From: <[EMAIL PROTECTED]>

Tante itu baik, soalnya aku di kasi  ICE CREAM !

Amsal 20:6  Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, 
siapakah
             menemukannya?

Sepulang jalan-jalan dengan tantenya, dengan penuh semangat Tania bercerita
kepada mamanya,"Ma, tante Iin itu baik banget ! Tania dibelikan ice cream rasa 
VANILA, coklat dan mainan". Tania juga bercerita kepada teman-temanya kalau 
tante Iin begitu baik padanya.

Tapi suatu hari, dengan bibir cemberut dan menahan tangis Tania mengadu kepada 
Mamanya,"Tante Iin nakal ! tidak sayang sama Tania, soalnya Tante tidak belikan 
Ice Cream untuk Tania, katanya nanti dibelikan kalau Tania sudah tidak batuk 
lagi", air mata Tania pun mulai menetes dipipinya.

Sahabat,
Tania begitu bangga pada tantenya, dan berpikir kalau tantenya orang paling 
baik didunia karena selalu dibelikan apa yang dia mau :). Tante Iin tidak 
pernah menolak setiap kali Tani meminta sesuatu, tapi hanya karena satu kali 
saja tidak dibelikan Ice Cream, Tania langsung berpikir kalau tente Iin JAHAT !

Bukan hanya anak kecil saja yang berprilaku seperti itu, para orang dewasa pun 
acapkali melakukan hal yang sama, "menilai orang lain baik jika orang tersebut 
memberikan apa yang kita inginkan".

Sering kali Wawan bercerita kepada teman-temannya kalau Rudi adalah teman yang 
baik, soalnya . . . Rudi tidak pernah menolak setiap kali Wawan pinjam uang 
padanya ! dan yang lebih menyenangkan lagi bagi Wawan, Rudi tidak pernah 
menangih uang yang dipinjamkannya, sekalipun hutang yang kemarin belum dibayar 
masih saja Rudi masih memberikan pinjaman padanya.

Suatu kali, Wawan mulai menjelek-jelekkan Rudi karena tidak mau memberikan
pinjaman padanya. Rudi puni menyebar kata-kata negatip tentang 
Rudi,"mentang-mentang punya banyak duit, PELIT ! ! padahal harta ngak akan 
dibawa mati".

Sebenarnya Rudi mulai bosan dengan prilaku Wawan yang tidak bertanggung jawab 
dalam mengatur keuangan; dengan diberikan pinjaman beberapa kali Wawan jadi 
keenakan. Sebenarnya, dengan tidak memberikan pinjaman, merupakan wujud dari 
kasih Rudi pada Wawan; Rudi ingin sahabatnya berubah dan belajar untuk lebih 
bertanggung jawab.

Wawan yang sudah berusia tiga puluh tahun ternyata tidak jauh beda dengan Tania 
yang masih berusia empat tahun !! Orang lain akan dinilai baik jika orang 
tersebut menguntungkan baginya.

Murid-murid dan pengikut Yesus pun begitu, saat melihat Yesus memberi makan 
5000 orang mereka kagum dan percaya !, padahal telah banyak Mujijat yang telah 
Yesus perlihatkan kepada Murid-murid dan pengikut, pada awalnya mereka SUKA 
CITA tapi setelah itu baik murid maupun pengikut Yesus kembali ragu dan DEGIL.
[Markus 6:52 sebab sesudah peristiwa roti itu mereka belum juga mengerti, dan 
hati mereka tetap degil.
Matius 28:17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang 
ragu-ragu.]

Bagaimana dengan anda dan saya ?

Begitu cepatnya kita mengatakan seseorang JAHAT, ketika apa yang kita harapkan 
tidak kita peroleh dari orang tersebut ?
Begitu cepatnya kita menghakimi orang lain saat kita melihat orang tersebut 
berbuat  kesalahan dan melupakan kebaikan-kebaikan yang telah kita terima 
selama ini!
Begitu cepatnya kita ngambek pada Tuhan Yesus, dan melupakan penyertaannya
selama ini dalam hidup kita pribadi lepas pribadi.
==========================================
From: <[EMAIL PROTECTED]>

BERSIH DIDALAM dan BERSIH DILUAR

Matius 23:26 Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam 
cawan itu,
                    maka sebelah luarnya juga akan bersih.

Jendela kaca yang ada ada di kantorku sengaja dipasang rangkap dua, gunanya 
untuk mengurangi kebisingan yang berasal dari workshop.

Diawal pemasangan kaca, sempat terbersit dalam pikiranku, bahwa kaca bagian
dalam yaitu antara kaca yang satu dengan kaca yang lain tidak perlu 
dibersihkan, sebab kedua kaca tersebut telah terpasang secara permanen, jadi 
tidak mungkin debu bisa menembus kedua kaca tersebut, jangankan debu. .  semut 
saja tidak bisa masuk.

Tapi ternyata dugaanku salah, selang beberapa bulan, tidak hanya debu yang 
tampak  pada kaca bagian dalam jendela, juga  terlihat beberapa lumut dan 
jaring laba-laba.

Sahabat,
Hidup kita ibaratkan kaca yang saya ceritakan diatas ! Secara kasat mata kita 
tidak dapat melihat ada satu titik atau celah bagi angin untuk membawa debu 
diantara kedua kaca yang dipasang secara permanent dan terlihat rapat.

Acap kali kita pun tidak menyadari ada satu titik yang kita berikan bagi si 
iblis, untuk mengotori "kehidupan" kita, lewat apa yang  bisa kita lihat; bisa 
kita rasakan dan apa yang kita dengar sepanjang hari.

Mungkin anda dan saya tidak pernah absen pergi ke gereja pada hari Minggu atau 
dihari-hari tertentu, tapi hal itu tidak menjamin bahwa tidak ada satu atau dua 
titik  dalam hidup kita yang bisa dimasukin oleh pikiran-pikiran yang tidak 
benar.

Mungkin anda dan saya rajin membaca Firman Tuhan disetiap waktu-waktu kosong 
kita; rajin mendengarkan lagu rohani, tapi itupun tidak menjadi jaminan bahwa 
semua titik telah tertutup dengan rapat.

Kira pikir, kita sudah cukup baik menjalankan Firman Tuhan; kita terbuai dengan 
kehidupan kita yang stabil, sehingga kita tidak punya waktu untuk memperhatikan 
titik-titik yang akhirnya menjadi celah bagi iblis untuk menjatuhkan kita.

Mari kita sama-sama belajar untuk memperhatikan setiap "ke bocoran" yang ada 
didalam hidup kita. Jangan anggap enteng bahwa itu hanya sebuah titik belaka, 
sebab iblis tidak pernah tidur, iblis sabar menanti dan tekun mencari 
titik-titik dalam hidup kita, yang akan menjadi PELUANG bagi iblis dan teamnya 
untuk mengotori hidup anda dan saya !

Matius 23:27
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu 
orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang 
sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh 
tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran.
=================================================
From: <[EMAIL PROTECTED]>

Tidak perlu jatuh dulu, baru tau rasanya sakit kan ?

Matius 25:2   Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana.

"Mama  . . . air  mati"! 
Setiap pagi, teriakan "air mati" pasti terdengar dari tetangga yang letaknya 
dua rumah dari tempat kosku. Perumahan tempat aku tinggal memang letaknya 
diatas perumahan yang lainnya, karena itulah lokasi tempat saya tinggal 
dinamakan "Bukit Batu Bara".

Yang membuatku tak habis pikir, kenapa si  "mama"  tidak belajar dari 
kejadian-kejadian sebelumnya. Kalau saja sejak subuh air sudah di tampung di 
wadah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan seisi rumah, sudah pasti tidak akan 
ada teriakan anak-anak yang kebingungan karena kehabisan air, belum lagi 
teriakan mereka  terdengar sampai satu kampung ! Kalau saja si Mama siap siaga 
menampung air sejak malam atau subuh, pastilah anak-anak bisa mandi tanpa 
teriak-teriak dan si mama pun bisa tenang mengerjakan pekerjaan yang lain.

Sahabat,
Yesus memberikan perumpamaan hal Kerajaan Sorga, seumpama sepuluh orang
gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.
Diantara kesepuluh itu terdapat lima gadis bodoh dan lima gadis bijaksana.
Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak,
sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak
dalam buli-buli mereka.

Tapi ternyata si mempelai pria datang terlambat, maka kesepuluh gadis inipun 
ketiduran dan saat sang mempelai datang, kelima gadis yang bodoh telah 
kehabisan minyak.

Yang menjadi perenungan, bagaimana kehidupan kita saat ini ? Apakah kita 
termasuk anggota club 5 gadis bodoh atau 5 gadis bijaksana ?

Mungkin selama ini kita terlalu santai menikmati hari-hari kita dan tidak mau 
belajar dari kesilapan-kesilapan yang baru SATU DETIK berlalu dari hadapan kita.

Kita tidak perlu harus terlebih dahulu MENGALAMI masalah, baru mengerti apa 
yang Tuhan kehendaki, tapi dengan Intimacy denganNya, kita akan tau rencanaNya, 
sekalipun SULIT BAGI anda dan saya untuk MEMAHAMI jalanNYA Tuhan.

                           BERJAGA-JAGALAH ! ! !

Bacaan : Matius 25:1 - 13
===============================================
From: <[EMAIL PROTECTED]>

                               PENGHIANAT !

Lukas 22:48  Maka kata Yesus kepadanya: "Hai Yudas, engkau menyerahkan Anak 
Manusia dengan ciuman?"

Janji-janji manis dari bibir sang Arjuna membuat Nana kehilangan akal sehat! 
Sang Arjuna berjanji akan menikahinya dalam waktu dekat,  jika Nana menyerahkan 
kesuciannya, sebagai bukti tanda cinta Nana  kepada sang kekasih.

Mengingat usia sudah diatas kepala dua puluh lima, Nana mulai khawatir jadi 
"pertua"
 [perawan tua], apalagi akhir-akhir ini kedua orang tua Nana acap kali 
mempertanyakan kapan dia akan menikah.
Kedua hal ini membuat Nana tertekan, begitu ada hembusan angin segar yang 
menjanjikan suatu "pernikahan", tanpa berpikir panjang Nana memberikan sesuatu 
yang tidak boleh dia berikan sebelum ada ikatan pernikahan.

Nana yang malang, ternyata janji sang Arjuna hanya dibibir belaka, sekian lama 
menanti janji "pernikahan" tapi nyatanya hanya sebuah janji yang tak pasti dan 
yang lebih menyakitkan lagi, setelah Nana memberikan kegadisannya, sang Arjuna 
meninggalkannya begitu saja !

"PENGHIANATAN", ini lah yang dirasakan oleh Nana ! Pengorbanan untuk sebuah 
cinta yang dibayar begitu mahal ternyata sia-sia belaka dan begitu KONYOL.

Sahabat,
Tuhan Yesus pun pernah diHIANATI oleh murid yang Dia kasihi ! Sang Juru Selamat 
; Sang Guru yang telah sekian lama bersama-sama menyampaikan kabar baik, HANYA  
di jual seharga 30 UANG PERAK, dan tanda yang diberikan Yudas bagi Yesus sebuah 
CIUMAN. [Matius 26:15  Ia berkata: "Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, 
supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?" Mereka membayar tiga puluh uang perak 
kepadanya.]

Mungkin anda pernah diHIANATI oleh seseorang begitu dekat dengan anda, atau
saat ini penghianatan tengah mampir dalam kehidupan anda ? Mari kita belajar 
mengampuni ; memaafkan dan melupakan, seperti yang Yesus perbuat kepada Yudas 
dan kepada orang-orang yang menghianatiNya.

Tapi jika saat ini andalah yang tengah berperan sebagai Yudas ? silahkan 
cepat-cepat  bertobat :)

Matius 26:48  Orang yang menyerahkan Dia telah memberitahukan tanda ini kepada 
mereka:   "Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia."

Kirim email ke