From: yulia gunawan [EMAIL PROTECTED]
 

Weekly Devotion : The Power Of Thought
 
"Kembalilah ke kota bentengmu, hai orang tahanan yang penuh harapan! Pada hari 
ini juga Aku memberitahukan: Aku akan memberi ganti kepadamu dua kali lipat!" ( 
Zakaria 9:12)

"Return to the stronghold (of security and prosperity), you prisioners of hope; 
even today do I declare that I will restore double your former prosperity to 
you." ( Zechariah 9:12)

Ini janji Tuhan yang sangat luar biasa bagi kita. Tuhan kita adalah Tuhan yang 
baik. Tuhan yang merestorasi. Ia selalu melakukan kebaikan bagi anak-anak-Nya. 
Firman Tuhan membuktikan bahwa Tuhan adalah Tuhan yang suka memulihkan baik 
roh, jiwa dan tubuh. Tuhan memulihkan hidup kita dua kali lipat. 

Mengapa Tuhan suka memulihkan? Ya...secara mutlak kita memiliki Tuhan yang 
baik, yang ingin agar anak-anak-Nya menikmati hidup. Tuhan ingin anak-Nya 
menikmati janji yang telah Dia sediakan. Namun penghalang terbesar yang 
menghambat kita menerima semua berkat-Nya adalah PIKIRAN NEGATIF.

Sangat penting bagi kita mengetahui kuasa dari pikiran. Semua pemikiran kita 
menentukan arah hidup kita. Oleh karena itu penting bagi kita untuk mengatur 
arah pikiran kita. Apabila arah pikiran kita negatif maka hidup kita pun akan 
negatif dan sebaliknya. 

Cara berpikir kita akan menentukan hidup kita sukses atau gagal; menerima janji 
Tuhan atau kehilangan janji-Nya. Bagaimanakah cara berpikir Anda? Hidup kita 
ini seperti magnet yang menarik semua yang kita pikirkan. SUKSES ATAU GAGAL 
DITENTUKAN OLEH BAGAIMANA ANDA MENGENDALIKAN KUASA PIKIRAN ANDA!

Semua yang bersifat negatif mendatangkan ketakutan. Hidup kita terbentuk dari 
kerangka pikiran kita sendiri. Apabila kerangka pikiran Anda negatif maka 
seluruh hidup Anda akan dipenuhi dengan ketakutan. Karena itu jika Anda berikan 
hidup 

Anda pada ketakutan maka ketakutan itu akan menjebak Anda ke arah yang salah. 
Apabila Anda setiap hari memberi makan pikiran dengan hal-hal yang negatif 
sebenarnya Anda sedang mengaktifkan ketakutan bekerja dalam hidup Anda. 
Ketakutan meng-aktifkan setan bekerja dalam kehidupan kita.

Bagaimana mengaktifkan Tuhan bekerja dalam hidup Anda? Iman meng-aktifkan Tuhan 
bekerja. Karena itu kita harus hidup dalam iman setiap hari dan mengharapkan 
hal-hal yang besar terjadi dalam kehidupan kita. Setiap pagi harapkan sesuatu 
yang besar dan baik terjadi. EXPECT SOMETHING GREAT TO HAPPEN EVERY DAY. 

Anda harus mengharapkan sesuatu yang luar biasa terjadi dalam hidup, keluarga, 
bisnis, kerohanian Anda. Miliki sikap iman setiap hari. Miliki sikap yang 
mengharapkan sesuatu yang berbeda dan baik selalu terjadi pada hidup Anda. Anda 
harus memiliki tingkat pengharapan yang tinggi. Mengapa?


Tuhan selalu bekerja dan menjumpai Anda melalui tingkat pengharapan Anda 
kepada-Nya. Naikan LEVEL OF EXPECTATION Anda. (2 Raja-raja 13:14-19). Seberapa 
besar tingkat harapan Anda? setiap hari Anda menentukan bagi hidup Anda sendiri 
untuk menerima sesuatu yang besar dan baik atau sesuatu yang buruk dalam 
kehidupan Anda. Anda menjadi seperti yang Anda harapkan sebab iman memanggil 
sesuatu yang tidak ada seperti sudah ada (Roma 4:17). 

"...Jadilah kepadamu menurut imanmu" (Matius 9:29)

("jadilah sesuai dengan apa yang Anda harapkan" - terjemahan lain)

Latih diri Anda untuk mengharapkan sesuatu yang baik setiap pagi, latih diri 
Anda hidup dalam iman bukan ketakutan. Sebab Tuhan memberikan kita pikiran yang 
membawa ketertiban, disiplin dan dikendalikan oleh firman Tuhan. (2 Timotius 
1:7). 

Anda memiliki kuasa untuk mengendalikan setiap benih pikiran yang datang kepada 
Anda. Anda tidak dapat melarang benih pikiran putus asa, ketakutan datang, 
namun Anda dapat memilih untuk tidak tinggal dalam situasi tersebut. Pilih 
pikiran yang positif! Pilih pikiran yang selaras dengan Tuhan!

Pikiran kita seperti sebidang tanah. Tanah tidak dapat memilih benih yang mau 
ditumbuhkan. Benih apa saja yang ditabur ke tanah akan tumbuh; karena itu 
petanilah yang harus memilih benih. Anda dan saya mempunyai kemampuan untuk 
memilih benih pikiran mana yang akan direnungkan. Pikiran kita tidak dapat 
menyeleksi setiap pemikiran yang datang. Kehendak kitalah yang melakukan proses 
seleksinya. Karena itu, jangan tinggal dalam kubangan pikiran negatif Anda! 
Apabila Anda berpikir buruk setiap saat, demikianlah hidup Anda jadinya. Ini 
membuktikan Anda kalah dalam peperangan di pikiran Anda

Jadi jangan ijinkan pikiran negatif mengontrol. Setiap hari Anda punya 
kesempatan untuk memilih memulai hidup Anda dalam kesuksesan atau kegagalan. 
Berhenti menjadi penjara dari pikiran Anda. Berhenti untuk dikalahkan oleh 
situasi buruk hidup Anda. Latih diri Anda berpikir positif, penuh iman dan 
memiliki tingkat harapan yang besar. Lihat kemenangan di depan Anda. Anda akan 
melihat mujizat!

Dalam Kasih-Nya
Maria Magdalena Ministries
www.mmmindo.org
Copyright 2007
=============================================
(True Story) 57 Sen

From: "Albert August Dewantoro" [EMAIL PROTECTED] ]  
 

Seorang anak gadis kecil sedang berdiri terisak didekat pintu masuk sebuah 
gereja yang tidak terlalu besar, ia baru saja tidak diperkenankan masuk ke 
gereja tersebut karena "sudah terlalu penuh".
Seorang pastur lewat di dekatnya dan menanyakan kenapa si gadis kecil itu 
menangis?
"Saya tidak dapat ke Sekolah Minggu" kata si gadis kecil.
Melihat penampilan gadis kecil itu yang acak-acakan dan tidak terurus, sang 
pastur 
segera mengerti dan bisa menduga sebabnya si gadis kecil tadi tidak disambut 
masuk ke Sekolah Minggu. Segera dituntunnya si gadis kecil itu masuk ke ruangan 
Sekolah Minggu di dalam gereja dan ia mencarikan tempat duduk yang masih kosong 
untuk si gadis kecil. Sang gadis kecil ini begitu mendalam tergugah perasaanya, 
sehingga pada waktu sebelum tidur di malam itu, ia sempat memikirkan anak-anak 
lain yang senasib dengan dirinya yang seolah-olah tidak mempunyai tempat untuk 
memuliakan Jesus.

Dua tahun kemudian, si gadis kecil meninggal di tempat tinggalnya di daerah 
kumuh, 
dan orang tuanya meminta bantuan dari si pastur yang baik hati untuk prosesi 
pemakaman yang sangat sederhana. Saat pemakaman selesai dan ruang tidur si 
gadis dirapihkan, sebuah dompet usang, kumal dan sobek-sobek ditemukan, tampak 
sekali bahwa dompet itu adalah dompet yang mungkin ditemukan oleh si gadis 
kecil dari tempat sampah. Di dalamnya ditemukan uang receh sejumlah 57 sen dan 
secarik kertas bertuliskan tangan, yang jelas kelihatan ditulis oleh seorang 
anak kecil yang isinya :
"Uang ini untuk membantu pembangunan gereja kecil agar gereja tersebut bisa 
diperluas sehingga lebih banyak anak-anak bisa menghadiri ke Sekolah Minggu"

Rupanya selama 2 tahun, sejak ia tidak dapat masuk ke gereja itu, si gadis 
kecil ini 
mengumpulkan dan menabungkan uangnya sampai terkumpul sejumlah 57 sen untuk 
maksud yang sangat mulia. Ketika sang pastur membaca catatan kecil ini, matanya 
sembab dan ia sadar apa yang harus diperbuatnya. Dengan berbekal dompet tua dan 
catatan kecil ini, sang pastur segera memotivasi para pengurus dan jemaat 
gerejanya 
untuk meneruskan maksud mulia si gadis kecil ini untuk memperbesar bangunan 
gereja.

Namun ceritanya tidak berakhir sampai disini. Suatu perusahaan koran yang besar 
mengetahui berita ini dan mempublikasikannya terus menerus. Para anggota jemaat 
pun dengan sukarela memberikan donasi dan melakukan pemberitaan, akhirnya bola 
salju yang dimulai oleh sang gadis kecil ini bergulir dan dalam 5 tahun, 
berhasil 
mengumpulkan dana sebesar 250.000 dollar, suatu jumlah yang fantastik pada saat 
itu 
(pada pergantian abad, jumlah ini dapat membeli emas seberat 1 ton)

Saat ini, jika anda berada di Philadelphia, lihatlah Temple Baptist Church, 
dengan 
kapasitas duduk untuk 3300 orang. Lihat juga Good Samaritan Hospital dan sebuah 
bangunan special untuk Sekolah Minggu yang lengkap dengan beratus ratus 
pengajarnya, semuanya itu untuk memastikan jangan sampai ada satu anakpun 
yang tidak mendapat tempat di Sekolah Minggu. Di dalam salah satu ruangan 
bangunan ini, tampak terlihat foto si gadis kecil, yang dengan tabungannya 
sebesar 
57 sen, namun dikumpulkan berdasarkan rasa cinta kasih sesama yang telah 
membuat 
sejarah. Tampak pula berjajar rapih foto sang pastur yang baik hati yang telah 
mengulurkan tangan kepada si gadis kecil miskin itu, yaitu pastur DR.Russel 
H.Conwell penulis buku "Acres of Diamonds"
==========================================
From: Martani 

AYUB - Dari Tragedi menuju Kemenangan 

YANG MAHA TAHU

Ayub 32- 37
AYAT MAS: "Tahukah engkau tentang melayangnya awan-awan, tentang 
keajaiban-keajaiban dari Yang Mahatahu?" (Ayb 37:16).

POKOK PIKIRAN: Hanya Tuhan Yang Mahatahu. Itulah sebabnya hanya la yang sanggup 
menentukan keadaan kita di hadapan-Nya. Manusia cenderung menilai yang 
kelihatan dan mengecam orang-orang lain karena ada hal-hal yang paling tidak 
mereka senangi dalam diri orang-orang tersebut. Kita perlu menye­rahkan 
penghakiman itu kepada Tuhan.

ELIHU BERUSAHA MEMBERIKAN JAWABAN. 
          Bagi Elihu yang masih muda itu, ketiga sahabat Ayub itu "sudah tua 
sekali" (Ayb 32:6). Kemarahannya semakin menjadi-jadi karena mereka gagal 
mengerti pokok permasalahannya. Ketika mereka sudah putus kamus, ia tampil 
untuk membetulkan mereka. Pertama-tama, Elihu menjelaskan mengapa ia merasa 
perlu mengatakan sesuatu, dari apa yang diharapkannya dengan pembicaraan itu 
(pasal 32). Kemudian ia mencoba untuk menghilangkan ketakutan Ayub (pasal 33) 
serta membenarkan Tuhan (pasal 34-37).
Elihu beranggapan bahwa penderitaan merupakan alat bagi Tuhan untuk 
menghindarkan manusia dari dosa dan kebinasaan. Elihu berpendapat bahwa Ayub 
telah terhindar dari nasib yang paling buruk melalui malapetaka dan penyakit 
yang ditimpakan Tuhan kepadanya. 
Dari satu segi Elihu benar, tetapi dari segi yang lain dia salah. Memang kita 
tahu bahwa Tuhan menguji Ayub, namun tidak disebutkan bahwa penderitaannya itu 
merupakan satu pencegahan. Dan juga tidak disebutkan bahwa yang menyebabkan 
penderitaan Ayub adalah Tuhan. Benar, Elihu lebih dekat kepada kebenaran 
daripada sahabat-sababatnya, tetapi terlepas dari rasa percaya dirinya yang 
kuat itu, ia juga  turut memberi nasihat yang suram (Ayb 38:2).

ELIHU MENJELASKAN KEBUNGKAMANNYA DAN MENGEMUKAKAN FILSAFATNYA (Ayb 32,33).

          Elihu adalah anak Barakheel orang Bus. Orang Bus adalah keturunan 
Nahor saudara Abraham. (Baca Kej 22:20, 21.)
Mengapa Elihu mendengar saja dan tidak berbicara? Apa yang men­dorongnya 
sehingga ia turut berdebat kemudian? Ayb 32:4-15.
          Elihu mengatakan bahwa walaupun ia merasa bahwa Roh Tuhan telah 
mem­berikannya pengertian (Ayb 32:8,18), namun ia akan memberikan pendapatnya 
sendid (Ayb 32:17). Seperti sahabat-sababat Ayub lainnya, Elihu juga 
mencampurbaurkan kebenaran penyataan Ilahi dengan penerapannya secara pribadi 
kepada kasus Ayub yang sangat diragukan kebenarannya. Ayub tidak berkata, "Aku 
bersih, dan kesalahan tidak ada pada diriku" (Ayb 33:9, RSV). Yang ia katakan 
ialah bahwa kehidupannya yang benar itu, setia kepada Tuhan, ternyata tidak 
mencegah Tuhan untuk menimpakan malapetaka kepada dirinya.
          Menurut Elihu, apa dua cara utama yang digunakan Tuhan sebagai alat 
untuk menahan jiwa manusia "dari liang kubur" (Ayb 33:18)? Ayb 33:14-­22.
          Tuhan memperingatkan bahwa kebinasaan akan menjadi akhir hidup kita 
bila kita tetap bercokol pada jalan yang jahat. Tuhan "tidak menghendaki 
seorang pun binasa" (2 Ptr 3:9). Baik Nebukadnezar (Dan 4) maupun Paulus (Kis 
26), keduanya menyambut amaran/peringatan, hukuman, dan undangan Tuhan. 
Keduanya meng­ubah jalan hidup mereka. Elihu benar bahwa penderitaan mungkin 
sebagai disiplin, tetapi ia salah karena berasumsi bahwa itulah yang terjadi 
kepada Ayub.
          Perlunya seorang Pengantara surgawi. Elihu mengerti perlunya seorang 
Penyelamat dan Pengantara (Ayb 33:23-28) Pemahaman akan kebenaran ini telah 
berkembang selama bera­bad-abad Daniel melihat "seorang Seperti Anak Manusia" 
(Dan 7:13, RSV) membela umat manusia pada persidangan pemeriksaan di surga. 
Tetapi barulah setelah kebangkitan Yesus, kebenaran ini berkembang sepenuh­nya. 
(Baca lbr 7:25; 8;1, 2; 1 Yoh 2:1, 2; 1 Tim 2:5.)
      Gambarkanlah pekerjaan Pengantara itu sepanjang sejarah dunla ini dan 
pada persidangan pemeriksaan sebelum dunia ini berakhir. Apa yang dilakukan 
Peng­antara itu bagi Anda?
------------------
Kumpulan PowerPoint Rohani
http://dianweb.org/pps.htm
=============================================
From: raymond dan 

                     Belajar Bijak Dari Nelayan  

Kiriman humor ini dari seorang teman di atas mengajarkan kita beberapa hal ..

Pertama , 
Kita tidak boleh sombong . Firman Tuhan mengatakan bahwa orang yang tinggi hati 
akan direndahkan . Sebaliknya , orang yang rendah hati akan di tinggikan pada 
waktunya .

Kedua ,
Setinggi apa pun pendidikan kita , kita tidak mungkin menguasai semua ilmu , 
apalagi ketrampilan .

Ketiga ,
Kita membutuhkan orang lain , tidak peduli seberapa rendah pendidikan orang itu 
.
                                                                                
                                                                                
              God Bless You . 

Kirim email ke