Minggu, 27 Juli 2008 - 05:39 WIB
Kita Prihatin Tindakan Anarkhis Masih Terjadi di Ibu Kota Negara.
STT Setia di Rusak Warga  
Polisi berjaga di Jalan Sumur Jambu, dekat Kampus Sekolah Tinggi Theologia 
Injili Arastamar atau dikenal dengan STT Setia di Kampung Pulo Nomor 33 RT 1 RW 
5, Pinang Ranti, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Sabtu (26/7), setelah 
terjadi aksi perusakan pada Jumat (25/7), sekitar pukul 23.00 WIB. Sejumlah 
kaca jendela, pintu, dan pagar asrama kampus hancur.

[JAKARTA] Sekolah Tinggi Theologia Injili Arastamar atau dikenal dengan STT 
Setia di Kampung Pulo Nomor 33 RT 1 RW 5, Pinang Ranti, Kecamatan Makassar, 
Jakarta, dirusak warga, Jumat (25/7) sekitar pukul 23.00 WIB. Sejumlah kaca 
jendela, pintu, dan pagar asrama kampus hancur. Tidak ada korban jiwa dalam 
peristiwa itu.

Hingga Sabtu (26/7) pagi, aparat kepolisian dari Polsek Makasar masih menjaga 
kampus tersebut untuk menjaga hal-hal tidak diinginkan terjadi.

"Situasi sudah normal, namun masih dijaga polisi di tiap-tiap sudut kampus. 
Kami tidak tahu apakah ada penyerangan lagi atau tidak," kata Humas STT Setia, 
Veny Maneve saat dihubungi SP, Sabtu (26/7) pagi.

Veny menjelaskan, perusakan berawal dari kejadian sepele. Sekitar pukul 21.00 
WIB, katanya, seorang mahasiswa STT ke luar asrama untuk makan malam. Selesai 
makan, mahasiswa itu kembali ke asrama lewat gang-gang kampung. Di tengah 
jalan, ia melihat seekor tikus melintas di depannya. Dia melempar tikus itu 
dengan sendal, namun sendalnya mental (memantul) ke rumah warga.

Mahasiswa itu berniat mengambil sendalnya, tetapi oleh pemilik rumah diteriaki 
maling. Akibatnya, warga pun berdatangan menyerang mahasiswa tadi.

Selang satu jam berikutnya, tiba-tiba ada perintah dari sejumlah warga untuk 
menyerang Kampus STT. Sejumlah kaca dan pintu asrama putra dan putri kampus itu 
dirusak.

"Kami tidak tahu mengapa kasus itu dibelokan seperti itu. Kalau memang 
mahasiswa kami bersalah dan ia maling, silakan diperiksa dan diproses secara 
hukum. Polisi punya kewenangan melakukan itu. Kami juga siap menindaknya jika 
memang bersalah," tegas Veny.

Dia mengemukakan, STT Setia punya hak dan kebebasan tetap berada di lokasi yang 
ada sekarang. Hal itu karena negara ini menjamin kebebasan berkumpul dan 
beragama kepada warganya. Dengan itu, ia mengecam keras aksi perusakan itu.

"Kami minta polisi mencari provokatornya dan menangkap pelaku perusakan. Kami 
menolak aksi penyerangan atau perusakan seperti itu karena negara ini negara 
hukum. Negara ini menjamin kebebasan beragama kepada warga negaranya," ujarnya.

Tegang

Sementara itu, berdasarkan pantauan SP di lokasi, suasana di Kampus STT Setia 
hingga Sabtu (26/7) pukul 10.30 WIB, masih tampak tegang. Para mahasiswa di 
tempat itu belum bisa melaksanakan aktivitas belajar mengajar.

Hal yang sama juga terlihat di Asrama Putri yang hanya berjarak sekitar 100 
meter dari kampus itu. Warga tampak bergerombol di depan Gedung Asrama Putri. 
Seorang warga sekitar, Susmiati (45) mengakui, sejumlah warga yang mengaku 
warga setempat menyerang asrama dan kampus sekitar jam 23.00 WIB malam. Kaca 
jendela dan pintu tampak rusak. Semua gedung kampus dan asrama tak ada yang 
luput dari sasaran amuk massa.

Sejumlah warga mengaku tidak merasa terganggu dengan keberadaan kampus itu. 
Warga juga heran tiba-tiba ada warga lain yang mengaku warga setempat menyerang 
kampus itu. "Saya tidak tahu motifnya apa," ujar Susmiati.

Sejumlah penghuni asrama putri hingga siang ini sedang dalam pemindahan tempat 
oleh aparat kepolisian. Mereka dikawal petugas untuk keluar asrama yang berada 
RT 01 RW 04.

Sejumlah penghuni asrama kepada SP mengaku masih ketakutan dan trauma akibat 
kejadian semalam. "'Dari tadi malam kami tidak tidur. Kami hanya berdoa karena 
kami takut diserang warga. Tapi, kami tidak mau mati konyol," kata seorang 
mahasiswa STT Setia yang tidak mau disebutkan namanya.

Sementara itu, Polda Metro Jaya mengirim sekitar 140 personel untuk mengamankan 
kampus yang berdiri sejak 21 tahun lalu itu. Hal itu disampaikan Kepala Bidang 
Humas Polda Metro Jaya Ketut Untung Yoga kepada SP Sabtu pagi. [RBW/HTS/Y-4]

Sumber : Suara Pembaruan

Red. Hingga Minggu malam proses evakuasi berjalan terus, kehadiran kawan-kawan 
PDS dirasakan melegakan para mahasiswa dan dosen STT Setia, hal ini dikarenakan 
mereka trauma dan tidak bisa percaya sembarangan orang lagi dalam situasi yang 
mencekam, tertekan, teror dan terkepung. (www.partaidamaisejahtera.com) 


Ingat SEMBOYAN ini, Kitab Keluaran 18:21, Keluaran 23:8, Ulangan 16:19, Ulangan 
27:25, Mazmur 100: 1 - 5 dan 1 Korintus 1:10, Amsal 3:5                 


      

------------------------------------

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]

If you have any comment or suggestion about this mailing list, 
to : [EMAIL PROTECTED]

Bagi Saudara yang berdomisili di Amerika, saudara dapat bergabung
dengan mailing list Keluarga Kristen USA (KK-USA) dengan mengirimkan
email kosong ke [EMAIL PROTECTED] dan ikuti instruksi 
yang ada.
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke