From: [EMAIL PROTECTED] 

MENGASIHI SESAMA

"Kasihilah Tuhan, Tuhanmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan 
dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua 
ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain 
yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."  (Markus 12:30-31)

Dalam kesempatan kali ini kita ingin membahas mengenai kasih. Kita bukan sedang 
berbicara tentang sifat alami dari manusia yang berdosa seperti yang dinyatakan 
dalam kitab 2 Timotius 3:2 bahwa, "Manusia akan mencintai [mengasihi] dirinya 
sendiri dan menjadi hamba uang... " Tetapi kita ingin berbicara tentang kasih 
yang memperdulikan keselamatan dari jiwa-jiwa yang mati secara rohani, dimana 
di dalamnya termasuk kasih kita kepada Tuhan dan kasih kepada sesama kita 
manusia. 

Nah, bagaimanakah caranya kita mengasihi sesama kita manusia "seperti kita 
mengasihi diri kita sendiri" ? Hal ini sepertinya mustahil untuk dilakukan. 
Akan tetapi Alkitab juga menyatakan bahwa untuk mengasihi sesama kita adalah 
untuk menginginkan yang terbaik bagi sesama kita. Dan berkat terbaik yang dapat 
diperoleh seseorang adalah supaya dosa-dosanya boleh diampuni, dan sebagai 
hasilnya, ia diperbolehkan untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga yang kekal. 

Alkitab mengajarkan bahwa setiap dari kita manusia secara rohani dilahirkan 
"mati dalam pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa" seperti yang dijelaskan 
dalam kitab Efesus pasal 2, dan berada di bawah murka Tuhan, dan sedang berada 
dalam perjalanan menuju Neraka. Kitab Mazmur 51:5 berkata demikian:
"Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung 
ibuku." 

Indahnya Tuhan memberikan jalan keluar dari malapetaka rohani ini seperti yang 
Ia nyatakan dalam kitab Efesus 1:3-7 demikian:
"Terpujilah Tuhan dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah 
mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. Sebab di dalam 
Dia Tuhan telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak 
bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh 
Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, 
supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada 
kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.  Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya 
kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih 
karunia-Nya"

Dan dalam kitab Roma 13:10 kita menemukan aspek penting tentang kasih terhadap 
sesama kita manusia, disitu kita baca:
"Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah 
kegenapan hukum Taurat."

Bagaimanakah kasih itu bisa menjadi kegenapan dari hukum Taurat (yaitu hukum 
Tuhan)? Sedangkan tidak ada seorangpun kecuali Tuhan Yesus yang dapat memenuhi 
semua permintaan dari Hukum Tuhan (Alkitab), seperti yang kita baca dalam 
Yakobus 2:10 demikian: 
"Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian 
dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya."

Dengan demikian kita mengerti bahwa hanya ada Satu Orang Manusia yang dapat 
memenuhi syarat untuk menggenapi Hukum Tuhan, karena Ia sempurna tidak pernah 
berbuat dosa. Dalam kitab Matius 5:17 Yesus berkata demikian: 
"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau 
kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk 
menggenapinya."

Dan kitab Lukas 24:44 menyatakan demikian:
"Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu 
ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua 
yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan 
kitab Mazmur." 

Kemudian dalam kitab Markus 12:33 kita menemukan seorang Farisi menyatakan 
pernyataan yang sangat menarik ini, disitu kita baca:
"Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan 
dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri 
adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan."

Untuk apakah semua kurban bakaran dan kurban sembelihan digunakan selama masa 
Perjanjian Lama? Dalam kitab Ibrani 5:1 kita mempelajari tujuan dari hukum 
upacara ini, disitu kita baca demikian:
"Sebab setiap imam besar, yang dipilih dari antara manusia, ditetapkan bagi 
manusia dalam hubungan mereka dengan Tuhan [yaitu pengantara], supaya ia 
mempersembahkan persembahan dan korban karena dosa."

Bagaimanapun juga semua kurban-kurban yang diperintahkan Tuhan untuk dijalankan 
selama masa Perjanjian Lama secara sederhana melayani sebagai tanda atau 
gambaran dari fakta rohani yang sebenarnya yang akan muncul ke permukaan. Dalam 
kitab Galatia 4:4-5 kita membaca demikian:
"Tetapi setelah genap waktunya, maka Tuhan mengutus Anak-Nya, yang lahir dari 
seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus 
mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak."

Itulah sebabnya Yohanes Pembaptis bernubuat tentang Yesus dalam kitab Yohanes 
1:29 demikian: 
"Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: 
"Lihatlah Anak domba Tuhan, yang menghapus dosa dunia"

Dan dalam kitab Mazmur 40:6-8 yang merupakan Mazmur Mesianic (yaitu Mazmur yang 
berbicara tentang Kristus) kita membaca demikian:
"Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban sajian, tetapi 
Engkau telah membuka telingaku; korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak 
Engkau tuntut. Lalu aku berkata: "Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada 
tertulis tentang aku; aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Tuhanku; Taurat-Mu ada 
dalam dadaku." 

Dan kitab Ibrani 10:8-10 yang mengutip ayat ini menjelaskan demikian:
"Di atas Ia berkata: "Korban dan persembahan, korban bakaran dan korban 
penghapus dosa tidak Engkau kehendaki dan Engkau tidak berkenan kepadanya" 
--meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat--. Dan kemudian kata-Nya: 
"Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu." Yang pertama Ia hapuskan, 
supaya menegakkan yang kedua. Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah 
dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus."

Sekarang kita mengerti mengapa Yesus berkata dalam kitab Matius 9:13 demikian:
"Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas 
kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang 
benar, melainkan orang berdosa." 

Dan itulah sebabnya dalam kitab Lukas 4:18-19 Tuhan Yesus berkata demikian: 
"Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan 
kabar baik kepada orang-orang miskin [rohani]; dan Ia telah mengutus Aku, untuk 
memberitakan pembebasan [=pengampunan] kepada orang-orang tawanan [Iblis], dan 
penglihatan bagi orang-orang buta [rohani], untuk membebaskan orang-orang yang 
tertindas [=remuk], untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan [=perdamaian yang 
kekal] telah datang."

Dalam ayat ini Yesus sedang mengutip dari kitab Yesaya 61:1-3 ketika Ia berada 
di dalam rumah ibadah di Nazaret. Dan dengan berbuat demikian, Yesus 
menjelaskan tujuan utama-Nya mengapa Ia datang ke bumi ini -- yaitu, untuk 
menggenapi peranan-Nya sebagai Juruselamat. Ia adalah Anak Domba yang 
disembelih untuk dosa-dosa umat-Nya, dan sekaligus juga menjadi Imam Besar atau 
"Pengantara" antara manusia yang berdosa dengan Tuhan Yang Maha Suci.

Kasih adalah "buah" dari pekerjaan Roh Kudus yang akan bermanifestasi di dalam 
kehidupan anak-anak Tuhan seperti yang dinyatakan dalam 1 Korintus 13:4-8a 
demikian:
"Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan 
diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari 
keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang 
lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia 
menutupi [=menanggung] segala sesuatu, percaya segala sesuatu [yang ada 
tertulis dalam Alkitab], mengharapkan segala sesuatu [yang ada tertulis di 
dalam Alkitab], sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan ... "

Biarlah Tuhan berkenan untuk membuat kita mampu mengasihi sesama kita manusia 
seperti yang diperintahkan di dalam Alkitab, setelah pertama-tama kita 
memeriksa hati kita di dalam cermin Firman Tuhan untuk melihat bahwa 
sesungguhnya kita adalah para penerima yang tidak pantas dari anugrah kasih-Nya 
yang kekal, seperti yang ditunjukkan dalam Injil Anak-Nya, Yesus Kristus.
=============================================
From: [EMAIL PROTECTED]

Pesan Penting untuk Kesehatan

MENGHINDARI SIKAP-SIKAP NEGATIF UNTUK HIDUP LEBIH SEHAT

Perasaan-perasaan yang mematikan sangat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh 
kita. Dampak-dampak dari perasaan-perasaan yang mematikan yang tidak pernah
terpikir oleh kita sebelumnya adalah sbb:

KEMARAHAN, dapat menyebabkan:
-Rheumatoid arthritis
-Serangan jantung
-Penyakit jantung
-Gagal jantung
-Kanker
-Tekanan darah tinggi
-Stroke
-Tukak lambung

Dr. Robert Eliot, seorang ahli kardiologi ternama, menemukan bahwa ketika "para 
pereaksi panas" itu memendam perasaan-perasaan mereka, pada akhirnya itu akan 
berubah menjadi permusuhan dan kemarahan. 
Ketika itu terjadi, tekanan darah meningkat tajam, resiko serangan jantung  dan 
stroke akan lebih  tinggi. Maka, lepaskan kemarahan dan mintalah pengampunan, 
jangan menyimpan kemarahan sampai matahari terbenam.

KEBENCIAN dan IRI HATI, dapat menyebabkan:
-Tekanan darah tinggi
-Sakit kepala migran
-Penyakit jantung
-Tukak lambung
-Kanker.

Ketika seseorang mengalami kemarahan yang berlebihan, kekhawatiran dan stress 
yang diakibatkan oleh kebencian, tingkat adrenalinnya meningkat, tekanan darah 
juga meningkat dan dengan begitu jantung-khususnya serangan jantung- bertambah 
bagi mereka yang hidup dalam kemarahan. Orang-orang itu menghadapi resiko 
penyakit jantung dua kali lebih tinggi disbanding orang lain. Sebagai tambahan, 
ketika seseorang mengalami kekecewaan, kemarahan atau ketakutan saat makan, 
perasaan-perasaan negatif ini merangsang system saraf simpatiknya, yang pada 
gilirannya menyebabkan berkurangnya pengeluaran enzim-enzim pancreas, yang 
menciptakan kesulitan dalam pencernaan makanan.
Ini menyebabkan perut kembung, adanya gas, sakit ulu hati, dan masalah 
pencernaan lainnya. Stress yang berlebihan yang disebabkan oleh 
perasaan-perasaan negatif cukup berbahaya karena itu meningkatkan tingkat 
kortisol kita, yang kemudian menekan system kekebalan tubuh kita. Ketika system 
kekebalan kita tertekan, sel kanker mulai terbentuk dan berkembang.

Kebencian dan iri hati merupakan perasaan-perasaan yang merusak.

KESOMBONGAN, dapat menyebabkan :
-Penyakit mental
-Stroke
-Serangan jantung
-Kematian

Menurut pandangan saya, perasaan yang paling mematikan adalah kesombongan.
Kerendahan hati dan ucapan syukur kepada Pencipta akan melindungi anda
dari perasaan yang paling mematikan - kesombongan.

KETAKUTAN dan KEKHAWATIRAN, dapat menyebabkan :
-Penyakit jantung
-Penyakit mental
-Kepanikan
-Depresi
-Serangan jantung
-Fobia.

Tubuh anda bisa menanggapi ketakutan dan kekhawatiran dengan memicu pelepasan 
hormon adrenalin secara berlebihan, yang menyebabkan percepatan denyut jantung, 
penigkatan ventilasi paru yang abnormal, telapak tangan berkeringat, dan 
meningkatnya kontraksi system pencernaan. Ketakutan dan kekhawatiran yang 
berkesinambungan dapat menyebabkan keadaan peningkatan ini terjadi terlalu 
lama, dan dapat
menyebabkan kelelahan adrenalin, kelelahan, kegelisahan dan kepanikan, gejala 
sulit buang air besar dan sakit kepala karena ketegangan. 
Kelelahan fisik dan emosional dan kelemahan system kekebalan tubuh anda dapat 
terjadi, dan hasil akhirnya adalah penyakit.

DEPRESI, dapat menyebabkan : 

-Kanker
Penelitian telah menunjukkan bahwa pria memiliki kecenderungan untuk melepaskan 
kemarahan mereka, sementara wanita cenderung menyembunyikannya.
Adalah benar bahwa kanker dapat menyerang semua orang, tetapi salah satu factor 
yang paling umum yang ditemukan para peneliti sebelum kanker menyerang adalah 
'kurangnya penyaluran emosi'. Ibu rumah tangga memiliki peluang 54% lebih besar 
terkena kanker dibanding populasi pada umumnya dan 157% lebih besar dibanding 
dengan para wanita yang bekerja di luar rumah.

* Langkah-langkah untuk mengembangkan hati yang gembira untuk menghasilkan 
kesehatan yang baik dan jauh dari penyakit :
Mengampuni
Mengendalikan lidah
Bersahabatlah dengan orang-orang yang positif
Berilah makanan yang sehat ke dalam pikiran anda
Dan kehidupan rohani yang baik akan mengubah kehidupan anda

* Jangan sampai anda memikirkan kapan anda bisa menggantikan posisi
boss anda yang akan mengakibatkan penyakit ABCDG (ah bener2 capek deh gue)

Sumber: Apa Yang Anda TIDAK TAHU Mungkin Sedang MEMBUNUH ANDA

Pesan Penting untuk Kesehatan Anda
Don Colbert, M.D.
====================================================
From: [EMAIL PROTECTED] 

KESELAMATAN PERJANJIAN LAMA

"Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya [yaitu menyembah 
Iblis], yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis SEJAK dunia dijadikan di 
dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih. Barangsiapa 
bertelinga, hendaklah ia mendengar!"  (Wahyu 13:8-9)

Ada banyak orang yang bertanya, "Bila Kristus sang Juruselamat baru dilahirkan 
sebagai manusia kira-kira 2000 tahun yang lalu, bagaimana orang-orang yang 
hidup dan mati sebelum zaman itu dapat diselamatkan?"

Akan tetapi seperti yang kita baca dalam ayat di atas, seluruh rencana 
keselamatan Tuhan adalah sangat sempurna. Sesungguhnya kekuatan pencucian dosa 
dari kayu salib sudah tersedia sejak permulaan zaman. Bahkan sebelum Tuhan 
menciptakan langit dan bumi ini, secara prinsip, Ia sudah menyembelih seekor 
Anak Domba terlebih dahulu untuk keselamatan umat yang akan diciptakan-Nya. 

Sampai saat ini dalam sejarah masih ada banyak orang yang melakukan hal yang 
sama, sebelum mereka melakukan sesuatu pekerjaan yang besar atau membangun 
sesuatu yang besar mereka melakukan semacam upacara syukuran atau keselamatan 
dengan cara menyembelih seekor binatang. Dan kebiasaan ini sesungguhnya berasal 
dari Alkitab, Tuhan-lah yang pertama kali melakukan hal itu ketika Ia 
menciptakan alam semesta ini dengan menyembelih seekor Anak Domba, yaitu Tuhan 
Yesus Kristus.

Dalam kata lain, dari sejak kekekalan yang lampau Kristus telah ada. Dalam 
seluruh sejarah waktu, orang-orang telah diselamatkan dengan cara yang sama 
seperti bagaimana kita diselamatkan, yaitu dengan kenyataan bahwa Kristus -- 
sudah membayar seluruh upah dosa-dosa mereka. Dan hal itu terjadi bersamaan 
ketika Tuhan memberikan roh-Nya sebagai meterai kepada kita supaya kita dapat 
mendengarkan Firman-Nya.

Raja Daud yang hidup di zaman Perjanjian Lama berkata dalam kitab Mazmur 51:11 
demikian:
"Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang 
kudus [yaitu Roh Kristus] dari padaku!" 

Keselamatan bukan terjadi karena pekerjaan yang kita lakukan sendiri, pekerjaan 
kita sendiri adalah seperti "kain kotor" dimata Tuhan (Yesaya 64:6), 
keselamatan yang sejati hanya dapat terjadi karena kebenaran dan pekerjaan 
Kristus, yaitu Tuhan sendiri. 

Inilah pesan yang indah dari Alkitab. Tidak ada buku yang sama dengan Alkitab 
diseluruh dunia. Ini adalah satu-satunya buku yang dapat memberitahukan 
bagaimana kita dapat dibebaskan dari murka Tuhan, yang memang pantas kita 
dapatkan karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa kita.

Kita tidak dapat mengerti seluruhnya kasih Tuhan. Kita tidak mengetahui dengan 
pasti mengapa Tuhan memilih kita untuk diselamatkan. Semuanya terjadi hanya 
karena kemurahan anugrah-Nya bukan karena kita lebih bijaksana atau lebih 
berharga daripada orang-orang yang lainnya. 

Tetapi tidak ada keraguan sama sekali bahwa Yesus dan Tuhan Yehovah adalah 
pribadi yang sama, yaitu Tuhan Yang Kekal. Dalam kitab Yesaya 43:11 kita baca 
membaca demikian:
"Aku, Akulah TUHAN [yaitu Yehovah] dan tidak ada JURUSELAMAT selain dari 
pada-Ku."

Kemudian kita bandingkan dengan kitab Lukas 2:11:
"Hari ini telah lahir bagimu JURUSELAMAT, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud." 

Dan kitab Matius 1:21 menyatakan demikian: 
"Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena 
Dialah yang akan MENYELAMATKAN umat-Nya dari dosa mereka."

Yesus Kristus adalah sang Juruselamat itu, Yesus Kristus adalah Tuhan Yehovah 
yang menciptakan dunia ini. Yesus menyatakan bahwa "Ia adalah hakim atas segala 
bangsa" (Yohanes 5:27; Matius 25:31), Perjanjian Lama mengatakan "Tuhan adalah 
hakim atas segala bangsa" (Yoel 3:12).

Yesus mengatakan, "Akulah terang dunia" (Yohanes 8:12), Perjanjian Lama 
mengatakan "TUHAN [Yehovah] akan menjadi penerang abadi bagimu" (Yesaya 60:19).

Yesus mengatakan, "Akulah gembala yang baik" (Yohanes 10:11), Perjanjian Lama 
mengatakan, "TUHAN [Yehovah] adalah gembalaku" (Mazmur 23:1).

Yesus berdoa kepada Bapa untuk berbagi kemuliaan-Nya yang kekal dalam kitab 
Yohanes 17:5 demikian:
"Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan 
yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada"

Yesus mengatakan "Ia adalah yang pertama dan yang akhir" (Wahyu 1:17), sama 
seperti "Yehovah adalah yang terdahulu dan yang kemudian" seperti yang tertulis 
dalam Perjanjian Lama (Yesaya 44:6).

Pernyataan keilahian Yesus sangat jelas dalam kitab Yohanes 8:58, yang berkata 
demikian:
"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada"

Tidak diragukan lagi orang-orang Yahudi mengerti maksud perkataan ini. Mereka 
mengetahui bahwa Yesus tidak hanya menyatakan keberadaan-Nya sebelum zaman 
Abraham, tetapi Yesus juga menyatakan diri-Nya sama dengan Tuhan. Hal ini 
menyebabkan mereka mengambil batu hendak melempari Yesus.

Dalam beberapa peristiwa Yesus menyatakan diri-Nya sama dengan Tuhan, seperti 
misalnya dalam hal memberikan pengampunan dosa, suatu pekerjaan yang hanya 
dapat dilakukan oleh Tuhan.

Dalam kitab Markus 2:10-11 Yesus melakukan mujizat dan berkata demikian: 
"Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni 
dosa"

Yesus juga menyatakan bahwa Dia mempunya kuasa atas kehidupan, yaitu kuasa yang 
hanya dimiliki oleh Tuhan saja. Dalam kitab Yohanes 5:21, 25 kita membaca 
demikian:
"Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, 
demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya ... Aku 
berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa 
orang-orang mati akan mendengar suara Anak Tuhan, dan mereka yang mendengarnya, 
akan hidup." 

Yesus mengatakan bahwa "supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka 
menghormati Bapa" (Yohanes 5:23). Dalam cara yang sama Yesus mendorong 
murid-murid-Nya untuk "percaya kepada Tuhan, dan percayalah juga kepada-Ku" 
(Yohanes 14:1). Yesus Kristus tanpa ragu-ragu telah berulang-kali menyatakan 
diri-Nya sejajar dengan Tuhan Yang Kekal.

"And whatsoever ye do in word or deed, do all in the name of the Lord Jesus, 
giving thanks to God and the Father by him."  (Colosians 3:17)

May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit.

Kirim email ke