From: Dede Wijaya 

MENGAPA HARUS YESUS?

Beberapa ayat Kitab Suci yang sangat Eksklusif menyatakan Yesus adalah 
satu-satunya Jalan menuju Bapa (Tuhan) diantaranya yaitu:
Yohanes 14:6 Kata Yesus kepadanya, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak 
ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku [YESUS]."
Kisah Para Rasul 4:12 Tidak ada keselamatan di dalam siapa pun juga selain di 
dalam Dia [YESUS], sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang 
diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."

Demikian 2 ayat dari beberapa ayat yg jelas2 eksklusif dari Kitab Suci yang 
menyatakan bahwa tidak ada keselamatan kecuali hanya lewat Yesus saja. Ayat 
Yohanes 14:6 adalah perkataan/ucapan langsung Yesus sedangkan ayat Kisah Rasul 
4:12 diucapkan oleh Simon Petrus, pemimpin para murid/ rasul Yesus.
Sekiranya 2 ayat ini tidak ada dalam Kitab Suci, maka orang Kristen tidak perlu 
giat menjalankan Amanat Agung Yesus dalam Matius 28:19-20,
28:19 Karena itu, pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah 
mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan 
kepadamu. Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman."
Ini adalah perintah untuk memberitakan Injil kepada seluruh suku bangsa di 
dunia dan menjadikan semua suku bangsa di dunia sebagai murid Yesus. Siapakah 
murid Yesus? Murid artinya pengikut, Kristen artinya pengikut Kristus. Kristus 
(atau Mesias) adalah nama gelar Yesus. Jadi semua murid Yesus pastilah Kristen. 
"Kristen" adalah sebutan dari kaum kafir/penganiaya kepada semua orang yg 
mengikut ajaran Yesus Kristus. Sebutan ini muncul pertama kali di kota 
Antiokhia.

Kisah Para Rasul 11
11:26 Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu selama satu tahun penuh, 
sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama 
kalinya disebut Kristen.

Kisah Para Rasul 26
26:28 Jawab Agripa, "Hampir-hampir saja kauyakinkan aku menjadi orang Kristen!"

I Petrus 4
4:16 Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, 
melainkan hendaklah ia memuliakan Tuhan dalam nama Kristus itu.

Di Kitab Suci ada 3 ayat yg menyebut kata Kristen. Raja Agripa, seorang kafir 
yang tahu benar adat-istiadat dan ajaran agama orang Yahudi, hampir saja 
percaya dan jadi Kristen oleh pemberitaan Injil yang dilakukan Rasul Paulus 
dalam pembelaan dirinya dihadapan Raja Agripa.
Jadi sebelum ada Katolik, Kristen sudah ada. Maka, ada sebutan Katolik disebut 
Kristen Katolik, karena pada mulanya memang kata "Kristen" sudah ada dalam ayat 
Kitab Suci.

Nah karena klaim dua ayat Eksklusif di atas, maka setiap orang yang mengaku 
murid Yesus atau Kristen adalah wajib mengimani satu-satunya cara dan jalan 
keselamatan atau satu-satunya cara/jalan menuju Surga Sungguh-sungguh hanya 
lewat YESUS saja. Dengan kata lain di luar YESUS tidak ada Jalan Keselamatan, 
Diluar Yesus tidak ada Jalan/Cara menuju Surga. Demikianlah seseorang bisa 
disebut Kristen/ murid Yesus.
Sekiranya ada orang Kristen atau murid Yesus yang mengaku di luar YESUS ada 
jalan keselamatan atau jalan keselamatan bukan hanya lewat YESUS, dapat 
dipastikan dia bukanlah murid Yesus atau seorang Kristen. 
Apakah dengan demikian orang Kristen sombong? Tentu tidak karena memang Kitab 
Suci mengajarkan demikian. 

Siapapun Anda, apapun agama atau keyakinan Anda, jika Anda meyakini sungguh 
bahwa YESUS adalah SATU-SATUNYA Jalan menuju Tuhan, atau YESUS adalah 
satu-satunya Jalan Keselamatan atau YESUS adalah satu-satunya Jalan Menuju 
Surga atau YESUS adalah satu-satunya Tuhan dan Juruselamat Dunia (Yoh 4:42, 
Filipi 3:20, I Tim 4:10, II Tim 1:10, Titus 1:4, 2:10, 13, II Petrus 1:11, II 
Petrus 3:18, Yudas 1:25, dll), maka Anda pastilah orang Kristen/murid YESUS. 
Dan Anda pasti SELAMAT (Ada JAMINAN KEKAL bagi Anda PASTI ke SURGA).

Sekiranya tidak ada klaim Eksklusif dari Kitab Suci tentang KEUNIKAN YESUS 
sebagai SATU-SATUNYA JALAN KESELAMATAN atau SATU-SATUNYA JALAN MENUJU SURGA, 
maka Anda atau siapapun boleh bebas memilih agama atau keyakinan apapun. Atau 
sekiranya di Alkitab mengatakan ada banyak jalan menuju Surga atau ada banyak 
jalan untuk sampai pada Tuhan, maka Anda atau siapapun tidak perlu harus 
memilih YESUS atau tidak perlu menjadi Kristen/murid Yesus. Namun jelas Kitab 
Suci menolak semua kemungkinan ini. Tinggal kita mau mengamini dan mengimani 
ataukah kita menolaknya. Pilihan ada ditangan anda dan saya selaku manusia yang 
punya kehendak bebas, percaya atau menolak? Tuhan Yesus bukan Tuhan yang 
Otoriter kayak Diktator Hitler, Musolini, dll yang suka memaksa orang harus 
percaya, harus terima DiriNya sebagai SATU-SATUNYA JALAN. Anda dan saya bukan 
Robot sehingga harus manut mutlak seperti apa maunya si Pencipta robot. Jadi 
pilihan tetap ada ditangan Anda dan saya selaku manusia yang punya kehendak 
bebas.
Apakah masuk surga ditentukan oleh amal bakti atau perbuatan baik kita kepada 
Tuhan? Kitab Suci dengan jelas membantah hal ini dalam Titus 3:4-8

3:4 Tetapi ketika nyata kemurahan Tuhan, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada 
manusia,
3:5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan benar 
yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya melalui permandian kelahiran 
kembali dan melalui pembaruan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,
3:6 yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita melalui Yesus Kristus, Juruselamat 
kita,
3:7 supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh anugerah-Nya, berhak 
menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita.
3:8 Perkataan ini benar dan aku mau supaya engkau dengan yakin menegaskannya, 
agar mereka yang sudah percaya kepada Tuhan sungguh-sungguh berusaha melakukan 
pekerjaan yang baik. Itulah yang baik dan berguna bagi manusia.
Jadi sangat jelas Kitab Suci menyatakan Keselamatan dan Surga tidak kita 
peroleh karena usaha kita yaitu mengerjakan semua hal-hal yang baik dan benar 
(amal ibadah yang saleh), namun KESELAMATAN atau SURGA itu sungguh-sungguh 
ANUGERAH (Pemberian Cuma-Cuma) dari YHWHsemata, tidak ditambah dengan PERBUATAN 
AMAL ibadah. Amal Ibadah itu hanya menyatakan bahwa Anda sudah memperoleh 
Anugerah Tuhan dan membuktikan bahwa Anda sudah diselamatkan atau anda sungguh 
Orang Percaya/murid Yesus/Kristen. Amal Ibadah yg orang Kristen lakukan 
bukanlah syarat agar dia bisa masuk surga atau agar dia bisa diselamatkan 
Tuhan. Namun itu bukti dia sudah diselamatkan dan menerima ANUGERAH KESELAMATAN 
Tuhan secara Cuma-Cuma melalui Penebusan yang dikerjakan oleh Tuhan Yesus 
Kristus. Jadi amal ibadah/perbuatan baik selain sebagai BUKTI sudah 
diselamatkan adalah juga berbicara mengenai upah/pahala/hadiah yang akan 
diterima selama di dunia (Berkat Tuhan di dunia) atau setelah di Surga nanti 
(Berkat Tuhan di Surga berupa mahkota atau jabatan/posisi, dll, yang jelas jauh 
dari "Surga yang bersifat hedonisme").
Mengapa harus Yesus? Karena memang tidak ada JALAN/CARA LAIN yang olehnya kita 
beroleh SELAMAT. Demikianlah hal yang dapat saya sampaikan selaku seorang yang 
mengaku murid Yesus/orang Kristen.

Jika anda merasa ragu dan mau bertanya/diskusi tentang hal ini, mari bergabung 
di milist: [EMAIL PROTECTED] Tuhan Yesus memberkati.

=======================================================
From: Dede Wijaya 

KETEPATAN PENGGENAPAN NUBUAT ALKITAB SEBAGAI TANDA TANGAN TUHAN

Dari semua jajaran malaikat terdengar keluh kesah, "Berapa lama, ya Tuhan, 
berapa lama lagi?"
Suara yang kecil dan tenang itu menjawab 'Tunggu dan lihatlah, O putra-putra 
kemuliaan, bagaimana akhirnya'
Thomas Macaulay-Pernikahan Tirza dan Ahira

Penelitian tentang penggenapan nubuat Alkitab memberikan bukti yang melimpah 
ruah bahwa Tuhan berkuasa atas sejarah manusia. Meskipun kejadian sehari-hari 
memperlihatkan adanya kekacauan, tangan Tuhan masih bekerja di belakang sejarah 
masa kini untuk menggenapkan kehendak ilahi dalam seluruh bagian Alkitab. Satu 
per satu dari ketiga masa pembuangan bangsa Israel telah dinubuatkan: 
pembuangan mereka yang pertama di Mesir, yang berlangsung selama 430 tahun, 
pembuangan selama 70 tahun di Babilonia, dan penyerakan orang-orang Yahudi ke 
seluruh dunia selama 2000 tahun terakhir ini. Setiap kali bangsa Israel berada 
di luar Tanah Perjanjian, berapa lama pembuangan itu akan berlangsung sudah 
diberitahukan terlebih dahulu oleh Tuhan. Secara luar biasa, kelahiran kembali 
negara Israel pada 15 Mei 1948, telah dinuatkan oleh Yehezkiel lebih dari 25 
abad sebelum peristiwa ini terjadi. Siapa pun yang mau meneliti tanda ini dapat 
melihat dengan jelas bahwa sejarah berlangsung mengikuti suatu pola yang 
mengandung suatu tujuan, suatu rancangan yang telah diletakkan berabad-abad 
yang lalu dalam firman Tuhan. Pertanyaan yang harus kita ajukan adalah sebagai 
berikut, "Siapakah perancangnya?" Dan, "Apakah maksud atau tujuan-Nya dalam 
sejarah maupun kehidupan kita?"
Alkitab sendiri menyatakan bahwa tanda berupa penggenapan nubuat merupakan 
bukti yang sempurna bahwa Kitab Suci ditulis berdasarkan inspirasi Tuhan. 
Perkataan Nabi Yesaya menyatakan dengan jelas bahwa Tuhan sendiri telah 
mengemukakan bahwa fenomena dari kejadian-kejadian yang ternyata telah 
dinubuatkan secara benar dan tepat merupakan bukti absolut bahwa Tuhan telah 
mengilhami penulis-penulis Alkitab untuk menulis Kitab Suci. Nabi Yesaya 
mencatat pernyataan Tuhan: "Nubuat-nubuat yang dahulu, sekarang sudah menjadi 
kenyataan, hal-hal yang baru hendak Kuberitahukan. Sebelum hal-hal itu muncul, 
Aku mengabarkannya kepadamu" (Yesaya 42:9).
Tidak seorang pun, kecuali Tuhan, dapat menubuatkan peristiwa-peristiwa yang 
akan terjadi di masa mendatang secara rinci. Bahkan setan dan roh-roh jahatnya 
pun tidak bisa. 25 abad yang lalu Nabi Yesaya menuliskan kata-kata yang penuh 
kuasa ini langsung dari (mulut) Tuhan yang perkasa, "Ingatlah hal-hal yang 
dahulu dari sejak purbakala, bahwasanya Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain, 
Akulah Tuhan dan tidak ada yang seperti Aku, yang memberitahukan dari mulanya 
hal yang kemudian dan dari zaman purbakala apa yang belum terlaksana, yang 
berkata: Keputusan-Ku akan sampai, dan segala kehendak-Ku akan Kulaksanakan" 
(Yesaya 46:9, 10). Alkitab mengandung 1817 nubuat individual mengenai 737 
subjek yang terpisah dalam 8352 ayat Alkitab. Nubuat-nubuat yang sedemikian 
banyak ini mencakup 27 % dari semua (31.124) ayat yang terdapat dalam seluruh 
Kitab Suci. Sejumlah besar sarjana teologia telah menyelidiki sebagian besar 
dari nubuat-nubuat ini maupun rincian penggenapannya sebagaimana telah 
dibuktikan oleh banyak tanda atau historis, selama 2 ribu tahun terakhir ini.

Hanya Tuhan Dapat Menubuatkan Masa Depan secara TEPAT
Meskipun dunia ini dipenuhi dengan teks-teks rohani yang ditulis oleh sejumlah 
besar penulis agama, suatu pemeriksaan yang saksama atas literatur ini 
memperlihatkan bahwa tidak satu pun dari teks-teks ini mengandung nubuat-nubuat 
terperinci yang telah digenapi. Alasannya cukup sederhana: karena tidak seorang 
pun kecuali Tuhan dapat mengetahui tentang masa depan secara akurat. 
Filsuf-filsuf agamawi yang menulis teks-teks lainnya telah bersikap cukup bijak 
untuk tidak mencoba menyampaikan nubuat-nubuat secara terperinci karena 
nubuat-nubuat semacam itu akan cepat membuktikan bahwa para penulisnya sesat. 
Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: "Akulah 
yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Tuhan selain daripada-Ku. 
Siapakah seperti Aku? Biarlah ia menyerukannya, biarlah ia memberitahukannya 
dan membentangkannya kepada-Ku! Siapakah yang mengabarkan dari dahulu kala 
hal-hal yang akan datang? Apa yang akan tiba, biarlah mereka memberitahukannya 
kepada kami!" (Yesaya 44:6,7). Literatur klasik dan agamawi buah pena 
orang-orang Yunani, Romawi, dan kebudayaan Timur Tengah lainnya tidak 
mengandung nubuat-nubuat terperinci tentang peristiwa-peristiwa, 
manusia-manusia, atau hal-hal yang cenderung terjadi di masa yang akan datang. 
Bahkan tidak ada nubuat yang memberitahukan tentang akan datangnya 
pemimpin-pemimpin agamawi dunia. Hanya nubuat-nubuat Perjanjian Lama memberikan 
sejumlah besar rincian yang tepat tentang kehidupan, kematian, dan kebangkitan 
Yesus dari Nazaret.

Bagian 2

Meskipun sangat sulit dan bahkan sebenarnya tidak mungkin untuk menebak tentang 
peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di masa mendatang, sejumlah besar nabi 
palsu telah berusaha untuk membuat ramalan-ramalan di masa lalu dan melanjutkan 
kegiatannya dalam generasi kita. Akan tetapi, ramalan-ramalan manusia ini 
hampir selalu salah, kecuali segelintir tebakan yang beruntung. Sebagaimana 
yang telah saya tuliskan dalam buku pertama saya, Armageddon-Apointment With 
Destiny (halaman 14,15), suatu penyelidikan yang menarik tentang 
pernyataan-pernyataan ramalan ahli-ahli kebatinan New Age (Zaman Baru) yang 
dikenal dengan sebutan The Shattered Crystal Ball (Bola Kristal yang Hancur) 
telah membuktikan bahwa ramalan-ramalan ahli-ahli kebatinan modern ini ternyata 
salah dan tidak bisa diandalkan. "Penyelidikan ini menganalisis ketepatan dari 
sepuluh ahli kebatinan terkemuka yang ramalan-ramalannya diterbitkan selama 
periode tiga tahun, yakni pada tahun 1976 sampai dengan tahun 1979. 
penyelidikan ini membandingkan semua ramalan yang sudah diterbitkan dengan 
angka kesuksesan atau kegagalannya. Hasil-hasilnya sangat mengejutkan: 98 
persen ramalan-ramalan mereka sama sekali tidak benar! Hanya 2 persen dari 
ramalan-ramalan mereka digenapi...enam dari kesepuluh ahli kebatinan tersebut 
selalu (100 persen) salah.
Beberapa penulis Zaman Baru telah mengemukakan bahwa beberapa peramal seperti 
Nostradamus (1555 Masehi) mampu memprediksi masa depan. Banyak penulis Zaman 
Baru modern telah mengatakan bahwa Nostradamus bahkan telah meramalkan bahwa 
Adolph Hitler akan menjadi pemimpin masa depan bangsa Jerman dalam ratusan 
ramalannya yang dinamainya "Centuries" ("Abad-Abad"). Pernyataan ini sama 
sekali tidak benar! Malah sebenarnya Nostradamus tidak pernah menyebut nama 
Adolph Hitler dalam ramalan-ramalannya. Perkataannya yang paling dekat dengan 
"Hitler" adalah ketika ia menyebutkan kata "Ister" dalam beberapa ramalan yang 
menurut mayoritas penerjemahnya, berbicara tentang suatu sungai di Eropa, yakni 
Sungai Ister yang adalah anak Sungai Danube. Akan tetapi, beberapa pengarang 
yang menulis analisa mereka setelah Perang Dunia II telah membuat suatu 
pernyataan yang sesat bahwa Nostradamus benar-benar telah meramalkan sejarah 
Hitler, diktator Jerman tersebut. Anehnya, mereka mengemukakan bahwa nama 
"Hitler" cukup mirip dengan kata "Histler" yang tidak begitu berbeda dengan 
kata aktual "Ister" yang terdapat dalam prediksi Notradamus! Penulis Zaman 
Baru, Erika Cheetham, yang menulis buku The Final Prophecies of Nostradamus 
pada 1989, mengakui dalam bukunya bahwa, "Sampai 1936, boleh dikata, semua 
komentator yang mengupas Centuries berpendapat bahwa kata Ister berkaitan 
dengan Sungai Danube." Bahkan pendukung utama Nostradamus, seperti Henry C. 
Roberts, editor buku The Complete Prophecies of Nostradamus, (Jericho, 
N.Y.:Nostradamus, Inc. 1976) mengakui dalam Kata Pendahuluannya bahwa 
tulisan-tulisan yang merupakan ramalan dari Nostradamus ini "tidak dapat 
dipahami". Ia menulis bahwa prediksi atau ramalan tentang masa depan tersebut 
"tidak dapat dipahami, kacau balau, dan berbicara tentang hal-hal yang belum 
diketahui/dikenal dan diterima/diakui manusia. Bait-bait sanjak empat baris 
yang ditulisnya secara janggal, terpecah-pecah, dan kacau balau serta tidak 
karuan, baik dalam bahasa Prancis maupun Inggris, merupakan tanda atau ciri 
khas media ramalannya."
Penulis-penulis Zaman Baru lainnya telah memuji-muji ketepatan ramalan-ramalan 
Edgar Cayce yang dijuluki sebagai "nabi tidur"-nya Amerika pada awal abad ini. 
Saya telah mewawancarai, baik Hugh Lynn Cayce, anak laki-laki Edgar Cayce, 
maupun cucu laki-lakinya pada awal 1970-an di pusat riset mereka di Virginia 
Beach, Virginia. Dalam wawancara yang mengesankan itu, mereka menceritakan 
tentang riset yang telah mereka selesaikan atas suatu naskah yang 
memperlihatkan sejumlah besar ramalan salah yang telah dibuat oleh Edgar Cayce 
pada masa karirnya. Beberapa ramalan sesat yang dikemukakan oleh Cayce adalah 
tentang letak tambang-tambang minyak atau sumber-sumber mineral. Oleh sebab 
itu, saya tidak merasa heran ketika mereka mengatakan bahwa mereka tidak 
bermaksud untuk menerbitkan naskah tersebut.

Tidak Seorang pun Mengetahui Masa Depan kecuali Tuhan
Kemampuan manusia untuk meramalkan dengan tepat kecenderungan-kecenderungan 
atau peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di masa yang akan datang sebenarnya 
sama sekali tidak ada selain dari tebakan-tebakan yang beruntung. Meskipun umat 
manusia mempunyai pengetahuan tinggi dan kemampuan berpoikir yang cemerlang, 
kita tidak dapat meramalkan kecenderungan-kecenderungan dan peristiwa-peristiwa 
masa depan.
(bersambung ke bagian 3).

Sumber: TANDA TANGAN TUHAN, Grant R. Jeffrey, Jakarta: YPI Imanuel

WWW.DEDEWIJAYA.CO.CC
WWW.DEDE-WIJAYA.CO.CC
WWW.DEDEWIJAYA83.CO.CC
http://dedewijaya.blogspot.com
http://dedewijaya83.blogspot.com
http://dedewijaya.multiply.com
http://dedewijaya.wordpress.com
http://dedewijaya.blogs.friendster.com
http://www.sabdaspace.org/blog/dedewijaya
http://www.in-christ.net/blog/dedewijaya

Add saya di YM dan FS: [EMAIL PROTECTED], 0888.280.6398 dan jadikan link di 
atas di web atau blog anda. Terimakasih.

"BLOGGER SEJATI KONSISTEN MENGABARKAN INJIL VIA BLOG"
(DEDE WIJAYA)

Kirim email ke