From: ivana indahwati 

Kisah Anne

Bagus banget nih selamat membacanya.. ... 

Kisah berikut ini dikutip dari buku "Gifts From The Heart for Women" karangan 
Karen Kingsbury.  Buku ini dapat Anda peroleh di toko buku Gramedia, maupun 
toko buku
lainnya. 

Inti ceritanya kira-kira sbb : 

Ada pasangan suami isteri yang sudah hidup beberapa lama tetapi belum mempunyai 
keturunan. Sejak 10 tahun yang lalu, sang istri terlibat aktif dalam kegiatan 
untuk
menentang ABORSI,karena menurut pandangannya, aborsi berarti membunuh seorang 
bayi. 

Setelah bertahun-tahun berumah-tangga, akhirnya sang istri hamil, sehingga 
pasangan tersebut sangat bahagia. Mereka menyebarkan kabar baik ini kepada 
famili, teman2 dan sahabat2, dan lingkungan sekitarnya. Semua orang ikut 
bersukacita dengan mereka. 
Dokter menemukan bayi kembar dalam perutnya, seorang bayi laki2 dan perempuan. 
Tetapi setelah beberapa bulan, sesuatu yang buruk terjadi. 
Tetapi bayi perempuan mengalami kelainan, dan ia mungkin tidak bisa hidup 
sampai masa kelahiran tiba. Dan kondisinya juga dapat mempengaruhi kondisi bayi 
laki2. Jadi dokter menyarankan untuk dilakukan aborsi, demi untuk sang ibu dan 
bayi laki2 nya. 

Fakta ini membuat keadaan menjadi terbalik. Baik sang suami maupun sang istri 
mengalami depressi. Pasangan ini bersikeras untuk tidak menggugurkan bayi 
perempuannya (membunuh bayi tsb), tetapi juga kuatir terhadap kesehatan bayi 
laki2nya. "Saya bisa merasakan keberadaannya, dia sedang tidur yenyak", kata 
sang ibu di sela tangisannya. Lingkungan sekitarnya memberikan dukungan moral 
kepada pasangan tersebut,dengan mengatakan bahwa ini adalah kehendak Tuhan. 

Ketika sang istri semakin mendekatkan diri dengan Tuhan, tiba-tiba dia tersadar 
bahwa Tuhan pasti memiliki rencanaNya dibalik semua ini. Hal ini membuatnya 
lebih tabah.Pasangan ini berusaha keras untuk menerima fakta ini.. Mereka 
mencari informasi di internet, pergi ke perpustakaan, bertemu dengan banyak 
dokter, untuk mempelajari lebih banyak tentangmasalah bayi mereka. Satu hal 
yang mereka temukan adalah bahwa mereka tidak sendirian. Banyak pasangan 
lainnya yang juga mengalami situasi
yang sama, dimana bayi mereka tidak dapat hidup lama. Mereka juga menemukan 
bahwa beberapa bayi akan mampu bertahan hidup, bila mereka mampu memperoleh 
donor organ dari bayi lainnya. Sebuah peluang yang sangat langka. Siapa yang 
mau mendonorkan organ bayinya ke orang lain ? 
Jauh sebelum bayi mereka lahir, pasangan ini menamakan bayinya, Jeffrey dan 
Anne. 
Mereka terus bersujud kepada Tuhan. Pada mulanya, mereka memohon keajaiban 
supaya bayinya sembuh. Kemudian mereka tahu, bahwa mereka seharusnya memohon 
agar diberikan kekuatan untuk menghadapi apapun yang terjadi, karena mereka 
yakin Tuhan punya rencanaNya sendiri. 

Keajaiban terjadi, dokter mengatakan bahwa Anne cukup sehat untuk dilahirkan, 
tetapi ia tidak akan bertahan hidup lebih dari 2 jam. Sang istri kemudian 
berdiskusi dengan suaminya, bahwa jika sesuatu yang buruk terjadi pada Anne, 
mereka akan mendonorkan organnya. Ada dua bayi yang sedang berjuang hidup dan 
sekarat, yang sedang menunggu donor organ bayi. 
Sekali lagi, pasangan ini berlinangan air mata. Mereka menangis dalam posisi 
sebagai orang tua, dimana mereka bahkan tidak mampu menyelamatkan Anne. 
Pasangan ini bertekad untuk tabah menghadapi kenyataan yg akan terjadi. 

Hari kelahiran tiba. Sang istri berhasil melahirkan kedua bayinya dengan 
selamat. 
Pada momen yang sangat berharga tersebut, sang suami menggendong Anne dengan 
sangat hati-hati, Anne menatap ayahnya, dan tersenyum dengan manis. 
Senyuman Anne yang imut tak akan pernah terlupakan dalam hidupnya. Tidak ada 
kata2 di dunia ini yang mampu menggambarkan perasaan pasangan tersebut pada 
saat itu. Mereka sangat bangga bahwa mereka sudah melakukan pilihan yang tepat 
(dengan tidak mengaborsi Anne ), mereka sangat bahagia melihat Anne yang begitu 
mungil tersenyum pada mereka, mereka sangat sedih karena kebahagiaan ini akan 
berakhir dalam beberapa jam saja. 
Sungguh tidak ada kata2 yang dapat mewakili perasaan pasangan tersebut.
Mungkin hanya dengan air mata yang terus jatuh mengalir, air mata yang berasal 
dari jiwa mereka yang terluka.

Baik sang kakek, nenek, maupun kerabat famili memiliki kesempatan untuk melihat 
Anne . 
Keajaiban terjadi lagi, Anne tetap bertahan hidup setelah lewat 2 jam.
Memberikan kesempatan yang lebih banyak bagi keluarga tersebut untuk saling 
berbagi kebahagiaan. Tetapi Anne tidak mampu bertahan setelah enam jam..... 

Para dokter bekerja cepat untuk melakukan prosedur pendonoran organ. 
Setelah beberapa minggu, dokter menghubungi pasangan tsb bahwa donor tsb 
berhasil. Dua bayi berhasil diselamatkan dari kematian. 
Pasangan tersebut sekarang sadar akan kehendak Tuhan. Walaupun Anne hanya hidup 
selama 6 jam, tetapi dia berhasil menyelamatkan dua nyawa. 
Bagi pasangan tersebut, Anne adalah pahlawan mereka, dan sang Anne yang mungil 
akan hidup dalam hati mereka selamanya... 

Ada 3 point penting yang dapat kita renungkan dari kisah ini : 
1. SESUNGGUHNYA, tidaklah penting berapa lama kita hidup, satu hari ataupun 
bahkan seratus tahun. Hal yang benar2 penting adalah apa yang kita telah kita 
lakukan selama hidup kita, yang bermanfaat bagi orang lain. 

2. SESUNGGUHNYA, tidaklah penting berapa lama perusahaan kita telah berdiri, 
satu tahun ataupun bahkan dua ratus tahun. Hal yang benar2 penting adalah apa 
yang dilakukan perusahaan kita selama ini, yang bermanfaat bagi orang lain. 

3. Ibu Anne mengatakan "Hal terpenting bagi orang tua bukanlah mengenai 
bagaimana karier anaknya di masa mendatang, dimana mereka tinggal, maupun 
berapa banyak uang yang mampu mereka hasilkan. Tetapi hal terpenting bagi kita 
sebagai orang tua adalah untuk memastikan bahwa anak2 kita melakukan hal2 
terpuji selama hidupnya, sehingga ketika kematian menjemput mereka, mereka akan 
menuju surga". 

Mohon KEMURAHAN HATI Anda untuk menyebarkan kisah ini kepada sanak keluarga 
Anda, famili, teman2, rekan2 kerja, rekan2 bisnis, atasan, bawahan, sebuah 
kelompok organisasi ataupun perusahaan, PELANGGAN, serta siapa saja yang Anda 
temui. 

Berhentilah Untuk Selalu Memikirkan Kepentingan Diri Sendiri, Jadikanlah 
Kehadiran Anda Di Dunia Ini Sebagai RAHMAT Bagi Orang Banyak dan Bagi Orang2 
Yang Anda Cintai (Ayah, Ibu, Saudara/i,Suami/ Istri, Anak2 Anda, dst)
=================================================
From: ivana indahwati 

RENCANA TUHAN INDAH PADA WAKTUNYA

Ada seorang anak laki-laki yang berambisi bahwa Suatu hari nanti ia akan 
menjadi jenderal Angkatan Darat.
Anak itu pandai dan memiliki ciri-ciri yang lebih daripada cukup untuk dapat 
membawa nya kemanapun ia mau.
Untuk itu ia bersyukur kepada Tuhan, oleh karena ia adalah seorang anak yang 
takut akan Tuhan dan ia selalu berdoa agar supaya suatu hari nanti impiannya 
itu akan menjadi kenyataan.
Sayang sekali, ketika saatnya tiba baginya untuk bergabung dengan Angkatan 
Darat, ia ditolak oleh karena memiliki telapak kaki rata.
Setelah berulang kali berusaha, ia kemudian melepaskan hasratnya untuk menjadi 
jenderal dan untuk hal itu ia mempersalahkan Tuhan yang tidak menjawab doanya.
Ia merasa seperti berada seorang diri, dengan perasaan yang kalah, dan di atas 
segalanya, rasa amarah yang belum pernah dialaminya sebelumnya.
Amarah yang mulai ditujukannya terhadap Tuhan. Ia tahu bahwa Tuhan ada, namun
tidak mempercayaiNya lagi sebagai seorang sahabat, tetapi sebagai seorang tiran 
(penguasa yang lalim). Ia tidak pernah lagi berdoa atau melangkahkan kakinya ke 
dalam gereja. Ketika orang-orang seperti biasanya berbicara tentang Tuhan yang 
Maha Pengasih, maka ia akan mengejek dan menanyakan pertanyaan-pertanya an 
rumit yang akan membuat orang-orang percaya itu kebingungan.
Ia kemudian memutuskan untuk masuk perguruan tinggi dan menjadi dokter.
Dan begitulah, ia menjadi dokter dan beberapa tahun kemudian menjadi seorang 
ahli bedah yang handal. Ia menjadi pelopor di dalam pembedahan yang berisiko 
tinggi dimana pasien tidak memiliki kemungkinan hidup lagi apabila tidak 
ditangani oleh ahli bedah muda ini. Sekarang, semua pasiennya memiliki 
kesempatan, suatu hidup yang baru.
Selama bertahun-tahun, ia telah menyelamatkan beribu-ribu jiwa, baik anak-anak 
maupun orang dewasa. Para orang tua sekarang dapat tinggal dengan berbahagia 
bersama dengan putra atau putri mereka yang dilahirkan kembali, dan para ibu 
yang sakit parah sekarang masih dapat mengasihi keluarganya. Para ayah yang 
hancur hati oleh karena tak seorangpun yang dapat memelihara keluarganya 
setelah kematiannya, telah diberikan kesempatan baru.
Setelah ia menjadi lebih tua maka ia melatih para ahli bedah lain yang 
bercita-cita tinggi dengan tekhnik bedah barunya, dan lebih banyak lagi jiwa 
yang diselamatkan.
Pada suatu hari ia menutup matanya dan pergi menjumpai Tuhan. Di situ, masih 
penuh dengan kebencian, pria itu bertanya kepada Tuhan mengapa doa-doanya tidak 
pernah dijawab, dan Tuhan berkata, "Pandanglah ke langit, anakKu, dan lihatlah 
impianmu menjadi kenyataan." 
Di sana, ia dapat melihat dirinya sendiri sebagai seorang anak laki-laki yang 
berdoa untuk bisa menjadi seorang prajurit. Ia melihat dirinya masuk Angkatan 
Darat dan
menjadi prajurit. Di sana ia sombong dan ambisius, dengan pandangan mata yang 
seakan-akan berkata bahwa suatu hari nanti ia akan memimpin sebuah resimen. Ia 
kemudian dipanggil untuk mengikuti peperangannya yang pertama, akan tetapi 
ketika ia berada di kamp di garis depan, sebuah bom jatuh dan membunuhnya. Ia 
dimasukkan ke dalam peti kayu untuk dikirimkan kembali kepada keluarganya. 
Semua ambisinya kini hancur berkeping-keping saat orang tuanya menangis dan 
terus menangis.
Lalu Tuhan berkata, "Sekarang lihatlah bagaimana rencanaKu telah terpenuhi 
sekalipun engkau tidak setuju." Sekali lagi ia memandang ke langit. Di sana ia 
memperhatikan kehidupannya, hari demi hari dan berapa banyak jiwa yang telah 
diselamatkannya. Ia melihat senyum di wajah pasiennya dan di wajah anggota 
keluarganya dan kehidupan baru yang telah diberikannya kepada mereka dengan 
menjadi seorang ahli bedah.
Kemudian di antara para pasiennya, ia melihat seorang anak laki-laki yang juga 
memiliki impian untuk menjadi seorang prajurit kelak, namun sayangnya dia 
terbaring sakit. Ia melihat bagaimana ia telah menyelamatkan nyawa anak 
laki-laki itu melalui pembedahan yang dilakukannya. Hari ini anak laki-laki itu 
telah dewasa dan menjadi seorang jenderal. Ia hanya dapat menjadi jenderal 
setelah ahli bedah itu menyelamatkan nyawanya.
Sampai di situ, Ia tahu bahwa Tuhan ternyata selalu berada bersama dengannya. 
Ia mengerti bagaimana Tuhan telah memakainya sebagai alatNya untuk 
menyelamatkan beribu-ribu jiwa, dan memberikan masa depan kepada anak laki-laki 
yang ingin menjadi prajurit itu. (Diambil dari Inspirational Christian Stories 
oleh Vincent Magro-Attard)
------------ ---------
Untuk dapat melihat kehendak Tuhan digenapkan di dalam hidup anda, anda harus 
mengikuti Tuhan dan bukan mengharapkan Tuhan yang mengikuti anda.
(Dave Meyer, Life In The Word, Juni 1997)
------------ ---------
"Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya.... " (Pengkotbah 3:11)
------------ ---------
Apa yang kau alami kini, mungkin tak dapat engkau mengerti, Satu hal tanamkan 
di hati, indah semua yang Tuhan beri. 
Tuhan-mu, tak akan memberi ular beracun pada yang minta roti, Cobaan yang 
engkau alami takkan melebihi kekuatanmu.
=================================================
From: Dede Wijaya 

http://dedewijaya.blogs.friendster.com/my_blog/motivation/index.html

SUCCESS, WHAT IS IT? Memaknai Arti Sukses
Oleh : Dede Wijaya 
[www.kabarindonesia.com]

Kesuksesan bukan satu perhentian, tapi sebuah perjalanan

KabarIndonesia - Apa itu sukses? Bagaimana seseorang disebut sukses? Bill Gates 
dikenal memiliki perusahaan software IT Microsoft dan terkenal sebagai 
Trilyuner. Apakah arti sukses sesungguhnya? Apakah hanya menyangkut nama besar 
dan kekayaan semata?

Dalam Iklan TV, seorang berkata, Sukses itu baginya jika ia dapat memperbaiki 
mobil antik nya, dengan lain kata ia ingin menyampaikan bahwa melakukan hal-hal 
yang Anda sukai dan berhasil dengan baik, itulah arti sukses baginya. Ada lagi 
jargon Sukses dari para selebriti yaitu jika mempunyai banyak fans yang minta 
tanda tangan dan disukai para penonton. 
Bagi para usahawan, beda lagi dech. Mereka mengartikan dirinya telah sukses 
jika berhasil mendapatkan keuntungan / laba, usaha mengalami peningkatan, 
permintaan pasar naik, mempunyai properti pribadi bisa rumah, tanah, deposito, 
anak perusahaan, saham dan lain-lain. 

Nah lalu, apa arti sukses bagi seorang pendeta atau hamba Tuhan? Mau tahu? Bagi 
sebagian Pendeta yang hidup dan melayani di kota-kota metropolis di zaman ini, 
sukses itu diartikan dengan memiliki gedung gereja yang aduhai besar dan 
mewahnya dengan jumlah jemaat ribuan hingga laksa, punya gereja cabang di 
mana-mana baik dalam maupun luar negeri. Punya jemaat yang setia memberi 
perpuluhan dan berbagai macam persembahan lainnya. Jika mau ditambah tentu 
masih banyak lagi, misal punya yayasan, sekolah, radio dan televisi, punya 
sekolah tinggi teologi (STT), panti asuhan, perusahaan, dan sebagainya. Tentu 
tidaklah salah jika hal-hal ini menjadi bagian dari kriteria sukses seorang 
pendeta / hamba Tuhan. Namun apakah hanya ini?

Bagi para orang tua, sukses dalam keluarga diartikan dengan memiliki anak-anak 
dengan pendidikan tinggi, ekonomi mapan, dan keluarga yang rukun.

Ya, arti sukses begitu beraneka ragam ditinjau dari berbagai jenis orang dan 
profesi yang ada. Namun, apakah ada kriteria sukses yang mencakup semua jenis 
profesi dan jabatan dalam kehidupan ini? Dan apa pula pandangan Alkitab tentang 
Makna Sukses sesungguhnya dihadapan Tuhan? Marilah kita melihat beberapa ayat 
Alkitab tentang Harta. Mengapa tentang harta? Karena dunia melihat kacamata 
SUKSES dari berapa banyaknya harta benda yang dipunyai seseorang.

"Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat 
merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah 
bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan 
pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di 
situ juga hatimu berada. (Matius 6:19-21)

Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juTuhan segala 
milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh 
harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." Ketika orang muda 
itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya. 
(Mat 19:21-22, baca juga Markus 10:21-22, Luk 18:22)

Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala 
ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah 
tergantung dari pada kekayaannya itu." Demikianlah jadinya dengan orang yang 
mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan 
Tuhan." JuTuhan segala milikmu dan berikanlah sedekah! Buatlah bagimu 
pundi-pundi yang tidak dapat menjadi tua, suatu harta di sorga yang tidak akan 
habis, yang tidak dapat didekati pencuri dan yang tidak dirusakkan ngengat. 
Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada." (Lukas 
12:15,21,33-34)

I Timotius 6:19 dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang 
baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang 
sebenarnya.

II Timotius 1:14 Peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya 
kepada kita, oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita.

Ibrani 10:34 Memang kamu telah turut mengambil bagian dalam penderitaan 
orang-orang hukuman dan ketika harta kamu dirampas, kamu menerima hal itu 
dengan sukacita, sebab kamu tahu, bahwa kamu memiliki harta yang lebih baik dan 
yang lebih menetap sifatnya.

Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap 
kamu dan akan memakan dagingmu seperti api. Kamu telah mengumpulkan harta pada 
hari-hari yang sedang berakhir. (Yakobus 5:3).

I Yohanes 3:17 berkata: Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat 
saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap 
saudaranya itu, bagaimanakah kasih Tuhan dapat tetap di dalam dirinya?

Tentulah, ayat-ayat ini sangat dihindari untuk dikhotbahkan di kalangan para 
pendeta yang menganut Teologi Sukses. Jim Baker, salah satu pencetus Teologi 
Sukses, dalam hidupnya, akhirnya menyadari dan menarik kembali ajarannya 
tentang Teologi Sukses.

Salahkah jika kita mengartikan sukses dengan melihat berapa banyak harta benda 
yang kita miliki? Tentu tidak bukan? Masalahnya adalah dalam Alkitab jelas 
mengatakan janganlah HATI kita terikat pada HARTA (dengan lain kata HIDUP yang 
berPUSAT pada HARTA BENDA DUNIAWI). Yesus tegas memerintahkan para murid dan 
semua pendengarnya, bahwa kita mesti mengumpulkan harta di Surga, yang bernilai 
kekal. 

Musa adalah contoh orang yang berani meninggalkan segala kemewahan Mesir yang 
sudah berada dalam tangannya. Ibrani 11:26 berkata, Ia (Musa) menganggap 
penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua 
harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah. Paulus menganggap 
memberitakan Injil Kristus sebagai hal yang terutama dalam segala usaha 
kehidupan yang dia lakukan. Kita tahu Paulus pun bekerja untuk mencukupi 
kebutuhan dirinya dan perjalanan misinya dengan bekerja sebagai tukang pembuat 
tenda (TENTMAKER). 

Dalam Penginjilan, kita kenal istilah TENTMAKER yaitu orang-orang yang bekerja 
secara profesional di bidang masing-masing untuk tujuan yang terutama yaitu 
memberitakan Injil Keselamatan di dalam Yesus (Bekerja dan memberitakan Injil). 
Peraih dua gelar Doktor Teologia (D.Th dan DRE), Pdt. DR. Suhento Liauw, MRE 
pernah berkata dalam Kongres Fundamentalis IX tanggal 17 Agustus 2007 bahwa 
setiap orang Kristen apapun pekerjaannya, semua yang dipunyainya (Harta Benda, 
Uang, Waktu, Tenaga, Pikiran, dan lainnya) harus diarahkan, didayagunakan, dan 
dipersembahkan untuk memberitakan Injil bagi kemuliaan Tuhan dan mencari 
Jiwa-jiwa yang Terhilang. Ini adalah Panggilan Terbesar dari setiap orang 
Kristen. Berusaha mencukupi kebutuhan diri sendiri dengan apa yang ada pada 
kita dan mengerjakan dengan tangan (bekerja keras) apa yang telah dipercayakan 
dan bisa dikerjakan oleh kita (sesuai Pengkhotbah 9:10). Terlebih di atas 
semuanya, kita perlu menyadari BERKAT TUHANlah yang MENJADIKAN KAYA, susah p 
ayah manusia tidak akan menambahinya. Jadi Tuhan tahu apa yang kita butuhkan. 

Ketika Yesus menyuruh pemuda yang kaya raya untuk menjual semua hartanya dan 
kemudian mengikut Yesus, kita dapat melihat bahwa Yesus tentunya ingin melihat 
kerelaan hatinya untuk meninggalkan semua harta dunia yang dia kumpulkan, 
apakah sungguh orang ini ingin Memperoleh Hidup yang Kekal, padahal hatinya 
terikat dengan harta benda? (Lukas 18:18-27). Kemudian Yesus melanjutkan 
alangkah susahnya orang kaya masuk Kerajaan Surga, lebih mudah seekor unta 
masuk ke dalam lubang jarum daripada seorang kaya masuk dalam Kerajaan Surga, 
sebab dimana hartamu berada, di situ hatimu berada. Waspadalah dengan segala 
KETAMAKAN (Lukas 12:15).

Dalam bukunya, Manusia Unggul yang diberkati Tuhan, Ir. Ciputra menjelaskan 
kriteria Sukses dan rahasia Sukses sesungguhnya yang diinginkan Tuhan. Sudahkah 
kita mengetahuinya? Apa sajakah itu? John C. Maxwell, seorang pendeta dan pakar 
kepemimpinan pernah berkata dalam Seminar Para Hamba Tuhan dan Usahawan di 
Surabaya, SUKSES sebenarnya menyangkut 3 hal yaitu: 
1. Mengetahui tujuan hidup Anda (Knowing your purpose of life), 
2. Mengembangkan kemampuan atau potensi Anda secara maksimal (Maximize your 
potencial) dan 
3. Menjadi berkat bagi banyak orang (Blessed Other People). 
Ini loh Rahasia dan Arti SUKSES sesungguhnya menurut Mr. John Maxwell yang 
tentunya sesuai dengan Firman Tuhan.

Tuhan Yesus tidak hendak berkata bahwa kita tidak boleh mengumpulkan harta 
dunia selama hidup di dunia. Namun yang hendak ditekankan Yesus adalah jangan 
TAMAK akan Kekayaan dan hidup dikuasai MAMON (Mamanya Doraemon-Red :) hehehe, 
Harta Benda dan segala kesenangan dunia). Dalam dunia pasti kita membutuhkan 
harta dan uang untuk hidup. Ini wajar dan lumrah. Namun orang yang hidupnya 
hanya berfokus untuk mencari dan mengumpulkan harta benda sebanyak-banyaknya, 
adalah seperti orang yang hidup sia-sia dengan arah yang tidak jelas. Ingatlah 
harta benda, uang dan kekayaan adalah BERKAT atau SARANA atau ALAT dalam 
melakukan berbagai aktivitas Hidup untuk Memuliakan Tuhan dan Menjadi Berkat 
bagi sesama.

Buku Purpose Driven Life karangan Rick Warren, memberi tahu kita hal pertama 
dalam hidup yang terpenting adalah mengetahui Tujuan dan Arti Hidup Anda 
sesungguhnya. Ingatlah bahwa Tujuan Hidup Manusia adalah Memuliakan Tuhan dan 
Menikmati Dia selama-lamanya (to Glorify God and Enjoying Him forever and 
ever--Westminster Confession ).

http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=19&dn=20071024154949
www.dede-wijaya.co.cc

Kirim email ke