From: ~Elly 
Posting by: Sujenti Jenti
Padang Gurun

Bacaan: Ulangan 14:1-38

Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Elohimmu, sebab Dialah yang 
memberikan kepadamu kekuatan ...- Ulangan 8:18


Tak seorangpun ingin memasuki “masa padang gurun”! Meski demikian hal ini 
kadangkala terjadi dalam hidup kita, sebagaimana halnya bangsa Israel tidak 
dituntun melalui jalan yang singkat melainkan dibawa Tuhan berputar-putar 
melalui padang gurun. Masa padang gurun bisa berarti pekerjaan kita sedang 
mengalami masalah. Bisnis kita merosot, atau bahkan bangkrut. Keluarga kita 
bermasalah. Kesehatan kita memburuk, dsb. Masa padang gurun membuat kita stres, 
mengeluh, bahkan berpikir Tuhan tidak lagi mengasihi kita. Sebenarnya kalau 
kita bisa melihat masa padang gurun dengan cara pandang yang positif, kita akan 
tahu bahwa hal tersebut diijinkan Tuhan untuk kebaikan kita sendiri. Kita bisa 
melihat “keindahan” masa padang gurun dengan belajar dari pengalaman bangsa 
Israel.

Satu, masa untuk masuk dalam pengalaman penuh mujizat. Kapan bangsa Israel 
melihat pengalaman mujizat yang bertubi-tubi dalam hidup mereka? Ketika masuk 
dalam masa padang gurun! Mereka melihat Laut Kolsom terbelah. Air Mara yang 
pahit menjadi tawar. Melihat pemeliharaan Tuhan melalui roti manna dan burung 
puyuh. Kasut dan baju yang bisa bertahan sampai 40 tahun, dsb. Pada saat kita 
masuk masa padang gurun dalam pekerjaan kita, pada saat itulah kita justru akan 
melihat mujizat Tuhan dalam hidup kita!

Dua, masa untuk proses. Padang gurun adalah cara yang tepat untuk memproses dan 
mempersiapkan bangsa Israek untuk menikmati tanah perjanjian! Jika saat ini 
mengalami pergumulan hidup yang berat, jangan buru-buru putus asa. Ini hanya 
sebuah masa persiapan untuk kita menikmati berkat dan janji Tuhan yang luar 
biasa.

Tiga, masa untuk belajar rendah hati. Jika tidak melewati padang gurun, 
bisa-bisa bangsa Israel merasa dirinya kuat dan hebat. Itu sebabnya masa padang 
gurun akan mengajar bangsa Israel menjadi rendah hati dan sangat bergantung 
kepada Tuhan. Jika kita masuk dalam masa padang gurun, kabar baiknya adalah 
Tuhan sedang mengajar kita untuk rendah hati dan memiliki ketergantungan penuh 
kepada Tuhan. 

Masa padang gurun adalah masa terbaik untuk mempersiapkan kita menuju berkat.

(Kwik)

» Renungan ini diambil dari Renungan Harian Spirit
==================================================
From: ~Elly 

Segala Sesuatu Ada Waktunya


Pengkhotbah 3:1-15

 

      3:1
     Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada 
waktunya.

       
     
      3:2
     Ada waktu untuk lahir

      Ada waktu untuk meninggal

      Ada waktu untuk menanam

      Ada waktu untuk mencabut yang ditanam

       
     
      3:3
     Ada waktu untuk membunuh

      Ada waktu untuk menyembuhkan

      Ada waktu untuk merombak

      Ada waktu untuk membangun

       
     
      3:4
     Ada waktu untuk menangis

      Ada waktu untuk tertawa

      Ada waktu untuk meratap

      Ada waktu untuk menari

       
     
      3:5
     Ada waktu untuk membuang batu

      Ada waktu untuk mengumpulkan batu

      Ada waktu untuk memeluk

      Ada waktu untuk menahan diri dari memeluk

       
     
      3:6
     Ada waktu untuk mencari

      Ada waktu untuk membiarkan rugi

      Ada waktu untuk menyimpan

      Ada waktu untuk membuang

       
     
      3:7
     Ada waktu untuk merobek

      Ada waktu untuk menjahit

      Ada waktu untuk berdiam diri

      Ada waktu untuk berbicara

       
     
      3:8
     Ada waktu untuk mengasihi

      Ada waktu untuk membenci

      Ada waktu untuk perang

      Ada waktu untuk damai

       
     
      3:9
     Apakah untung pekerja dari yang dikerjakannya dengan berjerih payah?

       
     
      3:10
     Aku telah melihat pekerjaan yang diberikan Elohim kepada anak-anak manusia 
untuk melelahkan dirinya.

       
     
      3:11
     Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan 
kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan 
yang dilakukan Elohim dari awal sampai akhir.

       
     
      3:12
     Aku tahu bahwa untuk mereka tak ada yang lebih baik dari pada bersuka-suka 
dan menikmati kesenangan dalam hidup mereka.

       
     
      3:13
     Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam 
segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Elohim.

       
     
      3:14
     Aku tahu bahwa segala sesuatu yang dilakukan Elohim akan tetap ada untuk 
selamanya; itu tak dapat ditambah dan tak dapat dikurangi; Elohim berbuat 
demikian, supaya manusia takut akan Dia.

       
     
      3:15
     Yang sekarang ada dulu sudah ada, dan yang akan ada sudah lama ada; dan 
Elohim mencari yang sudah lalu.
     


====================================================
From: Adi Kurniawan 

Doa yang Tekun

Grace and peace,

Saya mau membagikan tulisan ini, yang diambil dan diterjemahkan dari buku 
"Praying Always" (Berdoa Selalu) tulisan Frans Bakker, Bab 2, "Prayer that is 
Persevering" (Doa yang Tekun):
http://reposeinthee.blogspot.com/2008/09/doa-yang-tekun.html

Semoga menjadi berkat buat saudara-saudari sekalian.

Grace and peace,
Adi
http://reposeinthee.blogspot.com

Kirim email ke