From: <[EMAIL PROTECTED]>
Dalam Yesus SELALU ada SUKACITA
Mazmur 40-6 Banyaklah yang telah Kaulakukan, ya TUHANku, perbuatan-Mu yang
ajaib dan maksud-Mu untuk kami. Tidak ada yang dapat disejajarkan dengan
Engkau! Aku mau memberitakan dan mengatakannya, tetapi terlalu besar jumlahnya
untuk dihitung
Jauh-jauh hari sebelum bulan desember 2007 berakhir, keluarga besar kami sudah
membuat rencana seputaran kegiatan kami menyambut tahun yang baru.
Hasil kesepakatan kami akan berkumpul di Lembang, tapi kenyataan yang kami
hadapi tidak seperti yang aku dan keluargaku bayangkan.
Pagi hari, tepat pada tanggal 31 desember 2007, salah satu kakakku sakit dan
masuk ke ruang UGD. Semakin mendekati pukul 24:00 wib, pemandangan di sepanjang
jalan protokol sangat ramai, mulai dari pejalan kaki, orang yang mengendarai
roda dua dan roda empat. Tapi aku dan beberapa keluarga masih berada di rumah
sakit, Puji Tuhan jam 22:00 dokter mengijinkan kakakku pulang. Walau tidak
sesuai dengan apa yang kami rencanakan, kami sekeluarga tetap bersuka cita dan
mengucap syukur pada Yesus. Ini merupakan acara buka tahun yang paling
sederhana sepanjang sejarah keluarga kami, tidak ada makanan special seperti
tahun-tahun sebelumnya :).
Diawal tahun 2008, secara mendadak pamanku yang selama ini kelihatan
sehat-sehat saja masuk ICU, bersamaan dengan acara lamaran putri satu-satunya,
dan beberapa hari kemudian beliau kembali ke Rumah Bapa yang KEKAL.
Di lain tempat, menjelang Natal 25 Desember di hari Suka cita bagi umat
Kristiani, salah seorang sahabatku menerima kabar dari dokter yang merawatnya
untuk mengikuti proses Kemoteraphy
Sahabat,
Apakah di akhir tahun 2007 atau di awal 2008 ini ada peristiwa yang membuat
anda menangis ? Kehilangan orang yang dicintai ? mengalami sakit penyakit yang
membuat anda harus terbaring di rumah sakit ? Atau pergumulan di tahun 2007
seakan-akan mengikuti langkah kita, bahkan ditahun yang baru beban yang di
tanggung justru jauh lebih berat ?
Kita berharap ditahun yang baru, semua menjadi jauh lebih baik, yang sakit jadi
sembuh; yang menantikan keturunan mendengar kabar istrinya hamil ; yang belum
menikah berharap mendapatkan pasangan ditahun yang baru, tapi ternyata yang
kita hadapi tidak semanis yang kita harapakan.
Apakah Tuhan itu jahat ?
Tuhan tidak pernah berjanji akan selalu ada "hujan berkat"; Tuhan tidak pernah
berjanji bahwa "dalam perjalanan hidup kita aka selalu di penuhi oleh tawa
dan canda", karena justru lewat "tanah yang kering" dan "tangisan" kita
terbentuk menjadi lebih mengerti kasih Tuhan bagi kita.
Lewat pergumulan dan himpitan hidup, kita menengadahkan wajah kita untuk
memandang Tuhan dan mengerti akan KASIH Kristus dalam hidup kita.
Dalam Yesus ada masa depan, mungkin sulit bagi kita untuk memahaminya tapi
Tuhan tidak akan mampu berdusta atas apa yang telah DIA janjikan pada orang
yang berharap padaNya.
Dalam Yesus SELALU ada SUKACITA
==============================================
From: <[EMAIL PROTECTED]>
TERANG yang MEMBUTAKAN
Pengkhotbah 6:12
Karena siapakah yang mengetahui apa yang baik bagi manusia sepanjang waktu
yang pendek dari hidupnya yang sia-sia, yang ditempuhnya seperti bayangan?
Siapakah yang dapat mengatakan kepada manusia apa yang akan terjadi di bawah
matahari sesudah dia?
Aku kaget begitu keluar dari Mall, ternyata diluar sudah gelap ! sore itu aku
lupa memakai arloji jadi aku tidak meyadari waktu bergulir dengan cepatnya.
Pencahayaan di dalam mall sangat sempurna, mampu mempengaruhi pandangan dan
suasana hati para pengunjung, seakan-akan hari masih siang dan baru sadar
setelah beberapa toko tutup :).
Alkisah, ada tiga orang anak di ditempatkan didalam sebuah rumah yang besar,
pencahayaan didalam rumah itu diatur sedemikian rupa layaknya pusat pertokoan,
TERANG TERUSSSSSSSSSSSSSSSSS . . . . . .
Rumah tersebut terbagi menjadi beberapa ruangan, ruangan yang paling besar
dipenuhi bermacam-macam alat permainan; ruangan yang satunya lagi di atur
seperti perpustakaan, terdapat banyak buku cerita anak yang menarik untuk
dibaca; di ruang lainnya terdapat ruang untuk bermain internet; ada home teater
yang super canggih dan yang terakhir terdapat lemari es yang isinya penuh
makanan yang MAK NYUS !.
Ketiga anak ini sangat gembira, satu persatu mainan yang ada di coba, mereka
bermain tanpa ada rasa lelah. Tiga jam pertama mereka masih asyik bermain
secara bersama-sama, tapi setelah itu mereka mulai mencari permainan yang
mereka sukai, dan tidak berapa kemudian mereka mulai saling berebut, saling
ejek dan berakhir dengan pertengkaran.
Di dalam rumah itu segala sesuatunya terpenuhi, kalau lapar atau haus tinggal
buka lemari es, setelah itu kembali bermain, main internet atau nonton film
apa saja yang mereka sukai. Namun ketiga anak remaja tersebut tidak menyadari
kalau mereka sudah lupa waktu, bermain dari jam 10:00 pagi sampai jam 03:00
subuh. Fasilitas yang ada dirumah itu, dan penerangan yang sedemikian sempurna
MAMPU "mengelabui" dan "mengikat" mata dan hati mereka.
Ketika waktu mendekati pukul 04:00 subuh, salah satu dari mereka berhenti
bermain karena sudah kelelahan dan akhirnya tertidur dengan pulas, melihat
temannya tidur maka kedua anak lainnya pun ikut tidur.
Sahabat,
cerita diatas menjadi gambaran dalam hidup kita orang dewasa. Hari-hari kita
disibukkan oleh kegiatan yang mampu mengikat kaki, tangan, hati dan pikiran
kita. Jam 06:00 pagi sudah berangkat untuk cari rejeki dan baru pulang setelah
pukul 18:00, bahkan ada yang berkutet dengan pekerjaan sampai larut malam.
Tidak sampai disitu saja, waktu yang tersisa dilanjutkan untuk clubing, dugem
dan baru berhenti setelah merasa LELAH !
Setiap hari, aktivitas diatas terjadi berulang-ulang, akan-akan "hari masih
siang", akan-akan kita masih hidup SERIBU TAHUN lagi sehingga punya banyak
waktu untuk berbenah diri.
Mari anda dan saya renungkan, apakah "pencahayaan lampu" yang ada disekitar
kita telah berhasil mengikat kaki, tangan dan hidup kita ? Kita dibutakan oleh
terang yang ditawarkan dunia ! Kita terlalu sibuk dengan diri sendiri dan baru
berhenti saat kita merasakan hati dan pikiran kita lelah, hidup kita seperti
dikejar-kejar oleh waktu.
Kita dibutakan oleh kesenangan yang ditawarkan dunia, kita mampu membeli apa
saja yang kita inginkan, kita berebut untuk mendapatkan yang terbaik
bagaimanapun caranya, kita berlari demikian kencang sampai lupa waktu dan baru
sadar semuanya terlepas dari genggaman kita.
Tuhan Yesus senang dan bahagia melihat kita sukses, Tuhan tertawa bahagia
melihat kita berkelimpahan, Tuhan suka cita melihat kita bahagia dan diberkati,
tapi satu hal Tuhan mau dari kita, yaitu mendengar suara kita memanggilNya dan
berbincang-bincang dengan Nya.
Kira-kira dari 24 jam/sehari, berapa waktu yang anda dan saya berikan buat
Tuhan Yesus ?
Sesuatu yang TAMPAK terang belum tentu baik adanya !
=============================================
From: <[EMAIL PROTECTED]>
KITA PUNYA MASA DEPAN CERAH didalam YESUS KRISTUS.
Amsal 23:18 Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.
Yusuf masih sangat muda, sudah pasti masih punya banyak cita-cita untuk masa
depan, dari segi usia masih punya banyak waktu untuk meraih mimpi-mimpinya,
tetapi ternyata rencana kita tidak selalu sama dengan apa yang harus kita
hadapi, di usianya yang ke 23 kecelakaan bermotor telah merengut semua
mimpi-mimpinya.
Tak seorangpun juga mengetahui akan masa depan, bahkan 1 detik kedepan pun
kita tidak AKAN PERNAH TAU apa yang akan terjadi dalam hidup ini. Secara phisik
Yusuf tampak telah pulih, tapi akibat dari benturan di bagian otak mengakibat
kan Yusuf tidak bisa berbicara dengan baik dan tidak ingat orang-orang
disekitarnya dengan baik. Beberapa teman mengatakan Yusuf hanya mengingat
sebagian kecil tapi tidak mampu untuk mengingat dengan sempurna.
Beberapa hari yang lalu, teman saya yang telah hampir dua tahun belakangan ini
sering sakit berkata,"aku kehilangan semangat hidup, aku merasa tidak
mempunyai masa depan !".
Sambil menahan tangis sahabat saya pun bercerita, akan keraguannya atas masa
depannya. Kecelakaan di masa kanak-kanak telah merusak sesuatu yang berharga
pada seorang wanita,dan hal ini membuat dia takut untuk membina hubungan
serius dengan kaum pria.
Ibuku pun pernah takut atas apa yang pernah aku alami dimasa kanak-kanak, saat
saya berusia 3 tahun "sekujur" tubuh saya terkena siraman makanan untuk babi
yang baru saja diangkat dari kompor. Ibu saya menuturkan, ketika itu sebagai
seorang ibu beliau begitu khawatir akan masa depan putrinya. Dan saya
bersyukur, tangan kuat Tuhan Yesus begitu kuat merangkul saya, sekalipun
peristiwa itu meninggalkan bekas tipis di lengan kiri saya, saya yakini TANDA
itu sebagai pertanda TANGAN TUHAN YESUS MEMELUK SAYA DENGAN ERAT ketika
peristiwa itu terjadi.
Selama kita masih berada di dunia, kita tidak akan bisa lepas dari rasa
khawatir, diantaranya khawatir akan masa depan, takut dengan sesuatu yang
belum kita lihat.
Benarkah masa depan itu ada ?
Sekalipun seseorang mempunyai kedudukan nomer satu di pekerjaannya, hal
itu tidak MENJAMIN bahwa dia mempunyai masa depan yang cerah. Kelabu atau
cerahnya masa depan tergantung dari sudut mana kita memandangnya.
Masa depan yang cerah, bukan dinilai dari "awal" kehidupan atau "pertengahan"
TAPI "akhir" dari perjalanan hidup kita.Amsal 24:20 Karena tidak ada masa
depan bagi penjahat, pelita orang fasik akan padam.
Kita mungkin terlihat sukses dari harta benda yang kita miliki, atau kedudukan
yang kita miliki saat ini, tapi kita tidak bisa menutup mata, diluar sana
banyak orang yang dipenuhi oleh harta benda, tapi TETAP marasa KESEPIAN dan
PUTUS ASA, sementara orang yang hidupnya biasa-biasa saja dipenuhi oleh SUKA
CITA dan DAMAI SEJAHTERA.
MASA DEPAN bukan LOTERE, sesuatu yang bersifat "nasib-nasib'"pan.
MASA DEPAN bukan sesuatu yang bisa DIATUR-ATUR JIKA TUHAN SUDAH BUKA, MAKA
TIDAK SEORANGPUN BISA MENUTUPNYA dan sebaliknya JIKA TUHAN SUDAH TUTUP maka
tak seorangpun bisa membukanya.
Kalaupun ada batu kerikil, ada onak duri . . . bukan berarti kita kehilangan
masa depan yang telah Tuhan rencanakan bagi kita.
Sahabat,
apapun keberadaan anda dan saya saat ini, KITA PUNYA MASA DEPAN CERAH
didalam YESUS KRISTUS.
Segala sesuatu Dia ijinkan, sekalipun SANGAT MENYAKITKAN, tidak berarti
kita kehilangan masa depan.