From: [EMAIL PROTECTED] 

ISTERI YANG SALEH

"Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika 
ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan 
dimenangkan oleh kelakuan isterinya"  (1 Petrus 3:1)

Konteks dari ayat ini berbicara tentang suatu keadaan yang sering terjadi 
dimana sang isteri sudah diselamatkan tetapi sang suami belum diselamatkan. 
Bukti dari hal ini terlihat dalam pernyataan:
" ... jika ada di antara mereka yang tidak taat [apeitheo] kepada Firman"

Untuk "tidak taat" adalah bentuk lain dari "ketidak-percayaan". Ini adalah 
bagaimana kata Yunani untuk ungkapan ini seringkali diterjemahkan dalam 
Perjanjian Baru. Indahnya, Tuhan dapat merubah situasi ini dimana Tuhan mampu 
untuk memberikan keselamatan yang berasal daripada-Nya kepada suami yang tidak 
percaya dengan menggunakan "percakapan" (atau kelakuan) dari sang isteri 
sebagai saksi "bisu" (yang berarti "...tanpa perkataan...") sebagai lawan dari 
"khotbah" secara langsung kepada suaminya. 

Sekarang bagaimana kita mengerti arti dari ungkapan "dimenangkan" [kerdaino] 
dalam kitab 1 Petrus 3:1 ini? Kata Yunani yang sama lebih sering diterjemahkan 
sebagai ungkapan "memperoleh", jadi kita dapat mengganti ungkapan "memenangkan" 
dengan "memperoleh". Dan dalam kitab Filipi 3:8-10 kita membaca demikian:
"Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, 
Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah 
melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh [atau 
memenangkan] Kristus, dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri 
karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan 
kepada Kristus [yaitu kepercayaan milik Kristus], yaitu kebenaran yang Tuhan 
anugerahkan berdasarkan kepercayaan. Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan 
kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku 
menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya"

Perhatikan bagaimana kepercayaan atau "iman milik Kristus" dan bukan iman kita 
yang memulai keselamatan kita. Ingatlah bahwa pada dasarnya manusia adalah 
"mati secara rohani" sejak mereka berada di dalam kandungan, dan manusia tidak 
memiliki iman sebelum mereka diselamatkan. Kitab Ibrani 12:2a menjelaskan 
kepada kita demikian:
"Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin 
kita dalam iman [yaitu sang pengarang iman kita], dan yang membawa iman kita 
itu kepada kesempurnaan [yaitu penyelesai iman kita] ...."

Lebih jauh dalam ayat 2 dari kitab 1 Petrus 3 kita baca lagi demikian:
"jika mereka melihat, bagaimana murni [percakapannya] dan salehnya hidup isteri 
mereka itu."

Dalam bahasa aslinya kita menemukan kata "percakapan" (anastrophe) di ayat ini. 
Dan sesungguhnya ini menunjuk pada kelakuan atau "kebiasaan" seseorang, dan 
Tuhan juga menggunakan dua kata yang lain dalam ayat ini yang harus kita 
periksa, yaitu "murni" (hagnos) dan "saleh" (phobos).

Kata Yunani untuk ungkapan "murni" ditemukan dalam kitab Titus 2:5 sebagai 
ungkapan "suci", dalam ayat itu kita membaca demikian: 
"hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat 
kepada suaminya, agar Firman Tuhan jangan dihujat orang."

Dan dalam kitab 1 Petrus 2:18 kita melihat kata Yunani untuk ungkapan "saleh" 
diterjemahkan sebagai "takut". Dalam ayat itu kita membaca demikian: 
"Hai kamu, hamba-hamba, tunduklah dengan penuh ketakutan kepada tuanmu, bukan 
saja kepada yang baik dan peramah, tetapi juga kepada yang bengis."

Ini adalah ayat yang sangat bagus untuk mengingatkan para isteri yang diberkati 
untuk melayani suami mereka dalam cara yang memuliakan Tuhan. Dan selanjutnya 
ayat ini adalah nasihat bagi kita semua yang telah diberkati dengan keselamatan 
untuk mengenali fakta bahwa secara sederhana kita hanyalah hamba-hamba atau 
pelayan-pelayan yang melayani "Raja dari segala raja dan Tuan dari segala tuan" 
yang kepada-Nya kita harus takut, setia, dan patuh dengan segenap hati kita.

Selanjutnya ayat 3 - 4 dari 1 Petrus 3 menyatakan demikian:
"Perhiasanmu janganlah secara lahiriah [yaitu penampilan luar], yaitu dengan 
mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian 
yang indah-indah, tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi 
dengan perhiasan yang tidak binasa [yaitu kekal] yang berasal dari roh yang 
lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Tuhan."

Sekarang kita mau memeriksa kata Yunani untuk ungkapan "perhiasan" [kosmos]. 
Kata ini muncul dalam Perjanjian Baru sebanyak 187 kali, dan di-terjemahkan 186 
kali sebagai ungkapan "dunia". Hanya dalam kitab 1 Petrus 3:3 kata ini 
di-terjemahkan sebagai ungkapan "perhiasan". 

Dan disini Tuhan sedang membuat kontras tentang apakah yang "lahiriah" (jasmani 
atau daging) sebagai lawan dari "batiniah" (roh), yaitu "sifat yang tersembunyi 
di dalam hati", yang disebut juga sebagai "roh yang lemah lembut dan rendah 
hati" yang sangat berhubungan dengan keselamatan yang sejati.

Ayat ini membuat perbedaan yang sangat besar antara yang "lahiriah" (yaitu 
penampilan luar) dengan yang "tersembunyi" (yaitu penampilan dalam). Kata 
Yunani untuk ungkapan "lahiriah" [exothen] juga digunakan dalam kitab Matius 
23:27 demikian:
"Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu 
orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang 
sebelah luarnya [exothen] memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya 
penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran."

Dalam ayat yang cukup tajam ini Tuhan sedang menekankan prioritas rohani. 
Apakah gunanya untuk bersih, sehat, dan menarik secara fisik tetapi 
sesungguhnya sakit secara rohani dan sedang berjalan menuju hukuman yang kekal? 

Selanjutnya ungkapan "mengepang" [emploke] dalam frasa kata "mengepang rambut" 
hanya ditemukan di ayat ini dalam Perjanjian Baru, akan tetapi akar katanya 
[yaitu empleko] ditemukan dalam ayat-ayat berikut ini sebagai ungkapan 
"memusingkan" dan "terlibat":
Kitab 2 Timotius 2:4 menasihatkan kita demikian: 
"Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan [empleko] dirinya 
dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada 
komandannya."

Dan kitab 2 Petrus 2:20 mengajarkan demikian: 
"Sebab jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat kita, 
Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia [kosmos], 
tetapi terlibat [empleko] lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih 
buruk dari pada yang semula."

[Dan dalam ayat ini ungkapan "dunia" adalah bagaimana kata kosmos biasanya 
diterjemahkan]

Jadi ayat-ayat ini membuat kita melihat bahwa seorang isteri yang merupakan 
seorang yang percaya "dunia-nya" (dan juga dunia suaminya) seharusnya berfokus 
pada perluasan dari Kerajaan Tuhan, dan bukan menjadi tawanan dari "keinginan 
daging, keinginan mata, serta keangkuhan hidup" (1 Yohanes 2:16).

Dan kitab 1 Timotius 2:9-10 menasihatkan sbb: 
"Demikian juga hendaknya perempuan. Hendaklah ia berdandan [kosmeo] dengan 
pantas, dengan sopan dan sederhana, rambutnya jangan berkepang-kepang, jangan 
memakai emas atau mutiara ataupun pakaian yang mahal-mahal, tetapi hendaklah ia 
berdandan dengan perbuatan baik, seperti yang layak bagi perempuan yang 
beribadah."

"With good will doing service, as to the Lord, and not to men"  (Ephesians 6:7)

May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit.
================================================
From: [EMAIL PROTECTED] 

SUKSES YANG SEJATI

"Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu 
siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang 
tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan 
engkau akan beruntung."  (Yosua 1:8)

Adalah sangat mengagumkan bahwa Tuhan telah memberikan hadiah yang sangat 
berharga ini kepada umat manusia, yaitu Alkitab. Dan hal ini hanya dapat 
disamakan dengan inkarnasi dan kematian, penguburan serta kebangkitan dari Anak 
Tuhan, Tuhan Yesus Kristus, yang adalah fokus dan juga penggenapan dari seluruh 
isi Kitab Suci. Dalam kitab Mazmur 40:7-8 kita membaca demikian: 
"Lalu aku berkata: "Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis 
tentang aku; aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Tuhanku; Taurat-Mu ada dalam 
dadaku."

Selain daripada "keselamatan jiwa" tidak ada sukses yang sejati lainnya 
walaupun seseorang telah menjadi sangat kaya, sangat terkenal, ataupun sangat 
berkuasa di dunia ini. Kitab Yeremia 9:23-24 mengajarkan kepada kita demikian:
"Beginilah firman TUHAN: "Janganlah orang bijaksana bermegah karena 
kebijaksanaan nya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah 
orang kaya bermegah karena kekayaannya, tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah 
bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah 
TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, 
semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN."

Dan kitab Matius 16:26 mengajarkan demikian:
"Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan 
apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?"

Keselamatan yang sejati sangat-sangat berhubungan dengan Alkitab, seperti yang 
kita baca dalam kitab Yesaya 29:18 demikian:
"Pada waktu itu orang-orang tuli akan mendengar perkataan-perkataan sebuah 
kitab, dan lepas dari kekelaman dan kegelapan mata orang-orang buta akan 
melihat."

Dan kitab Ulangan 32:45-47 menyatakan demikian:
"Setelah Musa selesai menyampaikan segala perkataan itu kepada seluruh orang 
Israel, berkatalah ia kepada mereka: "Perhatikanlah segala perkataan yang 
kuperingatkan kepadamu pada hari ini, supaya kamu memerintahkannya kepada 
anak-anakmu untuk melakukan dengan setia segala [yaitu semua] perkataan hukum 
Taurat ini. Sebab perkataan ini bukanlah perkataan hampa bagimu, tetapi itulah 
hidupmu ... "

Dalam ayat ini Tuhan menekankan bahwa kita harus berfokus kepada Firman Tuhan 
dengan segenap hati kita. Semua -- bukan beberapa -- kata-kata dari Alkitab 
harus dipatuhi. Alkitab adalah intisari dari hidup kekristenan seperti yang 
Tuhan ajarkan dalam kitab Ulangan 8:3 demikian:
"Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan 
manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, 
untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi 
manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN."

Kita juga melihat bahwa nabi Ayub "tidak melanggar", yang adalah ungkapan 
Ibrani yang sama dengan ungkapan "tidak lupa", dalam kitab Ayub 23:12 kita 
membaca demikian:
"Perintah dari bibir-Nya tidak kulanggar, dalam sanubariku kusimpan ucapan 
mulut-Nya."

Ini bukan berarti bahwa nabi Ayub tidak pernah berbuat dosa, sedikit banyak 
Ayub pernah berbuat dosa di dalam hidupnya yang baik akan tetapi seluruh 
dosa-dosanya telah ditebus seperti yang kita baca dalam kitab Ayub 19:25 
demikian:
"Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu."

Dalam hal yang sama umat Kristen yang sejati juga dijaga sampai akhir oleh 
"kasih karunia" Tuhan seperti yang kita baca dalam kitab Ibrani 12:2 demikian:
"Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin 
kita dalam iman [yaitu sang Pengarang iman kita], dan yang membawa iman kita 
itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib 
ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan 
takhta Tuhan."

Dan kitab Lukas 9:62 lebih jauh menjelaskan konsep ini demikian:
"Tetapi Yesus berkata: "Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke 
belakang, tidak layak untuk Kerajaan Tuhan."

Dan kitab Matius 6:30-33 menambahkan demikian:
"Jadi jika demikian Tuhan mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan 
besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai 
orang yang kurang percaya? Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah 
yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? 
Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Tuhan. Akan tetapi Bapamu 
yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu 
Kerajaan Tuhan dan KEBENARANNYA, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.  
Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai 
kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari." 

Hal ini juga terlihat dalam kehidupan Yosua pengganti Musa untuk memimpin 
bangsa Israel, seperti yang Tuhan tunjukkan dalam kitab Keluaran 33:11 demikian:
"Dan TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang 
berbicara kepada temannya; kemudian kembalilah ia ke perkemahan. Tetapi 
abdinya, Yosua bin Nun, seorang yang masih muda, tidaklah meninggalkan kemah 
itu."

Dalam ayat yang mirip dengan Mazmur pasal 1, kitab Yeremia 17:8 menggunakan 
kata Ibrani untuk ungkapan "tidak lupa" sebagai "tidak berhenti". Dalam ayat 
itu kita membaca demikian:
"Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya 
ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang 
daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang TIDAK 
BERHENTI menghasilkan buah."

Sekali lagi, Tuhan mengingatkan kepada kita dalam kitab Yohanes 15:8 bahwa ini 
adalah tujuan dari kasih karunia-Nya untuk anak-anak yang dikasihinya, dalam 
ayat itu kita membaca demikian:
"Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan 
dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."

Dan kitab Yesaya 59:21 menunjukkan bahwa Firman-Nya, atau hukum-Nya untuk 
selalu berada di mulut kita, dalam ayat itu kita membaca demikian:
"Adapun Aku, inilah perjanjian-Ku dengan mereka, firman TUHAN: Roh-Ku yang 
menghinggapi engkau dan firman-Ku yang Kutaruh dalam mulutmu tidak akan 
meninggalkan mulutmu dan mulut keturunanmu dan mulut keturunan mereka, dari 
sekarang sampai selama-lamanya, firman TUHAN."

Ungkapan "mulut" menunjuk kepada keperluan rohani kita sebagai tambahan dari 
makanan fisik, seperti yang dijelaskan dalam kitab Matius 4:4 demikian:
"Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari 
mulut Tuhan."

Dan kitab Mazmur 119:131 menyatakan demikian:
"Mulutku kungangakan dan megap-megap, sebab aku mendambakan 
perintah-perintah-Mu."

Ini juga menunjuk kepada prinsip alkitabiah yang lain seperti yang ditemukan 
dalam kitab Matius 12:34b yang berkata demikian:
"... Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati."

Dan kitab 1 Petrus 3:15 menasihatkan kepada kita demikian:
" ... Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap 
sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap 
orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada 
padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat"

"Let the word of Christ dwell in you richly in all wisdom; teaching and 
admonishing one another in psalms and hymns and spiritual songs, singing with 
grace in your hearts to the Lord"  (Colossians 3:16)

May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit.
==============================================
From: [EMAIL PROTECTED] 

NASIHAT KEPADA ISTERI

"Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan 
isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Rahasia ini besar, tetapi 
yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat. Bagaimanapun juga, bagi 
kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan 
isteri hendaklah menghormati suaminya."  (Efesus 5:31-33)

Seorang isteri Kristen diharuskan untuk "menghormati" suaminya, yang berarti 
dia harus menghargai suaminya dan mengakui bahwa sang suami adalah kepala 
keluarga. Ini tidak berarti bahwa suaminya adalah "tuan besar", tetapi pada 
akhirnya sang suami-lah yang harus bertanggung-jawab kepada Tuhan atas apa yang 
terjadi di dalam keluarganya. Oleh sebab itu, seorang suami harus mempunyai 
keprihatinan yang besar tentang bagaimana kehidupan isterinya dalam mengenal 
Tuhan. 

Disisi yang sama, seorang isteri Kristen harus menghargai suaminya walaupun 
suaminya bukanlah seorang yang percaya. Kitab 1 Petrus 3 berbicara mengenai 
isteri dengan suami yang belum diselamatkan, yaitu seseorang yang tidak 
mengasihi Tuhan, dan Tuhan berkata dalam kitab 1 Petrus 3:1 sbb:
"Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika 
ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan 
dimenangkan oleh kelakuan isterinya,"

Isteri harus tunduk dalam segala hal yang sah menurut hukum kepada suaminya. 
Tetapi jika suaminya meminta dia untuk berbuat sesuatu yang berdosa, dia harus 
menurut kepada Tuhan daripada menuruti keinginan suaminya. Selama sang suami 
meminta sesuatu yang tidak berdosa, sekalipun isterinya tidak perduli untuk 
itu, sang isteri sebaiknya berusaha untuk menurut. Isteri harus mempunyai rasa 
hormat yang besar terhadap atasannya sama seperti ia menghormati Tuhan.

Dalam kitab Kolose 3:23 kita membaca demikian: 
"Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk 
Tuhan dan bukan untuk manusia."

Penekanan yang mirip juga kita temukan dalam kitab Efesus 5:22 yang berkata 
demikian:
"Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan"

Orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus harus berpikir, berbicara dan 
bertindak dengan tujuan untuk memuliakan sang Tuan atau Juruselamat mereka. 
Tentu saja, hal ini adalah benar baik untuk laki-laki, perempuan maupun 
anak-anak. 

Akan tetapi dalam ayat ini dan juga ayat-ayat lainnya, para isteri 
diperintahkan untuk tunduk kepada suaminya "seperti kepada Tuhan". Dalam kitab 
Kolose 3:18 kita membaca demikian:
"Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam 
Tuhan."

Hal ini menunjuk pada keinginan yang tulus dari seorang isteri untuk 
menempatkan dirinya dibawah otoritas sang suami, sama seperti isteri harus 
tunduk kepada Tuhan sendiri.
Tindakan yang seperti itu dicatat dan di-demonstrasikan dalam kitab 1 Petrus 
3:6 yang kita baca demikian:
"sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya ... "

Kata Yunani yang di-terjemahkan sebagai ungkapan "tundukkanlah" juga kita 
temukan dalam kitab 1 Petrus 2:13 yang menegaskan tugas dari seorang warga 
negara Kristen untuk mematuhi hukum yang berlaku di tempat ia tinggal (kecuali 
kalau hukum tersebut melanggar ketentuan Kitab Suci). Dalam ayat itu kita 
membaca demikian:

"Tunduklah, karena Tuhan, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja 
sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi"

Dan kitab 1 Korintus 11:3 menegaskan kenyataan ini demikian:
"Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap 
laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki ..... "

Sang isteri harus tunduk atau taat, atau menjadi subjek dari sang suami 
"seperti kepada Kristus", dan pada gilirannya sang suami juga harus mengasihi 
isterinya sama seperti Kristus mengasihi gereja yang kekal. Kitab Efesus 5:25 
dengan jelas bersaksi demikian:

"Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan 
telah menyerahkan diri-Nya baginya"

Secara alami, adalah lebih mudah bagi sang isteri untuk tunduk kepada suaminya 
ketika sang suami menunjukkan pengorbanan yang besar untuk isterinya. Akan 
tetapi bagaimanapun juga, jika ini bukanlah kasusnya, sang isteri tetap harus 
tunduk kepada sang suami "seperti kepada Tuhan".

Ayat 24 dari kitab Efesus 5 mengajarkan kepada kita demikian:
"Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri 
kepada suami dalam segala sesuatu."

Dan kitab 1 Petrus 2:18 menasihatkan demikian: 
"Hai kamu, hamba-hamba, tunduklah dengan penuh ketakutan kepada tuanmu, bukan 
saja kepada yang baik dan peramah, tetapi juga kepada yang bengis."

Lebih jauh kitab Roma 8:7 menjelaskan perang rohani (perseteruan) yang terjadi 
antara orang-orang yang belum diselamatkan dengan Tuhan, dan hal itu menekankan 
ketidak-mampuan sifat dasar manusia untuk tunduk kepada Firman Tuhan sebelum ia 
benar-benar diselamatkan. Dalam ayat itu kita membaca demikian:
"Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Tuhan, karena ia tidak 
takluk kepada hukum Tuhan; hal ini memang tidak mungkin baginya."

Nah, Firman Tuhan yang ingin anda baca berulang kali adalah kitab Efesus 
5:21-25 yang berkata demikian: 
"dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus. 
Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah 
kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang 
menyelamatkan tubuh. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, 
demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu. Hai suami, kasihilah 
isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan 
diri-Nya baginya."

Mintalah kepada Tuhan untuk menolong anda untuk saling mengasihi dan ikutilah 
peraturan dalam kitab Filipi 4:8 yang kita baca demikian:
"Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang 
adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang 
disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu."

"Give us day by day our daily bread."  (Luke 11:3)

May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit.

Kirim email ke