From: "e-Jemmi" <[EMAIL PROTECTED]>

e-JEMMi - Edisi 11-45#2008 -- Mengelola Keuangan

             THE DEVIL'S CHLOROFORM IS THE DENIAL OF SIN
______________________________________________________________________
EDITORIAL

   Shalom,
   Kita percaya bahwa Tuhan pasti memberkati setiap pekerjaan yang
   dilakukan oleh anak-anak-Nya, terlebih jika pekerjaan tersebut
   adalah untuk pelebaran Kerajaan Surga. Namun, kesulitan yang sering
   kali dihadapi oleh anak Tuhan adalah kurangnya hikmat dalam
   mengelola sumber keuangan mereka. Dibutuhkan keterampilan untuk
   membuat perencanaan yang matang sehingga sumber keuangan dapat
   dipakai dengan seefisien mungkin.

   Sehubungan dengan tema e-JEMMi sepanjang bulan November, Keuangan
   dan Misi, berikut ini kami sajikan sebuah artikel yang dapat
   memperlengkapi orang-orang yang diutus ke ladang misi agar memiliki
   perencanaan keuangan yang baik, terutama agar organisasi misi atau
   gereja yang mengutusnya dapat memberikan dukungan finansial sesuai
   dengan yang diharapkan. Jika Anda termasuk pelayan Tuhan yang ingin
   lebih mandiri dalam keuangan, artikel ini dapat membantu Anda untuk
   lebih cerdik dalam mempersiapkan dan mengelola kebutuhan Anda.

   Selamat menyimak dan belajar mengelola keuangan yang Tuhan
   percayakan pada kita.

   Pimpinan Redaksi e-JEMMi,
   Novita Yuniarti
______________________________________________________________________
ARTIKEL MISI

                          MENGELOLA KEKAYAAN
   Perumpamaan tentang talenta dalam Matius 25:14-30 meyakinkan kita
   bahwa Tuhan sangat mengharapkan agar kita bertindak bijaksana dalam
   mengelola kekayaan yang Ia berikan kepada kita. Sehubungan dengan
   ini, ada perumpamaan lain dalam Lukas 19:11-27 di mana Tuhan menghendaki 
agar 
   kita bekerja dengan giat, sampai kedatangan-Nya yang kedua kali.

   Kita dapat mempraktikkan penatalayanan Kristen pada dua level:
   praktik finansial di lapangan dan sumber-sumber keuangan di belakang layar.

   Praktik-Praktik Finansial di Ladang Misi
   Para misionaris seharusnya dapat menjabarkan rencananya, termasuk
   rencana jangka pendek untuk melakukan perjalanan misi keliling
   seperti gaya Paulus. Namun, ada juga rencana strategis dalam tugas
   lintas budaya yang membutuhkan ongkos mahal, investasi, serta
   komitmen jangka panjang. Bahkan, ada pelayanan yang menuntut
   komitmen jangka waktu yang sangat panjang, seperti penerjemahan
   Alkitab. Tapi, cukup banyak tugas-tugas misi yang dapat diperpendek
   jangka waktunya, sehingga misionaris Anda bisa segera dialihkan ke
   ladang-ladang baru yang membutuhkan.

   Suatu hal yang menyedihkan dan sekaligus menjadi bahan kritikan
   adalah bahwa banyak tugas yang dilaksanakan oleh para misionaris
   asing sebenarnya sudah dapat ditangani dengan lebih baik oleh orang
   lokal! Perhatikan nasihat Paulus kepada Titus agar ia memilih
   tua-tua di setiap kota (Titus 1:5). Paulus kemudian mengutip puisi
   Kreta untuk mengingatkan Titus bahwa tidaklah mudah untuk
   mendapatkan orang yang mampu dan cocok untuk mengemban tugas itu.
   Namun, toh ia tetap harus mendelegasikan tugas dan melakukan
   kaderisasi seperti itu (Titus 1:12).

   Hal praktis lain dalam Alkitab adalah pindah tempat (dengan alasan
   tertentu) untuk menjadi warga negara setempat dan mencari pekerjaan
   sesuai dengan keahliannya (Kisah Para Rasul 18:1-19), seperti yang
   dilakukan Akwila dan Priskila. Dengan demikian, misionaris Anda
   dapat mengalihkan dananya bagi orang lain.

   Memberi kesempatan yang lebih besar kepada para profesional
   (tentmakers) untuk ambil bagian dalam pelayanan dan misi dengan
   menjadi pengajar bahasa Inggris sebagai bahasa kedua mereka, atau
   menjadi peserta kelas perkuliahan internasional. Tetapi, ada ribuan
   kesempatan yang baik bagi ribuan pekerja dan tenaga profesional yang
   memungkinkan utusan Injil Anda untuk dapat keluar dan menggarami
   dunia, sebagaimana tantangan Rebecca Pippert dalam bukunya, "To get
   Out of the Saltshaker and Into the World". Tentu saja harus ada
   sejumlah pertimbangan matang untuk mengambil keputusan dalam
   menjalani karier misi sebagai "tentmakers". Buku "Tentmakers Speak
   Out" yang ditulis Don Hamilton tentu akan sangat membantu para
   profesional yang berhati misi.

   Kemandirian secara finansial melalui dukungan tidak mengikat dari
   orang-orang kaya atau para pensiunan merupakan suatu pilihan yang
   lebih nyata dan realistis. Dengan meningkatnya jumlah penduduk
   berusia lanjut, agen-agen misi akan merekrut orang-orang semacam ini.

   Tim orientasi yang masih bujangan tidak membutuhkan dana penginapan.
   Mungkin mereka bisa menginap di rumah-rumah penduduk setempat agar
   mereka bisa bergaul dan bersekutu secara bijaksana dengan
   masyarakat. Firman-Nya mengatakan, Dia "menjadi daging dan tinggal
   di antara kita"; kita menjamah-Nya dan Ia menjamah dengan perasaan
   kita (Yohanes 1:14; 1 Yohanes 1:1; Ibrani 4:15). Kehidupan Yesus
   menjadi teladan yang sangat kuat bagi kita untuk hidup bermasyarakat.

   Pemanfaatan pekerja-pekerja dan berbagai metode baru non-Barat
   merupakan tren yang berkembang dengan pesat saat ini. Hal ini
   membangkitkan daya dorong baru di ladang misi. Hal itu datang dari
   bangsa-bangsa di dunia ketiga. Misionaris dari Amerika dapat bekerja
   dengan gerakan Elohim ini! Sebab, "buah yang menetap" adalah tujuan
   kita. Bagaimana hal ini bisa terpenuhi? Paulus, yang merupakan
   misionaris besar pada abad pertama, adalah model teladan yang paling
   baik. Ia adalah penginjil besar. Kebanyakan kita membaca bahwa ia
   memberitakan Injil (hanya ada beberapa pengecualian, tapi yang
   paling penting untuk dicatat adalah pelayanannya selama beberapa
   tahun mengajar di Efesus). Namun, ia memunyai tim pengajar terbaik,
   yakni Timotius dan Titus, walaupun masih ada yang lainnya, (Kisah
   Para Rasul 20:4), yaitu mereka yang dengan setia mendukung dari
   belakang. Kemudian, ia mengajari mereka firman Tuhan perihal
   bagaimana mereka harus hidup dan pergi melayani serta bagaimana
   mengajarkan hal itu kepada orang lain (2 Timotius 2:2).

   Jika Anda berada pada posisi sebagai pembuat kebijakan finansial
   untuk mendukung misi, jadilah penatalayan yang bijaksana. Belajarlah
   pada para pembuat strategi misi untuk mengelola keuangan. Jangan
   membangun sebuah pelayanan yang terus tergantung pada subsidi Barat
   setelah lembaga itu berubah menjadi pelayanan lokal. Janganlah
   mengajari orang-orang untuk menerapkan metode-metode untuk meminta
   segala sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan dalam kebudayaan
   mereka, seperti gedung-gedung besar dan mewah, buku-buku yang mahal,
   mobil, dan seterusnya. Jangan biarkan kesederhanaan Injil diselimuti
   kemewahan dalam menjangkau kebudayaan lokal.

   Ada cara tambahan untuk menyelamatkan uang misionaris. Mereka
   menemukan bagaimana kita menata kekayaan yang dipercayakan kepada
   kita kembali ke lingkungan kita.

   Sumber-Sumber Pendanaan di Balik Layar

   1. Kerja Sama
      Suatu kerja sama Kristen menawarkan kemungkinan yang luas guna
      menata kekayaan yang telah diberikan Elohim kepada kita. Share
      Inc. dari San Diego, California, kini menerima publikasi nasional
      sebagai suatu model proyek komunitas dengan suatu visi untuk
      melayani kebutuhan orang-orang secara ekonomi. Hal itu bisa
      diadopsi untuk setiap hal yang mulia. Misalnya, menyangkut
      makanan atau pakaian dan kebutuhan-kebutuhan rumah tangga. Semua
      ini merupakan suatu kerja sama Kristen yang paling baik dalam
      memberi dukungan finansial untuk perluasan Kerajaan Elohim.

   2. Paket-Paket Penghematan
      Pada abad pertama, orang-orang Kristen "merasakan pemerataan
      dalam hal kepemilikan harta" (Kisah Para Rasul 4:32). Pada masa
      kini, kita bisa membagi aset barang-barang kita. Caranya,
      memberikan kesempatan bagi orang lain untuk membeli aset tersebut
      melalui paket hemat. Dengan begitu, kita dapat menyuplai
      barang-barang gratis dan dioperasikan dengan sukarela (jadi,
      tenaga dibayar untuk memperlancar operasional). Cara seperti ini
      akan memberikan hasil yang baik bagi misi. Sudah tentu ada
      peraturan-peraturan pemerintah yang harus dipatuhi. Dan hal
      itu pun menuntut keuletan dan kesungguhan pelaku bisnis. Namun,
      hasil pendanaannya lebih banyak digunakan untuk para pekerja
      lapangan atau untuk membiayai studi Alkitab para pendeta lokal,
      atau tim perintisan gereja yang dinilai energik.

   3. Minat Dana Bersama
      Apa yang akan ditata oleh pasar dalam lalu lintas perdagangan,
      selalu berorientasi pada keuntungan (profit oriented),
      sebagaimana perumpamaan tentang talenta yang dikemukakan Tuhan
      Yesus. Namun, hasil keuntungan itu tidak mungkin hanya mereka
      simpan di bank. Itu sebabnya pimpinan harus kreatif untuk
      berpikir dan melakukan berbagai terobosan baru guna menggandakan
      uang hingga mencapai bunga 10 persen. Tapi, jangan berlaku
      seperti sang hamba yang tidak setia, yang dicerca karena tidak
      menggandakan uang tuannya (Matius 25:14-30). Mungkin Anda bisa
      melibatkan mereka yang mengetahui bagaimana mengupayakan agar
      semakin banyak orang di persekutuan Anda tertarik proyek minat
      dana bersama ini, karena di sini memang dibutuhkan suatu
      kecakapan khusus untuk menggarap bisnis ini secara cermat dan hati-hati.

   4. Perencanaan Taraf Hidup
      Sumber keuangan untuk kepentingan ini memang bertahan baik karena
      tersedianya uang dalam kurun waktu yang panjang bagi pelebaran
      Kerajaan Elohim. Sayangnya, metode semacam ini sering dilecehkan
      oleh beberapa organisasi Kristen. Walaupun demikian, bidang ini
      menuntut kita untuk berlaku sebagai penatalayan yang setia.
      Jutaan dolar setiap tahunnya tersalur ke kas negara, sementara
      sekitar 60 persen dari penduduk kita mati tanpa dikehendaki! Oleh
      karena itu, pengelolaan jenis ini menuntut adanya pengetahuan
      konsultasi yang baik. Dengan begitu, kita bisa membangkitkan dana
      bagi misi untuk memperluas kerajaan-Nya demi kemuliaan nama-Nya.

   5. Dana Bantuan
      Secara umum, dana misi dan pelayanan lain umumnya masih
      tergantung pada bantuan dana dan donasi, baik perorangan maupun
      masyarakat. Hal ini menuntut banyak sekali pekerjaan, terutama
      untuk menyusun proposal-proposal. Tentu saja akan lebih banyak
      orang atau lembaga yang akan berkata "tidak" daripada yang
      menanggapinya dengan "ya". Akan tetapi, harus diingat bahwa
      jutaan dolar uang tersedia bagi kelompok yang tepat, yang
      melakukan hal yang benar serta menuliskan proposal dengan baik pula.

   6. Dana Sandingan
      Adalah sesuatu yang sudah lazim dan diterima dalam dunia industri
      untuk menerapkan dana sandingan untuk hal-hal yang berguna. Cara
      pendanaan seperti ini biasanya digunakan oleh lembaga-lembaga
      pendidikan. Bagaimanapun juga, pajak sama bermanfaatnya baik
      pada organisasi nonprofit maupun perusahaan. Dana sandingan itu
      kemungkinan akan bekerja lebih baik, misalnya untuk pelaksanaan
      beberapa proyek khusus di negara-negara dunia ketiga. Apakah Anda
      mengenal seorang pensiunan bank atau seorang manajer keuangan
      yang pandai dan berpengalaman bertahun-tahun dalam bidang
      keuangan? Doronglah ia untuk memanfaatkan keterampilannya bagi
      Sang Guru, untuk menata sumber-sumber keuangan seperti ini.
      Jangan-jangan orang itu adalah Anda.

   7. Pajak Pendapatan
      Beberapa orang mengklaim, "Tak ada pemotongan (deduksi)," dan
      mengizinkan pemerintah untuk menggunakan uang mereka, dengan
      tingkat bunga tahunan yang sesuai, sehingga mereka dapat
      menggunakan bunga uangnya untuk "penghematan yang mendesak".
      Akibatnya, begitu banyak manfaat dan keunggulan yang dibiarkan
      menganggur demi penghematan yang jumlahnya paling tidak setara
      dengan tingkat bunga bank! Dana semacam itu sebenarnya bisa Anda
      gunakan untuk mendanai pekerja misi lintas budaya.

   8. Properti
      Jikalau Anda memunyai properti sendiri, Anda dapat memanfaatkannya untuk 
      mendapatkan dana guna mendukung pelayanan misi lintas budaya, misalnya 
dengan 
      cara menyewakan atau menjadi agunan utang di bank.

   Bentuklah dewan penasihat keuangan untuk mengaji dan memertimbangkan
   setiap usulan dari orang-orang yang dapat dipercaya, yang juga
   mengerti masalah-masalah keuangan secara baik. Juga, manfaatkan
   jurnal-jurnal yang bisa Anda pelajari. Yang jelas, Roh Kudus akan
   menuntun tindakan rohani Anda untuk mendapat tambahan uang secara
   kreatif bagi pelayanan lintas budaya. Krisis ekonomi dunia menjadi
   berita utama setiap hari: negara-negara anggota OPEC yang mengadakan
   konferensi di Timur Tengah, memengaruhi harga minyak bumi di Barat.
   Bangsa-bangsa yang paling banyak mengonsumsi minyak, mengimpor
   produk-produk dari negara-negara miskin dengan harga murah.
   Sementara, barang-barang pabrik yang mereka kirim ke negara-negara
   miskin itu sering kali dijual dengan harga yang sangat mahal.
   Perusahaan-perusahaan multinasional memborong tanah untuk
   memproduksi barang-barang yang mereka ekspor, sekaligus mengimpor
   bahan makanan yang mereka jual dengan harga tinggi pada warga lokal.
   Para produsen membuang 1 juta ton gandum ke laut hanya untuk menjaga
   agar harga pasar tetap tinggi. Sementara secara tidak sadar, tidak
   sedikit orang Kristen mengabaikan keadilan dengan menyumbang kepada
   ketidakadilan ekonomi dunia serta menganggap enteng tanggung jawab
   dan menyederhanakan persoalan dengan berkata, "Apa yang bisa
   dilakukan oleh seseorang?" Ternyata respons Elohim adalah tetap dan
   tunggal, "Akan tetapi barang siapa yang memiliki barang-barang dunia
   dan melihat saudaranya berada dalam kekurangan dan mengeraskan
   hatinya terhadap saudara itu, bagaimana kasih Elohim tetap tinggal
   dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17). Atau, firman Tuhan yang lebih
   keras lagi dalam Amsal 24:11-12.

   Dalam segala bidang, kita harus memertimbangkan bahwa pengaruh dari
   satu orang itu memang kecil. Akan tetapi, satu hal, satu per satu
   kita akan berdiri di hadapan-Nya dan memberi pertanggungjawaban atas
   apa yang kita kerjakan, "Apa itu dari kayu, rumput kering, jerami,
   emas, perak, dan batu-batu permata!" (1 Korintus 3:12-13).

   Kita harus tetap berlaku "setia ... di dalam hal kekayaan
   orang-orang yang tak benar, sehingga Tuhan akan memercayakan kepada
   kita kekayaan yang benar." (Lukas 16:1-12).

   Diambil dan disunting seperlunya dari:
   Judul buku: Melayani sebagai Pengutus; Kiat Jitu Mendukung  Misionaris 
Profesional
   Judul asli buku: Serving as Senders
   Penulis: Neal Pirolo
   Penerjemah: Tim Om Indonesia
   Penerbit: OM Indonesia, Jakarta
   Halaman: 73 -- 79
______________________________________________________________________
SUMBER MISI

LIFELINE CHRISTIAN MISSION ==> http://lifeline.org/
   Bob deVoe adalah seorang pengusaha terpandang pada tahun 1970-an
   yang merasa dipanggil untuk melayani di Haiti setelah Tuhan
   menyembuhkannya dari penyakit parah yang dideritanya. Berangkat dari
   perjalanan iman inilah Bob dan Gretchen DeVoe, istrinya, melahirkan
   pelayanan Lifeline Christian Mission pada 1980 di Haiti. Lifeline
   Christian Mission adalah sebuah organisasi pelayanan
   interdenominasi. Organisasi ini percaya bahwa oleh anugerah Elohimlah
   dan karena mendengar dan menaati firman Tuhanlah, seseorang dapat
   diselamatkan. Seseorang harus bertobat, mengakui, dan menerima
   Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat serta terus hidup sesuai
   dengan perintah Kristus. Karena itu, organisasi ini berusaha untuk
   mengabarkan Kabar Baik Yesus Kristus kepada orang-orang yang hilang
   dan mengajar orang-orang percaya akan tanggung jawab mereka dalam
   menjangkau banyak orang bagi Kristus. Semua itu didukung dengan
   perintisan gereja, pengembangan jemaat, pelatihan kepemimpinan,
   penginjilan pribadi, pembangunan sekolah, pengadaan program
   kesehatan, serta pembangunan perumahan dan pengadaan bahan-bahan
   makanan. Kunjungi situsnya untuk lebih mengenal pelayanan mereka.
______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA

B H U T A N
   Aparat kepolisian di Bhutan berencana menginterogasi misionaris
   Gospel for Asia, AR. Apa kesalahannya? Karena ia memertontonkan
   film tentang kehidupan Yesus.

   Ketika melihat ada banyak orang yang berpaling kepada Kristus
   setelah menonton film Yesus, beberapa tokoh ekstremis belakangan ini
   melayangkan tuntutan terhadap AR dan kru filmnya, serta umat percaya
   lokal lain. Mereka menuduh AR membujuk orang untuk masuk Kristen
   melalui filmnya yang dikemas dalam gaya bahasa Asia tradisional.
   "Semua orang dari desa kami meninggalkan agama tradisionalnya dan
   memeluk kepercayaan Kristen karena film yang dipertontonkan secara
   rutin tersebut," kata kaum ekstremis kepada polisi.

   Meski undang-undang baru Bhutan menjamin kebebasan beragama, kaum
   ekstremis tetap mendesak polisi untuk menindak AR. Pihak berwenang
   memanggil AR untuk dimintai penjelasan. Selama lebih dari satu
   tahun, misionaris AR telah mengabarkan kasih Kristus melalui film
   Yesus di wilayah ini. Hasilnya, ada 35 orang mulai mengikut Yesus.
   Dua misionaris wanita dari GSA juga melayani di wilayah ini.   (t/Setyo)
   Diterjemahkan dari:
   Nama buletin: Body Life, Edisi Agustus 2008, Volume 26, No. 8
   Nama kolom: World Christian Report
   Judul asli artikel: Bhutan: Film Team Brings the Gospel Story to Life
   Penerbit: 120 Fellowship adult class at Lake Avenue Church, Pasadena
   Halaman: 3
   Pokok doa:
   * Dukunglah dalam doa AR dan kru film yang telah mewartakan Injil
     dengan sarana film Yesus. Biarlah Tuhan memberi kekuatan dan
     perlindungan sehingga mereka dapat tetap setia melakukan panggilan
     yang sudah Tuhan berikan dengan tenang.
   * Berdoalah bagi para petobat baru di Bhutan, agar Tuhan menganugerahkan 
iman yang 
     sejati untuk mengikut Kristus di tengah kesulitan yang dihadapi.

U K R A I N A
   Kampanye penginjilan besar yang mencoba merintis empat puluh gereja
   di empat puluh kota di Ukraina dalam jangka waktu 5 minggu telah
   dimulai akhir Juli 2008 yang lalu. Tim pelayanan sejumlah 40, yang
   terdiri dari 20 tim asal Amerika Serikat bekerja sama dengan para
   sukarelawan lokal dan 20 tim dari Ukraina, berpartisipasi dalam
   kampanye dari tanggal 28 Juli -- 25 Agustus 2008.

   Masing-masing tim mengunjungi sebuah kota yang belum memiliki gereja
   injili untuk mengadakan penjangkauan penginjilan selama satu minggu
   dengan mengundang orang-orang untuk menghadiri kebaktian
   "pembebasan" di seluruh kota yang diadakan dari hari Jumat hingga
   Minggu. Kebaktian tersebut telah membuahkan sekitar lima ratus jiwa baru.

   Pada hari Senin seusai kebaktian itu, beberapa jiwa baru dan mereka
   yang tertarik untuk belajar lebih banyak tentang kekristenan,
   diundang untuk menghadiri ibadah pujian/kesaksian di mana para
   perintis gereja yang terlatih akan melatih peserta yang hadir dalam
   program pemuridan selama delapan minggu.

   Sekitar empat puluh orang perintis gereja yang terlatih di Ukraina
   telah menyediakan diri sebagai sukarelawan untuk bergerak bersama
   keluarga mereka ke salah satu kota untuk membantu merintis gereja.
   Gerakan anak-anak juga akan diselenggarakan di tiap kota. (t/Setyo)
   Diterjemahkan dari:
   Nama buletin: Body Life, Edisi Agustus 2008, Volume 26, No. 8
   Nama kolom: World Christian Report
   Judul asli artikel: Ukraine: Evangelism Teams to Plant Churches in 40 Cities
   Penerbit: 120 Fellowship adult class at Lake Avenue Church, Pasadena
   Halaman: 4
   Pokok doa:
   * Bersyukur pada Tuhan, yang oleh anugerah-Nya, banyak gereja
     berhasil dirintis di daerah Ukraina. Doakan terus agar pertumbuhan
     gereja semakin meningkat.
   * Doakanlah agar pelayanan pelatihan dan pengajaran kekristenan bagi
     para petobat baru di Ukraina membuahkan murid-murid Kristus yang sejati.
   * Doakan hamba-hamba Tuhan yang sedang melayani di Ukraina, agar
     mereka terus bersemangat dalam melayani Tuhan dan rindu untuk
     bertumbuh bersama jemaatnya.
______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA

                 YAYASAN PELAYANAN ANAK CALVARY (YPAC)
   YPAC berdiri di Jakarta sejak tahun 2002 dengan tujuan menyatakan
   kasih Kristus kepada anak-anak agar bertumbuh dalam iman dan berbuah
   dalam perbuatan. Beberapa hal yang dilakukan YPAC dalam hal
   mengentaskan kemiskinan adalah membantu anak-anak yang berasal dari
   keluarga kurang mampu (sebagai anak asuh) dengan memberi makan
   setiap hari Rabu dan memberi uang sekolah. Dan hal itu telah dimulai
   sejak tahun 1997. Jumlah anak asuh yang dibantu, yang bertempat
   tinggal di daerah SJ, adalah sebanyak 65 anak dengan usia antara 4
   s/d 13 tahun. YPAC memiliki dua cabang, yaitu di Bekasi dan
   Pontianak, dengan 1.200 anak yang dilayani setiap minggunya. Untuk
   di Jabodetabek, ada 300 anak di 25 kelompok. Program sosial yang 
difasilitasi oleh 
   YPAC adalah Panti Asuhan, Anak Asuh Lokal, Anak Titipan, dan TK Terbuka.

   Sumber: Buletin Transformation Connection Indonesia, Edisi II,  Februari 2008

   POKOK DOA:
   1. Biarlah Tuhan memampukan setiap orang yang terlibat dalam
      pelayanan YPAC yang melayani mereka yang kurang mampu. Kiranya
      kasih Kristus terpancar melalui pelayanan mereka.

   2. Pelayanan YPAC membutuhkan berbagai keperluan dalam melaksanakan
      pelayanannya. Biarlah Tuhan mencurahkan berkatnya agar setiap
      keperluan yang diperlukan dalam pelayanan dapat tercukupkan.

   3. Doakan juga agar krisis ekonomi global yang sedang terjadi saat
      ini tidak mematahkan semangat para pelayan dalam YPAC untuk tetap
      melayani mereka yang kurang mampu. Kiranya mereka justru dapat
      melihat kondisi ini sebagai kesempatan untuk memancarkan kasih Kristus.

   4. Berdoa juga agar Tuhan memperlebar wilayah pelayanan YPAC; bukan
      hanya di daerah Jabodetabek, melainkan dapat menjangkau
      wilayah-wilayah lain di seluruh Indonesia.

   5. Doakan untuk staf yang melayani di YPAC, agar Tuhan memberi mereka 
kekuatan, 
       kesabaran, dan hikmat supaya kehidupan rohani mereka terus bertumbuh.
______________________________________________________________________
Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
(untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: tidak
untuk tujuan komersial dan harus mencantumkan SUMBER ASLI bahan
yang diambil dan nama e-JEMMi sebagai penerbit elektroniknya.
______________________________________________________________________
Staf Redaksi: Novita Yuniarti, Yulia Oeniyati, dan Dian Pradana
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2008 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Kontak Redaksi: < jemmi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan: < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk berhenti: < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan: < owner-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi: http://misi.sabda.org/
Arsip e-JEMMi: http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA: http://www.ylsa.org/
Situs SABDA Katalog: http://katalog.sabda.org/

Kirim email ke