From: "Kisah" <[EMAIL PROTECTED]>

Edisi 94 -- Menjadikan Tiap Menit Berarti

PENGANTAR

   Percayakah Anda bahwa ketaatan dan kasih terhadap Kristus dapat
   mengalahkan segala kenikmatan dunia yang sekarang ini mungkin kita miliki?

   Riwayat Patrik Hamilton telah menjawab pertanyaan tersebut. Sebagai
   orang Kristen yang taat, ia bersedia meninggalkan kebangsawanan dan
   masa depannya yang cerah untuk mengabarkan Kebenaran bagi orang yang
   belum mendengarnya. Dengan lantang, ia menyuarakan Kebenaran yang
   diyakininya, bahwa Yesus adalah Juru Selamat. Bahkan, ia terus
   mengabarkan Kebenaran itu pada detik-detik menjelang kematiannya.
   Kiranya kisah hidupnya dapat menginspirasi kita semua untuk dapat
   dengan berani memberitakan firman Tuhan di mana pun kita berada.

   Redaksi Tamu KISAH,
   Dian Pradana
______________________________________________________________________
KESAKSIAN

                      MENJADIKAN TIAP MENIT BERARTI
   Pemuda tampan yang berada pada panggung hukuman berpaling kepada
   pelayannya, lalu menghiburnya. Ia berkata, "Apa yang akan kuderita
   sebentar lagi, Kawanku yang terkasih, tampak menakutkan dan pahit
   bagi daging. Tetapi ingatlah, ini merupakan jalan masuk pada
   kehidupan kekal, yang tidak akan dimiliki seorang pun yang menyangkali 
Tuhannya."

   Patrick Hamilton muda memiliki segala yang diperlukan untuk sebuah
   keberhasilan. Dilahirkan dalam keluarga bangsawan, ia cerdas dan
   berbakat, menyenangkan dan lemah lembut. Ketika berada di sekolah,
   ia memeluk ajaran-ajaran dari Martin Luther. Dengan Luther, ia
   merasa bahwa Alkitab, bukan maklumat-maklumat dari gereja yang
   resmi, memiliki dasar yang sebenarnya dari iman Kristen dan hubungan
   dari masing-masing orang dengan Elohim. Pandangan-pandangannya segera
   menempatkannya dalam masalah dengan pemerintah gereja setempat dan
   dengan kerajaan, jadi ia kabur ke Jerman.

   Di Universitas Marburg, ia mengalami perubahan yang besar. Jika
   dulunya ia skeptis dan malu-malu, ia kini menjadi berani. Setiap
   hari ia bertambah dalam pengetahuan, dan membara dengan keilahian,
   memutuskan untuk kembali ke Skotlandia dan membawa kebenaran serta
   firman Elohim kepada rekan-rekan senegaranya.

   Ketika ia kembali ke Skotlandia, ia langsung mengkhotbahkan
   kebenaran-kebenaran yang telah ia pelajari. Setelah waktu yang
   singkat, ia diperintahkan untuk hadir di hadapan Uskup Agung. Ia
   demikan terbakar dengan pesannya sehingga ia tidak ingin menunggu
   untuk temu janjinya, tetapi ia datang lebih awal di pagi hari.

   Walaupun ia berargumentasi dengan kuat, ia ditangkap dan dijebloskan
   ke dalam penjara. Banyak yang berusaha untuk membuat Hamilton
   mengubah pikirannya, atau setidaknya berusaha meyakinkannya untuk
   berhenti mengkhotbahkan kepercayaannya dan mengganggu gereja yang
   resmi. Tetapi ia tidak mundur dari pendiriannya. Bahkan, imannya
   demikian menular hingga seorang imam yang mengunjungi selnya juga bertobat.

   Tiba harinya baginya untuk dijatuhi hukuman mati. Pada hari yang
   sama, setelah makan malam, ia dibawa untuk dibakar pada tiang pancang.

   Ketika para pengeksekusinya mendapat kesulitan untuk menjaga agar
   api tetap menyala, ia menggunakan kesempatan terakhir untuk
   berkhotbah kepada mereka yang berdiri di dekatnya. "Berapa lama, ya,
   Elohim," ia berseru, "kegelapan akan menutupi kerajaan ini? Berapa
   lama lagi akan Kau biarkan tirani dari manusia ini?"

   Pada akhirnya, api melahapnya. Saat ia meninggal, ia berseru
   nyaring, "Tuhan Yesus, terimalah rohku."

   Ketika Halminton dibakar pada tiang pancang, seseorang berani berkata kepada 
para pendakwanya, "Jika kalian hendak membakar orang-orang lainnya, sebaiknya 
kalian melakukannya di ruangan bawah tanah, karena asap dari pembakaran 
Halminton telah membuka mata dari beratus-ratus orang."

   Para "Jesus Freak" (tergila-gila pada Yesus) membuat yang terbaik
   dari setiap kesempatan untuk membagikan Yesus. Patrick Halminton
   berkhotbah di penjara dan di tiang pancang. Apakah Anda membuat
   kesempatan Anda berarti bagi kekekalan?
   Diambil dan disunting seperlunya dari:
   Judul buku: Jesus Freaks
   Penulis: dc Talk dan The Voice of the Martyrs
   Penerbit: Cipta Olah Pustaka
   Halaman: 111 -- 112
______________________________________________________________________

   "Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup,
   janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,
   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat." 
(Efesus 5:15-16)
   < http://sabdaweb.sabda.org/?p=Efesus+5:15-16 >
______________________________________________________________________
POKOK DOA

   1. Berdoa agar Tuhan memanggil dan membangkitkan banyak orang
      seperti Patrick Hamilton, yang taat dan dengan berani memberitakan firman 
Tuhan.

   2. Mari berdoa bagi para misionaris yang sekarang ini mungkin sedang 
memberitakan 
       Injil. Kiranya Tuhan menguatkan iman dan memberkati pelayanan mereka.

   3. Berdoa agar setiap orang Kristen dapat menjadikan setiap detik
      dalam kehidupannya berarti -- membawa jiwa-jiwa pada Kristus.
======================================================
From: "Kisah" <[EMAIL PROTECTED]>

Edisi 95 -- Pamanku Akhirnya Menang

   PENGANTAR
   Setelah menerima anugerah keselamatan dari Elohim, janganlah kita
   lantas berpuas diri. Ingatlah, masih banyak orang yang juga sedang
   menanti Kabar Baik dan menerima anugerah sejati dari Elohim tersebut,
   entah itu orang yang saat ini belum Anda kenal maupun kerabat Anda sendiri.

   Apakah Anda rindu merasakan sukacita membawa jiwa-jiwa datang kepada
   Tuhan? Jika kerinduan itu ada, jangan tunda lagi! Jika Anda tahu
   seseorang yang membutuhkan kasih Yesus sebagai jawaban hidup mereka,
   raihlah mereka. Lakukanlah sekarang! Yesus, Sang Juru Selamat itu,
   akan menyertai dan memakai Anda untuk pekerjaan besar tersebut.

   Redaksi Tamu KISAH,
   Davida Welni Dana
____________________________________________________________________
   KESAKSIAN

                       PAMANKU AKHIRNYA MENANG
   Sejak saya mengikuti ceramah-ceramah "Inilah Hidup" yang mengajarkan
   cara-cara memenangkan jiwa bagi Kristus, bayangan seorang paman saya
   selalu saja melintas dalam benak.

   Paman saya sudah berumur 64 tahun. Istrinya sudah lama meninggal dunia dan 
  mereka tidak berketurunan. Sekarang ia tinggal bersama kakak saya yang kaya 
raya.

   Di ujung pekarangan kediaman kakak saya itu, paman diberi sebuah
   pondok mini. Karena sejak usia muda paman termasuk orang yang jarang
   bergaul -- bahkan digolongkan "eksentrik" karena ia begitu pemalu --
   maka dalam pondoknya itu, ia semakin menyendiri. Bila tak ada yang
   mau menegur paman, pastilah berhari-hari ia takkan membuka mulut.

   Tetapi paman juga bisa berkeras kepala! Apalagi bila ia sudah
   memutuskan sesuatu, apa pun takkan bisa menggoyahkan keputusannya.
   Ia tidak berpendidikan tinggi, karena kelainan pada rambutnya
   menjadikannya pusat ejekan teman-teman. Paman mogok sekolah sewaktu
   baru duduk di kelas tiga Lagere School (SD Belanda).

   Kendati demikian, pada akhir serangkaian ceramah "Inilah Hidup", saya sudah 
   memutuskan untuk berusaha mendekati Paman dan menawarkan "hidup" itu padanya.

   Pada hari itu, sebelum saya beranjak ke luar rumah, terlebih dahulu
   saya berdoa agar Tuhan mau membuka pikiran Paman sehingga ia dapat
   mengerti apa yang hendak saya terangkan dan kesulitan memahami
   bahasa tidak menjadi rintangan baginya untuk menerima Kristus dalam
   hati dan hidupnya. Tetapi saya lupa mendoakan diri saya sendiri.

   Belum lagi saya melangkah, saya diserang sakit perut yang
   seakan-akan menggilas seluruh isi perut! Ke WC nampaknya tak banyak
   berfaedah, karena kejang-kejang otot perut yang tak mau reda juga.
   Setelah bersabar agak lama, timbul kejengkelan saya. Saya memutuskan
   biar nyawa tinggal sekarat, hari ini juga saya akan mendatangi Paman!

   Saya keluar rumah dan berjalan sambil menekan perut, sehingga
   orang-orang heran melihatnya. Tapi saya tak peduli, dan sesudah naik
   bis kota, tibalah saya di kediaman kakak saya. Ternyata seisi rumah
   sedang membaca sebuah buku, dan ketika saya tanyakan, buku itu
   adalah sebuah buku silat! Kasihan. Rupanya dari hari ke hari, Paman
   cuma dihibur dengan buku-buku silat yang kumal dan isinya cuma
   merupakan serangkaian fantasi tak menentu.

   Segera, dengan berpegang pada buku penuntun, saya mulai menerangkan
   pada Paman tentang 4 Hukum Rohani. Sejenak timbul keragu-raguan,
   apakah Paman bisa memahami makna kata "hukum"? Saya menoleh. Paman
   telah memejamkan matanya. Tidurkah ia, pamanku yang sudah lanjut
   usia itu? Oh, Tuhan, tolonglah kami. Bukakan hati dan pikirannya
   melalui Roh-Mu yang Kudus.

   Saya memutuskan untuk meneruskan tekad, sesuai dengan pengajaran
   dalam "Inilah Hidup". Aku juga memutuskan untuk tidak lagi
   memerhatikan reaksi Paman. Bukankah berhasil tidaknya penginjilan
   juga sudah kuserahkan ke dalam tangan-Nya?

   Tibalah kami pada pertanyaan-pertanyaan "tantangan" di mana orang
   yang diinjili harus membuat pilihannya: Kristus atau dunia. Saya
   menunjuk pada sebuah gambar. Simbol hidup tanpa Kristus berada dalam
   suatu lingkaran sebelah kiri, dan hidup beserta Kristus di sebelah kanan.

   Saya bertanya pada Paman, "Menurut Paman, Paman sekarang hidup dalam
   lingkaran yang mana?" (Menurut teori yang diajarkan, atas jawaban
   pertanyaan inilah, saya harus mengajukan "tantangan" itu.)

   Tetapi tanpa diduga-duga, dengan suara yang keras dan tegas, Paman
   berkata, "Mulai sekarang, Paman mau ikut yang ini saja!" Jari telunjuknya 
yang keriput 
   dan agak bergetar itu langsung menunjuk lingkaran yang kanan!

   Saya menatap Paman penuh kekaguman atas pekerjaan Roh Kudus. Rupanya
   Paman telah meresapi semua yang saya jelaskan tadi. Setelah saya meyakinkan 
diri bahwa Paman benar-benar dengan penuh kesadaran telah menentukan 
pilihannya, saya mengajak Paman berdoa bersama-sama. Kasihan, mula-mula Paman 
malah tidak mengerti apa arti kata "berdoa". Tetapi setelah saya jelaskan, ia 
menundukkan kepala dan mengikuti kata-kata yang saya ucapkan untuk menyerahkan 
seluruh hati dan hidupnya kepada Yesus Kristus.

   Suasana dalam kebun yang luas itu menjadi begitu hening dan teduh ketika 
Paman untuk pertama kali dalam hidupnya, "berbicara" dengan Bapa Surgawi. Suara 
Paman saat itu takkan kulupakan seumur hidupku. Suaranya begitu khusyuk penuh 
penyesalan dan kerendahan hati sehingga saya benar-benar bisa membayangkan 
Paman saya dalam segala kekerdilannya sebagai manusia yang fana, berdiri di 
hadapan takhta kemegahan Elohim Bapa disaksikan beribu malaikat yang 
bersorak-sorai menyambut anak ini.

   "Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada
   malaikat-malaikat Elohim karena satu orang berdosa yang bertobat." (Lukas 
15:10)

   Diambil dan diedit seperlunya dari:
   Judul Buku: Untaian Mutiara
   Penulis : Betsy T.
   Penerbit : Penerbit Gandum Mas, Malang
   Halaman : 125 -- 128
______________________________________________________________________

   "Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu 
orang 
   berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh 
sembilan orang 
   benar yang tidak memerlukan pertobatan." (Lukas 15:7)
   < http://sabdaweb.sabda.org/?p=Lukas+15:7 >
______________________________________________________________________
POKOK DOA

   1. Mengucapsyukurlah karena kalau bukan berkat orang-orang atau
      saudara-saudara Anda yang dipakai oleh Tuhan, Anda saat ini
      mungkin tidak akan ada dalam lingkaran bersama Tuhan yang telah
      digambarkan dalam kisah di atas dan mengalami penyertaan Tuhan
      yang luar biasa atas hidup Anda dan keluarga.

   2. Mulailah menuliskan orang-orang yang ingin Anda selamatkan dan
      mintalah Tuhan menolong Anda untuk menginjili mereka dan membawa
      mereka kepada Tuhan Yesus serta terus mendoakan mereka.

   3. Berdoalah bagi orang-orang yang belum diselamatkan supaya
      Tuhan melembutkan dan membuka hati mereka untuk menerima Injil
      Kristus. Kiranya mereka juga dapat bertobat dan hidup benar di
      jalan Tuhan. Melalui doa pun, banyak orang bisa diubahkan. Sebab
      Tuhan memakai segala cara untuk mengubah seseorang, dan cara itu
      tidak akan pernah dapat diprediksi oleh siapa pun.
______________________________________________________________________
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright(c) 2008 YLSA
YLSA -- http://www.ylsa.org/
http://katalog.sabda.org/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo
No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Redaksi Tamu: Hilda Dina Santoja
Kontak: < kisah(at)sabda.org >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-kisah(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-kisah(at)hub.xc.org >
Arsip KISAH: http://www.sabda.org/publikasi/Kisah/
Situs KEKAL: http://kekal.sabda.org/

Kirim email ke