From: Hadi Kristadi *Ajeng Astriani : Dari Pengamen Jalanan Menuju Ajang Mamamia Show*
Perjalanan hidup manusia memang tidak bisa ditebak. Begitu pula perjalanan hidup Ajeng Astriani. Jika dulunya ia biasa mentas di atas bis kota dengan mengamen, kini jutaan pemirsa layar kaca menjadi saksi bahwa Ajeng memiliki bakat menyanyi yang lumayan. Kehadiran Ajeng, seorang pengamen jalanan dalam ajang pencarian bakat tingkat nasional "Mamamia Show" memang memberikan warna tersendiri. Ajeng menjadi pendobrak keberanian di kalangan pengamen untuk tampil berkompetisi di depan publik. Ajeng telah membuktikan bahwa pengamen jalananpun memiliki bakat yang tak kalah bagus dibandingkan dengan mereka yang hidup berkecukupan. Dan lewat ajang pencarian bakat itulah kini dara kelahiran tahun 1994 ini berhasil mengangkat status ekonomi keluarga. Ajeng, yang dulunya naik turun bis kota untuk mengais rejeki, kini sudah memiliki mobil sendiri. Bahkan ia juga memiliki rumah singgah untuk anak-anak jalanan. ** *Sayang Orang Tua *Di mata orangtuanya, Ajeng merupakan anak yang menyenangkan dan membanggakan. Ia dikenal sebagai anak yang riang, tak pernah mengeluh. Apalagi sejak kecil ia sudah mengalami pahit getirnya kehidupan. Harry, papanya, tak bisa bekerja karena sakit keras. Terpaksa mama Cindy berjualan dengan modal seadanya. Sayang sekali usaha itu bangkrut. Ketika duduk di kelas 3 SD orangtuanya diusir dari rumah kontrakan lantaran tak mampu membayar. Dan hampir setiap hari ada saja penagih utang yang dengan kasar meneror orangtuanya. Beratnya beban ekonomi keluarga inilah yang membuat Ajeng bertekad untuk mencari uang sendiri dengan cara mengamen. Setiap pagi Ajeng keluar rumah untuk "ngamen" bersama mamanya. Ngamennya di dalam bis kota. Sehari ia bisa mengamen di dalam 40 bis, lumayan hasilnya, bisa untuk makan sekeluarga. Dalam sehari Ajeng bisa mendapatkan uang sekitar Rp. 50 ribu sampai Rp. 100.000,-. Seiring dengan rutinitas ngamennya ini, bangku sekolah mulai ditinggalkan Ajeng. Selama empat tahun dirinya berhenti bersekolah dan praktis hari-harinya diisi dengan kegiatan mencari nafkah. Karena sering pulang malam, sebagai seorang ibu, Cindy tidak tega membiarkan Ajeng. Apalagi putrinya mulai beranjak remaja. Takut kalau-kalau ada hal buruk yang akan menimpa Ajeng, maka Cindy pun memutuskan untuk menemani Ajeng mengamen. "Mama sudah tidak tahu lagi mau usaha apa, karena itu mama mengijinkan Ajeng mengamen. Kalau mama yang mengamen, adik-adik Ajeng tidak ada yang jaga," tutur Cindy. Rutinitas tersebut dijalani Ajeng dengan senang hati. Ia tidak berkeluh kesah, hingga pada suatu hari Tuhan membuka jalan yang tak pernah mereka pikirkan. "Pada suatu hari ketika Ajeng mengamen, ada seorang ibu, penumpang bis jurusan Grogol Kampung Rambutan, memberikan formulir pendaftaran Mamamia Show di Stasiun TV Indosiar. Semula Ajeng enggan, karena ia merasa minder bersaing dengan orang-orang yang hidupnya berkecukupan. Namun ibu yang baik hati itu terus mendesaknya, sehingga Ajeng mengisi formulir itu. ** *Memulihkan Keluarga* Penampilan Ajeng dalam kompetisi Mamamia memberikan keberuntungan tersendiri bagi keluarga. Banyak pihak mulai menawarkan kerjasama, terutama menjadi sponsor. "Beberapa orang yang tak dikenal kini mulai menawarkan bantuan. Ada orang yang datang membawa uang, ada yang langsung membawa barang, dan dan ada pula yang membawa uang sambil menjanjikan akan membawa uang lagi kalau masih diperlukan." demikian pengakuan Cindy. Selain mendapatkan perlakuan istimewa, keluarga Ajeng juga mendapatkan keberuntungan yang lain. Icha, kakak sulung Ajeng yang selama ini meninggalkan mereka, kini kembali ke dalam keluarga. "Icha, anak sulung kami datang bersama dengan seorang cucu. Hati saya yang semula keras dan penuh dendam, dalam sekejap mencair. Masalah lama seperti terlupakan," ungkap Cindy yang kini menjadi manajer Ajeng. Ternyata Ajeng tidak hanya memperbaiki ekonomi keluarga, tetapi ia juga berhasil memulihkan keluarganya. Bersatunya kembali sebuah keluarga yang sudah lama terpisah merupakan berkat Tuhan. "Saya merasakan bahwa doa saya selama ini sudah terkabul. Anak sulung kami yang menghilang selama tiga tahun, akhirnya kembali. Dan Tuhan melalui Ajeng telah membuka jalan ke arah kehidupan yang lebih baik, tidak seperti kedua orangtuanya," papar Cindy. Selain Icha dan Ajeng, Harry dan Cindy masih memiliki empat orang anak lagi: Julio 8 tahun, Bagus 5 tahun, Aji 2,5 tahun, dan Cantika 1 tahun. Cantika kini diasuh oleh ibu angkatnya. ** *Peduli Anak Jalanan* Ajeng, sang biduanita jalanan, kini sudah menjadi artis ibukota. Dara kelahiran November 1994 ini mengatakan bahwa meskipun ia kini sudah menjadi artis penyanyi, ia tidak akan melupakan komunitas pengamen jalanan. Sebagai bukti, ia menggelar acara jumpa fans yang mengundang anak-anak jalanan pada pertengahan bulan Juni lalu. Ia memberikan suatu motivasi kepada para pengamen itu untuk mengikuti jejaknya, berprestasi di ajang musik Indonesia. "Saya melakukan semua ini demi tanda cinta kasih sayangku kepada teman-teman pengamen. Mereka masih bergumul sebagai pengamen dengan kerasnya kehidupan ibukota," tegas Ajeng. Dengan didampingi papa dan mamanya, Ajeng mendirikan "Tenda Ajeng Mamamia" di perempatan Cempaka Putih, di seberang ITC Cempaka Mas. "Setiap Kamis siang dan Jumat sore aku dan keluargaku melakukan pelayanan kepada 168 teman-teman pengamen," ucap Ajeng. Penggemar "3 Diva" dan Beyonce ini menambahkan bahwa saat ini ia dan manajemennya sedang membangun sebuah rumah singgah untuk anak-anak jalanan, sedangkan dana untuk pembangunan rumah itu berasal dari hasil menyanyi. "Yang jelas, aku mau menjadi berkat bagi para pengamen yang adalah saudara-saudaraku. Aku bersyukur bahwa Tuhan Yesus sudah menjawab doa-doaku," ujar dara berwajah hitam manis ini. Untuk ke depan, Ajeng ingin mengasah bakat nyanyinya. Ia ingin menjadi penyanyi profesional, dan rencananya dalam waktu dekat ia akan meluncurkan album rohaninya. Ajeng juga ingin melanjutkan sekolahnya. "Aku sekarang berumur 14 tahun dan seharusnya sudah duduk di bangku SMA. Tetapi karena aku dulu sempat berhenti sekolah, jadi sekarang aku baru lulus SD. Bagi Ajeng tidak ada kata "terlambat" untuk sekolah," tuturnya dengan senyum tersungging. Puji Tuhan! *(Pertama kali naskah ini diposting oleh Hadi Kristadi untuk ** http://pentas-kesaksian.blogspot.com*http://pentas-kesaksian.blogspot.com/ * pada tanggal 3 September 2008, dengan sumber dari Tabloid Keluarga edisi 33 tahun 2008 - mohon agar keterangan ini tidak dihapus ketika anda memforwardnya.) * ------------------------------------------------------------------------------------- Selalu ada Inspirational Stories di http://pentas-kesaksian.blogspot.com ====================================================== From: rm_maryo "Pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa" (1Kor 6:1-11; Luk 6:12-19) "Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Elohim. Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul: Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus, Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat. Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon. Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan.Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya" (Luk 6:12-19), demikian kutipan Warta Gembira hari ini. Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut: . Berdoa merupakan salah satu cirikhas hidup beriman atau hidup beragama; jika orang mengaku sebagai beriman atau beragama tetapi jarang atau tidak pernah berdoa, maka yang bersangkutan rasanya kurang atau tidak mendalam penghayatan iman atau agama nya. Berbagai pertemuan bersama sering diawali dengan berdosa dengan harapan agar apa yang terjadi dalam pertemuan dan buah pertemuan baik adanya serta fungsional untuk keselamatan atau kebahagiaan bersama. Saudara-saudari kita umat Islam memiliki kebiasaan berdoa lima kali sehari, sedangkan dalam agama Kristen atau Katolik dikenal adanya doa pagi, sore/malam, doa harian dan doa-doa untuk aneka kepentingan atau keperluan. Sebelum memilih para pembantu atau rasul-rasul, Yesus pergi ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Elohim. Maka marilah kita meneladan cara hidup Yesus tersebut: berdoa alias mohon penerangan dari Tuhan sebelum membuat keputusan atau kebijakan untuk melakukan sesuatu, semakin sesuatu tersebut penting dan berat hendaknya juga semakin banyak berdoa. Berdoalah lebih dahulu lebih-lebih atau terutama jika keputusan atau kebijakan yang hendak kita lakukan berdampak pada yang lain, apalagi menyakiti yang lain. Misalnya mau menegor, mengingatkan atau `memarahi' yang lain, silahkan berdoa lebih dahulu, agar apa yang akan anda katakan atau lakukan tetap dalam Tuhan sehingga menyelamatkan dan membahagiakan mereka yang kita tegor, peringatkan atau marahi. Sebagai orang katolik misalnya berdoalah secara singkat dengan membuat tanda salib sambil berkata "Dalam Nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus", dan kemudian hening sejenak baru berkata atau bertindak. Biarlah apa yang keluar dari diri kita memiliki kuasa yang menyelamatkan dan menyembuhkan. . "Tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Elohim? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Elohim. Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Elohim kita." (1Kor 6:9-11), demikian peringatan Paulus kepada umat di Roma, kepada kita semua. Kita secara yuridis, liturgis atau formal telah disucikan yaitu ketika dibaptis. Dibaptis berarti disucikan, dipersembahkan seutuhnya kepada Tuhan, maka baiklah rahmat baptisan tersebut kita hayati dalam hidup sehari-hari antara lain hanya mau mengabdi Tuhan saja dan menolak semua godaan setan seperti cabul, berhala, berzinah, mencuri, kikir, mabuk, memfitnah atau menipu. Godaan setan pada masa kini menggejala dalam berbagai bidang kehidupan, yang pada umumnya mudah merasuki atau menjiwai kita antara lain `berhala-berhala modern' seperti uang, harta benda, sarana-sarana modern/canggih (misalnya HP/Hand Phone). Tanda bahwa orang telah bersembah sujud kepada berhala-berhala tersebut dan tidak mengabdi atau berbakti kepada Tuhan lagi adalah ketika `berhala-berhala' tersebut tidak atau berkurang dan rusak maka kita menjadi frustrasi, marah-marah, putus asa, dst. atau `sakit jiwa' alias gila.. Baiklah aneka macam yang kita miliki dan kuasai, entah uang, harta benda atau sarana-prasarana kita manfaatkan atau fungsikan untuk menolong kita diciptakan, yaitu semakin suci, selamat dan bahagia jiwa kita. Marilah kita berantas aneka macam tindakan atau perilaku yang menyesatkan seperti cabul, berzinah, membenci, mencuri, mabuk, memfitnah dan menipu. "Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tari-tarian, biarlah mereka bermazmur kepada-Nya dengan rebana dan kecapi! Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan. Biarlah orang-orang saleh beria-ria dalam kemuliaan, biarlah mereka bersorak-sorai di atas tempat tidur mereka! Biarlah pujian pengagungan Elohim ada dalam kerongkongan mereka" (Mzm 149:3-6a) Jakarta, 9 September 2008 ================================================ From: dede wijaya DANIEL: Bersikap terhadap Pemerintah Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Elohim; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Elohim. (Roma 13:1) Dirgahayu RI pada 17 Agustus 2008 tepat jatuh pada hari Minggu, dalam Ibadah Kebaktian Umum GKKK dinyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai peringatan HUT RI ke-63 dan sebagai wujud kecintaan kepada NKRI. Pdt. Hendra Arifin dalam khotbahnya dari Kitab Daniel 1 menjelaskan bahwa Daniel dan ketiga temannya Sadrakh, Mesakh dan Abednego bagaikan Para Domba yang diutus dan berada di tengah-tengah serigala (Pemerintahan Babel). Namun TUHAN memberi mereka Hikmat dalam berbagai tantangan yang mereka harus hadapi. Mereka Cerdik seperti Ular dan tulus seperti Merpati. Sambil mengingatkan agar kita lebih TAKUT kepada TUHAN daripada harus melanggar PERINTAH TUHAN untuk Taat pada perintah Manusia, kita harus berpikir rasional dalam suasana Damai. Nah, Peran apakah yang dapat dilakukan Orang Kristen dalam kehidupan Berbangsa dan Bernegara? Apa Mandat Tuhan bagi kita semua? Mandat Membangun Orang Kristen harus ikut serta dan berperan aktif dalam tugas pembangunan yang tentunya juga memperhatikan kelestarian lingkungan Hidup dan kelangsungan SDA bagi generasi mendatang. Pembangunan berwawasan lingkungan. Mandat Pembaharuan, Pemerintah haruslah takut kepada TUHAN. Dalam Amsal 14:31, kita diingatkan, "Siapa menindas orang yang lemah, menghina Penciptanya," sebab kita dicipta menurut Gambar dan Rupa TUHAN (Peta dan Teladan TUHAN). Nah, umat Kristen harus aktif dalam melakukan Pembaharuan/Reformasi menuju Indonesia yang maju dan sejahtera. Orang Kristen dalam sejarah kehidupan berbangsa dan bernegara turut andil dalam mempengaruhi jalannya sejarah Indonesia. Presiden SBY pernah mengeluh dan menyatakan keheranannya mengapa Bangsa yang Agamis, namun sangat ironis, malah Korupsinya begitu mewabah dan menggila? Pdt. Hendra Arifin yang hidup dalam tiga masa, yaitu Masa ORLA (Orde Lama-Sukarno), ORBA (Orde Baru-Suharto) dan Orde Reformasi hingga saat ini, menceritakan sekelumit sejarah peran serta orang Kristen yang pernah menduduki jabatan penting dan berperan penting dalam Pendirian dan Pembangunan NKRI dari waktu ke waktu. Tanpa bermaksud mendukung partai dan tokoh manapun dan menghakimi siapapun, Pdt Hendra Arifin memuji Pemerintahan SBY salah satunya dalam hal keseriusan Pemberantasan Korupsi di NKRI. Hal baik ini perlu terus dilakukan pada pemerintahan mendatang, siapapun Presidennya. Mari, kita satukan tekad, menjalankan mandat membangun dan mandat pembaharuan dari TUHAN bagi kemajuan bangsa dan negara Tercinta, INDONESIA! MERDEKA! Dapatkan Ratusan Artikel Pemahaman Alkitab, Pesona Alkitab, Pengajaran/doktrin, di: www.dedewijaya83.co.cc www.dede-wijaya.co.cc dedewijaya.multiply.com dedewijaya83.multiply.com dedewijaya.blogspot.com dedewijaya83.blogspot.com dedewijaya.wordpress.com www.in-christ.net/blog/dedewijaya www.sabdaspace.org/blog/dedewijaya Silahkan meng-explore semua artikel di atas dengan bebas, mohon mencantumkan sumber alamat website.

