From: meky chen 

bahan utk makalah

Coba dilihat disini:
http://www.gotquestions.org/Indonesia/tahu-pasti-surga.html
http://www.gotquestions.org/Indonesia/hidup-sesudah-mati.html
http://www.gotquestions.org/Indonesia/Juruselamat-pribadi.html
http://www.gotquestions.org/Indonesia/Rencana-keselamatan.html

semoga membantu
Selamat membuat makalah.
============================================
From: awam_k 

Data Para Teolog

Dear all,

Kita mungkin pernah mo beli buku teologi tetapi nggak tau posisi teologi 
pengarangnya (apalagi kalo bukunya di bungkus plastik dan di segel). 
Kalo pernah mengalami, silahkan klik:
http://faith.propadeutic.com/authors/authors.html

Anda akan menjumpai para tokoh/pengarang buku dan TEOLOG dari berbagai 
aliran kekristenan, lengkap dengan POSISI TEOLOGI mereka. 

Semoga bermanfaat bagi anda yg gemar membeli dan membaca buku-buku 
rohani/ teologi kristen.

Salam hangat,
Awam
=============================================
From: Denny Teguh Sutandio 

Refleksi Natal : KEMULIAAN & DAMAI SEJAHTERA 
oleh : Pdt. Albert Konaniah, D.Min.
(Rektor Kehormatan ; Dosen Teologi Sistematika & Misiologi di Seminari Alkitab 
Asia Tenggara-SAAT Malang ; Doctor of Ministry lulusan Reformed Theological 
Seminary, USA)

Pada malam ketika Tuhan Yesus dilahirkan, para malaikat dan bala tentara surga 
memuji Tuhan dan berkata, "KEMULIAAN BAGI TUHAN DI TEMPAT YANG MAHA TINGGI DAN 
DAMAI SEJAHTERA DI BUMI DI ANTARA MANUSIA YANG BERKENAN KEPADANYA" (Lukas 
2:14). Betapa sederhananya kedua kalimat pujian tersebut, namun di dalamnya 
terkandung dua pemberitaan penting, yakni: KEMULIAAN dan DAMAI SEJAHTERA. 
Berita ! pertama berkenaan dengan yang berada di tempat yang mahatinggi dan ber 
ita kedua berkenaan dengan yang berada di bumi. Di tempat yang mahatinggi ada 
KEMULIAAN dan di bumi ada DAMAI SEJAHTERA. KEMULIAAN dan DAMAI SEJAHTERA saling 
berkaitan erat, tetapi urutannya terlebih dahulu harus ada KEMULIAAN di tempat 
yang mahatinggi, barulah kemudian ada DAMAI SEJAHTERA di bumi. Jika kita 
terlebih dahulu mengutamakan KEMULIAAN di surga, barulah kita bisa mendapatkan 
DAMAI SEJAHTERA Tuhan di bumi.
 I.            Malaikat Tuhan memproklamasikan, "KEMULIAAN BAGI TUHAN DI TEMPAT 
YANG MAHATINGGI" -- Walaupun Tuhan Yesus dilahirkan di dalam palungan yang 
hina, namun kelahiran tersebut memuliakan Tuhan.
1.            Ia dilahirkan oleh seorang anak dara, hal ini membuktikan 
kesejatian nubuat para nabi Tuhan. 
Kira-kira tujuh ratus tahun sebelum kelahiran Tuhan Yesus, Tuhan bernubuat 
melalui nabi Yesaya, "Seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan 
seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Immanuel" (Yes. 7:14). 
Kelahiran dari seorang anak dara adalah peristiwa yang ajaib di dunia ini. 
Selain dari anak dara Maria yang mengandu! ng dari Roh Kudus dan melahirkan 
Tuhan Yesus, sepanjang sejarah umat manusia tidak pernah terjadi peristiwa yang 
sama ini sebab hal ini adalah peristiwa yang bertentangan dengan hukum alam. 
Jikalau bukan Tuhan sendiri yang memberikan janji itu dan menggenapi-Nya, 
mustahillah peristiwa ini akan terjadi. Tuhan Yesus dilahirkan dari anak dara 
mutlak bukanlah perbuatan manusia, mutlak bukan suatu kisah dongeng karena ada 
fakta sejarah. Dan hal ini merupakan perbuatan kuat kuasa Tuhan yang melampaui 
sejarah dan alam. Dengan demikian, bukankah sudah sepantasnya KEMULIAAN 
diberikan kepada Tuhan di tempat yang mahatinggi?

2.            Kelahiran Tuhan Yesus membuktikan besarnya kasih Tuhan kepada 
umat manusia. 
Ketika nabi Yesaya bernubuat, "Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, 
seorang putera telah diberikan kepada kita; lambang pemerintahan ada di atas 
bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasehat Ajaib, Tuhan yang perkasa, 
Bapa yang kekal, Raja Damai. Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan 
berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaan-Nya, karena Ia 
mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang 
sampai selama-lamanya" (Yes. 9:5-6).

Orang Israel yang merindukan kedatangan Mesias ingin menyaksikan kedatangan-Nya 
di antara mereka karena Dialah yang akan ! mengadakan penyelamatan besar bagi 
mereka. Mereka tidak pernah membayangkan bahwa Mesias ini -- Tuhan Yesus yang 
begitu hina dan papa dilahirkan dalam palungan. Palungan yang kotor bagaimana 
dapat diserasikan dengan Tuhan yang Perkasa, Bapa yang kekal? "Ia yang walaupun 
dalam rupa Tuhan, tidak menganggap kesetaraan dengan Tuhan itu sebagai milik 
yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan 
mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia" (Fil. 2:6-7). 
Kesungguhan kenosis-Nya (pengosongan Diri-Nya) itulah yang menunjukkan hormat 
dan kemuliaan-Nya. Pemazmur berkata, "Aku hendak bersyukur sangat kepada Tuhan 
dengan mulutku, dan aku hendak memuji-muji Dia di tengah-tengah orang banyak. 
Sebab Ia berdiri di sebelah kanan orang miskin untuk menyelamatkannya dari 
orang-orang yang menghukumnya" (Maz. 109:30-31).

II.            Malaikat Tuhan juga memproklamirkan, "DAMAI SEJAHTERA DI BUMI DI 
ANTARA MANUSIA YANG BERKENAN KEPADANYA."
Sebenarnya, kelahiran Tuhan Yesus tidak mengakibatkan DAMAI SEJAHTERA bagi 
bumi; kelahiran-Nya malah mengakibatkan kecemburuan serta ketidaktenangan hati 
raja, sehingga mendatangkan terjadinya pembunuhan kanak-kanak di bawah usia dua 
tahun di seluruh tanah Yudea. Ketika Ia mulai menjalankan pelayanan-Nya di bumi 
ini, tidak ada sambutan yang baik dari manusia, Ia ditolak bahkan timbul pula 
perpecahan di bumi ini karena Dia. Tuhan Yesus sendiri bersabda, "Kamu 
menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku 
kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan. Karena mulai dari sekarang, akan 
ada pertentangan antara lima orang di dalam satu rumah, tiga melawan dua dan 
dua melawan tiga" (Luk. 12:51-53; Mat. 10:34-36). Jika demikian, mengapa 
malaikat berkata "DAMAI SEJAHTERA di bumi bagi manusia yang berkenan 
kepada-Nya"? DAMAI SEJAHTERA macam apakah yang dimaksudkan malaikat Tuhan itu? 

1.          DAMAI SEJAHTERA yang didatangkan karena berdamai dengan Tuhan. 
Jikalau manusia tidak mengenal Tuhan, ia tidak akan memiliki DAMAI SEJAHTERA, 
sebab pemazmur berkata, "Sungguh, kami habis lenyap karena murka-Mu, dan karena 
kehangatan amarah-Mu kami terkejut. Engkau menaruh kesalahan kami dihadapan-Mu, 
dan dosa kami yang tersembunyi dalam cahaya wajah-Mu" (Maz. 90:7-8). Sebab itu, 
jika manusia ingin mendapatkan DAMAI SEJAHTERA, ia harus terlebih dahulu 
berdamai dengan Tuhan, -- yakni Sumber DAMAI SEJAHTERA itu. Namun, oleh karena 
Tuhan adalah kudus dan adil, sedangkan manusia adalah berdosa, bagaimanakah 
orang berdosa dapat mendekatkan diri dengan Tuhan yang kudus? Rasul Paulus 
berkata, "Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai 
sejahtera dengan Tuhan oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus" (Rom. 5:1). 
Karena di atas kayu salib, Tuhan Yesus telah menjadi Korban penebusan dosa bagi 
kita sehingga orang yang percaya kepada-Nya, dosanya diampuni serta 
diperdamaikan dengan Tuhan. Kesukacitaan dan DAMAI SEJAHTERA yang diberikan 
karena pembenaran oleh iman ini tidak lain adalah DAMAI SEJAHTERA yang dibawa 
Tuhan Yesus melalui kelahiran-Nya.

2.            DAMAI SEJAHTERA di dalam Kristus. 
DAMAI SEJAHTERA yang kita peroleh karena berdamai dengan Tuhan ini, juga adalah 
DAMAI SEJAHTERA karena jiwa kita diselamatkan oleh Tuhan, juga merupakan DAMAI 
SEJAHTERA dalam kehidupan kita. Namun, manusia berada di tengah pergolakan 
dunia, di mana perubahan politik dan ekonomi sangat tidak menentu, beban 
kehidupan yang semakin berat, serta! penantian masa depan yang masih merupakan 
tanda tanya bagi kita. Kesemuanya ini mengakibatkan banyak orang Kristen 
kehilangan DAMAI SEJAHTERA dan kesukacitaan dalam hati. Tuhan Yesus bersabda, 
"DAMAI SEJAHTERA-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti 
yang diberikan oleh dunia kepadamu" (Yoh. 14:27). Maka bagaimana pun besarnya 
bahaya dan pergolakan bumi, betapa pun besarnya penderitaan, kesemuanya ini 
tidak mampu mengguncangkan hati kita. Jikalau kita berada dalam Kristus, kita 
memiliki DAMAI SEJAHTERA Tuhan, dan DAMAI SEJAHTERA ini tidak dapat direbut 
oleh dunia ini, bahkan DAMAI SEJAHTERA ini akan membawa kita untuk mengalahkan 
dunia. 

Rasul Paulus berkata, "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, 
tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Tuhan dalam doa dan 
permohonan dengan ucapan syukur. DAMAI SEJAHTERA Tuhan, yang melampaui segala 
akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus" (Fil. 4:6-7). 
Hendaklah orang Kristen belajar bagaimana mendapatkan DAMAI SEJAHTERA dalam 
Kristus. Bukan saja menyerahkan hidup kita ke dalam tangan-Nya, juga belajar 
untuk tidak kuatir, belajar untuk menyerahkan diri seutuhnya kepada Tuhan, 
melalui doa dan ucapan syukur menyatakan segala sesuatu kepada Tuhan; dengan 
yakin bersandar sepenuhnya kepada-Nya. Dengan demikian, hati dan pikiran kita 
akan beroleh perlindungan Tuhan dan DAMAI SEJAHTERA yang sempurna kita miliki. 
Keadaan boleh berubah-ubah, tetapi hati kita tidak akan bimbang dan gelisah 
karena DAMAI SEJAHTERA telah dikaruniakan Tuhan kepada orang yang berkenan 
kepada-Nya.

Dewasa ini, dunia dipenuhi oleh ketidakpercayaan dan kedurhakaan kepada Tuhan, 
hati manusia jauh dari Tuhan, mereka menyembah kepada kesia-siaan, meninggikan 
diri, serta menyangkal keberadaan Tuhan. Apa yang kita saksikan dengan mata, 
dan yang kita dengar melalui telinga; semuanya adalah kisah penipuan, 
kekejaman, kecongkakan, kepalsuan, kebobrokan, dan kejahatan manusia 
semata-mata. Menghadapi semua fakta ini, apa yang sudah dilakukan oleh 
anak-anak Tuhan di dunia ini? Semoga peringatan hari Natal -- hari kelahiran 
Tuhan Yesus -- menggemakan pemberitaan serta puji-pujian yang sama seperti yang 
dinyanyikan para malaikat dan bala tentara surga tersebut, yakni "KEMULIAAN 
BAGI TUHAN DI TEMPAT YANG MAHATINGGI, DAN DAMAI SEJAHTERA DI BUMI DI ANTARA 
MANUSIA YANG BERKENAN KEPADA-NYA."

Diambil dan disunting seperlunya dari :
Judul bulletin           :           Berita SAAT 1998
Judul artikel              :           Kemuliaan dan Damai Sejahtera
Penulis                       :           Pdt. Albert Konaniah
Halaman                  :           1 - 2

Kirim email ke