From: rm_maryo
"Anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula" (1Kor 4:1-5; Luk
5:33-39)
"Orang-orang Farisi itu berkata pula kepada Yesus: "Murid-murid Yohanes sering
berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid-murid orang Farisi, tetapi
murid-murid-Mu makan dan minum."
Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat mempelai laki-laki disuruh
berpuasa,
sedang mempelai itu bersama mereka? Tetapi akan datang waktunya, apabila
mempelai itu diambil dari mereka, pada waktu itulah mereka akan berpuasa." Ia
mengatakan juga suatu perumpamaan kepada mereka:
"Tidak seorang pun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk
menambalkannya pada baju yang tua. Jika demikian, yang baru itu juga akan koyak
dan pada yang tua itu tidak akan cocok kain penambal yang dikoyakkan dari yang
baru itu. Demikian juga tidak seorang pun mengisikan anggur yang baru ke dalam
kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan
mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itu pun
hancur. Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula.
Dan tidak seorang pun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru,
sebab ia akan berkata: Anggur yang tua itu baik."(Luk 5:33-39), demikian
kutipan Warta Gembira hari ini.
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan
sederhana sebagai berikut:
. "Habitus baru", itulah motto yang dicanangkan oleh KWI dalam berpartisipasi
hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara seiring dengan gerakan Reformasi.
Diperkenalkan adanya tiga poros utama dalam hidup bersama, yaitu : Badan
Publik, Bisnis dan Komunitas. Jika hidup bersama tidak baik alias bobrok karena
baik Badan Publik maupun Bisnis tidak berpihak pada dan bersama dengan
Komunitas, melainkan mereka
berkolusi dan mendominasi cara hidup bersama. Ber'habitus baru' berarti ajakan
untuk senantiasa berpihak pada dan bersama dengan Komunitas di dalam membangun
dan memperdalam hidup bersama. Hidup bersama di Indonesia saat ini kiranya
masih di-dominasi oleh Badan Publik yang berkolusi dengan Bisnis serta
meninggalkan komunitas. Maka sesuai dengan kutipan Warta Gembira hari ini saya
mengajak kita semua umat beriman, khususnya mereka yang berada di dalam Badan
Publik maupun Bisnis untuk berpihak pada dan bersama dengan komunitas atau
rakyat. Di dalam masa kampanye Pemilu 2009 ini pada umumnya para kontestan dan
petugas kampanye berteriak-teriak, berkoar-koar mau berjuang demi dan bersama
rakyat, namun ketika mereka telah memperoleh `kursi' di DPR/D maupun sebagai
pemimpin atau kepala daerah lupa atau
melupakan apa yang mereka teriakkan atau janjikan. Pemhaharuan atau reformasi
hanya sampai pada tingkat retorika atau kata-kata dan jarang atau tidak pernah
sampai pada tindakan atau pelaksanaan. Memang dalam era Reformasi dan
Desentralisasi saat ini sudah ada sementara Badan Publik dan Bisnis yang
berpihak pada dan bersama dengan
komunitas/rakyat di tingkat kabupaten atau kotamadya, maka semoga apa yang
telah terjadi di beberapa daerah ini segera menyebar ke seluruh Nusantara.
. "Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus,
yang kepadanya dipercayakan rahasia Elohim. Yang akhirnya dituntut dari
pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat
dipercayai."(1Kor 4:1-2), demikian kesaksian atau pesan Paulus kepada umat di
Korintus, kepada kita semua orang beriman.
Dengan rendah hati Paulus, sebagai rasul ulung, berusaha untuk menjadi pelayan
yang dapat dipercayai, dipercaya untuk menghayati dan menyebarluaskan rahasia
Elohim. Rahasia Elohim antara lain adalah `karya penyelamatan dunia',
sebagaimana dihayati oleh Yesus yang datang ke dunia sebagai Penyelamat Dunia.
Kita semua, entah jabatan, fungsi, kedudukan atau tugas apapun, kiranya setiap
hari disibukkan oleh hal-ihwal duniawi, urusan-urusan duniawi. Panggilan bagi
kita semua adalah mengurus dan merawat hal-hal duniawi sedemikian rupa sehingga
kita dapat dipercaya, dihandalkan untuk mengurus dan merawat dengan baik,
sesuai dengan kehendak Tuhan. Marilah kita dengan rendah hati belajar dari para
pelayan yang baik, yang berada di keluarga, kantor atau tempat kerja kita, yang
merawat dan mengurus apa yang dibebankan kepadanya dengan baik (Rasanya selama
pelayan masih berada di tempat kita berarti pelayan yang baik). Melayani
berarti dengan rendah hati berusaha untuk membahagiakan dan menyelamatkan yang
lain, maka kami
berharap semoga mereka yang menjadi pemimpin atau penentu hidup bersama di
manapun dan kapanpun senantiasa hidup dan bertindak dengan semangat atau jiwa
melayani, bukan menguasai apalagi menindas. Ingat motto "vox populi vox Dei",
suara rakyat adalah suara Tuhan, maka jika mengakui diri sebagai yang beriman
atau beragama, dengarkan suara Tuhan yang menggema dalam diri rakyat/komunitas.
"Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan
berlakulah setia, dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan
kepadamu apa yang diinginkan hatimu. Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan
percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;Ia akan memunculkan kebenaranmu
seperti terang, dan hakmu seperti siang" (Mzm 37:3-6)
=======================================================
From: rm_maryo
"Kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu" (1Kor
8:1b-7,11-13; Luk 6:27-38)
"Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu,
berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang
yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu. Barangsiapa
menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan
barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu. Berilah
kepada setiap orang yang
meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil
kepunyaanmu. Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu,
perbuatlah juga demikian kepada mereka. Dan jikalau kamu mengasihi orang yang
mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosa pun mengasihi juga
orang-orang yang mengasihi mereka. Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang
yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun berbuat
demikian." (Luk 6:27-33), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan
sederhana sebagai berikut:
. Kebencian dan balas dendam masih marak di sana-sini dalam kehidupan bersama,
entah dalam hidup berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa, beragama maupun dalam
bekerja. Sekali lagi saya angkat disini bahwa masing-masing dari kita pasti
memiliki `musuh' atau `ada orang membenci atau mengutuk' kita. "Musuh" yang
saya maksudkan di sini adalah segala sesuatu yang tidak sesuai dengan selera
pribadi kita atau tidak kita senangi/sukai, entah itu orang, suasana, iklim,
lingkungan hidup, tugas, pekerjaan, makanan atau minuman dst.., apalagi jika
kita bermotto "like" dan "dislike" dalam kehidupan kiranya kita memiliki banyak
`musuh'. "Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu,
mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu, berdoalah bagi orang yang
mencaci kamu", demikian sabda Yesus. Enak atau tidak enak, nikmat atau tidak
nikmat hemat saya hanya sesaat saja, apa yang kita lakukan dalam sesaat
tersebut akan sangat
berpengaruh dalam hidup kita. Sebagai contoh adalah `makanan atau minuman':
yang sehat belum tentu enak dan nikmat; enak dan nikmat dalam hal makanan dan
minuman hanya terjadi sesaat di lidah, jika kita berani mengasihi yang tidak
enak dan tidak nikmat alias menyantap dan menikmatinya maka kita akan sehat.
Kalau perlu langsung telan saja
seperti `makan atau minum obat', karena Elohim telah menganugerahkan alat atau
mesin pencernaan yang luar biasa untuk mengolahnya demi kesehatan tubuh kita.
Hemat saya jika orang mengalami kesulitan dalam`mengasihi atau menikmati
makanan dan minuman', maka yang bersangkutan pasti dengan mudah untuk memusuhi
dan membenci siapapun atau apapun yang tidak sesuai dengan selera pribadi. Maka
salah satu latihan yang
baik dan mudah untuk menghayati sabda Yesus hari ini kiranya membiasakan diri
untuk mengasihi atau menikmati aneka makanan dan minuman yang sehat meskipun
tidak enak atau tidak nikmat. Hendaknya anak-anak sedini mungkin dilatih atau
dibiasakan untuk mengasihi dan menikmati makanan dan minuman yang sehat
meskipun tidak enak dan tidak nikmat.
. "Jika ada seorang menyangka, bahwa ia mempunyai sesuatu "pengetahuan", maka
ia belum juga mencapai pengetahuan, sebagaimana yang harus dicapainya. Tetapi
orang yang mengasihi Elohim, ia dikenal oleh Elohim. Tentang hal makan daging
persembahan berhala kita tahu: "tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Elohim
lain dari pada Elohim
yang esa." (1Kor 8:2-4), demikian peringatan atau nasihat Paulus kepada umat di
Korintus, kepada kita semua. Apa atau segala sesuatu yang ada di dunia adalah
ciptaan Elohim dan manusia adalah ciptaan Elohim yang termulia dan terluhur di
dunia ini, karena diciptakan
sesuai dengan gambar atau citra Elohim. Ciptaan-ciptaan lain di dunia
diciptakan untuk manusia dalam mengejar tujuan ia diciptakan yaitu `keselamatan
jiwanya'. Maka hendaknya jangan menagung-agungkan harta benda, uang, kekayaan,
pangkat, kedudukan, pengetahuan dan keterampilan dll yang ada di dunia ini
melebihi manusia alias
menjadikannya `berhala-berhala'. "Harta benda, uang dst.." adalah `jalan ke
sorga atau ke neraka': akan menjadi jalan ke sorga jika kita memfungsikan atau
memanfaatkan sebagai sarana dan akan menjadi jalan ke neraka jika kita
memmfungsikan atau memanfaatkan sebagai `berhala'.
Orang yang bersikap mental materialistis atau bisnis pada umumnya kurang atau
tidak beriman, maka ketika `harta benda, uang, kekayaan dst..' berkurang atau
hilang mereka pasti akan sakit hati/marah-marah, sakit jiwa/gila, sakit akal
budi/hidup ngawur dan kiranya juga sakit tubuhnya. Hidup kita dan segala
sesuatu yang menyertai kita atau kita miliki dan kuasai saat ini adalah
anugerah Elohim, yang kita terima karena kemurahan hatiNya secara cuma-cuma,
maka baiklah kita hidup penuh syukur dan terima kasih dalam keadaan atau
situasi apapun, dimanapun dan kapanpun.
"Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.
Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa
yang Kaubuat.. Selidikilah aku, ya Elohim, dan kenElohim hatiku, ujilah aku dan
kenElohim pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku
di jalan yang kekal!"(Mzm 139:13-14b.23-24)
=================================================
From: dede wijaya
Berita Mingguan 6 September 2008
Disadur dari Way of Life Ministry. (GITS Buletin)
PEMIMPIN "PUJIAN DAN PENYEMBAHAN" KHARISMATIK, YANG BERBOHONG TENTANG KANKER,
MENGATAKAN BAHWA IA KECANDUAN PORNOGRAFI
Michael Guglielmucci, yang dua tahun belakangan ini berbohong tentang menderita
kanker stadium akhir, kini mengakui bahwa ia melakukannya untuk menutupi
kecanduan dia terhadap pornografi. Guglielmucci, seorang pemimpin nyanyi
kontemporer yang populer, dan juga mantan gembala sidang Assemblies of God di
Australia, bahkan telah merekam sebuah lagu berjudul "The Healer" yang segera
menjadi hit (musik "Kristen" kontemporer ternyata begitu duniawi, bahkan mereka
memiliki chart top 10) dan masuk dalam album Hillsong yang paling baru. Selama
dua tahun, dia katanya bahkan berhasil menipu istrinya dan orang tuanya dan
teman-teman terdekatnya bahwa ia menderita kanker. Ia mengirimkan email palsu
kepada istrinya, seolah-olah dari seorang dokter, mencukur rambutnya, berjalan
dengan tongkat, dan membawa tabung oksigen ke mana-mana, sambil memberi
performance di hadapan ribuan orang bahkan dengan selang oksigen di hidungnya!
Dia adalah pemimpin "worship" di Edge Church International, yang digembalakan
oleh ayahnya, Danny, tetapi dia tidak maju ke depan jemaat untuk mengakui
dosa-dosanya. Sebaliknya, ayahnya, gembala di sana, membacakan "pengakuan"
anaknya tersebut, yang tidak banyak menyinggung dosa atau pertobatan, tetapi
lebih banyak mengenai "rasa sakit" dan "kesakitan." Bukannya dia didisiplinkan
oleh gereja karena terlibat perzinahan [pornografi] sesuai dengan instruksi 1
Kor. 5:11, Michael malah dimanjakan dengan konseling psikologis. Guglielmucci
memiliki website dan telah mengumpulkan banyak uang dari para donor yang
percaya kebohongannya. Seorang nenek mengatakan bahwa ia mengiriminya $800 yang
tadinya dia tabung untuk membawa cucunya yang duduk di kursi roda jalan-jalan,
sambil berpikir bahwa uang itu lebih baik digunakan bagi Guglielmucci. Ayahnya
mengatakan bahwa pembayaran dapat dilakukan "jika orang-orang menginginkan uang
mereka kembali," tetapi mengapakah harus ada uang yang disimpan padahal
semuanya didapatkan melalui kebohongan? Ke manakah semua uang itu pergi? Apakah
untuk pornografi?
KEKERASAN BESAR-BESARAN OLEH HINDU TERHADAP ORANG-ORANG KRISTEN DI INDIA
Setelah seorang pemimpin World Hindu Council dibunuh oleh pemberontak Maois
tanggal 23 Agustus lalu, orang-orang Hindu secara palsu menyalahkan orang
Kristen dan membabi buta menyerang di negara bagian Orissa. Sedikitnya 13 orang
telah mati, tidak terhitung banyaknya yang terluka, ratusan bangunan gereja
hancur, dan ribuan orang kehilangan rumah. Setidaknya satu orang dibakar
hidup-hidup. Sekretaris Jendral dari All Orissa Baptist Churches Federation
mengatakan, "Semua kampung Kristen kosong di Kandhamal karena orang-orang
Kristen, tua dan muda, yang sakit dan ibu hamil, semua bersembunyi di hutan,
terpapar pada hujan monsoon yang tiada henti tanpa makanan" ("Hindu Attacks,"
Baptist Press, 28 Agustus). Seorang misionari Baptis Independen di India
menulis tanggal 27 Agustus: "Efek dari kematian Swamiji (seorang pemimpin Hindu
lokal) oleh para pemberontak Maois menjadi alasan yang `baik' bagi VHP (sebuah
partai politik Hindu radikal) untuk menyerang orang-orang Kristen setempat.
Hari ini adalah hari kelima serangan fisik tanpa henti oleh para militan Hindu
terhadap orang Kristen. Gereja-gereja, rumah-rumah Kristen dibakar. Tidak ada
seorang pun yang tahu berapa orang yang telah mati. Saya diberitahu bahwa tidak
ada distrik yang tidak kena. Keluarga-keluarga banyak yang cerai berai.
Orang-orang Kristen dari kebanyakan kampung telah melarikan diri ke hutan. Para
pemimpin VHP menghasut orang-orang Hindu dan pemimpin suku lainnya untuk tidak
menyediakan makanan, telpon, kartu SIM, dan keperluan dasar lainnya bagi
orang-orang Kristen tersebut. Tidak mengagetkan, media hampir tidak melaporkan
semua kejadian ini. Dan kalaupun ada yang melaporkan, biasanya dilaporkan
sebagai perang antar suku. Ini tidak diragukan lagi adalah rancangan yang
terorganisir oleh VHP, dengan bantuan kolusi dengan pejabat polisi dan partai
politik setempat."
GEMBALA CINA MENGATAKAN BAHWA 2000 ORANG KRISTEN SEDANG BERADA DI PENJARA
KOMUNIS
Seorang gembala sidang gereja rumah yang teraniaya, bernama Yu Jie, mengatakan
bahwa ada 2000 orang Kristen yang dipenjarakan di Cina komunis. Yu adalah
seorang penatua di Ark Church di Beijing, dan walaupun dia sendiri telah
menjadi tahanan rumah sejak Juli, dan tulisan-tulisannya dilarang di Cina, ia
terus bersuara untuk menentang penganiayaan. Dalam sebuah artikal yang
diterbitkan di majalah Hong Kong, ia menyebut Mao Zedong sebagai seorang
"pembunuh" ("China House Church Leader," Baptist Press, 29 Agus. 2008). Mao
barangkali adalah pembunuh massal yang paling brutal dalam sejarah manusia.
Hidupnya didokumentasikan dalam Mao: The Unknown Story oleh Jung Chang dan Jon
Halliday. London Daily Mail menyebut karya mereka "biografi politis yang paling
kuat, menggugah dan membeberkan, di era modern," sementara majalah Time
menyebutnya "buku yang seperti bom atom." Bagi mereka yang ingin mengerti
komunisme dan sejarah modern, buku ini harus dibaca.
BERKHOTBAH MENENTANG SERIBU HAL
Baru-baru ini saya menerima e-mail berikut: "Jadi, saya sudah melihat di
website anda tentang seribu hal yang anda tidak setujui/percaya. Jadi apa yang
kau percayai? Saya percaya bahwa Alkitab adalah Firman Elohim yang kudus, dan
bahwa Yesus adalah AnakNya yang tunggal, dan bahwa saya diselamatkan oleh kasih
karunia melalui iman dalam kematian Kristus yang menggantikan di kayu salib.
Tidakkah lebih baik kalian menghabiskan lebih banyak waktu memberitakan hal
seperti itu? Saya hanya mendengar gong yang berkumandang dan canang yang
gemerincing setelah mengunjungi website anda."
JAWABAN DR. CLOUD:
Elohim menyelamatkan saya melalui kasih karuniaNya yang luar biasa 35 tahun
yang lalu ketika saya seorang pengelana berusia 23 tahun, penyembah berhala
yang kecanduan obat, dan Ia memberikan ke dalam hidup saya banyak hal yang
tadinya tidak pernah ada. Salah satunya adalah cinta yang besar terhadap
FirmanNya yang Kudus, yaitu cinta seperti yang dinyatakan dalam Mazmur 119:128.
"Itulah sebabnya aku hidup jujur sesuai dengan segala titah-Mu; segala jalan
dusta aku benci." Jika anda benar-benar mencintai kebenaran, maka anda akan
membenci kesesatan.
JIKA SAYA BERKHOTBAH MENENTANG SERIBU KESALAHAN, ITU HANYALAH KARENA SAYA
MENCINTAI SERIBU KEBENARAN.
Elohim memanggil saya untuk berkhotbah, dan Ia tidak memanggil saya untuk
mengkhotbahkan hanya sebagian saja dari FirmanNya atau hanya hal-hal "positif."
Ia memanggil saya untuk mengkhotbahkan semuanya (2 Tim. 4:2).....Jadi jika anda
berpikir bahwa memberitakan kebenaran dalam kasih adalah gong yang berkumandang
dan canang yang gemerincing, silakan, tetapi pemikiran seperti itu akan gagal
total di hadapan takhta pengadilan Kristus."
http://www.dedewijaya.co.cc
http://dedewijaya.blogspot.com
http://dedewijaya83.blogspot.com
http://dedewijaya.multiply.com
http://dedewijaya83.multiply.com
http://dede-wijaya.co.cc
http://dedewijaya.wordpress.com
http://www.webkristiani.co.cc