From: "Kisah" <[EMAIL PROTECTED]>
Edisi 89 -- Aku Telah Melihat Tuhan
PENGANTAR
Dalam rancangan Elohim, pelayanan dan pekerjaan Tuhan bukanlah
monopoli kaum adam. Wanita ditentukan untuk menjadi anggota penuh
tim pelayan Tuhan. Sesungguhnya, sukses Abraham mengemban misi Tuhan
tidak dapat dipisahkan dari partisipasi Sara, istrinya. Dalam
sejarah pendudukan Tanah Perjanjian, Rahab, wanita Kanaan itu,
menjadi kunci penentu keberhasilan bangsa Israel dalam memasuki
tanah Kanaan. Debora (Hakim-hakim 4 dan 5) mewakili hebatnya
kepemimpinan wanita dalam masa krisis. Rut dan Ester menunjukkan apa
yang dapat dikerjakan Tuhan lewat wanita, yang dengan tulus mengabdi
selaras dengan kepribadiannya.
Gereja Kristus diberkati oleh kehadiran Lottie Moon, Ibu Theresa,
dan tak terhitung pelayan Tuhan berjenis kelamin wanita lainnya.
Sesungguhnya, kehadiran mereka memang telah menolong gereja untuk
tampil sedikit lebih "cantik". Biarkan pintu tetap terbuka, kemudian
syukuri karena Tuhan masih tetap menganugerahkan pelayan-Nya yang
bernama "wanita" di dalam gereja-Nya.
Redaksi Tamu KISAH,
Novita Yuniarti
______________________________________________________________________
KESAKSIAN
AKU TELAH MELIHAT TUHAN
Hari Minggu pagi itu, Tuhan memilih seorang perempuan untuk
menyaksikan dan mengalami kuasa yang didemonstrasikan Tuhan melebihi
kuasa apapun di dunia ini, kuasa kebangkitan. Maria Magdalena pergi
(saya percaya pada saat itu dia pergi dengan perasaan yang bercampur
di dalam hatinya) untuk menjumpai murid-murid Yesus yang lain. Pesan
yang disampaikannya singkat, namun penuh makna, "Aku telah melihat
Tuhan" (Yohanes 20:18).
Bulan Maret lalu, dalam perjalanan kembali ke Indonesia, saya
membisikkan kata-kata yang sama dalam hati: "Aku telah melihat
Tuhan." Saya melihat-Nya dalam hidup dan kesaksian rekan-rekan
sekerja, Koordinator Women Ministry dari sepuluh negara basis Open
Doors yang ikut menghadiri Women to Women Consultation di Kelkheim,
Jerman. Saya melihat kuasa kebangkitan menggerakkan mereka keluar
dari zona aman pergi ke zona konflik, seperti Nigeria, untuk bertemu
dan menguatkan janda-janda martir serta kaum perempuan yang
mengalami aniaya. Mereka menangis dan berdoa bersama. Luar biasa
saat mendengar kesaksian mereka setelah kembali dari Nigeria, mereka
berkata, "Aku telah melihat Tuhan."
Mereka melihat kuasa yang sama berkarya dalam hidup kaum perempuan
dari gereja yang teraniaya di Nigeria, kuasa yang memampukan mereka
untuk mengampuni pembunuh yang telah menewaskan orang-orang yang mereka
kasihi.
Mengapa Yesus memilih Maria Magdalena untuk datang pada Minggu pagi
itu? Jawaban yang belum saya ketahui hingga saat ini. Yang saya
tahu, setiap perempuan memiliki panggilan unik yang Tuhan tempatkan
dalam hidup kita, dan secara khusus, melalui Women to Women (Women
Ministry Open Doors), Tuhan memanggil kaum perempuan untuk lebih
dari sekadar menguatkan Tubuh-Nya yang teraniaya, saya percaya Tuhan
memanggil kita untuk menyaksikan dan mengalami kuasa-Nya lewat
kehidupan dan kesaksian kaum perempuan dari gereja yang teraniaya.
Mereka yang berkata: "Dengan kasih Kristus aku telah mengampunimu"
kepada orang-orang yang menganiaya suami dan anak-anak mereka.
Bukankah hanya melalui kuasa yang sama yang membangkitkan Yesus dari
antara orang mati, mereka dapat melakukan hal itu? Kuasa yang sama
yang membuat kubur itu menjadi kosong, yang bergerak di
tengah-tengah kehidupan orang-orang yang percaya pada-Nya hingga
mereka dimampukan untuk melakukan hal-hal mulia.
Bagaimana dengan Saudari? Maukah Saudari mengalaminya dan bersaksi,
"Aku telah melihat Tuhan melalui kehidupan saudari-saudariku yang
dianiaya?" Saya percaya pada saat yang sama, kaum perempuan dari gereja yang
teraniaya juga akan bersaksi, "Aku telah melihat Tuhan melalui pelayananmu."
Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul buletin: Open Doors, Mei -- Juni, Volume 17, No. 3
Penulis: Tidak dicantumkan
Penerbit: Yayasan Obor Damai Indonesia
Halaman: 10 -- 11
______________________________________________________________________
"tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang
terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya." (Lukas 10:42)
< http://sabdaweb.sabda.org/?p=Lukas+10:42 >
______________________________________________________________________
POKOK DOA
1. Mari doakan para misionaris wanita yang sedang melayani di ladang
misi, agar Tuhan memampukan dan memberkati pelayanan mereka
sehingga banyak jiwa yang dapat diperdamaikan dengan Elohim
melalui pelayanan yang mereka lakukan.
2. Doakan juga untuk orang-orang Kristen yang dianiaya karena iman
mereka kepada Kristus, khususnya kaum wanita, agar Tuhan
memampukan mereka untuk mengampuni pihak-pihak yang telah
menganiaya mereka, dan semoga aniaya yang mereka alami tidak
membuat mereka mundur dalam melayani Kristus.
3. Pekerja Tuhan di ladang misi dan gereja Tuhan yang teraniaya
sangat membutuhkan dukungan doa dari setiap orang percaya. Mari
satukan hati berdoa bagi mereka, minta agar Tuhan menganugerahkan
ketabahan kepada mereka dan menguatkan iman mereka sehingga
mereka dapat terus bersaksi dan melayani Kristus, meskipun banyak
tantangan, tekanan, dan aniaya yang mengancam kehidupan mereka.
=====================================================
From: "Kisah" <[EMAIL PROTECTED]>
Edisi 92 -- Satu-Satunya Orang Kristen di Maroko?
PENGANTAR
Kapan terakhir kali Anda menyaksikan besarnya kasih Tuhan atas hidup
Anda kepada mereka yang belum mengenal Yesus? Tahukah Anda bahwa
sampai hari ini terdapat banyak orang yang menyaksikan betapa Yesus
itu baik, dan karenanya banyak juga orang yang bertobat karena
melihat hidup mereka diubah oleh Tuhan? Pernahkah Anda berpikir
bagaimana ini bisa terjadi kalau bukan karena ada seseorang yang
mulai memberitakan Kabar Baik? Tuhan menegur dan memanggil mereka
yang belum percaya, dan Tuhan memakai anak Tuhan yang mau untuk
menginjili mereka agar mengenal Yesus dengan lebih dalam.
Dalam KISAH edisi ini, tersaji kisah seorang penginjil yang berjuang
untuk Kristus, dan Kristus membelanya dalam setiap langkahnya. Mari
kita belajar dari kisah berikut ini. Semoga kisah ini lebih
menyemangati kita dalam bersaksi untuk Tuhan. Selamat membaca!
Redaksi Tamu KISAH,
Hilda Dina Santoja
______________________________________________________________________
KESAKSIAN
SATU-SATUNYA ORANG KRISTEN DI MAROKO?
Baru-baru ini seorang percaya Maroko berkata kepada perwakilan KDP
bahwa ketika menerima Kristus, ia merasa ia adalah "satu-satunya
orang Kristen di Maroko". Walaupun demikian, ia kaget ketika ia
bertemu beberapa orang Kristen Maroko, dan bergabung dengan
persekutuan kecil mereka.
Karena hanya beberapa orang Maroko adalah orang percaya, ketika
seorang Maroko dikenalkan kepada Kristus oleh orang asing, melalui
internet, atau radio, atau televisi, mereka sering kali merasa
kesepian dan terasing karena mereka telah ditolak oleh budaya
mereka sendiri. Pelita mereka menyala berkedip. Ketika mereka
bersatu dalam persekutuan dengan orang-orang percaya lain, pelita
mereka menjadi lebih terang. Persekutuan, pemuridan, dan penguatan
adalah minyak bagi pelita mereka.
Mungkin orang-orang percaya Maroko hanya berjumlah beberapa ribu.
Mereka bersekutu di gereja-gereja rumah yang kecil di seluruh
negeri, dan kegiatan mereka diawasi dengan ketat. Baru-baru ini
beberapa pemimpin gereja rumah mengatakan kepada perwakilan kami
bahwa polisi Keamanan Negara terus mengawasi mereka, menanyakan dan
menginterogasi mereka secara berkala. Mengajak orang lain memeluk
kepercayaan lain dilarang oleh undang-undang.
Baru-baru ini kami bertemu dengan seorang penginjil Berber bernama
Ashraf (bukan nama sebenarnya). Ia sering berpergian mengunjungi
desa-desa di Pegunungan Atlas untuk mengabarkan Kristus dan
memertontonkan film Yesus kepada mereka yang mau mendengar. Tetapi
orang berlatar belakang "agama lain" ini membayar harga yang mahal
karena kasih Yesus. Beberapa waktu sebelum ia menjadi Kristen, ia
ditahan karena menjalin persahabatan dengan orang-orang Kristen.
Ashraf berkata bahwa ia disiksa dengan disengat listrik selama
interogasi pertamanya dan masa penahanan. Pihak yang berwenang ingin
mengorek keterangan mengenai rekan Kristen sekerjanya dan kegiatan mereka.
Kemudian setelah menjadi Kristen, Ashraf dipenjara dan dikirim ke
rumah sakit jiwa di mana ia disuntik dengan berbagai macam obat,
termasuk narkotika. Pihak yang berwajib merasa Ashraf sudah gila
dengan meninggalkan "agama lain" dan mengabarkan kekristenan di
desa-desa. Ashraf berkata, "Penderitaan adalah sebuah pemberian dari
Tuhan." Pemberian itu adalah minyak yang menerangi pelitanya. "Tuhan
berkata, datanglah orang-orang yang teraniaya oleh karena kamu
menderita di dunia, kamu merupakan dorongan bagi yang lain."
Ashraf dan pelitanya sedang mengarahkan orang-orang Maroko ke jalan
keluar dari kegelapan. Kami berdoa supaya Tuhan melindunginya dan
memberikan kepadanya kekuatan. Kami dikuatkan oleh kesaksiannya
sebagai anak terang yang tidak gentar.
Beberapa hal terperinci yang dikemukakan dalam artikel tersebut
menyarankan informan untuk menghadiri beberapa ibadah gereja.
Baru-baru ini tujuh gereja rumah ditutup oleh pihak yang berwenang,
dan beberapa orang percaya dikenai tuntutan dengan tuduhan menghina
"agama lain". Youssef Ourahmane, Hamid Ramadani, dan Rashid Essaghir
dikabarkan akan dijatuhi hukuman tiga tahun penjara dan denda 5.000
euro (sekitar Rp75 juta). Pada saat berita dicetak, dua orang
percaya lainnya, Djallal Dahmani dan Brahim Oudir, masih dalam
persidangan. Perwakilan kami di Algeria berkata bahwa ia percaya
penganiayaan akan memburuk tahun ini saat pemerintahan mencoba
menanggapi peringatan mengenai sejumlah besar "agama lain" yang
meninggalkan agama mereka menjadi kristen.
Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul buletin: Kasih Dalam Perbuatan (KDP), Edisi Mei-Juni 2008
Penulis: Tidak dicantumkan
Penerbit: Kasih Dalam Perbuatan (KDP), Surabaya 2008
Halaman: 7
______________________________________________________________________
"Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus,
yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada
kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib
ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di
sebelah kanan takhta Elohim." (Ibrani 12:2)
< http://sabdaweb.sabda.org/?p=Ibrani+12:2 >
______________________________________________________________________
POKOK DOA
1. Panjatkan doa ucapan syukur Anda atas berkat dan perlindungan
Tuhan hingga saat ini. Walaupun tidak ada kata-kata yang dapat
kita ucapkan untuk membalas semua kebaikannya, namun, ucapan
syukur yang kita ucapkan dengan penuh ketulusan hati sungguh
menyenangkan hati Tuhan.
2. Selain mengucap syukur, kita juga perlu terus memohon campur
tangan Tuhan untuk memegang hidup kita dan melindungi kita
ke mana pun kita pergi, ketika kita memberitakan Injil, dan
ketika kita menolong sesama kita.
3. Berdoa pulalah bagi hamba Tuhan yang dengan rela berusaha keras
menyelamatkan jiwa bagi Tuhan dan memikul salib-Nya, sekalipun
mereka mengalami penderitaan, yaitu hukuman dari dunia ini.
Kiranya mereka terus dilindungi Tuhan dan tetap bersukacita dalam
melayani Tuhan.
______________________________________________________________________
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright(c) 2008 YLSA
YLSA -- http://www.ylsa.org/
http://katalog.sabda.org/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo
No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Redaksi Tamu: Hilda Dina Santoja
Kontak : < kisah(at)sabda.org >
Berlangganan : < subscribe-i-kan-kisah(at)hub.xc.org >
Berhenti : < unsubscribe-i-kan-kisah(at)hub.xc.org >
Arsip KISAH : http://www.sabda.org/publikasi/Kisah/
Situs KEKAL : http://kekal.sabda.org/