From: "e-Jemmi" <[EMAIL PROTECTED]>
e-JEMMi - Edisi 11-45#2008 -- Mengelola Keuangan
THE DEVIL'S CHLOROFORM IS THE DENIAL OF SIN
______________________________________________________________________
EDITORIAL
Shalom,
Kita percaya bahwa Tuhan pasti memberkati setiap pekerjaan yang
dilakukan oleh anak-anak-Nya, terlebih jika pekerjaan tersebut
adalah untuk pelebaran Kerajaan Surga. Namun, kesulitan yang sering
kali dihadapi oleh anak Tuhan adalah kurangnya hikmat dalam
mengelola sumber keuangan mereka. Dibutuhkan keterampilan untuk
membuat perencanaan yang matang sehingga sumber keuangan dapat
dipakai dengan seefisien mungkin.
Sehubungan dengan tema e-JEMMi sepanjang bulan November, Keuangan
dan Misi, berikut ini kami sajikan sebuah artikel yang dapat
memperlengkapi orang-orang yang diutus ke ladang misi agar memiliki
perencanaan keuangan yang baik, terutama agar organisasi misi atau
gereja yang mengutusnya dapat memberikan dukungan finansial sesuai
dengan yang diharapkan. Jika Anda termasuk pelayan Tuhan yang ingin
lebih mandiri dalam keuangan, artikel ini dapat membantu Anda untuk
lebih cerdik dalam mempersiapkan dan mengelola kebutuhan Anda.
Selamat menyimak dan belajar mengelola keuangan yang Tuhan
percayakan pada kita.
Pimpinan Redaksi e-JEMMi,
Novita Yuniarti
______________________________________________________________________
ARTIKEL MISI
MENGELOLA KEKAYAAN
Perumpamaan tentang talenta dalam Matius 25:14-30 meyakinkan kita
bahwa Tuhan sangat mengharapkan agar kita bertindak bijaksana dalam
mengelola kekayaan yang Ia berikan kepada kita. Sehubungan dengan
ini, ada perumpamaan lain dalam Lukas 19:11-27 di mana Tuhan menghendaki
agar
kita bekerja dengan giat, sampai kedatangan-Nya yang kedua kali.
Kita dapat mempraktikkan penatalayanan Kristen pada dua level:
praktik finansial di lapangan dan sumber-sumber keuangan di belakang layar.
Praktik-Praktik Finansial di Ladang Misi
Para misionaris seharusnya dapat menjabarkan rencananya, termasuk
rencana jangka pendek untuk melakukan perjalanan misi keliling
seperti gaya Paulus. Namun, ada juga rencana strategis dalam tugas
lintas budaya yang membutuhkan ongkos mahal, investasi, serta
komitmen jangka panjang. Bahkan, ada pelayanan yang menuntut
komitmen jangka waktu yang sangat panjang, seperti penerjemahan
Alkitab. Tapi, cukup banyak tugas-tugas misi yang dapat diperpendek
jangka waktunya, sehingga misionaris Anda bisa segera dialihkan ke
ladang-ladang baru yang membutuhkan.
Suatu hal yang menyedihkan dan sekaligus menjadi bahan kritikan
adalah bahwa banyak tugas yang dilaksanakan oleh para misionaris
asing sebenarnya sudah dapat ditangani dengan lebih baik oleh orang
lokal! Perhatikan nasihat Paulus kepada Titus agar ia memilih
tua-tua di setiap kota (Titus 1:5). Paulus kemudian mengutip puisi
Kreta untuk mengingatkan Titus bahwa tidaklah mudah untuk
mendapatkan orang yang mampu dan cocok untuk mengemban tugas itu.
Namun, toh ia tetap harus mendelegasikan tugas dan melakukan
kaderisasi seperti itu (Titus 1:12).
Hal praktis lain dalam Alkitab adalah pindah tempat (dengan alasan
tertentu) untuk menjadi warga negara setempat dan mencari pekerjaan
sesuai dengan keahliannya (Kisah Para Rasul 18:1-19), seperti yang
dilakukan Akwila dan Priskila. Dengan demikian, misionaris Anda
dapat mengalihkan dananya bagi orang lain.
Memberi kesempatan yang lebih besar kepada para profesional
(tentmakers) untuk ambil bagian dalam pelayanan dan misi dengan
menjadi pengajar bahasa Inggris sebagai bahasa kedua mereka, atau
menjadi peserta kelas perkuliahan internasional. Tetapi, ada ribuan
kesempatan yang baik bagi ribuan pekerja dan tenaga profesional yang
memungkinkan utusan Injil Anda untuk dapat keluar dan menggarami
dunia, sebagaimana tantangan Rebecca Pippert dalam bukunya, "To get
Out of the Saltshaker and Into the World". Tentu saja harus ada
sejumlah pertimbangan matang untuk mengambil keputusan dalam
menjalani karier misi sebagai "tentmakers". Buku "Tentmakers Speak
Out" yang ditulis Don Hamilton tentu akan sangat membantu para
profesional yang berhati misi.
Kemandirian secara finansial melalui dukungan tidak mengikat dari
orang-orang kaya atau para pensiunan merupakan suatu pilihan yang
lebih nyata dan realistis. Dengan meningkatnya jumlah penduduk
berusia lanjut, agen-agen misi akan merekrut orang-orang semacam ini.
Tim orientasi yang masih bujangan tidak membutuhkan dana penginapan.
Mungkin mereka bisa menginap di rumah-rumah penduduk setempat agar
mereka bisa bergaul dan bersekutu secara bijaksana dengan
masyarakat. Firman-Nya mengatakan, Dia "menjadi daging dan tinggal
di antara kita"; kita menjamah-Nya dan Ia menjamah dengan perasaan
kita (Yohanes 1:14; 1 Yohanes 1:1; Ibrani 4:15). Kehidupan Yesus
menjadi teladan yang sangat kuat bagi kita untuk hidup bermasyarakat.
Pemanfaatan pekerja-pekerja dan berbagai metode baru non-Barat
merupakan tren yang berkembang dengan pesat saat ini. Hal ini
membangkitkan daya dorong baru di ladang misi. Hal itu datang dari
bangsa-bangsa di dunia ketiga. Misionaris dari Amerika dapat bekerja
dengan gerakan Elohim ini! Sebab, "buah yang menetap" adalah tujuan
kita. Bagaimana hal ini bisa terpenuhi? Paulus, yang merupakan
misionaris besar pada abad pertama, adalah model teladan yang paling
baik. Ia adalah penginjil besar. Kebanyakan kita membaca bahwa ia
memberitakan Injil (hanya ada beberapa pengecualian, tapi yang
paling penting untuk dicatat adalah pelayanannya selama beberapa
tahun mengajar di Efesus). Namun, ia memunyai tim pengajar terbaik,
yakni Timotius dan Titus, walaupun masih ada yang lainnya, (Kisah
Para Rasul 20:4), yaitu mereka yang dengan setia mendukung dari
belakang. Kemudian, ia mengajari mereka firman Tuhan perihal
bagaimana mereka harus hidup dan pergi melayani serta bagaimana
mengajarkan hal itu kepada orang lain (2 Timotius 2:2).
Jika Anda berada pada posisi sebagai pembuat kebijakan finansial
untuk mendukung misi, jadilah penatalayan yang bijaksana. Belajarlah
pada para pembuat strategi misi untuk mengelola keuangan. Jangan
membangun sebuah pelayanan yang terus tergantung pada subsidi Barat
setelah lembaga itu berubah menjadi pelayanan lokal. Janganlah
mengajari orang-orang untuk menerapkan metode-metode untuk meminta
segala sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan dalam kebudayaan
mereka, seperti gedung-gedung besar dan mewah, buku-buku yang mahal,
mobil, dan seterusnya. Jangan biarkan kesederhanaan Injil diselimuti
kemewahan dalam menjangkau kebudayaan lokal.
Ada cara tambahan untuk menyelamatkan uang misionaris. Mereka
menemukan bagaimana kita menata kekayaan yang dipercayakan kepada
kita kembali ke lingkungan kita.
Sumber-Sumber Pendanaan di Balik Layar
1. Kerja Sama
Suatu kerja sama Kristen menawarkan kemungkinan yang luas guna
menata kekayaan yang telah diberikan Elohim kepada kita. Share
Inc. dari San Diego, California, kini menerima publikasi nasional
sebagai suatu model proyek komunitas dengan suatu visi untuk
melayani kebutuhan orang-orang secara ekonomi. Hal itu bisa
diadopsi untuk setiap hal yang mulia. Misalnya, menyangkut
makanan atau pakaian dan kebutuhan-kebutuhan rumah tangga. Semua
ini merupakan suatu kerja sama Kristen yang paling baik dalam
memberi dukungan finansial untuk perluasan Kerajaan Elohim.
2. Paket-Paket Penghematan
Pada abad pertama, orang-orang Kristen "merasakan pemerataan
dalam hal kepemilikan harta" (Kisah Para Rasul 4:32). Pada masa
kini, kita bisa membagi aset barang-barang kita. Caranya,
memberikan kesempatan bagi orang lain untuk membeli aset tersebut
melalui paket hemat. Dengan begitu, kita dapat menyuplai
barang-barang gratis dan dioperasikan dengan sukarela (jadi,
tenaga dibayar untuk memperlancar operasional). Cara seperti ini
akan memberikan hasil yang baik bagi misi. Sudah tentu ada
peraturan-peraturan pemerintah yang harus dipatuhi. Dan hal
itu pun menuntut keuletan dan kesungguhan pelaku bisnis. Namun,
hasil pendanaannya lebih banyak digunakan untuk para pekerja
lapangan atau untuk membiayai studi Alkitab para pendeta lokal,
atau tim perintisan gereja yang dinilai energik.
3. Minat Dana Bersama
Apa yang akan ditata oleh pasar dalam lalu lintas perdagangan,
selalu berorientasi pada keuntungan (profit oriented),
sebagaimana perumpamaan tentang talenta yang dikemukakan Tuhan
Yesus. Namun, hasil keuntungan itu tidak mungkin hanya mereka
simpan di bank. Itu sebabnya pimpinan harus kreatif untuk
berpikir dan melakukan berbagai terobosan baru guna menggandakan
uang hingga mencapai bunga 10 persen. Tapi, jangan berlaku
seperti sang hamba yang tidak setia, yang dicerca karena tidak
menggandakan uang tuannya (Matius 25:14-30). Mungkin Anda bisa
melibatkan mereka yang mengetahui bagaimana mengupayakan agar
semakin banyak orang di persekutuan Anda tertarik proyek minat
dana bersama ini, karena di sini memang dibutuhkan suatu
kecakapan khusus untuk menggarap bisnis ini secara cermat dan hati-hati.
4. Perencanaan Taraf Hidup
Sumber keuangan untuk kepentingan ini memang bertahan baik karena
tersedianya uang dalam kurun waktu yang panjang bagi pelebaran
Kerajaan Elohim. Sayangnya, metode semacam ini sering dilecehkan
oleh beberapa organisasi Kristen. Walaupun demikian, bidang ini
menuntut kita untuk berlaku sebagai penatalayan yang setia.
Jutaan dolar setiap tahunnya tersalur ke kas negara, sementara
sekitar 60 persen dari penduduk kita mati tanpa dikehendaki! Oleh
karena itu, pengelolaan jenis ini menuntut adanya pengetahuan
konsultasi yang baik. Dengan begitu, kita bisa membangkitkan dana
bagi misi untuk memperluas kerajaan-Nya demi kemuliaan nama-Nya.
5. Dana Bantuan
Secara umum, dana misi dan pelayanan lain umumnya masih
tergantung pada bantuan dana dan donasi, baik perorangan maupun
masyarakat. Hal ini menuntut banyak sekali pekerjaan, terutama
untuk menyusun proposal-proposal. Tentu saja akan lebih banyak
orang atau lembaga yang akan berkata "tidak" daripada yang
menanggapinya dengan "ya". Akan tetapi, harus diingat bahwa
jutaan dolar uang tersedia bagi kelompok yang tepat, yang
melakukan hal yang benar serta menuliskan proposal dengan baik pula.
6. Dana Sandingan
Adalah sesuatu yang sudah lazim dan diterima dalam dunia industri
untuk menerapkan dana sandingan untuk hal-hal yang berguna. Cara
pendanaan seperti ini biasanya digunakan oleh lembaga-lembaga
pendidikan. Bagaimanapun juga, pajak sama bermanfaatnya baik
pada organisasi nonprofit maupun perusahaan. Dana sandingan itu
kemungkinan akan bekerja lebih baik, misalnya untuk pelaksanaan
beberapa proyek khusus di negara-negara dunia ketiga. Apakah Anda
mengenal seorang pensiunan bank atau seorang manajer keuangan
yang pandai dan berpengalaman bertahun-tahun dalam bidang
keuangan? Doronglah ia untuk memanfaatkan keterampilannya bagi
Sang Guru, untuk menata sumber-sumber keuangan seperti ini.
Jangan-jangan orang itu adalah Anda.
7. Pajak Pendapatan
Beberapa orang mengklaim, "Tak ada pemotongan (deduksi)," dan
mengizinkan pemerintah untuk menggunakan uang mereka, dengan
tingkat bunga tahunan yang sesuai, sehingga mereka dapat
menggunakan bunga uangnya untuk "penghematan yang mendesak".
Akibatnya, begitu banyak manfaat dan keunggulan yang dibiarkan
menganggur demi penghematan yang jumlahnya paling tidak setara
dengan tingkat bunga bank! Dana semacam itu sebenarnya bisa Anda
gunakan untuk mendanai pekerja misi lintas budaya.
8. Properti
Jikalau Anda memunyai properti sendiri, Anda dapat memanfaatkannya untuk
mendapatkan dana guna mendukung pelayanan misi lintas budaya, misalnya
dengan
cara menyewakan atau menjadi agunan utang di bank.
Bentuklah dewan penasihat keuangan untuk mengaji dan memertimbangkan
setiap usulan dari orang-orang yang dapat dipercaya, yang juga
mengerti masalah-masalah keuangan secara baik. Juga, manfaatkan
jurnal-jurnal yang bisa Anda pelajari. Yang jelas, Roh Kudus akan
menuntun tindakan rohani Anda untuk mendapat tambahan uang secara
kreatif bagi pelayanan lintas budaya. Krisis ekonomi dunia menjadi
berita utama setiap hari: negara-negara anggota OPEC yang mengadakan
konferensi di Timur Tengah, memengaruhi harga minyak bumi di Barat.
Bangsa-bangsa yang paling banyak mengonsumsi minyak, mengimpor
produk-produk dari negara-negara miskin dengan harga murah.
Sementara, barang-barang pabrik yang mereka kirim ke negara-negara
miskin itu sering kali dijual dengan harga yang sangat mahal.
Perusahaan-perusahaan multinasional memborong tanah untuk
memproduksi barang-barang yang mereka ekspor, sekaligus mengimpor
bahan makanan yang mereka jual dengan harga tinggi pada warga lokal.
Para produsen membuang 1 juta ton gandum ke laut hanya untuk menjaga
agar harga pasar tetap tinggi. Sementara secara tidak sadar, tidak
sedikit orang Kristen mengabaikan keadilan dengan menyumbang kepada
ketidakadilan ekonomi dunia serta menganggap enteng tanggung jawab
dan menyederhanakan persoalan dengan berkata, "Apa yang bisa
dilakukan oleh seseorang?" Ternyata respons Elohim adalah tetap dan
tunggal, "Akan tetapi barang siapa yang memiliki barang-barang dunia
dan melihat saudaranya berada dalam kekurangan dan mengeraskan
hatinya terhadap saudara itu, bagaimana kasih Elohim tetap tinggal
dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17). Atau, firman Tuhan yang lebih
keras lagi dalam Amsal 24:11-12.
Dalam segala bidang, kita harus memertimbangkan bahwa pengaruh dari
satu orang itu memang kecil. Akan tetapi, satu hal, satu per satu
kita akan berdiri di hadapan-Nya dan memberi pertanggungjawaban atas
apa yang kita kerjakan, "Apa itu dari kayu, rumput kering, jerami,
emas, perak, dan batu-batu permata!" (1 Korintus 3:12-13).
Kita harus tetap berlaku "setia ... di dalam hal kekayaan
orang-orang yang tak benar, sehingga Tuhan akan memercayakan kepada
kita kekayaan yang benar." (Lukas 16:1-12).
Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul buku: Melayani sebagai Pengutus; Kiat Jitu Mendukung Misionaris
Profesional
Judul asli buku: Serving as Senders
Penulis: Neal Pirolo
Penerjemah: Tim Om Indonesia
Penerbit: OM Indonesia, Jakarta
Halaman: 73 -- 79
______________________________________________________________________
SUMBER MISI
LIFELINE CHRISTIAN MISSION ==> http://lifeline.org/
Bob deVoe adalah seorang pengusaha terpandang pada tahun 1970-an
yang merasa dipanggil untuk melayani di Haiti setelah Tuhan
menyembuhkannya dari penyakit parah yang dideritanya. Berangkat dari
perjalanan iman inilah Bob dan Gretchen DeVoe, istrinya, melahirkan
pelayanan Lifeline Christian Mission pada 1980 di Haiti. Lifeline
Christian Mission adalah sebuah organisasi pelayanan
interdenominasi. Organisasi ini percaya bahwa oleh anugerah Elohimlah
dan karena mendengar dan menaati firman Tuhanlah, seseorang dapat
diselamatkan. Seseorang harus bertobat, mengakui, dan menerima
Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat serta terus hidup sesuai
dengan perintah Kristus. Karena itu, organisasi ini berusaha untuk
mengabarkan Kabar Baik Yesus Kristus kepada orang-orang yang hilang
dan mengajar orang-orang percaya akan tanggung jawab mereka dalam
menjangkau banyak orang bagi Kristus. Semua itu didukung dengan
perintisan gereja, pengembangan jemaat, pelatihan kepemimpinan,
penginjilan pribadi, pembangunan sekolah, pengadaan program
kesehatan, serta pembangunan perumahan dan pengadaan bahan-bahan
makanan. Kunjungi situsnya untuk lebih mengenal pelayanan mereka.
______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA
B H U T A N
Aparat kepolisian di Bhutan berencana menginterogasi misionaris
Gospel for Asia, AR. Apa kesalahannya? Karena ia memertontonkan
film tentang kehidupan Yesus.
Ketika melihat ada banyak orang yang berpaling kepada Kristus
setelah menonton film Yesus, beberapa tokoh ekstremis belakangan ini
melayangkan tuntutan terhadap AR dan kru filmnya, serta umat percaya
lokal lain. Mereka menuduh AR membujuk orang untuk masuk Kristen
melalui filmnya yang dikemas dalam gaya bahasa Asia tradisional.
"Semua orang dari desa kami meninggalkan agama tradisionalnya dan
memeluk kepercayaan Kristen karena film yang dipertontonkan secara
rutin tersebut," kata kaum ekstremis kepada polisi.
Meski undang-undang baru Bhutan menjamin kebebasan beragama, kaum
ekstremis tetap mendesak polisi untuk menindak AR. Pihak berwenang
memanggil AR untuk dimintai penjelasan. Selama lebih dari satu
tahun, misionaris AR telah mengabarkan kasih Kristus melalui film
Yesus di wilayah ini. Hasilnya, ada 35 orang mulai mengikut Yesus.
Dua misionaris wanita dari GSA juga melayani di wilayah ini. (t/Setyo)
Diterjemahkan dari:
Nama buletin: Body Life, Edisi Agustus 2008, Volume 26, No. 8
Nama kolom: World Christian Report
Judul asli artikel: Bhutan: Film Team Brings the Gospel Story to Life
Penerbit: 120 Fellowship adult class at Lake Avenue Church, Pasadena
Halaman: 3
Pokok doa:
* Dukunglah dalam doa AR dan kru film yang telah mewartakan Injil
dengan sarana film Yesus. Biarlah Tuhan memberi kekuatan dan
perlindungan sehingga mereka dapat tetap setia melakukan panggilan
yang sudah Tuhan berikan dengan tenang.
* Berdoalah bagi para petobat baru di Bhutan, agar Tuhan menganugerahkan
iman yang
sejati untuk mengikut Kristus di tengah kesulitan yang dihadapi.
U K R A I N A
Kampanye penginjilan besar yang mencoba merintis empat puluh gereja
di empat puluh kota di Ukraina dalam jangka waktu 5 minggu telah
dimulai akhir Juli 2008 yang lalu. Tim pelayanan sejumlah 40, yang
terdiri dari 20 tim asal Amerika Serikat bekerja sama dengan para
sukarelawan lokal dan 20 tim dari Ukraina, berpartisipasi dalam
kampanye dari tanggal 28 Juli -- 25 Agustus 2008.
Masing-masing tim mengunjungi sebuah kota yang belum memiliki gereja
injili untuk mengadakan penjangkauan penginjilan selama satu minggu
dengan mengundang orang-orang untuk menghadiri kebaktian
"pembebasan" di seluruh kota yang diadakan dari hari Jumat hingga
Minggu. Kebaktian tersebut telah membuahkan sekitar lima ratus jiwa baru.
Pada hari Senin seusai kebaktian itu, beberapa jiwa baru dan mereka
yang tertarik untuk belajar lebih banyak tentang kekristenan,
diundang untuk menghadiri ibadah pujian/kesaksian di mana para
perintis gereja yang terlatih akan melatih peserta yang hadir dalam
program pemuridan selama delapan minggu.
Sekitar empat puluh orang perintis gereja yang terlatih di Ukraina
telah menyediakan diri sebagai sukarelawan untuk bergerak bersama
keluarga mereka ke salah satu kota untuk membantu merintis gereja.
Gerakan anak-anak juga akan diselenggarakan di tiap kota. (t/Setyo)
Diterjemahkan dari:
Nama buletin: Body Life, Edisi Agustus 2008, Volume 26, No. 8
Nama kolom: World Christian Report
Judul asli artikel: Ukraine: Evangelism Teams to Plant Churches in 40 Cities
Penerbit: 120 Fellowship adult class at Lake Avenue Church, Pasadena
Halaman: 4
Pokok doa:
* Bersyukur pada Tuhan, yang oleh anugerah-Nya, banyak gereja
berhasil dirintis di daerah Ukraina. Doakan terus agar pertumbuhan
gereja semakin meningkat.
* Doakanlah agar pelayanan pelatihan dan pengajaran kekristenan bagi
para petobat baru di Ukraina membuahkan murid-murid Kristus yang sejati.
* Doakan hamba-hamba Tuhan yang sedang melayani di Ukraina, agar
mereka terus bersemangat dalam melayani Tuhan dan rindu untuk
bertumbuh bersama jemaatnya.
______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA
YAYASAN PELAYANAN ANAK CALVARY (YPAC)
YPAC berdiri di Jakarta sejak tahun 2002 dengan tujuan menyatakan
kasih Kristus kepada anak-anak agar bertumbuh dalam iman dan berbuah
dalam perbuatan. Beberapa hal yang dilakukan YPAC dalam hal
mengentaskan kemiskinan adalah membantu anak-anak yang berasal dari
keluarga kurang mampu (sebagai anak asuh) dengan memberi makan
setiap hari Rabu dan memberi uang sekolah. Dan hal itu telah dimulai
sejak tahun 1997. Jumlah anak asuh yang dibantu, yang bertempat
tinggal di daerah SJ, adalah sebanyak 65 anak dengan usia antara 4
s/d 13 tahun. YPAC memiliki dua cabang, yaitu di Bekasi dan
Pontianak, dengan 1.200 anak yang dilayani setiap minggunya. Untuk
di Jabodetabek, ada 300 anak di 25 kelompok. Program sosial yang
difasilitasi oleh
YPAC adalah Panti Asuhan, Anak Asuh Lokal, Anak Titipan, dan TK Terbuka.
Sumber: Buletin Transformation Connection Indonesia, Edisi II, Februari 2008
POKOK DOA:
1. Biarlah Tuhan memampukan setiap orang yang terlibat dalam
pelayanan YPAC yang melayani mereka yang kurang mampu. Kiranya
kasih Kristus terpancar melalui pelayanan mereka.
2. Pelayanan YPAC membutuhkan berbagai keperluan dalam melaksanakan
pelayanannya. Biarlah Tuhan mencurahkan berkatnya agar setiap
keperluan yang diperlukan dalam pelayanan dapat tercukupkan.
3. Doakan juga agar krisis ekonomi global yang sedang terjadi saat
ini tidak mematahkan semangat para pelayan dalam YPAC untuk tetap
melayani mereka yang kurang mampu. Kiranya mereka justru dapat
melihat kondisi ini sebagai kesempatan untuk memancarkan kasih Kristus.
4. Berdoa juga agar Tuhan memperlebar wilayah pelayanan YPAC; bukan
hanya di daerah Jabodetabek, melainkan dapat menjangkau
wilayah-wilayah lain di seluruh Indonesia.
5. Doakan untuk staf yang melayani di YPAC, agar Tuhan memberi mereka
kekuatan,
kesabaran, dan hikmat supaya kehidupan rohani mereka terus bertumbuh.
______________________________________________________________________
Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
(untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: tidak
untuk tujuan komersial dan harus mencantumkan SUMBER ASLI bahan
yang diambil dan nama e-JEMMi sebagai penerbit elektroniknya.
______________________________________________________________________
Staf Redaksi: Novita Yuniarti, Yulia Oeniyati, dan Dian Pradana
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2008 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Kontak Redaksi: < jemmi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan: < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk berhenti: < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan: < owner-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi: http://misi.sabda.org/
Arsip e-JEMMi: http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA: http://www.ylsa.org/
Situs SABDA Katalog: http://katalog.sabda.org/