisa menerima diri 
kita sendiri, kita tahu kenapa kita ada disini, dan kita memahami apa tujuan 
hidup kita. 

Kunci menerima kebahagiaan yang sebenarnya adalah : Apabila kita menjadi 
single/ utuh/ complete, mengenali siapa kita di dalam Tuhan dan mengetahui 
tujuan hidup kita, baik dalam keadaan menikah atau tidak menikah. Ada 
orang-orang yang masih sendirian, belum berpasangan/ menikah, tetapi dia tidak 
pernah merasa kesepian karena dia Single, utuh/ complete dalam panggilannya. 
Tidak dipungkiri, bisa saja sewaktu-waktu ada keinginan memiliki pasangan, 
tetapi keinginan itu tidak pernah membuat dia menjadi goyah dan tetap maksimal 
dalam panggilannya.

SEKALI LAGI : HANYA BISA DIISI OLEH YESUS
Banyak orang yang sendirian tapi dia belum utuh/kosong/ sepi, hidupnya 
banyakdiisi dengan usaha2 utk memenuhi kekosongan dirinya dan menjadi orang 
yang sibuk sana-sini mencari tulang rusuknya. Cobain sana , cobain sini, lirik 
sana-sini, jadian sana-sini, putus sana-sini, parah deh pokoknya. Jika dia 
menikah, bisa jadi dia malah akan merusak pasangannya jika pasangannya adalah 
orang yang Single. Ingat ilustrasi omelet. Telur yang busuk akan merusak telur 
yang baik. Nahh, jika pasangannya tidak Single/utuh, wahh... akan lebih parah 
lagi. Mereka akan saling mengeringkan, saling menuntut, saling menyakiti dan 
tidak dewasa, dan akan berakibat pada ketidak-bahagiaan dan perceraian. Guys, 
sekali lagi pahamilah, bahwa rasa kesepian dan tidak utuh, TIDAK BISA DIISI 
OLEH PASANGAN KITA, melainkan hanya oleh Tuhan Yesus.

Justru pernikahan yang sempurna, hanya bisa dilakukan oleh dua orang Single, 
yaitu mereka yang telah utuh dan complete. Mereka berdua tidak akan saling 
mengeringkan, tapi saling memberi pujian, saling mendukung, saling menunjang 
dan tidak saling menuntut. These two Single persons akan menghasilkan sesuatu 
yang baik, kekuatan yang baru, berkat bagi sekeliling, dll. Tidak heran jika 
setelah pernikahan, maka baik sang pria maupun sang wanita, akan menjadi 
individu yang semakin berkualitas, yang mengalami kepenuhan panggilannya di 
dalam Kristus. 
Berbahagialah kita jika menikah dengan pribadi yang Single, pribadi yang utuh/ 
complete, punya kedewasaan dan panggilan dalam Kristus.

Remember :
Hubungan kita hanya sebaik dengan siapa saja yang terlibat dalam hubungan itu. 
To be single should be the goal of every person.
Dan entah kita menikah atau tidak, sudah menikah atau belum...., STAY SINGLE !!

God bless you.
Joel Dwisatrio
===============================================
From: AIDA yohana [EMAIL PROTECTED]
 
Pernikahan di mata Kristus

PENCARIAN OLEH JIWA
(Kejadian 2:18-15)

Pernikahan adalah kreasi dari sorga. 
Pernikahan bukan produk dari peradaban manusia. Pernikahan juga bukan rekayasa 
atau dorongan lahiriah. Alkitab mencatat bahwa Tuhan memulai debut sejarah 
manusia lewat peristiwa pernikahan paling spektakuler di Taman Eden .
Perjanjian Baru juga mengisahkan pelayanan Yesus di awali dari pernikahan penuh
mukzijat di Kana. Kita belajar dari Alkitab bahwa kelak saat Yesus kembali 
menjemput mempelainya yaitu gereja, akan ada pesta pernikahan paling dahsyat.
Jadi jelaslah bagi kita bahwa pernikahan itu merupakan hal yang rohani dan 
kudus. Pernikahan bukan sesuatu yang menakutkan jikalau kita mengikuti alur 
yang telah dikreasi oleh Sang Penciptanya.

Ada banyak alasan mengapa orang menikah dengan dasar yang tidak sesuai dengan 
firman Tuhan. Berikut kita mempelajarinya secara singkat:

Kompromi Iman.
Ada banyak orang yang merasa bahwa menikah dengan orang yang tak seiman itu 
bukan masalah besar. Mereka berpendapat bahwa ada banyak yang menikah dengan 
lain iman tetapi kelihatan baik-baik saja.

Ada juga yang beralasan bahwa menikah dengan lain iman dapat menarik 
pasangannya kelak setelah menikah menjadi teman satu iman. Ini semua salah. 
Alkitab jelas menulis: "Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang 
dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara 
kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan 
gelap?" (2 Korintus 6:14). Ketika seseorang mengikatkan diri dalam pernikahan 
dengan seseorang, maka seterang apapun cahayanya akan segera meredup ditelan 
kegelapan pasangannya yang tidak seiman. 

Dorongan Kebutuhan Seksual. 
Memang Alkitab menulis: "Tetapi kalau mereka tidak dapat menguasai diri, 
baiklah mereka kawin. Sebab lebih baik kawin dari pada hangus karena hawa 
nafsu." (1 Korintus 7:9) Namun ayat ini konteksnya bersifat situasional. Anda 
jangan pernah menikah hanya karena ingin memuaskan hawa nafsu libido. Jikalau 
seseorang menikah hnaya untuk memuaskan hasrat libido, maka seseorang tidak 
akan pernah puas. Karena libido tidak akan pernah puas. Inilah yang menjadi 
cikal bakal perselingkuhan dan perjinahan dalam keluarga karena orientasi 
melulu adalah sex. 

Menghindari Masalah.
Ada demikian banyak masalah di dalam hidup ini tetapi jangan pernah berharap 
dengan menikah maka masalah akan selesai. Ketika anda melangkah memasuki 
pernikahan justru segudang masalah akan segera menghadang. Bagi pernikahan yang 
tidak dalam jalur yang benar, maka pernikahan itu adalah gudang dari masalah.
Ingatlah, pernikahan dapat menjadi seindah surga jika anda menikah dengan orang
pilihan Tuhan, tetapi ingat juga bahwa pernikahan anda akan menjadi seperti 
neraka jika anda menikah dengan orang yang tidak tepat. Pernikahan dapat 
menjadi tempat perteduhan dan kelegaaan, tetapi sekaligus juga dapat menjadi 
sarang masalah yang menjerat. Jadi yang benar adalah, Tuhanlah tempat kita 
temukan jalan keluar dari masalah (Ibrani 4:16). 

Demi Status.
Ini yang sering kali mendorong orang menikah. Mereka berharap dengan menikah 
akan memperbaiki status mereka. Apalagi di dunia timur, perempuan akan dicemooh 
jika belum menikah pada umur 30an ke atas. Saudara, pernikahan memang sepintas 
mengangkat status tetapi sejatinya pernikahan tidak akan bermanfaat lebih baik 
jika pernikahan itu sendiri tidak sesuai kehendakNya. 

Demi Harta.
Yang paling sering di kejar orang di dunia mungkin adalah harta.
Tapi jangan jadikan harta sebagai alasan anda menikah. Perhatikanlah bahwa demi
mencari harta orang jatuh ke dalam dosa. Paulus menulis: "Karena akar segala 
kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah 
menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka." (1 
Timotius 6:10). Ingatlah baik-baik bahwa hanya berkat Tuhanlah yang menjadikan 
kaya (Amsal 10:22). Jika anda menikahi seseorang karena melihat harta, maka 
anda akan segera memasuki lingkungan yang penuh dengan rupa-rupa kejahatan. 
Bagi anda yang kaya, hati-hatilah jika seseorang mau menikah dengan anda oleh 
karena kekayaaan anda.

Dasar-Dasar Pernikahan Kristiani

1. Inisiatif dari Sorga. 
Kita membaca: "TUHAN berfirman:
"Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong 
baginya, yang sepadan dengan dia." (2:18). Perhatikanlah bunyi ayat ini. Tuhan 
yang memikirkannya. Jelas sekali bahwa pernikahan merupakan pemikiran agung dan 
kudus dari Tuhan. Pernikahan yang sejati juga harus melibatkan Tuhan. Jikalau 
anda menikah tanpa pernah bertanya atau minimal mendapatkan konfirmasi dari 
saudara seiman, maka anda sedang menggeser inisiator agung pernikahan. Ingatlah 
baik, anda sedang memasuki sebuah pernikahan yang bermasalah.

2. Sepadan. 
Konteks kata sepadan dalam perikop yang kita pelajari ini adalah harkat dan 
derajat individu: "Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada 
burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri 
ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia."
(20) Kontesnya jelas, Adam tidak menemukan individu yang sederajat dengan dia
di antara semua binatang ciptaan Tuhan di Taman Eden . Nah, arti sepadan yang 
sejati tidak berkaitan dengan status, harta, atau strata seseorang. Tetapi 
sepadan itu berarti sesama jenis spesies. Atau dengan kata lain sesama manusia 
yang lain jenis yang sederajat. Perhatikan, pernikahan pertama tidak pernah 
terhubung atau terkait dengan strata manusia.

3. Jodoh di Tangan Tuhan. 
Mungkin inilah kata-kata klasik yang paling sering kita dengan. Namun tahukan 
anda bahwa statement ini adalah alkitabiah?
"Lalu TUHAN membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN  
mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. 
Dan dari rusuk yang diambil TUHAN dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang 
perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu."
(21-22) Adam tertidur dan Tuhan yang mengatur segala sesuatu mengenai jodohnya.
Tangan Tuhan yang membentuk rusuknya menjadi seorang hawa. Memang ada orang 
yang menikah oleh kemauan sendiri karena manusia memiliki hak bebas (free will) 
tetapi orang yang beriman tentu akan memilih taat kepada jodoh yang disediakan 
Tuhan. 

Arti dari tidur nyenyak tidak berarti seseorang vacum. 
Tidur nyenyak berarti tubuh diam dan membiarkan jiwa yang mencari. Kebanyakan 
kita menikah karena mata kita menyukai seseorang dan hampir pasti itu semua 
berhubungan dengan hal yang bersifat fisik atau material yang kelihatan. Salomo 
dalam pernikahan paling spektakuler sepanjang sejarah dalam hal jumlah (700 
istri dan 300 selir) mengalami kehampaan jiwa dalam pernikahannya. Ia menulis: 
"Lihatlah, ini yang kudapati, kata Pengkhotbah: Sementara menyatukan yang satu 
dengan yang lain untuk mendapat kesimpulan, yang masih kucari tetapi tidak 
kudapati, kudapati seorang laki-laki di antara seribu, tetapi tidak kudapati 
seorang perempuan di antara mereka." (Pengkhotbah 7:"27-28) 
Kita membaca dalam KJV, "Which yet my soul seeketh, but I find not." (apa yang 
di cari oleh jiwaku, tidak kutemukan). Jadi pernikahan dan jodoh yang sejati 
adalah
pernikahan seseorang yang telah ditemukan oleh jiwa bukan oleh mata jasmaniah.

Kita sering lupa dan membiarkan mata jiwa kita buta dan hanya memakai mata di 
kepala kita untuk memilih?

4. Pengakuan. 
Adam berkata: "Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku 
dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari 
laki-laki."(23) Sebuah pernikahan harus melalui tahap pengakuan dari hati dan 
keluar dari mulut. Jangan pernah menikah dengan seseorang yang tidak pernah 
mengatakan cinta pada anda. Lantas, jika seseorang yang begitu ngotot untuk 
mendengarkan seseorang mengatakan cinta, itu adalah tindakan yang tepat. Sama 
seperti hari ini, kita akan mendengarkan janji nikah yang di ucapkan oleh kedua 
mempelai. Ini semua menggenapkan apa yang Tuhan kehendaki. Kiranya Tuhan 
memberkati pernikahan yang kudus ini.

||||||||||||||| INTISARI khotbah Pdt. Joshua M. Sinaga, S.Th dalam Ibadah
Sakrament Pernikahan Kudus Hati Nurani Ministries Chapter Induk Semper, Sabtu, 
16 Juni 2007

Kirim email ke