From: "e-JEMMi" <[EMAIL PROTECTED]>

Edisi 10-50#2007 -- Kelahiran Yesus Kristus

GOD LOVE HIS CHILDREN NOT FOR WHO THEY ARE, BUT BECAUSE OF WHO HE IS
______________________________________________________________________
EDITORIAL

   Salam sejahtera dalam kasih Kristus.

   Tujuan utama Kristus lahir di dunia adalah memberikan keselamatan
   bagi orang yang percaya sehingga hidup sesuai dengan rencana-Nya.
   Ketika kita menjadi "orang-orang yang diselamatkan", namun tidak menyerahkan 
diri 
   untuk hidup mengikut rencana-Nya, apa arti keselamatan yang kita peroleh?

   Natal melambangkan sikap rendah hati dan kerelaan Kristus untuk mau
   taat melaksanakan rencana yang Tuhan Bapa berikan kepada-Nya. Ia
   lahir sebagai manusia dan hidup dalam kesederhanaan. Sudahkah kita
   memiliki sikap rendah hati dan rela dibentuk Tuhan untuk hidup mengikuti 
teladan-
   Nya sehingga kita dapat menjalani hidup sesuai dengan rencana-Nya?

   Selamat menyambut Natal.

   Staf Redaksi e-JEMMi,
   Novita Yuniarti
______________________________________________________________________
RENUNGAN NATAL

                        KELAHIRAN YANG SEDERHANA
                        ========================
                Oleh: Novita Yuniarti dan Yulia Oeniyati

   Natal dimulai ketika Kristus menjadi miskin karena kita. Kemiskinan
   Kristus terlihat jelas dari segala hal yang Ia dapatkan ketika
   memasuki sejarah hidup manusia (2Korintus 8:9a). Kelahiran-Nya ke
   dunia sungguh sangat sederhana.

   Yesus lahir bukan di Yerusalem, melainkan di kota kecil Betlehem;
   bukan di istana, melainkan di kandang yang hina dan berbau; bukan di
   singgasana, melainkan di palungan tempat makan binatang; bukan
   sebagai raja dengan kekuasaan dan jubah kebesaran, melainkan sebagai
   bayi yang tak berdaya dan terbungkus di kain lampin yang papa;
   bukan lahir dari gadis idaman yang penuh tuntutan, melainkan seorang
   gadis yang taat dan sederhana.

   Jika Kristus datang ke dunia dengan segala kesederhanaan, tidakkah
   kita seharusnya meneladani hikmah yang ditunjukkan-Nya?
   Kesederhanaan pasti sesuatu yang ingin diajarkan-Nya kepada kita,
   para pengikut-Nya. Bukannya tidak bisa Yesus lahir di dunia dengan
   segala kemewahan, tetapi Ia memilih untuk tidak menggunakannya.
   Gaya hidup untuk tidak menggantungkan diri pada hal-hal materi
   merupakan suatu pilihan. Kristus memilih untuk tidak membiarkan
   diri-Nya dibuai oleh kefanaan dunia. Manusia rohani yang hidup di
   dunia yang selalu memburu kenikmatan yang fana seharusnya berani
   mengambil tindakan yang sama seperti Kristus, yaitu memilih untuk
   hidup di dalam kesederhanaan.

   Dunia mendefinisikan Natal sebagai perayaan pesta pora dan
   hadiah-hadiah bermateri. Tapi ingatlah bahwa Kristus lahir di dunia
   untuk menyelamatkan manusia dari kehidupan yang fana. Karena itu,
   peringatilah Natal sebagai hari di mana kita beroleh kebebasan
   untuk meninggalkan kenikmatan yang fana dan memilih kesederhanaan
   yang telah ditunjukkan Kristus melalui kelahiran-Nya.
______________________________________________________________________
ARTIKEL MISI - EKSPOSISI AYAT

                        KELAHIRAN YESUS KRISTUS
                        =======================
                           (Matius 1:18-25)*

(18) Adapun kelahiran Yesus Kristus demikian halnya: Tatkala Maryam,
yaitu ibunya, bertunangan dengan Yusuf, sebelum keduanya bersetubuh,
maka nyatalah Maryam itu hamil daripada Rohulkudus.

   Menurut tradisi orang Yahudi, pertunangan dipandang hampir sama
   dengan perkawinan meskipun orang yang masih bertunangan belum
   hidup bersama-sama sebagai suami-istri. Maria, yaitu ibu dari
   Yesus Kristus, bertunangan dengan Yusuf. Pada masa mereka
   bertunangan, mereka belum berhubungan tubuh sebagai kebiasaan orang
   yang menikah. Meskipun demikian, nyatalah bahwa Maria hamil. Di sini
   dijelaskan bahwa anak itu adalah dari Roh Kudus asalnya. Akan tetapi
   pada waktu itu, Yusuf belum mengetahui rahasia itu. Keadaan Maria
   dipandangnya sebagai zinah.

(19) Maka Yusuf, suaminya itu, oleh sebab ia seorang yang lurus hati,
dan tiada hendak memberi malu kepadanya dengan nyata, bermaksudlah ia
akan menceraikan dia dengan senyap.

   Dapat dikatakan bahwa Yusuf beranggapan Maria bersalah, akan tetapi
   ia tidak ingin mempermalukannya terang-terangan. Yusuf dikenal
   sebagai seorang laki-laki yang lurus hatinya dan adil. Kata
   "keadilan" adalah kata yang penting dalam kitab-kitab nabi dan
   Mazmur. Dalam Injil Matius, kita sering menemui kata itu dalam
   nas-nas penting (5:6; 20,21, dst.; 6:1,33). Dalam keadilan, terhisap
   sifat kemurahan hati terhadap sesama manusia. Karena Yusuf adalah
   orang yang lurus hatinya, ia tidak mau bertindak terhadap Maria
   dengan tidak adil sebab ia tidak mengetahui pokok sebab kehamilan
   Maria. Karena rasa hatinya yang halus, ia tidak bertanya kepada
   Maria tentang keadaannya itu. Akan tetapi, melihat segala sesuatu
   yang dialaminya, ia tidak dapat menikahi Maria. Itulah sebabnya, ia
   bermaksud meninggalkan Maria dengan diam-diam.

(20) Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan
nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud,
janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak
yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus."

   Sebelum Yusuf dapat melaksanakan keputusannya, ia mendapat mimpi
   bahwa seorang malaikat Tuhan mencegah maksud Yusuf itu.

   Malaikat-malaikat muncul pada permulaan dan akhir sejarah hidup
   Yesus; pada waktu kelahiran (Matius 2:12,13,19 dan Lukas 1 dan
   2), pada waktu Yesus dicobai oleh Iblis, dan pada masa kesengsaraan
   dan kebangkitan Tuhan Yesus (Markus 1:13; Lukas 22:43; Markus 16:5; dst.).

   Tentang Yesus sendiri, tidak diberitakan bahwa Ia mengalami mimpi
   yang demikian; tidak diberitahukan juga bahwa Yesus mendapat
   pernyataan Tuhan dengan perantaraan malaikat sebab Yesus memunyai
   hubungan langsung dengan Bapa-Nya.

   Yusuf tidak dipanggil malaikat itu dengan namanya saja, tetapi
   sebagai "anak Daud". Ia dinasihati supaya ia jangan khawatir
   mengambil Maria menjadi istrinya karena yang diperanakkan dalam
   kandungannya itu adalah dari Roh Kudus. Dengan demikian, ia sekarang
   mengetahui apa yang sudah diketahui Maria, bahwa Tuhan telah
   melakukan mukjizat yang istimewa kepadanya. Ia akan menjadi ibu,
   tetapi tidak ada laki-laki yang menjadi bapa anak itu. Dalam nas
   ini juga tidak dikatakan bahwa Roh Kudus menjadi ganti bapa-Nya.

   Yusuf sekarang sudah tahu, bahwa yang diperanakkan dalam Maria
   berasal dari Roh Kudus. Akan tetapi, kita harus ingat bahwa tidak
   dikatakan bahwa anak itu diperanakkan oleh Roh Kudus. Roh Kudus
   bukannya suatu kodrat alam, melainkan Ia pembawa kuasa ilahi yang
   menjadikan dan yang dapat masuk ke dalam batin manusia untuk
   melakukan pekerjaan-Nya di situ. Inilah pokok utama satu-satunya
   yang disebutkan berhubungan dengan kelahiran Tuhan Yesus.

(21) "Maka ia akan beranakkan seorang anak laki-laki, dan hendaklah
engkau menamakan Dia Yesus, karena Ialah yang akan melepaskan kaumnya
daripada segala dosanya."

   Malaikat memberitakan Yesus sebagai isi berita dari seluruh
   Perjanjian Baru. Yesus akan "melepaskan kaumnya dari pada segala
   dosanya". Sebutan itu terdapat dalam Mazmur 130:8. Pengampunan dosa
   ialah kata dalam Perjanjian Lama dan Baru yang merangkum segenap
   janji Tuhan. Pengampunan dosa itu lebih luas artinya daripada
   penghapusan beberapa perbuatan yang salah. Bo1eh dikatakan arti yang
   sesungguhnya ialah bahwa perpisahan antara Tuhan dan manusia sudah
   dihapuskan. Kata "melepaskan" pada ayat itu juga dapat diterjemahkan
   sebagai menyelamatkan. Yesus adalah menjadi Juru Selamat. Yesus
   dalam bahasa Ibrani ialah "Jehoschua" atau "Jeschua" yang
   diterjemahkan dalam bahasa Yunani menjadi "Yesus". Tentu para
   pembaca Injil Matius mengetahui bahwa nama "Yesus" itu ada
   hubungannya dengan penyelamatan dan pelepasan, sebab kata itu tidak
   diterangkan lebih jauh oleh Matius. Bahwa Yesus mendatangkan
   keselamatan, pertolongan, dan kelepasan, dikatakan juga dalam
   nas-nas lain lagi (Lukas 19:10; Kisah Para Rasul 4:12). Istilah
   "Juru Selamat" itu terdapat dalam silsilah kelahiran Yesus menurut
   Injil Lukas juga (Lukas 2:11).

   Israel tidak disebut "kaumnya" karena Yesus menjadi besar di antara
   kaum itu atau karena Ia terhisap pada kaum itu oleh kelahirannya
   (Roma 9:5), tetapi karena kaum itu terhisap kepada-Nya. Kaum itu
   milik-Nya sebab dipilih oleh Tuhan sebagai sasaran wahyu-Nya.

   Kata "kaum" tidak memunyai makna politik di sini. Orang Yahudi
   mengeluh karena ada di bawah pemerintahan orang Romawi pada waktu
   itu sehingga mereka menanti-nantikan kedatangan Mesias yang menurut
   anggapan akan melepaskan mereka dari penjajahan orang Romawi. Akan
   tetapi, Yesus Kristus hendak melepaskan kaum-Nya dari dosa. Tidak
   ada penjajahan yang lebih kejam daripada dosa yang tidak terampuni.
   Yesus Kristus datang untuk menyelamatkan kaum-Nya dari dosa. Yesus
   Kristus menang atas dosa sebab Ia menjadi "Anak Domba Tuhan" yang
   dikorbankan di kayu salib karena dosa umat manusia di dunia ini.

(22) Maka sekaliannya itu berlaku, supaya sampailah barang yang
difirmankan oleh Tuhan dengan lidah nabi, bunyinya: (23)
"Sesungguhnya anak dara itu akan mengandung dan beranakkan seorang
anak laki-laki, dan disebut orang namanya: Immanuel", yang
diterjemahkan artinya, Tuhan beserta kita.

   Mulut malaikat menyatakan firman Tuhan, yaitu nama Mesias: "Yesus"
   itu, dan seperti gema menjawab suara roh di dalam Alkitab:
   "Immanuel". Nama Immanuel ialah tafsiran dari kelahiran Yesus.
   "Tuhan beserta kita" ialah terjemahan kalimat itu. Di dalam Yesus
   Kristus telah datang Tuhan kepada kita untuk menjadi Penolong kita.

   Bahwa Yesus menjadi penggenap perjanjian yang dijanjikan Tuhan dalam
   Perjanjian Lama, Ialah keyakinan di dalam seluruh Perjanjian Baru
   (2Korintus 1:10). Kata nubuatan dalam Perjanjian Lama yang
   berhubungan dengan Yesus Kristus. Semua penulis Injil menggunakan
   "bukti Alkitab", terutama Matius. "Supaya sampailah yang difirmankan
   oleh Tuhan dengan lidah nabi" atau terjemahan tepatnya, "Supaya
   dipenuhi yang difirmankan Tuhan dengan perantaraan nabi", itulah
   perkataan yang ditemui berulang-ulang (2:15; 4:14; 21:4; 26:56).
   Yesus sendiri mempergunakan "bukti Alkitab" itu, terutama ketika Ia
   memberitakan keharusan sengsara-Nya (Matius 16-21; Lukas 24:27,44).

   Matius mempergunakan bukti Alkitab sebab para pembaca Injilnya ialah
   orang Kristen yang berbangsa Yahudi.

   Nabi itu berkata-kata tentang seorang anak (Yesaya 7:14) yang harus
   dinamai "Immanuel" atas pesan Tuhan. Arti nama itu penting sekali
   sebab di dalam Yesus, Tuhan sendiri beserta kita. Penting dalam
   hubungan itu bahwa nabi berkata-kata tentang seorang anak dara.
   Menurut perjanjian itu, Mesias akan datang di dunia sebagai anak
   seorang anak dara. Kata nabi itu menjadi tanda yang sah untuk
   Yusuf sehingga ia tidak khawatir lagi, bahwa perkataan malaikat itu benar.

   Dalam nas Ibrani dari nabi, tidak ditulis kata "anak dara", tetapi
   suatu kata yang berarti "wanita muda/anak perempuan yang dewasa.
   Jadi, tidak tentu apakah wanita muda itu sudah kawin atau tidak.
   Meskipun ia sudah kawin, ia belum beranak. Agaknya Yesaya tidak
   bermaksud mengatakan ia seorang anak dara yang belum dijamah
   laki-laki. Akan tetapi dalam terjemahan Yunani, Septuaginta, dipakai
   "anak dara" dalam teksnya. Agaknya Matius memakai terjemahan
   Septuaginta dengan maksud untuk membuktikan bahwa Yesus dilahirkan
   oleh anak dara yang belum dijamah laki-laki karena kelahiran Yesus
   adalah peristiwa yang luar biasa; suatu mukjizat yang Tuhan kerjakan
   hanya sekali saja dalam sejarah manusia.

   Mukjizat kelahiran Yesus itu lebih jelas lagi diberitakan oleh Lukas sebab 
Lukas 
   menulis Injilnya untuk orang Kristen yang dulunya beragama kafir.

(24) Maka bangunlah Yusuf daripada tidurnya, diperbuatnyalah
sebagaimana pesan malaikat Tuhan kepadanya, lalu diterimanya Maryam
isterinya. Maka tiadalah Yusuf bersetubuh dengan Maryam sehingga
Maryam melahirkan seorang anak laki-laki, lalu diberinya nama kepada-Nya Yesus.

   Yang penting dalam ayat ini adalah bahwa Yusuf, setelah ia bangun
   dari tidurnya, berbuat sebagaimana pesan malaikat Tuhan. Ia
   mengambil Maria dan membawanya ke rumahnya sebagai istrinya. Jadi
   sebelum Yesus dilahirkan, Maria sudah menjadi istri Yusuf (bandingkan Lukas 
2:5).

   "Maka tiadalah Yusuf bersetubuh dengan Maria, hingga Maria
   melahirkan seorang anak laki-laki." Untuk pergaulan orang kawin
   secara kelamin, Alkitab mempergunakan perkataan yang lebih dalam,
   yaitu "mengetahui istrinya". Ditekankan di sini bahwa Yusuf "tidak
   mengetahui Maria", ia tidak melakukan pergaulan orang kawin. Maria
   dilingkupi suasana mukjizat karena ia hamil dari Roh Kudus. Yusuf
   menghormati keadaan itu, maka ia tidak bersetubuh dengan Maria
   sampai ia melahirkan anaknya itu. Mungkin sekali di kemudian hari
   mereka itu beranak sebab kerap kali dikatakan tentang saudara Tuhan
   Yesus (12:46, dst.; 13:55-56). Akan tetapi, beberapa abad sesudah
   Kristus, timbullah anggapan dalam gereja Roma Katolik bahwa Maria
   tetap menjadi anak dara sesudah kelahiran Yesus. Dasar yang kuat dan
   pasti untuk anggapan itu memang tidak dapat ditunjukkan.

   Bahwa Yusuf menamai anak itu "Yesus" tidak hanya untuk menekankan bahwa ia 
taat pada pesan malaikat, melainkan akhirnya dikatakan bahwa Yusuf mengakui 
Yesus sebagai anaknya yang sah. Demikianlah Yesus menjadi "anak Daud".

   [*Catatan: Kutipan Alkitab diambil dari Alkitab versi Terjemahan Lama]

   Diambil dan diedit dari:
   Judul buku   : Injil Matius
   Judul artikel: Kelahiran Yesus 1:18-25
   Penulis      : K. Riedel
   Penerbit     : Badan Penerbit Kristen, Jakarta 1952
   Halaman      : 21 -- 24
_____________________________________________________________________
SUMBER MISI

ON MISSION.COM ==>    http://www.onmission.com
   Ternyata momen Natal pun bisa dipakai untuk mengabarkan Injil.
   Begitulah inti artikel yang ada di salah satu halaman situs On
   Mission.com. Dikatakan di artikel itu bahwa sesungguhnya tidak
   sedikit orang-orang non-Kristen yang tertarik dengan beragam
   dekorasi dan aktivitas yang biasa ada pada waktu Natal. Dan
   ternyata, semua itu dapat digunakan untuk menyebarkan Injil secara
   efektif. Salah satu caranya adalah dengan mengundang teman-teman
   non-Kristen ke gereja untuk beribadah Natal dan kemudian
   mengundangnya ke rumah untuk menikmati kudapan dan segelas kopi.
   Cara lain adalah dengan membagikan kue-kue Natal berbentuk
   malaikat, lonceng, atau pohon Natal yang disertai dengan penjelasan
   akan masing-msing simbol tersebut. Ingin tahu lebih banyak mengenai
   bagaimana trik-trik memanfaatkan momen Natal untuk membawa
   jiwa-jiwa kepada Kristus? Klik saja alamat berikut.   ==> 
http://www.onmission.com/site/c.cnKHIPNuEoG/b.839787/k.6465/The_Christmas_advantage.htm

   Anda masih dapat mencari hal-hal lain yang menarik seputar Natal
   lewat situs ini. Ketikkan saja kata "Christmas" pada kotak pencarian.
______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA

A M E R I K A   S E R I K A T
   Kehidupan kampus dan tugas misi adalah dua dunia yang tergabung
   menjadi sebuah tantangan yang sederhana. Laura dari MNN, seorang
   mahasiswi Grand Valley State University, mengatakan bahwa sebuah
   proyek baru yang menggabungkan antara studi dan menerjemahkan
   Alkitab sangat menarik kawan-kawan sebayanya. "Dua puluh mahasiswa/i
   Kristen Hinds Community College (HCC) di Mississippi menanggapi
   tantangan tersebut dengan menyumbangkan 22 dolar bulan Oktober yang
   lalu. Ini adalah bagian dari proyek WordWinds International yang
   disebut Operation 22. Untuk setiap 22 dolar yang disumbangkan, akan
   ada satu ayat Alkitab yang dapat diterjemahkan. Gary, Direktur
   Baptist Student Union, mengatakan bahwa meski mereka memiliki
   sedikit waktu selama semester itu, mereka tidak ingin buang waktu.
   "Mereka ingin aktif dalam iman mereka, jadi kami memberi kesempatan
   apa pun untuk aktif dalam misi, entah itu pelayanan misi lokal atau
   misi liburan musim semi atau bahkan kesempatan misi jangka pendek
   selama liburan musim panas. Kami ingin menghadirkan sebanyak mungkin
   kesempatan seperti itu kepada mereka. Ini hanyalah salah satu cara
   untuk para mahasiswa/i terlibat dalam misi dan menjadi bagian dari
   apa yang dikerjakan Tuhan di bumi ini," jelasnya.
   Diterjemahkan dari: Mission News, Oktober 2007
   Selengkapnya: http://www.MNNonline.org/article/10508
   Pokok Doa
   ---------
   * Doakan para mahasiswa/i Kristen HCC yang terlibat dalam pelayanan
     Tuhan dengan menyumbangkan uang mereka bagi pekerjaan penerjemahan
     Alkitab. Kiranya Tuhan terus menuntun hidup mereka.
   * Berdoalah untuk setiap kesempatan yang dapat dipergunakan untuk
     mengajak para pemuda/i terlibat dalam pelayanan misi.

G H A N A
   Ada dua orang lulusan Oasis Training Center (OTC) yang dilatih untuk
   menolong pelayanan membawa jiwa bagi Kristus. Dalam merencanakan
   parade Natal tahunan kali ini, mereka ingin menggunakan keterampilan
   berkomunikasi mereka untuk bisa melayani lebih banyak dibandingkan
   tahun-tahun sebelumnya. Perkembangan dari kegiatan ini akan menolong
   secara finansial untuk meluaskan pusat kesehatan yang diharapkan
   dapat berlanjut dengan membawa mereka kepada Kristus. Ambrose dari
   OTC menjelaskan, "Sementara orang melihat kami berhasil melakukan
   hal-hal praktis dan ada hasil-hasil nyata dalam komunitas tersebut,
   kami percaya hati mereka akan terbuka untuk menerima bantuan rohani
   dari Tuhan. Jadi pertama, kami akan melakukan hal-hal yang praktis,
   baru yang kedua kami akan melayani kerohaniannya." Ambrose juga
   memercayakan diri pada Tuhan untuk mengusir kuasa kegelapan supaya
   terang-Nya dapat masuk. "Berdoalah untuk hal ini sehingga kami yakin
   bahwa ketika kami menapakkan kaki di kota Prampram, kami akan
   mengklaim tanah ini bagi Tuhan. Ada banyak wilayah kuasa kegelapan
   yang perlu dipatahkan," tambahnya lagi.
   Diterjemahkan dari: Mission News, November 2007
   Berita selengkapnya: http://www.MNNonline.org/article/10545
   Pokok Doa
   ---------
   * Doakan dua orang pelayan Tuhan yang telah dilatih OTC supaya Tuhan
     memberi kekuatan sehingga semangat mereka dalam melayani Tuhan
     terus menyala-nyala.
   * Berdoalah supaya kekuatan Tuhan dinyatakan dan daerah-daerah yang masih 
    dikuasai kegelapan boleh dihancurkan dan sinar-Nya boleh bercahaya di sana.

______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA

                     KEAMANAN SELAMA PERAYAAN NATAL
                     ==============================

   Semenjak maraknya isu yang beredar seputar terorisme dan peledakan
   bom di beberapa daerah di Indonesia beberapa waktu lalu, aparat
   keamanan berupaya meningkatkan sistem keamanan untuk menghindari
   hal-hal yang tidak diinginkan. Peningkatan kewaspadaan pun perlu
   dilakukan, termasuk saat menjelang hari Natal dan tahun baru. Mari
   kita satukan hati berdoa bersama memohon perlindungan Tuhan, supaya
   Natal tahun ini dapat kita rayakan dengan penuh sukacita, tanpa adanya rasa 
takut.

   Pokok Doa
   ---------
   1. Doakan segenap aparat keamanan yang ditugaskan untuk mengamankan
      perayaan Natal tahun ini, supaya mereka diberi kewaspadaan yang
      ekstra dalam menjalankan tugasnya.

   2. Doakan agar umat Tuhan tahun ini dapat merayakan Natal dengan
      penuh sukacita tanpa ada rasa takut akan adanya ancaman atau
      teror dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

   3. Doakan para pemimpin gereja dan mereka yang berkompeten agar
      memberi kesadaran kepada jemaatnya untuk merayakan Natal dengan
      sederhana dan tidak berlebihan.

   4. Berdoa supaya persiapan Natal lebih banyak dikonsentrasikan pada
      pemberitaan Injil sehingga umat Tuhan mendapatkan makna Natal
      yang sesungguhnya.

   5. Berdoa agar umat Kristen memanfaatkan kesempatan Natal ini untuk
      berbagi kasih dan menjadi pendamai sebagaimana Kristus yang
      datang membawa damai bagi manusia.
_____________________________________________________________________

Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
    (untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: tidak
    untuk tujuan komersiil dan harus mencantumkan SUMBER ASLI bahan
     yang diambil dan nama e-JEMMi sebagai penerbit elektroniknya.
______________________________________________________________________
      Staf Redaksi: Yulia Oeniyati, Dian Pradana, Novita Yuniarti
   Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2007 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
   Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Kontak Redaksi              :                   < jemmi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan          :   < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk berhenti              : < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan:       < owner-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi        :               http://misi.sabda.org/
Arsip e-JEMMi                   : http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA                      :               http://ylsa.sabda.org/
Situs SABDA Katalog             :            http://katalog.sabda.org/
______________________________________________________________________

 

Kirim email ke