From: <[EMAIL PROTECTED]>

CINTA tidak mengenal POLIGAMI

Lukas 16:13
Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia
  akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada 
yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada 
Tuhan dan kepada Mamon."

Beberapa tahun yang lalu, begitu bodohnya aku "mengijinkan" seseorang mencuri 
hatiku, sejak awal aku mengenalnya, hingga akhirnya aku berani mengambil  
keputusan untuk berpisah dengannya, yang aku tau dan rasakan dia mempunyai hati 
dan sikap yang baik, kalau tidak sudah pasti aku tidak ijinkan hatiku dicuri 
olenya.

Kalau saja aku mengetahui bahwa dia telah mempunyai hubungan selama sembilan 
tahun dengan orang lain sebelum aku jatuh hati padanya, sudah PASTI aku tidak 
akan  memberikan ijin hatiku di curi.

Mau dibilang apa lagi, orang muda bilang, ketika cinta bersemi  "tahi gigi jadi 
rasa coklat" ! itulah yang aku alami :).

Tidah harus menungggu satu atau dua tahun, dalam waktu  satu bulan saja, aku 
mulai melihat ada ketidak adilan diantara kami, si "pencuri cinta" lebih 
"takut" dan "lebih berpihak" kepada  wanita yang lebih dulu dia kenal, dan 
sebagai pihak ke tiga aku  sangat menyadari bahwa aku tengah berjalan di sisi 
yang salah.

Sahabat,
Kalau kita merenungkan Firman Tuhan yang terdapat pada  Lukas 16:10 - 13,
Tuhan Yesus menekankan perihal KEJUJURAN dan KESETIAAN pada perkara yang
kecil. Kesetiaan tidak di uji lewat perkara besar yang mampu kita selesaikan, 
TAPI justru lewat PERKARA KECIL, bagaimana mungkin kita setia pada perkara 
besar kalau untuk perkara kecil saja tidak setia.

Di ayat ini juga, dengan sangat tegas Yesus berkata, mustahil kesetian terjaga 
dengan baik jika ada dua orang yang kita anggap menjadi tuan dalam hidup kita, 
karena sudah pasti akan ada pihak yang di sukai dan yang kita benci.

Sangat mustahil, kita mampu mengikuti atau menyembah dua Tuhan ? atau biar
tidak repot dibuat Roster, hari senin sampai Rabu kita mengikut Tuhan A dan 
haris  Kamis hingga hari Minggu kita mengikut Tuhan Yesus . . . .:).

CINTA dan KESETIAAN, tidak mengenal POLIGAMI ! Dalam mengikut Tuhan, harus
ada kepastikan, "sekali mengikut Tuhan Yesus, akan selalu mengikut Tuhan Yesus".

Kata poligami atau menduakan, bukan karena anda menyembah dewa hujan atau
dewa matahari atau murtad ! Tapi  dengan mempunyai hobbi yang berlebihanpun, 
membuat anda lebih cinta dan berpihak kepada hobbi anda, maka anda sudah bisa 
dikatakan berpoligami ; hati anda sudah terbagi-bagi, dan hal ini tentu saja 
mendukakan Tuhan Yesus. Waktunya pergi kegereja, tapi anda lebih memilih 
"memancing" atau "mengikuti  turnament golf", dengan suatu pembenaran, "kalau 
Ibadah hari Minggu pasti ada setiap minggunya, tapi kalau memancing atau main 
golf, belum tentu ada  tiga bulan sekali !".

      Mari anda dan saya yakinkan, bahwa  saat ini  kita tidak sedang
             "berpoligami" dalam pengiringan akan Tuhan Yesus, 
===================================================
From: <[EMAIL PROTECTED]>

BINGUNG KETIKA HARUS MEMILIH

Kisah 1:24 Mereka semua berdoa dan berkata: "Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal 
hati semua orang, tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang 
ini,

Beberapa bulan yang lalu, Nina datang kepadaku katanya, "jangankan untuk
mendapatkan soul mate, untuk mendapatkan pacar saja, susahnya minta ampun!". 
Tetapi dua hari yang lalu, kembali Nina berkisah padaku tapi dengan pertanyaan 
yang sangat kontras,"aku lagi bingung harus pilih yang mana, sekarang ini ada 
tiga pria  yang memberikan perhatikan khusus kepadaku", tanya Nina dengan raut 
wajah penuh kebingungan.

Tomi orangnya baik,perhatian dan yang paling penting dia bukan tipe laki-laki 
yang pelit, tapi Tomi bukanlah laki-laki yang masuk kriteriaku, dia TIDAK 
GANTENG; kalau Bernard, secara phisik  tidak malu-maluin dibawa ke pesta 
kawinan tapi aku BELUM MENGENAL SIFATnya dibanding  yang lainnya, dan yang 
terakhir Melky, secara phisik biasa-biasa saja, baik, penyabar tapi aku ngak 
kuat menghadapi sifanya yang  SUPER  PENDIAM dan PEMALU.

Pengaruh bingung memilih, Nina  jadi tulalit :) dan bawaannya gampang emosi  
dan stress. Dari pagi hingga sore, hanphonenya tidak pernah berhenti berdering 
.. . . . kriiiiiiiiiiiiiiinggggggggggg ........   ada SMS yang masuk, tidak 
sampai satu menit kembali berbunyi, kriiiiiiiiiiiiingggggggggggggggg,  ada 
telephone masuk.

Nina BINGUNG  ! "takut salah pilih",  katanya.

Sahabat,
Begitu Yesus naik ke Surga, maka kembalilah para rasul itu ke Yerusalem, 
setelah itu mereka berkumpul dan berkekun dengan sehati dalam doa bersama-sama.

Para Rasul mengusulkan untuk mencari pengganti Yudas yang telah menghianati 
Yesus dan mati bunuh diri, ada dua orang yang diusulkan yaitu Yusuf yang 
disebut Barsabas dan juga yang bernama Yustus dan Matias.

Satu hal yang patut kita teladani dari para rasul ini, saat diperhadapkan untuk 
mengambil keputusan, supaya tidak salah pilih, mereka mengambil langkah  DOA, 
meminta Hikmat dari pada Roh Kudus dan setelah berdoa mereka mendapatkan 
konfirmasi  bahwa yang  menjadi pengganti Yudas Iskariot adalah Matias.

Tak jarang kita diperhadapkan pada situasi yang meminta kita untuk memilih, dan 
yang lebih gawat pilihan kita semuanya baik dan layak untuk dipilih, TAPI yang 
menjadi pokok persoalan, apakah yang kita pilih itu merupakan KEHENDAK TUHAN 
YESUS ?

 Kita berhak membuat rencana dalam hidup kita; kita berhak untuk memilih, 
TETAPI hanya YESUS-lah yang paling mengerti dan yang paling tau, pilihan yang 
TERBAIK untuk anda dan saya, jadi  TIDAK ADA ALASAN UNTUK BINGUNG ! 

=================================================
From: <[EMAIL PROTECTED]>
KESEIMBANGAN dalam KASIH ANUGRAH

 2 Korintus 8:13 - 14
      [13]Sebab kamu dibebani bukanlah supaya orang-orang lain mendapat 
keringanan, tetapi supaya ada keseimbangan. [14] Maka hendaklah sekarang ini 
kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian 
mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan.

"Aneh ya, kenapa justru orang yang terjepit masalah keuangan, yang terserang 
penyakit yang aneh-aneh", dengan  kesal temanku mengomentari acara yang 
ditayangkan di televisi.

Di televisi tampak seorang pria setengah baya terkena penyakit kulit, beberapa 
bagian tubuhnya mulai wajah, jari-jari tangan dan kaki terkena penyakit kulit 
yang serius, sehingga bagian-bagian tertentu pada tubuh bapak tersebut terlihat 
seperti akar pohon saja.

Dan ada bayi yang baru berusia sembilan hari, dibelakang kepalanya terdapat 
daging tumbuh yang beratnya jika ditimbang lebih berat dari tubuh si bayi .. . 
sungguh menyedihkan.

Tidak hanya sampai disitu, di beberapa stasion televisi ditayangkan adanya 
penyakit yang aneh-aneh dan tidak mungkin untuk mendapatkan perawatan khusus 
dari team medis, karena  bagaimana mungkin orang tua mereka membawa ke dokter, 
untuk makan saja mereka  harus mengencangkan ikat pinggang atau kalau perlu 
puasa karena tidak ada uang membeli makanan.

Sahabat,
Rasul Paulus menceritakan bagaimana kondisi jemaat-jemaat yang di Makedonia, 
sekalipun mereka mengalami banyak penderitaan dan "SANGAT MISKIN" namun mereka 
"kaya dalam kemurahan". Mereka memberi dari "keterbatasan yang mereka punya, 
bahkan yang lebih luar biasa, mereka membantu "melampaui" kemampuan mereka. [2 
Korintus 8:2 Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita 
mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam 
kemurahan.]

Betapa "berat" tangan kita memberi kepada orang yang lemah, dan betapa "keras" 
hati kita tersentuh melihat kesesakan orang lain ; atau kita memang tersentuh, 
tapi hanya sebatas di "bibir" saja."oh . .. kasihan sekali", hanya itu yang 
keluar dari bibir kita.  Tapi begitu royalnya kita mentraktir orang yang masih 
mampu makan enak, membeli baju yang bagus, atau bahkan kita suka cita 
mentraktir orang yang jauh lebih mapan dari kita.

Sahabat,
Lewat Firman Tuhan ini, mari kita buka tangan dan buka hati, bagi orang yang 
membutuhkan uluran tangan kita ; bagi orang yang mungkin tidak bisa membalas 
kebaikan kita lewat materi.

Saat tangan kita memberi, BUKAN berarti kita LEBIH BAIK dan MULAI dari orang 
yang kita tolong, tapi ini bukti dari sebuat KESEBIMBANGAN dan KASIH ANUGRAH.

Beberapa waktu yang lalu, saya mengalami sakit yang cukup serius, dan selama 
saya sakit BUKAN teman dekat saya, BUKAN teman sepelayanan saya baik dikantor 
maupun digereja, BUKAN teman kerja saya yang memperdulikan kesehatan saya, TAPI 
justru orang yang selama ini  biasa-biasa saja hubungannya dengan saya !dan 
disinilah LETAK sebuah KESEIMBANGAN.

Ketika kita sakit; dalam kesesakan, kita tidak membutuhkan "TEORI semangkok 
CINTA KASIH", yang kita butuhkan adalah kehadiran, perhatian tanda kasih dari 
orang yang ada disekitar kita, dan itu saya temukan dari orang yang bukan 
menjadi sahabat !

  Mari, buka mata dan buka hati dan  mulai membentuk  RANTAI KESEIMBANGAN
dalam KASIH ANUGRAH

Kirim email ke