From: Yollie Wauran Renungan pagi, Selasa 16 September 2008
Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. ( Matius 22:39 ) Tetapi ..... Bagaimana kita bisa mengasihi sesama .... Bila pada diri kita sendiri pun ..... Kita tidak punya kasih .... ? Kita selalu katakan kita jelek ..... Kita selalu katakan kita salah ..... Kita selalu katakan kita tak layak ..... Padahal ..... Tuhan begitu mengasihi kita ..... Mari bangkit ..... Ijinkan Tuhan mengubah hidup kita ..... Semakin indah di hadapan-Nya ..... Dan ...... Ijinkan "diri kita" menikmati kasih Elohim ..... Sebagai anak Elohim ..... Jadi ..... Adakah saat ini ..... Kita memiliki kasih juga atas diri kita ..... ? Atau ..... Kita "memasungnya" ..... ? Kita "meracuninya" ..... ? Atau juga ..... Kita membiarkannya "mati" ..... ? Mungkin tidak secara jasmani ..... Tapi ..... Secara rohani ..... ==================================================== Renungan Pagi, Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku. Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia. Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu. ( Lukas 15:29-31 ) Memang ..... Semua yang sudah Tuhan berikan pada kita ..... Kadang tidak kita rasakan ..... Kadang tidak kita ingat ..... Kadang tidak kita nikmati ..... Dan ..... Seakan ..... Dia tak pernah memberi ..... "Seekor anak kambing" pun ..... Padahal ..... Semuanya sudah diberikannya pada kita ..... Bahkan nyawa-Nya ..... Jadi ..... Benarkah Dia tak pernah berikan "seekor anak kambing" pun .... ? Atau .... Kita yang tak pernah mengingatnya ..... ? Kita yang tak pernah mengambilnya .... ? Kita yang tak pernah menikmatinya ..... ? =============================================== Renungan Pagi, Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia. ( Lukas 15:28 ) Maka ..... Marahlah kita ..... Lalu tak mau ke gereja ..... Lalu tak mau berdoa ..... Lalu tak mau ingat kehendak Tuhan ..... Kurangkah kasih Elohim pada kita ..... ? Dia bukan hanya keluar ..... Dia bukan hanya berbicara dengan kita ...... Tapi ..... Dia tak pikirkan lagi posisi-Nya ...... Turun ..... Jadi manusia ..... Mati untuk kita ..... Untuk apa ..... ? Untuk mengatakan ..... Betapa besar Dia mengasihi kita ...... Masihkah kita marah pada-Nya ..... ? ================================================= Renungan Pagi, Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria. ( Lukas 15:22-24 ) Begitulah seorang ayah ..... Menyambut anaknya yang hilang ..... Yang kini sudah kembali ..... Begitu pula Bapa ..... Dia sambut kita ..... Dia jadikan kita anak-Nya ..... Namun ..... Seperti anak hilang yang kembali ..... Adakah kita juga pernah mengatakan ...... Atau ..... Setidaknya menyadari ..... Apa yang diucapkan si anak hilang ..... ? "Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa." ================================================== Renungan Pagi, Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan." ( Lukas 15:7 ) Jujur ..... Mari kita renungkan ...... Lebih sukacita manakah kita ..... ? Bila satu orang berdosa bertobat ..... Dan diampuni ..... Atau ..... Bila orang berdosa itu dihukum ..... ? Jadi ..... Adakah kita ..... Juga merupakan bagian dari "sorga" itu ..... ? =================================================== Renungan Pagi, Dan selama ia mencari TUHAN, Elohim membuat segala usahanya berhasil. ( 2 Tawarikh 26:5b ) Jadi ..... Mari kita renungkan ..... Adakah saat ini ..... Kita masih tetap mencari TUHAN ..... ? ================================================== Renungan Pagi, Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan yang ajaib di antara segala suku bangsa. ( Mazmur 96:3 ) Berapa kali Tuhan menolong kita ..... ? Berapa kali Tuhan menguatkan kita ...... ? Berapa kali Tuhan lakukan perbuatan ajaib atas kita ..... ? Berapa kali pula Tuhan menegor kita ..... ? Tetapi ..... Mengapa kita "malas" untuk menceritakannya ..... ? Tanpa kita sadari ..... Banyak saudara kita dikuatkan ...... Banyak saudara kita dihiburkan ..... Oleh kesaksian kita ...... Tetapi .....Berapa banyak kesempatan itu hilang ...... ? Dan tanpa sadar ..... Kita turut menghilangkan kesempatan itu ...... Kesempatan untuk menguatkan ..... Kesempatan untuk menghibur ...... Jadi ..... Mari kita mulai ...... Menceritakan penyertaan Tuhan ..... Menceritakan perbuatan-Nya yang ajaib ..... Menceritakan penyertaan Tuhan atas kita ...... ============================================= Renungan Pagi, Janganlah kamu berbuat seperti yang diperbuat orang di tanah Mesir, di mana kamu diam dahulu; juga janganlah kamu berbuat seperti yang diperbuat orang di tanah Kanaan, ke mana Aku membawa kamu; janganlah kamu hidup menurut kebiasaan mereka. Kamu harus lakukan peraturan-Ku dan harus berpegang pada ketetapan-Ku dengan hidup menurut semuanya itu; Akulah Yahweh, Elohimmu. ( Imamat 18:3-4 ) Bukankah itu berarti ..... Kita harus menjadi terang ..... Di mana pun kita berada ..... ? Tetap mempunyai identitas ..... Sebagai anak-anak Tuhan ...... Bukan kebiasaan suatu tempat yang kita ikuti ..... Namun .... Ketetapan Tuhan ..... Peraturan Tuhan ...... Itu yang harus kita ikuti ..... Mungkin ..... Kita pernah katakan : "Bukankah Tuhan yang taruh kita di sini ....?" Benar ..... Namun sekali lagi ..... Bukan berarti ..... Kita boleh mengikuti kebiasaannya ...... =================================================== Renungan Pagi, Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus. ( Markus 14:3 ) Apa minyak narwastu kita ..... ? Apa yang kita berikan pada Yesus ..... ? Mungkin kita bisa katakan ..... "Dana untuk pelayanan" ...... "Waktu untuk melayani" ..... Atau bahkan ...... "Seluruh hidupku" ...... Namun ...... Adakah kita sudah memecahkan buli-bulinya ...... ? Ya ..... Memecahkannya ...... Bukan membukanya ...... ? Artinya ..... Tak akan kita "tarik" lagi ....... Kita berikan seluruhnya ...... Adakah ...... ? ======================================================= Renungan pagi, Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. ( Filipi 4:8 ) Memang ..... Kadang terasa lebih mudah ..... Kesalahan-kesalahan ..... Ketidak adilan ..... Kenajisan ..... Kepahitan ...... Melintas dalam pikiran kita ...... Juga ..... Sesuatu yang tidak layak didengar ..... Kejahatan ..... Sesuatu yang tidak patut dipuji ...... Lebih sering rasanya ...... Terlintas dalam pikiran kita ...... Pagi ini ..... Mari kita beri tempat ..... Bagi yang benar ..... Bagi yang mulia ..... Bagi yang manis ..... Bagi yang sedap didengar ..... Bagi kebajikan ...... Untuk mengisi pikiran kita ...... Adakah dapat kita rasakan perbedaannya ..... ? =============================================== Renungan Pagi, Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku." Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya." ( Lukas 10:38-42 ) Bukan berarti ..... Melayani pekerjaan-Nya itu tidak baik ..... Bukan berarti ..... "Sibuk" dalam pelayanan itu tidak baik ...... Tapi ...... Masih adakah waktu bagi kita ..... Untuk duduk diam dekat kaki-Nya ..... ? Mungkin ..... Kita langsung katakan "Ya" ..... Saat orang mengajak kita berdoa bagi orang sakit ...... Mungkin ..... Kita langsung katakan "Ya" ..... Saat orang mengajak kita menyanyi di gereja ...... Mungkin ..... Kita langsung katakan "Ya" ..... Saat orang mengajak kita memberitakan firman ...... Tetapi ..... Sekali lagi ..... Masih adakah waktu bagi kita ..... Untuk duduk diam dekat kaki-Nya ..... ? Bukankah kita ..... Juga masih perlu untuk mendengarkan ...... ? ================================================== Renungan Pagi, Siapa berjalan dengan jujur, takut akan TUHAN, tetapi orang yang sesat jalannya, menghina Dia. ( Amsal 14:2 ) Jujur ..... Kapan terakhir kali kita dengar ..... ? Terlebih lagi ..... Kapan terakhir kali kita lakukan ..... ? Adakah kejujuran itu ..... Masih melekat pada hidup kita ..... ? Adakah perkataan kita jujur ..... ? Sebetulnya ..... Ada apakah dengan kehidupan kita ..... ? Ada apakah dengan kelakuan kita ...... ? Ada apakah dengan apa yang kita rencanakan ...... ? Ada apakah dengan itu semua ...... Sehingga kita harus tidak jujur ...... ? Bila semua benar ...... Adakah yang harus kita tutup-tutupi ..... ? Adakah benar kita takut akan TUHAN ..... ? ================================================= Renungan Pagi, Pada waktu hari mulai malam datanglah kedua belas murid-Nya kepada-Nya dan berkata: "Suruhlah orang banyak itu pergi, supaya mereka pergi ke desa-desa dan kampung-kampung sekitar ini untuk mencari tempat penginapan dan makanan, karena di sini kita berada di tempat yang sunyi." Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Kamu harus memberi mereka makan!" Mereka menjawab: "Yang ada pada kami tidak lebih dari pada lima roti dan dua ikan, kecuali kalau kami pergi membeli makanan untuk semua orang banyak ini." ( Lukas 9:12-13 ) Mengikuti Yesus ..... OK OK saja ..... Mengajak orang datang pada-Nya ..... OK OK saja ...... Tetapi ..... Bagaimana dengan memberi makan mereka ..... ? Tuhan memberkati.

