From: [EMAIL PROTECTED] 

HITUNG-HITUNGAN

Filipi 2:8   
Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat 
sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. 

Setiap kali  mendapat uang  jajan dari tante atau paman yang berkunjung 
kerumah, Kalim  adikku selalu meminta  Ibu untuk disimpankan. Selidik punya 
sedikik, ia punya  "visi dan misi khusus" dengan uang  tersebut !. Kalim  
begitu  terobsesi  photonya di pajang di ruang tamu, dengan rajin menabung dia 
berharap uangnya cukup untuk membeli figura yang pantas untuk dipajang di ruang 
tamu :-).  Berkali-kali Kalim bertanya,"kapan photoku di kasi  figura ? dan 
yang lebih geli lagi, jika jawaban Ibu tidak sesuai dengan harapannya, ia 
langsung marah," Ibu punya hutang sama aku, karena sampai sekarang photoku 
belum juga dipasang di ruang tamu". 

Peristiwa hitung-hitungan ini telah  terjadi belasan tahun yang lalu, dan 
kenyataantya  photo baru terlaksana di pajang  di ruang tamu begitu  Kalim 
selesai di wisuda ! ! :-) 

Sahabat, 
Tanpa kita sadari, acap kali  kita  melakukan perhitungan dengan Tuhan. Dengan 
percaya diri yang tinggi kita  memberikan rincian atas apa yang telah kita 
lakukan selama ini. 
  a.. aktip  membantu anak yatim piatu (donatur tetap) 
  b.. tidak pernah lalai memberi perpuluhan 
  c.. Tidak pernah lupa memberikan uang sebagai ucapan terimakasih  kepada 
bapak pendeta 
  d.. rajin melayani di gereja 
  e.. ( ????) 

  tapi . . . , kenapa masih saja mendapatkan masalah ? Sepertinya  masalah  
betah nempel dalam hidup kita, masalah engan pergi dari  perjalanan hidup kita. 

  Dimulai dari menghitung-hitung apa yang telah kita lakukan,  yang tentu saja 
kita "anggap" telah  menyenangkan Tuhan ; telah membuat Tuhan bangga dan 
terharu biru, timbul sifat membandingkan diri kita dengan orang lain. Timbul 
pemikiran, Tuhan tidak adil ! Orang yang  "tampak" tidak seaktip kita dalam 
pekerjaan Tuhan, tidak serajin kita memberi perpuluhan TAPI hidupnya tampak 
(kata tampak perlu digaris bawahi dan di renungkan) lebih baik dari apa yang  
kita peroleh. 

  Ayo  ! ! apa yang terjadi kalau Tuhan melakukan hal yang sama ? Tuhan  
menghitung-hitung apa yang telah DIA lakukan atas anda dan saya ? TUHAN YESUS  
telah mati bagi anda dan saya, tapi di lampiri surat perjanjian ; rincian 
pengorbanaNya atas kita. 

  Raja Daud berkata, bahwa semua air matanya (kesedihan, kesesakan, duka cita) 
di serahkan pada Tuhan. Tidak hanya diserahkan, tapi "di register sama Tuhan". 
Apa yang kita miliki saat ini, bukan karena usaha kita, bukan karena kehebatan 
kita tapi karena kasih karunia. 

  Tuhan telah memberikan segala sesuatunya dengan GRATIS ! ! tanpa syarat. 

  STOP HITUNG-HITUNGAN DENGAN TUHAN, KARENA  ANDA DAN SAYA TIDAK AKAN MAMPU 
MEMBAYAR APA YANG TELAH TUHAN YESUS BERIKAN  ATAS ku dan engkau  
  Mazmur 56:8  (56-9) Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku 
Kautaruh ke dalam kirbat-Mu. Bukankah semuanya telah Kaudaftarkan? 

   1 Petrus 2:24  Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu 
salib, supaya kita, yang telah mati 
  terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh. 
===================================================

From: [EMAIL PROTECTED] 
 

" J a d u l "

Kisah 1:8   
Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu 
akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai 
ke ujung bumi." 

Setiap kali ada pesan singkat atau telephone  masuk lewat handphone, otomatis 
layar monitor komputerku "bergoyang"  ; efek goyang tidak hanya disebabkan 
telephoneku yang menerima pesan singkat ; saat hanphone tetangga depan 
mejakupun menerima  pesan singkat, maka goyanganpun  semakin kencang. 

Kenyataannya, radiasi yang ditimbulkan oleh sebuah benda kecil seperti 
handphone, mampu  menembus "pembatas" yang terbuat dari kayu antara, yang 
memishakan antara  meja yang satu dengan yang lainnya.Ngak pandang merek, tipe 
handphone, harga handpone, hanphone terbaru apa  handphone jadul semua 
memberikan reaksi goyangan pada monitor. 

Sahabat, 
Bagaimana dengan hidup kita ? Sebesar apa radiasi   yang  kita  pancarkan 
terhadap orang-orang yang ada disekitar kita ? Apakah anda dan saya dapat 
memberikan radiasi, "pengaruh"  bagi orang lain ? 
Jika jawabannya  "Yes", Ups tunggu dulu  .. . radiasi apa dulu nih ? 

* Jangan bangga jika radiasi yang kita timbulkan, justru membuat suasana tambah 
runyam dan keruh, jadi PROPOKATOR  ! 
* Jangan bangga jika radiasi yang kita sebarkan, isinya gossssip melulu dan 
melupakan kekurangan diri sendiri. 
*Jangan bangga jika radiasi yang  mampu kita tularkan, justru issue negatip, 
yang tidak menguatkan orang lain. 

Saat-saat terakhir  Tuhan Yesus hendak naik ke Surga, ada misi khusus yang DIA 
sampaikan untuk anda dan saya ; begitu mendapatkan kuasa, Tuhan mengirimkan Roh 
 Kudus atas anda dan saya, kemudian kita di perintahkan  menjadi saksi, 
menyampaikan kabar baik sampai ke ujung bumi. 

Tak jarang kita malu menjadi saksi ! takut di bilang sok suci, karena hidup 
kita pun masih belum sempurna (tunggu sampai sempurna ? ngak akan pernah 
menjadi saksi donk .. . ) ; tidak berani untuk berubah dan menularkan radiasi 
Kristus  kepada orang lain, karena takut kehilangan teman yang  gaya hidupnya 
berbeda ; takut dibilang kampungan ! ! ". 

Siapa bilang orang yang suka dugem  lebih modern ? siapa bilang orang yang 
menggunakan narkotika, mabuk-mabukan, main judi, merokok,  free sex  ciri-ciri 
orang modern ?. Modern tapi jadi masuk angin karena begadang sampai larut malam 
; karena mau modern hidup free sex dan akhirnya terkena penyakit kelamin ? 

Apakah untuk menjadi manusia modern harus dibayar mahal ? . bahkan sampai  
masuk tahanan  :-) 

Mari, "ON"  kan radiasi mu ! ! Jangan malu di bilang "JADUL". . 
Semakin jadul semakin MANTAP radiasimu . . . 


 Note : Jadul = jaman tempo doloe 
=====================================================
From: [EMAIL PROTECTED] 

Ada cabe tuh  di gigimu !!!

 Lukas 6:42  Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, 
biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang 
di dalam matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu 
balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan 
selumbar itu dari mata saudaramu." 

"Aneh bin ajaib, belum menikah tapi sudah punya anak," komentar Ibu Tina  saat 
melihat  Tati tetangganya hamil dan meliharkan tanpa ada suami 

"Apa gunanya menikah, jika tidak punya keturunan", komentar  Nani   terhadap 
Ibu Tina tetangga depan rumah, yang sudah 10 tahun menikah tapi belum juga 
dikaruniai anak 

"Sudah dapat kerjaan yang bagus, masih saja korupsi ! ! rasain  masuk penjara", 
komentar Moses saat mengetahui tetanggannya yang tampak di TV karena kasus 
penggelapan uang kantor sebanyak  100 juta rupiah 

"Dasar pemalas ! ! taunya makan dan tidur saja", komentar Daud saat melihat 
Moses nongkrong di depan warung. 

"Aku bingung deh, apa alasan management mempromosikan dia," gerutu dani saat 
mendengar Pandi di promosikan. Jika  diteruskan, akan banyak komentar-komentar  
lain  dari lima contoh komentar diatas. Terlalu mudah bagi kita melihat 
kekurangan orang lain, dan tidak melihat betapa banyak kekurangan yang ada pada 
diri kita sendiri. 
Yesus berkata,  Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan 
balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?.  Terlalu mudah bagi kita untuk 
melihat  "tai mata " di mata orang lain, dan tidak menyadari kalau di mata  
sendiri banyak tai matanya !. Terlalu mudah kita melihat sisa-sisa makanan di 
giginya orang lain, dan tidak menyadari kalau gigi kita yang bagian 
terdepan,ternyata ada sisa cabe  dan tampak ke hijau-hijauan, sepertinya  sisa 
daun singkong :-) 

Bagaimana biar kita tau, ada tai mata di mata kita ? Bagaimana agar kita tau 
banyak perhiasan yang menempel di gigi kita ? KUNCINYA adalah  BERCERMIN. 

Sering-seringlah membuat jadwal untuk  bercermin / instropeksi diri, bahwa anda 
dan saya pun sama seperti orang lain punya kekurangan. Semakin sering 
BERCERMIN, kita akan semakin tau bahwa kita juga tidak sempurna dan masih 
banyak yang harus di perbaharui.
 Matius 7:3  Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan 
balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? 
Matius 7:4  Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku 
mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. 
Matius 7:5  Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka 
engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata 
saudaramu." 
Lukas 6:41  Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, 
sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui? 

Kirim email ke