From: "Kisah" <[EMAIL PROTECTED]>
Edisi 85 -- Rusia: Peter Siemens
PENGANTAR
Mungkin banyak di antara kita yang tidak dapat mengampuni orang yang
telah menyakiti kita dengan mudah. Namun, kasih karunia Tuhan yang
memampukan kita mengampuni orang yang telah bersikap tidak adil
kepada kita. Sajian Kisah berikut ini mengajarkan sesuatu yang
penting dan bernilai kekal dari sebuah pengampunan. Mari kita simak
bersama dan jangan lewatkan bagian di mana tokoh dalam cerita ini
memberikan kesaksian tentang Yesus kepada mereka yang telah menganiayanya.
Pimpinan Redaksi KISAH,
Pipin Kuntami
______________________________________________________________________
KESAKSIAN
RUSIA: PETER SIEMENS
Peter Siemens terbaring di lantai penjara Rusia yang kotor setelah
tidak sadar selama tiga hari. Dia telah ditahan karena menginjili
anak-anak. Para tahanan lain telah memukulinya dengan keji karena
mereka telah dijanjikan oleh penjaga akan mendapat keringanan
hukuman jika melakukan hal tersebut kepada Peter. Ketika mereka
memukuli Peter, ia tetap diam.
Salah seorang tahanan bertanya, "Mengapa kamu tidak berteriak ketika
kami memukuli kamu?"
"Saya berpikir, mungkin kamu memukuli saya untuk kesenanganmu
sendiri, tanpa sepengetahuan penjaga," Peter menjawab melalui
bibirnya yang berdarah. "Jika demikian, dan saya berteriak, kamu
pasti akan dihukum karena berperilaku buruk. Saya tidak mau kamu
menderita karena Yesus mengasihi kamu, dan saya juga mengasihi kamu."
Deklarasi Peter yang menyentuh hati ini telah memenangkan hati-hati
yang keras di sel penjara. Mereka menyebarkan pesan ke seluruh
penjara agar tidak seorang pun menyentuh Peter, tidak peduli ke mana
dia dipindahkan atau apapun yang ditawarkan oleh penjaga.
Para tahanan yang menunggu untuk menjalani hukuman mati mendengar
cerita Peter dan mengirim pesan meminta pertolongannya. Peter
menanggapi, dan dengan pertolongan penjaga yang baik, dia
menceritakan kasih Yesus kepada mereka. Karena pelayanan Peter,
beberapa orang mungkin telah bertobat sebelum mereka menjalani
hukuman mati mereka. Hidupnya yang mencerminkan kasih Kristus telah
memberikan kesempatan yang penting bagi orang lain. Mereka yang
mungkin tidak akan pernah mendengar berita Injil, mendapat
kesempatan untuk mendengarnya.
*****
Kata-kata yang diucapkan dapat sangat berkuasa. Kata-kata nasihat,
kasih, atau kata-kata yang menguatkan dan diucapkan tepat waktu,
dapat memberkati orang yang sedang membutuhkannya. Bagaimana dengan
orang yang mengalami kekurangan dalam hal rohani? Kata-kata Peter
Siemens didorong oleh kasihnya kepada Kristus. Kasih itu telah
memampukannya berbicara mengenai kasih Kristus dengan berani kepada
musuh-musuhnya ketika mereka sedang sangat membutuhkannya. Peter
taat kepada pimpinan Tuhan dan Tuhan memakai kata-kata Peter untuk
mengubah hukuman kekal yang akan dialami banyak tahanan di sana jika
tidak mengenal Yesus. Apakah Tuhan memakai kata-kata orang lain
untuk membawa Anda kepada Yesus? Ketika Tuhan memanggil Anda untuk
menceritakan tentang Yesus kepada orang lain, maukah Anda
menaatinya? Pikirkan betapa besar perbedaan yang dapat terjadi oleh
karena teladan dan kata-kata Anda.
*****
Diambil dan diedit seperlunya dari:
Judul buku: Devosi Total
Judul asli buku: Extreme Devotion
Judul asli artikel: Virgin Islands: Leonard Dober
Penulis: The Voice of The Martyrs
Penerbit: KDP, Surabaya 2005
Halaman: 181
______________________________________________________________________
"Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat,
sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu." (Lukas
21:15)
< http://sabdaweb.sabda.org/?p=Lukas+21:15 >
______________________________________________________________________
POKOK DOA
1. Berdoalah pada Tuhan, mohon kasih karunia dan kekuatan dari-Nya
supaya kita tidak melakukan pembalasan atas perbuatan jahat yang
telah orang lain lakukan pada kita.
2. Jika saat ini kita masih belum mengampuni orang yang berbuat
jahat pada kita, mari kita datang pada Tuhan dan mohon kelembutan
hati supaya kita bisa mengampuni mereka.
3. Apabila Tuhan memberi kesempatan kita untuk bertemu mereka, marilah kita
tunjukkan
dalam perkataan maupun perbuatan bahwa kita mengasihi mereka, sama
seperti kasih
yang telah ditunjukkan oleh Kristus pada kita.
====================================================
Edisi 86 -- Kesembuhan Ilahi yang Diterima Oleh Betty Baxter
Edisi 86, 1 September 2008
PENGANTAR
Manusia terdiri dari dua unsur penting, yaitu jasmani dan rohani.
Jika tubuh mengalami keterbatasan atau dalam keadaan tidak sempurna,
pastinya akan memengaruhi jiwa kita. Bukan sebuah kebetulan jika
Betty Baxter terlahir di dunia ini dengan penyakit yang boleh
dibilang langka. Tapi dari sana, kuasa Tuhan ajaib dalam hidupnya.
Vonis manusia yang mengatakan dia tidak dapat disembuhkan, tidak
berlaku jika kita berbicara tentang kuasa dan kasih karunia Tuhan.
Kesembuhannya mendatangkan kemuliaan bagi Tuhan.
Satu hal yang kita pelajari, bahwa dalam keadaan sakit, kita harus
selalu yakin bahwa kesembuhan akan Tuhan berikan asalkan kita
berserah penuh kepada-Nya. Tuhan telah bersabda, "Janganlah takut,
sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini
Tuhanmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan
memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan"
(Yesaya 41:10). Kisah kesembuhan Betty Baxter berikut kiranya akan
menguatkan iman kita untuk tetap teguh di dalam Tuhan dan yakin
bahwa Dialah yang mampu menolong dan membawa kita pada sebuah
kemenangan. Selamat membaca!
Redaksi Tamu KISAH,
Kristina Dwi Lestari
______________________________________________________________________
KESAKSIAN
KESEMBUHAN ILAHI YANG DITERIMA OLEH BETTY BAXTER
Saya bukan anak yang normal seperti anak lain. Tubuh saya dalam
keadaan menggeliat, timpang, dan berubah bentuknya. Dokter pun
pernah berkata, "Betty, tidak ada harapan lagi." Saya harus dibawa
dari rumah sakit yang satu ke rumah sakit yang lain, dan para dokter
spesialis menggelengkan kepala dan berkata, "Dalam hal ini, ilmu
kedokteran angkat tangan." Saya dilahirkan dengan tulang belakang
yang membengkok. Setiap ruas tulang tidak berada pada tempatnya.
Tulang-tulangnya saling menggeliat dan saling melekat. Saraf saya
dalam keadaan kacau balau.
Suatu hari, saat saya berada di rumah sakit Akademia di kota
Minneapolis, tiba-tiba tubuh saya gemetar dan goncangan itu semakin
keras hingga saya terpelanting ke lantai. Hingga akhirnya dokter
berkata, "Sekarang ia menderita sakit 'kejang-kejang', dan kami
tidak dapat berbuat sesuatu apapun selain mengembalikannya ke
rumah." Kemudian para juru rawat mengikat saya ke tempat tidur
dengan menggunakan pengikat yang lebar. Ikatan itu tidak dapat
menghentikan getaran-getaran tubuh saya, namun dapat mencegah saya
jatuh ke lantai. Siang malam saya tetap terikat di tempat tidur dan
hanya dilepaskan ketika akan dimandikan oleh juru rawat.
Jika ikatan-ikatan itu dilepas, maka tampaklah bekas-bekasnya yang
kemerah-merahan dan luka-luka yang terdapat pada tubuh saya. Saya
tahu apa artinya menderita. Saya senantiasa merasa sakit. Dokter
senantiasa membius saya agar saya menahan rasa sakit itu. Saat saya
lahir, keadaan jantung saya tidak normal dan kini semakin memburuk
karena saya terus-menerus diberi suntikan morfin. Akibatnya, saya
setiap minggu terkena serangan penyakit jantung. Tubuh saya juga
semakin kebal terhadap pembiusan itu. Saya harus menggigit bibir
saya agar tidak menjerit kesakitan apabila obat suntik itu tidak
berdaya menghilangkan rasa sakit itu. Baru dua atau tiga suntikan
diberikan, rasa sakit yang tidak henti-hentinya menyiksa saya, agak mereda.
Dokter menyingkirkan segala sesuatu dari tempat tidur saya, lalu
katanya, "Betty, aku menyesal sekali karena aku tak dapat memberi
morfin lagi kepadamu. Hanya itulah yang dapat kuperbuat." Pada saat
itu saya berusia sembilan tahun. Malam itu begitu panjang.
Berkali-kali saya membalikkan diri saya di tempat tidur ketika
sedang bergumul agar rasa sakit itu agak reda. Sering saya tak
sadarkan diri selama berjam-jam lamanya.
Saya dibesarkan di dalam keluarga Kristen. Sejauh ingatan saya,
ibulah yang menceritakan kisah tentang Yesus kepada saya. Ibu
percaya akan firman Tuhan dan berkata bahwa Yesus adalah Juru
Selamat, Penebus yang sama seperti saat Ia berjalan di tepi Galilea.
Dan saat ini, Ia masih tetap menyembuhkan orang-orang sakit asalkan
mereka mau memunyai iman kepada-Nya. Kejadian terbesar yang terjadi
atas hidup saya bukanlah oleh karena Yesus telah menyembuhkan tubuh
saya yang timpang dan menggeliat serta berubah bentuknya, melainkan
oleh karena Ia menyelamatkan jiwa saya dari dosa.
Selama Yesus berada di dalam hati saya, maka saya dapat masuk surga
sekalipun saya timpang dan bentuk tubuh saya berubah sedemikian rupa
sehingga terlihat buruk. Akan tetapi, saya tidak mungkin ke surga
jika darah Yesus tidak menyelamatkan saya.
Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul buku: Kesembuhan Ilahi yang Diterima Oleh Betty Baxter
Penulis: Betty Baxter
Penerbit: Nafiri Fajar Media Group, Surabaya 2004
Halaman: 7 -- 10
______________________________________________________________________
"... sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.'
Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa
Kristus turun menaungi aku." (2 Korintus 12:9)
< http://sabdaweb.sabda.org/?p=2Korintus+12:9 >
______________________________________________________________________
POKOK DOA
1. Segala kesusahan yang terjadi di dalam kehidupan kita bertujuan
untuk membuat kita kuat dan siap di dalam menjalani kehidupan
ini. Mari kita satukan hati untuk berdoa bagi saudara kita yang
saat ini dalam keadaan sakit, terlebih mereka yang secara medis
menderita sakit yang belum dapat disembuhkan. Doakan agar Tuhan
senantiasa menguatkan dan memberikan kesabaran di saat mereka
menantikan kesembuhan.
2. Doakan juga bagi para dokter, perawat, dan para pekerja di rumah
sakit yang mengabdikan dirinya bagi dunia kesehatan. Kiranya
Tuhan senantiasa menaungi mereka dengan hikmat dan bijaksana di
dalam melaksanakan tugas dan panggilannya untuk menolong para pasiennya.
3. Doakan juga keluarga yang memunyai anggota keluarga atau saudara
yang sedang dalam keadaan sakit parah atau sedang menunggu proses
penyembuhan. Biarlah Bapa saja yang akan menguatkan hati mereka
untuk merawat dan menjaga dengan kasih.
______________________________________________________________________
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright(c) 2008 YLSA
YLSA -- http://www.ylsa.org/
http://katalog.sabda.org/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo
No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Redaksi Tamu: Kristina Dwi Lestari
Kontak: < kisah(at)sabda.org >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-kisah(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-kisah(at)hub.xc.org >
Arsip KISAH: http://www.sabda.org/publikasi/Kisah/
Situs KEKAL: http://kekal.sabda.org/