From: raymond dan 

Senin, 1 September
Gereja Bukan Gedungnya
Dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan" (Filipi 2:11)
Bacaan: Matius 16:13-20
Setahun: Yeremia 40-42

Pada masa kini, ada kesan kuat bahwa gereja seolah-olah hanya tempat 
pertunjukan dan hiburan. "Pengunjung" datang dan pergi sesukanya demi mencari 
acara yang memuaskan selera. Bila gedung gereja dipenuhi oleh hadirin yang 
terpikat, entah oleh apa, itu dinilai sukses. Gereja hanya dipahami sebagai 
sebuah gedung, tempat, acara, dan pertunjukan. 

Atas perkenan Tuhan, Petrus mengaku bahwa Yesus-lah Anak Yahweh dan Tuhan 
mendirikan Gereja-Nya di atas dasar pengakuan iman itu. Keberadaan gereja 
ditentukan oleh orang-orang yang mengaku percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan 
Juruselamat. Sejarah gereja membuktikan bahwa dengan pertolongan Roh Kudus, 
pengakuan itu bertahan walaupun diterjang pelbagai tantangan, siksaan, 
penganiayaan, dan pembantaian. Selama kaum beriman yang tinggal masih setia 
pada pengakuan imannya, gereja-dalam arti sesungguhnya- tak akan pernah binasa, 
meskipun para tokohnya dibunuh, gedung-gedungnya dibakar, kegiatan-kegiatanny a 
dilarang, ruang gerak dan izin pendiriannya dibatasi. Sebaliknya, gereja justru 
makin berkembang.

Keberadaan gereja lebih ditentukan oleh faktor orang-orang yang hidup di atas 
dasar pengakuan iman, yaitu makna Yesus bagi jemaat. Bukan dari megahnya 
gedung, rapinya organisasi, bervariasinya kegiatan, dan kuatnya keuangan. Semua 
itu memang perlu, tetapi bukan yang utama. Kekuatan gereja bertumpu pada karya 
Roh Kudus di dalam dan melalui orang-orang yang setia pada imannya. Pada 
akhirnya, orang-orang tidak hanya mencari gereja sebagai tempat ibadah, tetapi 
juga demi melaksanakan hidup bergereja; terlibat aktif dalam setiap pelayanan 
gereja -PAD

GEREJA BUKANLAH GEDUNGNYA, MELAINKAN ORANG-ORANGNYA 
==========================================================
From: raymond dan 

[EMAIL PROTECTED] Dari TUHAN

Anak-Ku , 

Misalnya kehidupan seperti katalog pesanan barang via pos, dan kamu bisa hanya 
dengan membolak-balik halaman-halamannya, memilih segala sesuatu yang 
diinginkan hatimu: komputer, mobil, pakaian, liburan mewah, ketenaran, uang, 
kekuasaan-tanpa batas.

Hanya saja pada hari pesananmu diantarkan, datanglah besertanya tagihan yang 
berbunyi, "Pembayaran yang diminta : jiwamu yang kekal," Apakah kamu masih 
melakukan pemesanan ? Banyak orang melakukannya. Namun mereka tidak sepenuhnya 
mengerti transaksi yang mereka lakukan. Katalog itu merupakan penipuan. Ia 
tidak akan mengantarkannya penuh sesuai dengan pesanan, sebenarnya. Tetapi 
kalaupun sesuai dengan pesanan, tak ada jumlah barang yang akan pernah 
memuaskan kerinduan berkepanjangan dari jiwamu terhadap-Ku.

Karena itu singkirkanlah katalog dunia dan bukalah halaman-halaman dari 
rencana-Ku terhadapmu - Alkitab. Kasih-Ku membawakan apa yang dijanjikannya! .

Ayahmu Yang Penuh Kasih,
Tuhan

Apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? 
Apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya ?( Matius 16:26)
===============================================
From: Elsie 

THE BOXES
 Author Unknown 
 
I have in my hands two boxes  
Which God gave me to hold. 
He said, "Put all your sorrows in the black, 
And all your joys in the gold."

 I heeded His words, and in the two boxes
 Both my joys and sorrows I store, 
But though the gold became heavier each day 
The black was as light as before. 
With curiosity, I opened the black
 
I wanted to find out why And I saw, in the base of the box, a hole Which my 
sorrows had fallen out by.
 
I showed the hole to God, and mused aloud, "I wonder where my sorrows could be."
 
He smiled a gentle smile at me. "My child, they're all here with me."
 
I asked, "God, why give me the boxes, Why the gold, and the black with the 
hole?"
 
"My child, the gold is for you to count your blessings, the black is for you to 
let go."

Kirim email ke