From: "l1anny_s" <[EMAIL PROTECTED]> RUTINITAS KEHIDUPAN DAN KEWAJIBAN ANAK TUHAN (kesaksian untuk dibagikan) Tiada hari yang dapat kita lalui Akan tetapi Hari itu selalu datang menemui Harus bagaimanakah aku menghadapi Dengan arah tak menentu,yang kujalani
Ingin hatiku lari dari kehidupan ini Tapi itu semua mustahil aku raih Jalan demi jalan telah kulewati Betapa sepi hidup di dunia ini "Itulah perasaan yang saya temui di dalam menjalankan kehidupan ini, semua terlihat hanya berbentuk rutinitas, tanpa arah tujuan yang pasti." Meski hati kecilku memiliki visi untuk meraih suatu kesuksesan yang dapat menolong banyak anak-anak yatim piatu maupun anak jalanan. Visi hanyalah sekedar anganan jika tidak diiringi doa dan tindakan atas setiap kesempatan yang saya peroleh. Saya menyadari itu saat saya mendapat teguran melalui peristiwa kehilangan kendaraan (yang dahulu saya peroleh atas anugerah TUHAN dengan caraNYA yang ajaib tentunya). Dari sana saya belajar untuk tidak terlena dalam menghadapi kehidupan ini,yang hanyalah sekedar rutinitas.Saya mencoba berkali-kali untuk bangkit tetapi upaya yang saya lakukan tidaklah mudah mengingat latar belakang saya yang tidak mengenal orang tua kandung ditambah orang tua asuh yang juga sudah berpulang ke rumah Bapa di surga. Puji Tuhan saat ini saya sudah mulai dapat menemukan titik terang rencanaNYA yang indah untuk membentuk saya selaku anakNYA.Tuhan mengirimkan keluarga yaitu teman-teman gereja di mana tempatku berbakti.Saya haus dan semangat melayani. Dan hari ini saya juga disadarkan oleh firman yang dibawakan oleh wakil gembala saya bahwa,"Kita harus dapat tanggalkan beban & dosa kita untuk dapat menjalani perlombaan di dalam kehidupan kita yang sudah merupakan kewajiban (Ibrani 12:1-2)."Kata kewajiban tersebut yang membuat saya sesadar-sadarnya untuk berani menghadapi kehidupan ini. Jadi dari sanalah saya baru mengerti makna kehidupan ini yang seharusnya kita jalankan dengan semangat, karena hidup adalah kewajiban dan kemenangan adalah target yang harus anak TUHAN raih. Demikian kesaksian saya sebagai seorang anak TUHAN yang tidak memiliki orang tua maupun saudara kandung tetapi saya sadar penyertaan TUHAN tidaklah berkesudahan.*AMIN and GOD BLESS* =================================================== From: lusi Apakah Tuhan Menciptakan Kejahatan? (True Story) Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada? Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?" Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya". "Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi. "Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut. Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan." Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos. Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?" "Tentu saja," jawab si Profesor, Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?" "Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya. Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas." Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?" Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada." Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya." Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?" Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan." Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda salah, Pak. Kejahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati Manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya." Profesor itu terdiam. Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein..! All The Best For You...' Budi Priyono ===================================================== From: [EMAIL PROTECTED] ANAK-ANAK TERANG Sebab itu jadilah penurut-penurut Elohim, seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Elohim. Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus. Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono --karena hal-hal ini tidak pantas-- tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur. Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Elohim. Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa, karena hal-hal yang demikian mendatangkan murka Elohim atas orang-orang durhaka. Sebab itu janganlah kamu berkawan dengan mereka. Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan Kebaikan dan Keadilan dan Kebenaran, dan UJILAH apa yang berkenan kepada Tuhan. Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu. Sebab menyebutkan sajapun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan. Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang. Itulah sebabnya dikatakan: "Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu." Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, KARENA hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh, dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati [yaitu beritakanlah Injil - Mazmur 47:7, Mazmur 40:3]. Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Elohim dan Bapa kita dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus. Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman [yaitu dengan air melalui Firman], supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela. Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri. Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat, karena kita adalah anggota tubuh-Nya. Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. RAHASIA ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat. Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya. (Efesus 5:1-33) =========================================== From: Irsan Siregar Alkitab Bahasa Indonesia u/ Smartphone Windows Mobile 6.0 Pakai e-sword aja: http://www.e-sword.net/pocketpc/index.html Modul Indonesia Terjemahan Baru ambil di: http://www.e-sword.net/pocketpc/downloads.html

