From: [EMAIL PROTECTED] 

KEKUATAN YHWH
"Besarlah Tuhan kita dan berlimpah kekuatan, kebijaksanaan-Nya tak terhingga."
(Mazmur 147:5)
Kita sangat kagum ketika melihat kepada alam semesta yang sangat indah dan 
kompleks ini, yang Elohim ciptakan dengan Firman-Nya. Dan Elohim yang tak 
terlihat ini -- yaitu Sang Pencipta tidak dapat dihampiri tanpa melalui Tuhan 
Yesus Kristus, dalam kitab 1 Timotius 6:16 kita membaca demikian:
"Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam dalam terang 
yang tak terhampiri. Seorangpun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak 
dapat melihat Dia. Bagi-Nyalah hormat dan kuasa yang kekal! Amin."
Lebih lanjut kitab Roma 1:20 menambahkan bahwa Elohim telah memberikan bukti 
akan kekuatan-Nya kepada umat manusia yang berdosa melalui karya dari 
ciptaan-Nya, dalam ayat itu kita membaca demikian:
"Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan 
keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia 
diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih."
Dan kitab Yeremia 32:17 mengingatkan kepada kita demikian:
"Ah, YHWH Elohim! Sesungguhnya, Engkaulah yang telah menjadikan langit dan bumi 
dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan lengan-Mu yang terentang. Tiada suatu 
apapun yang mustahil untuk-Mu!"
Faktanya, Elohim akan disembah dan dimuliakan untuk selama-lamanya di dalam 
kekekalan, seperti yang dinyatakan dalam kitab Wahyu 15:3 demikian:
"Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di 
bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: "Bagi Dia 
yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat 
dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!"
Elohim bukan hanya menciptakan manusia dari sesuatu yang tidak ada menjadi ada, 
tetapi Ia juga telah menetapkan peraturan-peraturan yang berkuasa atas umat 
manusia; dan tidak ada sesuatu lainnya yang lebih penting daripada Elohim 
sendiri yang telah menafaskan kata-kata-Nya yang ada tertulis di dalam Alkitab. 
Ingatlah dalam kitab Roma 13:1 Elohim berkata demikian:
"Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak 
ada pemerintah, yang tidak berasal dari Elohim; dan pemerintah-pemerintah yang 
ada, ditetapkan oleh Elohim."
Dan kitab Amsal 21:1 menambahkan demikian:
"Hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN, dialirkan-Nya ke mana Ia 
ingini."
Itulah sebabnya mengapa pada zaman Yesus kita menemukan pernyataan dalam kitab 
Markus 1:22 demikian:
"Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang 
yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat."
Selama masa pelayanan Yesus di bumi hal-hal seperti ini sering muncul ke 
permukaan. Mula-mula kita melihat bagaimana Iblis melalui Firman Elohim 
mencobai Yesus di padang gurun. Hal ini dicatat dalam kitab Lukas 4:6 yang kita 
baca demikian:
"Kata Iblis kepada-Nya [yaitu kepada Yesus]: "Segala kuasa itu serta 
kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan 
kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki."
Dan pada akhir dari pelayanan-Nya di bumi kita teringat akan percapakan antara 
Pontius Pilatus, seorang gubernur Roma, dengan Yesus, yang sebenarnya berkuasa 
atas segala pemerintahan di bumi. Kitab Yohanes 19:10-11 menggambarkan hal ini 
sebagai berikut:
"Maka kata Pilatus kepada-Nya: "Tidakkah Engkau mau bicara dengan aku? Tidakkah 
Engkau tahu, bahwa aku berkuasa untuk membebaskan Engkau, dan berkuasa juga 
untuk menyalibkan Engkau?" Yesus menjawab: "Engkau tidak mempunyai kuasa apapun 
terhadap Aku, jikalau kuasa itu tidak diberikan kepadamu dari atas. Sebab itu: 
dia, yang menyerahkan Aku kepadamu, lebih besar dosanya."
Walaupun Kristus menentukan urutan otoritas ilahi dan segala pemerintahan yang 
ada di dunia ini untuk keuntungan umat pilihan-Nya, Kristus juga sangat 
berperan dalam peperangan rohani yang tidak terlihat oleh mata yang terus 
terjadi setiap waktu. Dalam kitab Efesus 6:12 kita membaca demikian:
"karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan 
pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu 
dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara."
Peperangan rohani ini -- yang sebenarnya secara prinsip sudah dimenangkan oleh 
Tuhan Yesus pada peristiwa kayu salib akan terus berlangsung sampai hari 
Penghakiman Yang Terakhir, yaitu hari yang terakhir dari keberadaan bumi ini. 
Dan kitab Wahyu 12:10 yang berbicara tentang kekalahan Iblis pada peristiwa 
kayu salib, berkata demikian:
"Dan aku mendengar suar a yang nyaring di sorga berkata: "Sekarang telah tiba 
keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Elohim kita, dan kekuasaan Dia yang 
diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, 
yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Elohim kita."
Kekuatan Elohim menemukan kebesarannya pada peristiwa Penebusan. Kitab Mazmur 
59:16 menyatakan kepada kita demikian:
"Tetapi aku mau menyanyikan kekuatan-Mu, pada waktu pagi aku mau bersorak-sorai 
karena kasih setia-Mu; sebab Engkau telah menjadi kota bentengku, tempat 
pelarianku pada waktu kesesakanku."
Nah, sekarang apakah arti dari ungkapan "pada waktu kesesakan" ? Kata Ibrani 
yang sama dengan "kesesakan" juga ditemukan dalam Mazmur 116:3, yang berkata 
demikian:
"Tali-tali maut telah meliliti aku, dan kegentaran terhadap dunia orang mati 
menimpa aku, aku mengalami kesesakan dan kedukaan."
Dengan kata lain sesungguhnya "kesesakan" yang dihadapi oleh setiap umat 
manusia adalah upah dari dosa-dosa mereka yang sedang menunggu mereka, yaitu 
murka Elohim yang kekal. Dalam kitab Nahum 1:3 kita membaca demikian:
"TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali 
membebaskan dari hukuman orang yang bersalah ..... "
Mereka-mereka yang Elohim tarik ke dalam program keselamatan-Nya akan 
mempelajari Alkitab dengan sungguh-sungguh, dan memohon kepada Elohim untuk 
membebaskan mereka dari "yang jahat", -- yaitu neraka -- seperti gaya bahasa 
yang kita temukan dalam doa Bapa Kami yang kita baca dalam kitab Matius 6:13 
demikian:
"dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan [peirasmos, yaitu penghakiman], 
tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat ...... "
Jadi sekarang kita mengerti bahwa inti dari doa Bapa Kami adalah doa untuk 
keselamatan, yaitu supaya kita dibebaskan dari hukuman yang kekal. Lebih jauh 
dalam kitab Matius 1:21 kita menemukan pernyataan ini: 
"Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena 
Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."
Bagaimanakah caranya Tuhan Yesus melakukan hal ini? Kitab Ibrani 1:3 memberikan 
kepada kita jawabannya demikian:
"Ia adalah cahaya kemuliaan Elohim dan gambar wujud Elohim dan menopang segala 
yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan [yaitu Firman Kristus]. Dan 
setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa [yaitu penyucian dosa melalui 
diri-Nya], Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi"
"For the earth shall be filled with the knowledge of the glory of the LORD, as 
the waters cover the sea"  (Habakkuk 2:14)
May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit.
===============================================
>From : Jonathan 

Berita HEBOH dari Nazareth.  :

Telah ditemukan berkas yang diduga raport milik Yesus waktu sekolah dulu. 

Tertulis :    -  Agama dapat nilai C karena setelah ditanya siapa yang
                  menciptakan dunia, Ia menjawab BapaKu. 

               -  Olahraga dapat nilai D karena setelah disuruh berenang,
                  Ia malah berjalan di atas air. 

               -  Matematika dapat nilai E karena setelah disuruh
                  menjumlahkan 2 ikan + 5 roti Iha malah menjawab 12 bakul. 

               -  Hanya Kimia yang dapat A karena Ia dapat membuat Formula,
                  merubah air menjadi anggur.

he...he...he. ..
Tertawa itu SEHAT fren….!!!!!!! !!!

Selamat beraktivitas, Gbu 
=============================================
From: [EMAIL PROTECTED] 

KEBIJAKAN TUHAN
 
Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih 
setia-Nya. Biarlah itu dikatakan orang-orang yang ditebus TUHAN, yang 
ditebus-Nya dari kuasa yang menyesakkan, yang dikumpulkan-Nya dari 
negeri-negeri, dari timur dan dari barat, dari utara dan dari selatan. 

Ada orang-orang yang mengembara di padang belantara, Jalan ke kota tempat 
kediaman orang tidak mereka temukan; mereka lapar dan haus, jiwa mereka lemah 
lesu di dalam diri mereka. Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam 
kesesakan mereka, dan dilepaskan-Nya mereka dari kecemasan mereka. Dibawa-Nya 
mereka menempuh Jalan Yang Lurus, sehingga sampai ke kota tempat kediaman 
orang. Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena 
perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia, sebab 
dipuaskan-Nya jiwa yang dahaga, dan jiwa yang lapar dikenyangkan-Nya dengan 
kebaikan. 
Ada orang-orang yang duduk di dalam gelap dan kelam, terkurung dalam sengsara 
dan besi. Karena mereka memberontak terhadap perintah-perintah Elohim, dan 
menista nasihat Yang Mahatinggi, maka ditundukkan-Nya hati mereka ke dalam 
kesusahan, mereka tergelincir, dan tidak ada yang menolong. Maka 
berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan 
diselamatkan-Nyalah mereka dari kecemasan mereka, dibawa-Nya mereka keluar dari 
dalam gelap dan kelam, dan diputuskan-Nya belenggu-belenggu mereka. Biarlah 
mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena 
perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia, sebab 
dipecahkan-Nya pintu-pintu tembaga, dan dihancurkan-Nya palang-palang pintu 
besi. 
Ada orang-orang menjadi sakit oleh sebab kelakuan mereka yang berdosa, dan 
disiksa oleh sebab kesalahan-kesalahan mereka; mereka muak terhadap segala 
makanan [rohani] dan mereka sudah sampai pada pintu gerbang maut. Maka 
berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan 
diselamatkan-Nya mereka dari kecemasan mereka, disampaikan-Nya Firman-Nya dan 
disembuhkan-Nya mereka, diluputkan-Nya mereka dari liang kubur. Biarlah mereka 
bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya 
yang ajaib terhadap anak-anak manusia. Biarlah mereka mempersembahkan korban 
syukur, dan menceritakan pekerjaan-pekerjaan-Nya dengan sorak-sorai! 
Ada orang-orang yang mengarungi laut dengan kapal-kapal, yang melakukan 
perdagangan di lautan luas [yaitu memberitakan Injil]; mereka melihat 
pekerjaan-pekerjaan TUHAN, dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib di tempat 
yang dalam. Ia berfirman, maka dibangkitkan-Nya angin badai yang meninggikan 
gelombang-gelombangnya. Mereka naik sampai ke langit dan turun ke samudera 
raya, jiwa mereka hancur karena celaka; mereka pusing dan terhuyung-huyung 
seperti orang mabuk, dan kehilangan akal. Maka berseru-serulah mereka kepada 
TUHAN dalam kesesakan mereka, dan dikeluarkan-Nya mereka dari kecemasan mereka, 
dibuat-Nyalah badai itu diam, sehingga gelombang-gelombangnya tenang. Mereka 
bersukacita, sebab semuanya reda, dan dituntun-Nya mereka ke pelabuhan kesukaan 
mereka. Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena 
perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia. Biarlah mereka 
meninggikan Dia dalam jemaat umat itu, dan memuji-muji Dia dalam majelis para 
tua-tua. 
Dibuat-Nya sungai-sungai menjadi padang gurun, dan pancaran-pancaran air 
menjadi tanah gersang, tanah yang subur menjadi padang asin, oleh sebab 
kejahatan orang-orang yang diam di dalamnya. 
Dibuat-Nya padang gurun menjadi kol am air, dan tanah kering menjadi 
pancaran-pancaran air. Ditempatkan-Nya di sana orang-orang lapar, dan mereka 
mendirikan KOTA tempat kediaman; mereka menabur di ladang-ladang dan membuat 
kebun-kebun anggur, yang mengeluarkan buah-buahan sebagai hasil. Diberkati-Nya 
mereka sehingga mereka bertambah banyak dengan sangat, dan hewan-hewan mereka 
tidak dibuat-Nya berkurang. 
Tetapi mereka menjadi berkurang dan membungkuk oleh sebab tekanan celaka dan 
duka. Ditumpahkan-Nya kehinaan ke atas orang-orang terkemuka, dan dibuat-Nya 
mereka mengembara di padang tandus yang tiada Jalan; tetapi orang miskin 
dibentengi-Nya terhadap penindasan, dan dibuat-Nya kaum-kaum mereka seperti 
kawanan domba banyaknya. Orang-orang benar melihatnya, lalu bersukacita, tetapi 
segala kecurangan tutup mulut. Siapa yang mempunyai hikmat? Biarlah ia 
berpegang pada semuanya ini, dan memperhatikan segala kemurahan TUHAN. (Mazmur 
107:1-43)    

Kirim email ke