From: "Kisah" <[EMAIL PROTECTED]>

Edisi 97 -- Melayani yang Belum Terlayani

PENGANTAR

   Tuhan bisa memakai berbagai cara untuk menyatakan diri-Nya kepada
   umat pilihan-Nya. Dia bisa menggunakan mimpi, peristiwa tertentu,
   pengalaman pribadi, dan sebagainya. Tak jarang pula Tuhan mengenalkan diri 
pada 
   mereka yang "tampaknya" sudah mantap pada keyakinan mereka.

   Seperti dalam kesaksian berikut ini, kuasa Kristus mampu menembus
   keyakinan seseorang yang sudah mantap. Bahkan kuasa Kristus mampu
   menggerakkannya untuk menjala mereka yang belum mengenal Kristus.
   Dengan pendekatan-pendekatan yang jitu, penginjilan itu terus menuai
   banyak jiwa bagi Kristus. Kisah selengkapnya, silakan simak kesaksian 
berikut ini.

   Redaksi Tamu KISAH,
   Christiana Ratri Yuliani
______________________________________________________________________
KESAKSIAN

                     MELAYANI YANG BELUM TERLAYANI
   Sebelum memberikan kesaksian, perkenalkan nama saya Y, lahir di
   salah satu kota di Jawa Timur pada 6 April 1982, anak keempat dari enam 
bersaudara. 
   Bapak saya memunyai tiga istri dan saya adalah anak dari istri keduanya.

   Sejak kecil, saya dibina dalam kerohanian agama lain, seperti masuk
   di salah satu sekolah keagamaan, bahkan sampai kuliah pun di yayasan
   agama tersebut. Pada umur 16 tahun, saya sudah lulus dari sekolah
   itu dan menjadi seorang pemimpin agama. Sejak saat itu, saya
   mengajar di beberapa sekolah keagamaan sambil meneruskan sekolah di
   SMU sampai lulus kuliah keperawatan di salah satu yayasan di kota S.

   Tak terasa, saya mengajar di sekolah keagamaan sampai Desember 2003
   (selama 7 tahun). Terakhir saya mengajar di sebuah sekolah
   keagamaan yang berada di kota J sambil kerja di sebuah klinik kesehatan.

   Pada tanggal 20 Desember 2003, saya cuti ke kota L karena Kakak
   tertua saya ada di sana. Kebetulan pada tanggal 25 Desember, ada
   tetangga Kakak yang beragama Kristen memberi sambal goreng tempe dan
   kue pada Kakak saya karena pada waktu itu adalah hari Natal.
   Spontan, saya memberi ucapan selamat Natal pada tetangga Kakak saya
   sembari bertanya, "Apakah orang yang tidak beragama Kristen boleh
   ikut menghadiri acara Natal di gereja?" Jawab tetangga Kakak saya,
   "Boleh." Akhirnya, saya izin pada Kakak kalau mau ikut ke gereja,
   tapi alasan saya ikut ke gereja karena ingin mencari kue Natal.

   Dengan alasan tersebut, akhirnya Kakak mengizinkan saya ikut ke
   gereja pada pagi itu. Sesampai di gereja, saya pun ikut ibadah, tapi
   tidak ada niat sama sekali untuk masuk agama Kristen karena gaya
   ibadah, baik nyanyi dan tata cara ibadah lain dalam kekristenan,
   mencerminkan budaya orang Barat. Apalagi setelah ibadah, jemaat yang
   laki-laki merokok dalam gereja, begitu pula majelis gerejanya.

   Dan pada tanggal 27, saya diajak ke salah satu gereja yang juga tak
   jauh dari rumah Kakak. Saya bertemu dengan ketua gereja tersebut
   yang berkhotbah menggunakan kitab suci salah satu agama dan Alkitab.
   Dan inti khotbah beliau adalah bahwa Alkitab dan kekristenan adalah
   tidak ada bandingannya.

   Saya semakin penasaran, dan spontan saya mengajukan pada tetangga
   Kakak saya untuk bertemu dan berdialog dengan pendeta itu, dengan
   tujuan mengajak pendeta itu untuk masuk ke agamanya yang semula lagi.

   Setelah acara ibadah selesai, saya pun berdialog dengan pendeta itu
   di ruangan tertutup, dan dengan seru, kami pun berdialog sekitar 30
   menit. Setelah dialog, kami pun berkenalan. Ternyata, di kota J,
   kami bertetangga. Akhirnya, pada sore itu saya dengan rombongan
   pendeta tersebut pulang ke kota J dan tiba di sana pukul lima pagi
   (Minggu, 28 Desember 2003). Pukul tujuh pagi, saya diajak ke gereja
   untuk ikut ibadah minggu. Saat ibadah berlangsung, saya mengamati
   dengan saksama tata cara ibadah yang dipimpin oleh pendeta tersebut.
   Ada sedikit perbedaan karena ibadahnya menggunakan alat musik, tidak
   seperti di kota L karena di sana tidak ada alat musiknya.

   Setelah mengikuti ibadah, saya menanyakan pada pendeta itu tentang
   tata cara ibadah orang Kristen yang sangat enteng dan terkesan mudah
   sekali untuk diikuti. Tapi sekali lagi, saya tidak ada niat untuk
   masuk agama Kristen karena saya adalah pemimpin salah satu agama
   yang sudah mengajar di sekolah keagamaan selama 7 tahun. Pada sore
   harinya, saya pulang ke sekolah tempat saya mengajar dan diantar
   oleh anak rohani pendeta tersebut, namanya W, yang kebetulan
   rumahnya hanya beda gang dengan tempat saya mengajar. Sesampai di
   sekolah, saya mulai "ragobim", alias "ragu, goncang, dan bimbang".
   Saya merasakan sesuatu dalam hati yang sangat mengganggu,
   rasa-rasanya saya takut sekali masuk neraka. Akhirnya, pada pukul
   sepuluh malam, saya berdoa pada Tuhan yang isinya demikian, "Ya,
   Tuhan, jikalau saya harus masuk agama Kristen, tolong beri saya
   petunjuk lewat mimpi, dan apabila saya harus tetap dalam agama saya
   ini, tolong berikan petunjuk-Mu lewat mimpi pula." Pukul tiga pagi,
   saya bermimpi pulang kampung dengan jalan kaki, dan yang membuat
   saya merasa aneh, setiap di atas pintu orang yang seagama dengan
   saya, yang semula ada ayat-ayat dari kitab suci kami, semuanya
   hilang. Yang ada adalah tulisan-tulisan firman Tuhan yang kebetulan
   pagi tadi saya baca di gereja.

   Satu per satu, para pemilik rumah keluar dan memberikan ucapan
   selamat kepada saya. Ada tiga orang yang memberi ucapan selamat pada
   saya dan mereka adalah teman-teman saya yang seagama dengan saya.
   Yang pertama mengucapkan selamat, isinya, "Mas, selamat, ya, karena
   menemukan jalan yang lurus." Kemudian ucapan selamat yang kedua
   isinya, "Mas, selamat, ya, karena telah menganut Alkitab." Dan
   ucapan selamat yang ketiga, "Mas, selamat, ya, karena diselamatkan Tuhan 
Yesus." 
  Spontan saya terbangun dan merasa senang karena doa saya terjawab.

   Pagi harinya, saya pamit pada ketua di sekolah saya mengajar dan
   ketua klinik untuk keluar kerja dengan alasan saya akan masuk PNS di kota L.

   Awalnya saya tidak boleh pergi, tapi saya "ngotot" harus tetap
   pergi. Akhirnya saya diperbolehkan untuk keluar dari kerja, itu pun
   dengan terpaksa. Saya minta dijemput W, tetangga sekolah saya, dia
   menyamar sebagai tukang ojek dan saya minta diantar ke rumah pak  pendeta.

   Sejak saat itu, saya belajar firman di SATT (Sekolah Alkitab
   Terampil dan Terpadu) sambil mengajar bahasa Arab dan juga menulis
   Alkitab bahasa Arab berikut cara membacanya. Selain itu, saya pun
   mulai mengajar di beberapa STT di kota J sambil melanjutkan S2
   Teologi di salah satu STT tempat saya mengajar.

   Ada banyak sekali tantangan yang saya hadapi, saya diancam mau
   dibunuh dan juga beberapa kali saya sempat masuk di beberapa majalah
   dari agama yang dulu saya anut, tapi saya tidak pernah takut oleh
   ancaman-ancaman itu.

   Dengan berjalannya waktu, saya pun mulai mencari jiwa untuk saya
   ajak percaya kepada Tuhan Yesus. Puji Tuhan, pada tahun 2004, lebih
   dari lima puluh jiwa yang bisa saya bawa kepada Tuhan Yesus. Pada
   awal tahun 2005, saudara-saudara saya, termasuk Kakak saya yang di
   kota L, sudah menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat.

   Untuk memermudah dalam penginjilan, saya menggunakan bahasa Arab
   untuk memberitakan firman Tuhan. Selain itu, saya juga mulai
   menciptakan beberapa lagu yang berbahasa Arab sebagai sarana
   penginjilan, karena dengan menggunakan firman Tuhan yang berbahasa
   Arab, mereka mau menerima, karena Alkitab yang berbahasa Arab
   dianggap masih asli.

   Puji Tuhan pada April 2005, saya masuk dapur rekaman. Saya bangga
   karena dengan lagu bahasa Arab, firman Tuhan bisa dikumandangkan dan
   nama Tuhan semakin dipermuliakan. Saya berharap ada banyak jiwa lagi
   yang dimenangkan karena saya berkomitmen, selama hidup akan saya
   persembahkan sepenuhnya untuk Tuhan sebagai ucapan syukur karena
   saya sudah diselamatkan.

   Saya tidak akan gentar meskipun jiwa terancam, karena saya percaya
   akan perlindungan Tuhan. Saya juga mohon dukungan doa kepada para
   Pembaca, agar saya diberikan kekuatan dalam misi yang sudah Tuhan
   tanam dalam hati saya untuk bisa memenangkan banyak jiwa.

   Kiranya Tuhan Yesus memberkati. Amin.

   Diambil dan disunting seperlunya dari:
   Nama buletin: Midrash Talmiddim, Edisi Ketiga 2006
   Penulis: TIdak dicantumkan
   Penerbit: Yayasan Kaki Dian Emas
   Halaman: 13 -- 15
______________________________________________________________________

   "Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak
   ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." (Yohanes 
14:6)
   < http://sabdaweb.sabda.org/?p=Yohanes+14:6 >
______________________________________________________________________
POKOK DOA

   1. Berdoa untuk para penginjil yang berusaha memenangkan banyak jiwa
      bagi Kristus. Doakan supaya mereka bisa peka sehingga menemukan
      cara yang efektif untuk menjangkau mereka yang belum mengenal Kristus.

   2. Mari kita berdoa atas usaha-usaha penginjilan kepada mereka yang
      belum mengenal Tuhan. Ada banyak cara untuk menjangkau mereka,
      doakan supaya cara-cara yang ditempuh ini bisa efektif menyentuh
      hati mereka sehingga mereka mau menerima Kristus dan diselamatkan.

   3. Masih ada banyak orang di sekitar kita yang belum mengenal
      Kristus. Mari kita bawa mereka ke dalam doa, supaya mereka bisa
      menerima kebenaran yang sejati yang hanya ada pada Kristus.
========================================================
From: "Kisah" <[EMAIL PROTECTED]>

Edisi 98 -- Raymond Lull

PENGANTAR  
  Sebelum Tuhan Yesus naik ke surga, Ia memberikan Amanat Agung kepada 
  para murid-Nya. Salah satunya adalah mengabarkan Injil ke seluruh 
  dunia kepada siapa saja. Amanat ini tidak hanya berlaku pada masa 
  itu saja, tetapi tetap berlaku hingga sekarang. Itu berarti, Amanat 
  tersebut sampai pula kepada kita. 

  Ada banyak tokoh pengabaran Injil yang berhasil menembus rintangan 
  dan mampu membawa banyak jiwa mengenal Kristus. Salah satu tokoh 
  pengabaran Injil yang berani mengabarkan berita sukacita ini adalah 
  Raymond Lull. Beliau berhasil menembus perbedaan pandangan dalam hal 
  iman. Dengan berani dan pantang menyerah, Lull mengabarkan Injil 
  kepada mereka yang berkeyakinan lain. Apa yang beliau lakukan untuk 
  melaksanakan Amanat Agung ini? Simak di KISAH berikut ini.
  
  Redaksi Tamu KISAH,
  Christiana Ratri Yuliani  
______________________________________________________________________
KESAKSIAN
   
RAYMOND LULL: MISIONARIS PERTAMA YANG MENGINJILI PEMELUK KEYAKINAN LAIN
                            (1252 -- 1515)

  "Apa yang sedang saya pikirkan?" Raymond Lull pasti terheran-heran. 
  Mungkin ia merasa heran bagaimana mungkin ia bisa naik kapal untuk 
mengabarkan Injil kepada orang-orang di Afrika Utara. Ia mungkin akan terbunuh 
dan dianiaya.

  Lull mengalami lahir baru pada usianya yang ke-30. Ia bertobat dari 
  kebiasaan lamanya yang suka mengadakan pesta dan membuang waktu 
  dengan sia-sia. Ia dilahirkan pada tahun 1232 di sebuah keluarga 
  yang terhormat di Majorca, dekat lepas pantai negara Spanyol.

  Pada masa itu, umat Kristiani lebih banyak melakukan kehidupan doa 
  dan merenungkan firman Tuhan. Ide Raymond Lull mengenai penyebaran 
  Injil ke tempat asing diabaikan dan dianggap aneh oleh gereja saat itu.

  Fransiskus dari Asisi menganjurkan agar ia lebih mempraktikkan kasih 
  Kristus daripada memakai kekerasan. Ia menyetujuinya. Ia 
  menghabiskan 10 tahun untuk mempelajari bahasa penduduk setempat, 
  kebudayaan mereka, dan memerdalam pengetahuan kekristenan.

  Ia naik kapal ke Tunisia. Ia mengumumkan bahwa kehadirannya adalah 
  untuk mempelajari keyakinan penduduk itu dan menawarkan diskusi 
  terbuka kepada mereka. Setelah diskusi tersebut, ada sebagian yang 
  tertarik untuk mempelajari lebih dalam mengenai keristenan. Akibat 
  diskusi tersebut, ia dimasukkan ke dalam penjara. Ia dideportasi 
  dari Tunisia. Dan dalam perjalanannya ke kapal, ia dilempari dengan batu.

  Pada usianya yang ke-75, ia kembali lagi ke Afrika untuk menjangkau 
  mereka. Ia mengundang mereka untuk menghadiri diskusi terbuka di 
  Bugia, sebelah timur kota Aljazair. Kemudian ia segera dijebloskan 
  kembali ke penjara untuk yang kedua kalinya.

  Lull kembali ke Eropa, tetapi segera ia bepergian kembali ke Bugia 
  pada tahun 1314 ketika ia berusia lebih dari 80 tahun. Ia 
  mengunjungi kelompok kecil yang sudah bertobat dan menerima Yesus 
  sebagai Juru Selamat. Ia mencoba secara diam-diam untuk membawa 
  lebih banyak jiwa lagi kepada Kristus.

  Di dalam suratnya, ia menulis sebagai berikut, "Saya memiliki harta 
  kekayaan yang cukup. Saya menikmati kehidupan saya, tetapi saya 
  lebih suka meninggalkan semuanya untuk menceritakan tentang Kristus 
  kepada mereka yang belum mengenal-Nya. Mereka memasukkan saya ke 
  dalam penjara dan mencambuk saya. Sekarang saya telah bertambah tua, 
  tetapi saya tidak kehilangan pengharapan pada-Nya. Tuhan 
  berkeinginan supaya saya dapat tetap memertahankan iman saya sampai 
  saya kembali ke pangkuan-Nya."

  Karena khotbahnya, ia ditangkap oleh penduduk. Ia dibawa ke luar 
  kota oleh mereka dan oleh perintah raja, ia dilempari batu. Beberapa 
  saat kemudian ia meninggal. Ia meninggal pada tanggal 30 Juni 1315.

  Ruth A. Tucker mengatakan, "Kehidupan Lull dan pekerjaannya 
  merupakan kesaksian yang kuat sebagai seorang Kristen sejati di 
  tengah-tengah sejarah gereja yang gelap pada masa itu .... Ia tetap 
  setia kepada panggilan-Nya di dalam dan mengabarkan Injil."

  "Aku menghendaki, saudara-saudara, supaya kamu tahu, bahwa apa yang 
  terjadi atasku ini justru telah menyebabkan kemajuan Injil." (Filipi 1:12)

  Diambil dan disunting seperlunya dari:
  Judul buku: Batu-Batu Tersembunyi dalam Pondasi Kita
  Judul asli buku: The Hidden Stones in Our Foundation
  Penulis: The Voice Of The Martyrs
  Penerjemah: Ivan Haryanto
  Penerbit: Kasih Dalam Perbuatan, Surabaya 2005
  Halaman: 39 -- 41                 
______________________________________________________________________
         
  "Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, 
dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam 
persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia." (1 Korintus 15:58) 
  < http://sabdaweb.sabda.org/?p= 1Korintus+15:58 >
______________________________________________________________________
POKOK DOA

  1. Bersyukur karena usaha-usaha penginjilan kepada orang-orang yang 
     belum mengenal Kristus terus bisa dilakukan. Doakan supaya 
     melalui pekerjaan ini, semakin banyak orang mengenal Kristus.
     
  2. Doakan para misionaris yang saat ini mengabarkan Injil ke 
     daerah-daerah yang belum mengenal Kristus. Biarlah perlindungan 
     Tuhan senantiasa menyertai dan menguatkan mereka dalam menghadapi 
     segala rintangan dalam penginjilan. Doakan pula supaya Tuhan 
     mencukupkan segala kebutuhan mereka. 
     
  3. Agar pekerjaan penginjilan ini terus berlanjut, mari berdoa supaya ada 
lebih banyak 
      lagi jiwa-jiwa yang terpanggil untuk mengabarkan Injil. 
     
  4. Mari kita bawa mereka yang belum mengenal Kristus ke dalam doa. 
     Biarlah kasih Tuhan menyentuh mereka sehingga hati mereka 
     dilembutkan dan bersedia menerima Yesus sebagai Juru Selamat mereka. 
______________________________________________________________________
DARI REDAKSI

                       BARU! PUBLIKASI e-WANITA 
  Berita terbaru! Sebuah publikasi yang khusus ditujukan bagi kaum 
  wanita Kristen akan diluncurkan oleh YLSA pada bulan Desember 2008. 
  Sesuai dengan misinya, maka nama publikasi ini adalah "e-Wanita". 
  Jika Anda adalah wanita Kristen Indonesia yang rindu untuk mewarnai 
  hidup dengan makna surgawi, publikasi ini pasti cocok untuk Anda.

  Publikasi "e-Wanita" terbit dua kali dalam sebulan dengan 
  suguhan-suguhan yang akan memberikan prinsip-prinsip iman Kristen, 
  inspirasi, dan pengetahuan bagi para wanita Kristen. Segeralah 
  mendaftarkan diri agar tidak ketinggalan untuk mendapatkan edisi 
  perdananya yang akan terbit pada bulan Desember 2008.

  Cara berlangganannya sangat MUDAH! Anda hanya harus mengisi formulir 
  pendaftaran yang kami sediakan di bawah ini untuk mendaftarkan diri 
  sendiri atau rekan Anda. Setelah diisi, kirimkan formulirnya ke:   
  ==> < wanita(at)sabda.org >

                  Segeralah mendaftarkan diri sekarang!  
  
-----> Potong di sini, kirimkan ke: ==> < wanita(at)sabda.org > <-----

  FORM BERLANGGANAN PUBLIKASI e-WANITA

  Nama: 
  Alamat e-mail:
  
  Rekan-rekan yang ingin Anda daftarkan:
  
  1. Nama: 
     Alamat e-mail:
  
  2. Nama: 
     Alamat e-mail:
  
  3. Nama: 
     Alamat e-mail:
  
  (Silakan tambahkan nomor di bawahnya jika masih kurang.)
    
-----> Potong di sini, kirimkan ke: ==> < wanita(at)sabda.org > <-----
______________________________________________________________________

Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright(c) 2008 YLSA                
YLSA -- http://www.ylsa.org/                
http://katalog.sabda.org/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo
No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Redaksi Tamu: Christiana Ratri Yuliani
Kontak: < kisah(at)sabda.org >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-kisah(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-kisah(at)hub.xc.org >
Arsip KISAH: http://www.sabda.org/publikasi/Kisah/
Situs KEKAL: http://kekal.sabda.org/

Kirim email ke