…Hadirilah…
Seminar Pembinaan Iman Kristen (SPIK):
QUO VADIS PENDIDIKAN KRISTEN?
Sejak zaman Plato, manusia sudah memerhatikan metode, mutu, dan inti
pendidikan yang akan menentukan kesehatan, kejayaan, dan destinasi suatu
bangsa. Dalam setiap zaman, teori pendidikan dikaji kembali oleh manusia untuk
menemukan hasil yang paling bermanfaat. Eksperimen-eksperimen dari teori dan
strategi pendidikan telah mengakibatkan perbedaan besar antara negara-negara
yang memerhatikan pendidikan dan negara-negara yang tidak. Selama dua ribu
tahun perjalanan kebudayaan dan perkembangan masyarakat, ternyata ada negara
yang kemajuannya pesat luar biasa dan ada negara yang ketinggalan. Mereka
seperti hidup di abad-abad kuno, yang tetap meraba-raba di dalam kegelapan.
Setelah pendidikan dikembalikan kepada prinsip-prinsip Alkitab, maka
Reformasi dan negara-negara yang dipengaruhi oleh theologi Reformed mengalami
kepesatan perkembangan sehingga seluruh masyarakat mengalami kemajuan yang
menonjol. Allah menjadi sumber kebenaran dan wahyu Kitab Suci menjadi pedoman
bijaksana tertinggi yang mencakup segala aspek kehidupan, seperti pikiran,
perjuangan, kehidupan, karya, pengelolaan alam, pemerintahan, penghargaan
terhadap manusia, dan sebagainya. Pendidikan yang berdasar pada takut akan
Allah memberikan sumbangsih untuk menggali potensi yang ada pada umat yang
diciptakan oleh Tuhan menuju ke arah yang menentukan hari depan suatu bangsa
dan suatu generasi yang lebih sehat.
Namun manusia yang sudah merasa dewasa jatuh dalam keekstriman memerjuangkan
kebebasan yang berlebihan. Akhirnya menghasilkan kebebasan yang tidak diikat
oleh kebenaran akan membawa seluruh manusia menuju kepada barbarianisme di
dalam periode yang akan datang. Itu sebab di dalam mengajar kebenaran dan
mendefinisikan kembali kebenaran serta menghargai kebebasan dan mengembangkan
potensi, kita harus memunyai keseimbangan dan prinsip kestabilan untuk memimpin
kita menuju kepada hari depan yang lebih cerah. Ke manakah pendidikan kita akan
pergi? Kiranya Tuhan memberkati seminar ini menjadi pembentukan terlebih dahulu
bagi guru-guru dan orang tua yang akan membentuk bangsa dan generasi muda,
sehingga seluruh umat Indonesia boleh mendapatkan pencerahan dari atas dan
boleh menuju janji yang dikaruniakan oleh Tuhan kepada umat manusia.
oleh: Pdt. DR. STEPHEN TONG
Sabtu, 6 September 2008; Pkl. 09.00-17.00 WIB
(disediakan Makan Siang)
di Tennis Indoor Stadium, Senayan, Jakarta
KONTRIBUSI:
Umum: Rp 50.000, 00;
Mahasiswa dan Guru: Rp 25.000, 00
TEMPAT PENDAFTARAN:
1. GRII & MRII se-Jabotabek
2. Sekretariat STEMI
JI. Tanah Abang III/1, Jakarta Pusat; Telp. (021) 3810912
3. INSTITUT REFORMED
Ruko Prima Sunter, Blok B-C, JI. Danau Sunter Utara;
Telp. (021) 6513815
BIODATA PEMBICARA:
Pdt. Stephen Tong, B.Th., D.L.C.E., D.D. melayani Tuhan sejak tahun 1957,
baik di dalam Bidang penginjilan, pembinaan theologi, maupun penggembalaan.
Pelayanan beliau yang telah terbukti menjadi berkat bagi zaman ini telah
menarik perhatian banyak pemimpin gereja, baik di Indonesia maupun di luar
negeri. Perhatian tersebut khususnya ditujukan kepada Reformed Theology yang
senantiasa beliau tegakkan. Sejak tahun 1974, beliau mengadakan seminar-seminar
di Surabaya. Pada tahun 1984, beliau mulai mengadakan Seminar Pembinaan Iman
Kristen (SPIK) di Jakarta untuk menegakkan doktrin Reformed dan Semangat
Injili. SPIK dipimpin Tuhan untuk menjadi pendahuluan bagi berdirinya Lembaga
Reformed Injili Indonesia (LRII) pada tahun 1986, di mana Pdt. Dr. Stephen Tong
mengajak Pdt. Dr. Yakub Susabda dan Pdt. Dr. Caleb Tong untuk menjadi pendiri
bersama.
Selain memimpin SPIK, Pdt. Dr. Stephen Tong juga mendirikan Sekolah Theologi
Reformed Injili (STRI) Surabaya (1986), STRI Jakarta (1987), dan STRI Malang
(1990). Beliau juga memerluas seminar-seminar pembinaan iman tersebut ke
kota-kota besar lainnya di Indonesia dan kota-kota di luar negeri, yang
pelaksanaannya diserahkan kepada Stephen Tong Evangelical Ministries
International (STEMI). Sejak tahun 1991 hingga 2007, Pdt. Dr. Stephen Tong
menjabat sebagai Rektor Sekolah Tinggi Theologi Reformed Injili Indonesia
(STTRII), dan sejak tahun 1998, Sebagai Rektor Institut Reformed sampai saat
ini.
Selain menegakkan doktrin Reformed di Indonesia, beliau juga pernah Menjadi
dosen tamu pada seminari-seminari di luar negeri, termasuk di China Graduate
School of Theology di Hong Kong (1975 dan 1979), China Evangelical Seminary di
Taiwan (1976), Trinity College di Singapura (1980), dan memberikan
ceramah-ceramah, termasuk di Westminster Theological Seminary, Regent College,
dan lain-lain di Amerika Serikat. Beliau juga menjadi pembicara utama pada
kongres-kongres, seperti International Prayer Assembly (1985), Seminar
Kepemimpinan di Amsterdam (1986), Kongres Lausanne ke-2 (1989), dan World
Reformed Fellowship (2006).
Beliau studi theologi di Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT) Malang hingga
gelar Bachelor of Theology (B.Th.). Pada tahun 1985, beliau
menerima gelar kehormatan, yaitu Doctorate in Leadership in Christian
Evangelism (D.L.C.E.) dari La Madrid International Academy of Leadership di
Manila. Dan pada bulan Mei 2008, menerima gelar kehormatan, yaitu Doctorate in
Divinity (D.D.) dari Westminster Theological Seminary.
Di samping itu, Pdt. Dr. Stephen Tong juga pernah menjabat sebagai
Dosen Theologi dan Filsafat Seminari Alkitab Asia Tenggara (1964-1988),
pendiri STEMI (1979), pendiri Jakarta Oratorio Society (1986), pendiri Gereja
Reformed Injili Indonesia (GRII) pada tahun 1989, Gembala Sidang GRII Pusat,
Ketua Sinode GRII, pendiri Institute Reformed for Christianity and the 21st
Century (1996) di Indonesia dan Amerika, dan Christian Drama Society (1999).
"Faith does not depend on miracles, or any extraordinary sign, but is the
peculiar gift of the spirit, and is produced by means of the word … There is to
which the flesh is more inclined than to listen to vain revelation."
(Dr. John Calvin)
---------------------------------
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
br>Cepat sebelum diambil orang lain!