*PENYESATAN HARI INI

DISEBABKAN OLEH ORANG-ORANG

BELUM BERTOBAT MENDOMINASI GEREJA *



Oleh: Dr. Eddy Peter Purwanto



Dikhotbahkan di Kebaktian Chapel, Tanggal 1 Maret 2006

di Sekolah Tinggi Teologi Injili Philadelphia, Tangerang



Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan,
bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan
mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan
berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu!
Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" (Matius 7:22-23)



  Saya setuju dengan apa yang ditegaskan oleh sahabat saya, yaitu Dr. R.L.
Hymers, Jr., yang menggembalakan Baptist Tabernacle of Los Angelos, bahwa
penyesatan hari ini tidak disebabkan oleh liberalisme. Dr. R.L. Hymers, Jr,
berkata, "Liberalisme tidak menghasilkan penyesatan dalam gereja-gereja ini
– decisionisme-lah yang telah menyebabkannya." (R.L. Hymers, Jr, The Church
That Will Be Left Behind, Oklahoma City: Oklahoma, Heathstone Pulishing,
2001, hal. 37). Apakah yang dimaksud dengan decisionisme ini? Dr. Hymers
mendefinisikan decisionisme sebagai "kepercayaan bahwa seseorang
diselamatkan dengan cara hanya maju ke depan, angkat tangan, berdoa menerima
Yesus Kristus, memegang doktrin yang benar, membuat komitmen menjadikan
Yesus Tuhan, atau beberapa tindakan eksternal atau tindakan manusia lainnya,
yang disejajarkan, menjadi bukti dari pertobatan batiniah; ini juga percaya
bahwa seseorang diselamatkan hanya dengan cara menunjukkan pengambilan
keputusan secara eksternal; percaya bahwa tindakan demikian menunjukkan
bahwa ia sudah diselamatkan." (R.L. Hymers, Jr, The Church That Will Be Left
Behind, 37). Mereka tidak menekankan bahwa pertobatan itu harus didahului
oleh suatu conviction dan kemudian ada suatu conversion. Conviction adalah
kesadaran penuh akan dosa-dosanya dan bahwa dosa sekecil apapun akan
diperhitungkan Tuhan dan bahwa dosa sekecil apapun pada dirinya sudah cukup
menjadi alasan bagi Tuhan untuk mengirimnya ke neraka. Orang yang
benar-benar mengalami conviction menyadari sepenuhnya kebutuhan mutlaknya
akan kasih karunia di dalam Kristus. Sedangkan conversion seperti
didefinisikan oleh Dr. R.L. Hymers, Jr untuk membedakannya dengan
conviction, conversion adalah "hasil dari pekerjaan Roh Kudus yang telah
menarik orang berdosa kepada Yesus Kristus untuk dibenarkan dan
dilahirbarukan, dan mengubah posisi orang berdosa di hadapan Allah dari
orang terhilang menjadi orang yang telah diselamatkan, impartasi kehidupan
illahi untuk jiwa yang telah rusak, yang selanjutnya menghasilkan kehidupan
baru dari pertobatan. Sisi obyektif keselamatan adalah pembenaran. Sisi
subyektif keselamatan adalah kelahiran baru. Hasilnya adalah pertobatan."
(ibid).



  Decisionisme yang dimulai oleh Charles G. Finney inilah yang menyebabkan
orang-orang yang belum mengalami pertobatan yang sungguh-sungguh, belum
mengalami conviction dan conversion, mendominasi gereja. Dan oleh karena
orang-orang yang telah mendominasi gereja ini adalah orang-orang Kristen
atau bahkan pemimpin-pemimpin gereja yang belum benar-benar mengalami
pertobatan, maka mereka akan menjadi orang-orang yang menyetir gereja ke
dalam kesesatan yang sangat mengerikan pada zaman ini. Yesus maupun Paulus
menegaskan bahwa penyesatan di muka bumi ini bukan semakin menurun, namun
akan semakin meningkat sampai puncaknya pada saat kedatangan Kristus yang
kedua kalinya. Teks kita malam ini memberikan gambaran yang jelas tentang
puncak penyesatan di akhir zaman.



Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan,
bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan
mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan
berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu!
Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" (Matius 7:22-23)



Ada dua hal yang kita dapat pelajari tentang orang-orang yang belum bertobat
yang tidak diakui oleh Yesus pada akhir zaman. Jelas mereka adalah para
penyesat. Bagaimana tidak! Mereka adalah orang-orang yang memanggil nama
Tuhan dan bahkan banyak melakukan hal-hal besar dalam pelayanan gerejawi,
namun ternyata Tuhan tidak mengakui mereka sebagai milik-Nya. Dua
karakteristik mereka yang menyesatkan adalah;


I. Mereka Memanggil Nama Tuhan



"Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku…" (Matius 7:22)



  Mereka ini bukanlah orang yang tidak tahu tentang Tuhan dan Firman-Nya.
Mereka adalah orang-orang yang dapat berseru kepada Tuhan. Mereka adalah
orang-orang yang berpikir bahwa dirinya adalah anak-anak Allah, walaupun
dalam hidup mereka tidak menunjukkan bukti sebagai anak-anak Allah, dan
bukti pertobatannya. Tentu Anda ingat apa jawaban Yesus ketika murid-murid
bertanya kepada-Nya tentang apakah tanda-tanda kedatangan-Nya. Yesus
memberikan satu jawaban yang jelas dalam Matius 24: 37, "Sebab sebagaimana
halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak
Manusia." Yesus menegaskan bahwa tanda-tanda kedatangan Anak Manusia sama
seperti tanda-tanda zaman sebelum Air Bah. Dalam seri khotbah Dr. R.L.
Hymers, Jr, tentang The Days of Noah yang telah saya terjemahkan dan dapat
Anda akses secara bebas di www.rlhymersjr.com, Dr. Hymers memberikan
sembilan tanda yang sama antara karakteristik zaman Nuh sebelum Air Bah
dengan kareakteristik zaman ini. Persamaan antara zaman Nuh dengan zaman
sekarang ini adalah;



(1) Ini adalah masa penyesatan, ketika banyak orang telah murtad dari Allah.

(2) Ini adalah masa pengembaraan yang ekstensif, ketika orang-orang
berpindah dari satu tempat ke tempat lain di seluruh dunia.

(3) Ini adalah masa sejumlah orang mengambil keputusan untuk hidup dalam
dosa yang tak terampunkan.

(4) Ini adalah masa peningkatan perkawinan, ketika orang-orang menikah lebih
dari satu kali.

(5) Ini adalah masa penyebaran kejahatan dalam skala besar.

(6) Ini adalah masa ketika pikiran jahat menguasai di dunia ini.

(7) Ini masa ketika musik duniawi mendominasi.

(8) Ini adalah masa kejahatan besar dan para pembunuh.

(9) Ini adalah masa ketika khotbah yang keras ditolak.

Selain sembilan karakteristik di atas, saya juga mau menegaskan kepada Anda
bahwa persamaan zaman Nuh dengan zaman ini adalah ketika banyak orang
memanggil nama Tuhan. Kejadian 4:26 menjelaskan,



"Lahirlah seorang anak laki-laki bagi Set juga dan anak itu dinamainya Enos.
Waktu itulah orang mulai memanggil nama TUHAN." (Kejadian 4:26)



  Enos mati sekitar 1140 setelah Penciptaan, atau sekitar delapan puluh
empat tahun setelah Nuh lahir. Nuh lahir sekitar 1056 setelah masa
Penciptaan. Karena pada zaman itu manusia bisa hidup mencapai delapan atau
sembilan tahun, maka ribuan orang yang "mulai memanggil nama Tuhan" pada
zaman Enos ini masih hidup pada zaman Nuh. Jadi jika demikian ada ribuan
orang "yang memanggil nama Tuhan" pada zaman Nuh ditenggelamkan oleh Air
Bah. Mereka adalah orang-orang yang memanggil nama Tuhan tanpa pertobatan.
Ingat Yesus menegaskan,



"Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada
kedatangan Anak Manusia." (Matius 24:37)



  Sama seperti zaman Nuh, hari ini banyak orang memanggil nama Tuhan tanpa
pertobatan.



"Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku…" (Matius 7:22)



  Dalam riset Dr. Jim Binney, ia mengumpulkan dukungan dari pernyataan para
pemimpin gereja Amerika, yang hasilnya bahwa; Dr. Rod Bell, president of the
Fundamental Baptist Fellowship of America, memperkirakan bahwa 50% dari
anggota gereja hidup tanpa Kristus. Perkiraannya ini sesuai dengan perkiraan
Bob Jones, Sr. … yang pada tahun 1940 juga memperkirakan 50%. Dr. B. R.
Lakin memperkirakan bahwa 75 % anggota jemaat masih terhilang. W.A. Criswell
memberikan perkiraan yang mengejutkan yaitu bahkan hanya 25% anggota
gerejanya yang akan ke sorga. Dr. Bob Gray, yang cukup lama melayani sebagai
gembala Trinity Baptist Church of Jacksonville, Florida, suatu kali berkata
bahwa mungkin 75% dari orang-orang yang telah ia baptiskan ternyata belum
diselamatkan. Billy Graham meletakkan jumlah pada 85% (beberapa tahun lalu)
ketika A.W. Tozer dan konsultan Southern Baptist Jim Elliff menaikan menjadi
90%." (R.L. Hymers, Jr, The Church That Will Be Left Behind, hal. 3).



Dr. Jim Binney menyimpulkan, "Alasan mengapa begitu banyak orang yang
berpikir bahwa mereka telah diselamatkan namun pada kenyataannya masih
terhilang sebagai akibat dari kesalah-mengertian tentang maksud keselamatan.
Banyak orang religius yang percaya bahwa mereka adalah orang Kristen sejati
karena beberapa kriteria eksternal atau yang tampak dari luar. Ini mungkin
karena mereka merasa sudah berdoa untuk diselamatkan. Ini juga mungkin
perasaan mereka yang menduga dirinya telah diselamatkan. Alkitab memberikan
peringatan menghadapi dependensi terhadap hal-hal yang salah untuk
keselamatan ini. (Jim Binney, Issues of the Heart, Fall 2000, hal.4)



  Lihat saudaraku, mereka berseru memanggil nama Tuhan, mereka berpikir
bahwa mereka sudah bertobat, namun ternyata mereka masih terhilang.
Menyedihkan bukan! Namun itulah yang ditegaskan Yesus pada akhir zaman,



"Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku…" (Matius 7:22)



Dan Anda tahu orang-orang inilah yang mendominasi gereja pada zaman ini.
Perhatikan, menurut A.W. Tozer dan Jim Elliff presentasi mereka adalah 90 %.
Mereka inilah yang akan membawa gereja ke dalam penyesatan yang besar pada
zaman akhir ini. Bukan hanya mereka akan menjadi penyesat, bahkan mereka
juga akan menghasilkan orang-orang tidal lahir baru lainnya yang kemudian
ikut mendominasi gereja dan menyebabkan kesesatan gereja makin dahsyat,
berlipat-lipat ganda.



Dr. R.L. Hymers, Jr., dalam bookletnya, The Great Falling Away, memberikan
lima hal yang dihasilkan dari penyesatan pada zaman ini, yang akan
melahirkan penyesatan yang lebih besar lagi kemudian, yaitu; "Pertama,
kesesatan menghasilkan banyak orang Kristen KTP yang tidak benar-benar
bertobat; Kedua, kesesatan menghasilkan banyak orang yang belum diselamatkan
di gereja-gereja yang tidak memegang doktrin yang benar; Ketiga, kesesatan
mempersiapkan jalan bagi Misteri Babilonia – pelacur besar - yaitu "gereja"
palsu atau sesat yang besar di akhir zaman; Keempat, ajaran sesat
menciptakan kekristenan palsu yang membuat susah orang-orang Kristen yang
sungguh-sungguh sudah diselamatkan; dan Kelima, kesesatan menghasilkan
orang-orang Kristen KTP yang hanya tertarik pada hal-hal materi." (lihat
juga dalam R.L. Hymers, Jr, The Church That Will Be Left Behind, bab iv,
"The Great Falling Away Today").



Oleh sebab itu, tidak peduli berapa kali sdr berseru memanggil nama Tuhan,
tetapi yang terpenting Anda harus menguji diri Anda sendiri, sudahkah Anda
diselamatkan, mengalami pertobatan sejati (untuk memahami apakah pertobatan
sejati itu, Anda dapat membaca buku saya "Pertobatan Sejati!)



"Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku…" (Matius 7:22)



  Karakteristik kedua dari para penyesat yang Yesus tegaskan dalam teks kita
ini, adalah;



II. Mereka berpikir telah melayani Tuhan dengan luar biasa, namun tanpa
pertobatan



Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan,
bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan
mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?" (Matius 7:22)



  Perhatikan bahwa orang-orang ini berpikir telah melakukan hal-hal besar
dalam pelayanannya, dan bahkan semua itu dilakukannya di dalam nama Tuhan
Yesus. Mereka ini adalah orang-orang yang melayani dengan mengejar hal-hal
yang luar biasa yang bersifat eksternal, menekankan pertunjukkan hal-hal
yang luar biasa yang besifat eksternal, dan tidak menempatkan berita
pertobatan yang bersifat internal sebagai yang terutama dalam pelayanannya.
Seluruh pelayanan Perjanjian Baru menempatkan berita pertobatan lebih dari
segala-galanya, bahkan lebih dari hal-hal luar biasa yang bersifat
eksternal. Yohanes Pembaptis menyerukan pertobatan, Yesus Kristus menyerukan
pertobatan, Rasul Petrus pada khotbahnya di hari Pentakosta menyerukan
pertobatan, Rasul Paulus dan lain-lainnya menyerukan pertobatan. Mujizat dan
hal-hal luar biasa lainnya hanya mengikuti berita utama ini, yaitu
pertobatan, dan bukan yang menjadi terutama. Mengenai melakukan hal-hal luar
biasa ini, para petenung dan tukang sihir pun bisa melakukannya, seperti
yang juga ceritakan dalam Perjanjian Baru. Apapun pelayanan dan pemberitaan
Anda, pertobatan manusia dari dosa-dosa dan memimpin mereka kepada iman di
dalam Kristus adalah hal yang utama dalam pelayanan hamba Tuhan, lebih dari
segala-galanya. Dan yang lebih penting lagi, adalah setiap pengkhotbah,
hamba Tuhan, adalah haruslah orang-orang yang telah diselamatkan atau telah
mengalami pertobatan sejati.



Mungkin Anda berpikir, mana mungkin ada hamba Tuhan, penginjil, atau
pengkhotbah yang belum bertobat. Benar, saya juga pernah berpikir demikian.
Dan Anda tahu Dr. Binney juga pernah berpikir demikian. Ia pernah berkata,
"Ketika saya pertama kalinya menjadi orang Kristen, saya beranggapan bahwa
semua orang yang ada di gereja secara otomatis pasti masuk sorga. Itu adalah
anugerah. Setelah menjadi anggota gereja, kemudian menjadi gembala, saya
telah memikirkan ulang tentang hal ini." (Jim Binney, Issues of the Heart,
Fall 200, p.2).



Sebagaimana dikutip oleh Dr. R.L. Hymers, Jr. dalam bukunya, The Church That
Will Be Left Behind, Dr. Binney melanjutkan kalimatnya, "Saya telah
berinteraksi dengan para pemimpin yang meragukan iman mereka, yang lain lagi
tidak dapat dengan jelas menjelaskan bagaimana mereka diselamatkan, dan
bahkan yang lain lagi secara blak-blakan mengatakan bahwa mereka tidak
pernah diselamatkan. Bayangkan ada 20 gembala yang mengaku bahwa mereka
belum diselamatkan dalam satu kota! Ini yang terjadi… ketika George
Whitefield berkhotbah di Boston. Dr. Bob Jones, Sr. berkata, "Saya telah
menghabiskan hampir sepanjang hidup saya dalam pelayanan. Tidak seorangpun
akan mengatakan kepada anda bahwa setiap pengkhotbah di Amerika adalah orang
yang telah diselamatkan." (Jim Binney, Issues of the Heart, Fall 200, p.2).





 Almarhum Dr. Monroe "Monk" Parker se-ring dijuluki "The Dean of American
Evangelists." Dr. Parker suatu kali berkata, "Jika kita dapat memperoleh
separuh dari jemaat kita diselamatkan, kita telah memiliki kebangunan yang
luar biasa. Pada kenyataannya, saya pikir jika kita dapat memperoleh separuh
dari pengkhotbah di Amerika bertobat, kita akan melihat kebangunan yang luar
biasa. (Monroe Parker, Through Sunshine and Shadows: My First Seventy-Seven
Years, Sword of the Lord, 1987, hal. 61-62).



George Whitefield, penginjil yang penuh kuasa dari masa Kebangunan Rohani
Pertama di Amerika, menyebut Gilbert Tennent dan saudara-saudaranya sebagai
"cahaya yang membakar dan menyinari belahan Amerika. Pada tahun 1714 Tennent
menerbitkan khotbah yang terkenal yang kemudian diterbitkan berulang kali
dengan tema "The Danger of an Unconverted Ministry" yang inti dari
khotbahnya menekankan bahwa banyak pengkhotbah yang belum bertobat pada
zamannya.



Antara tahun 1738 dan 1770 George Whitefield membuat tujuh perjalanan misi
dari Inggris ke Amerika, ia berkhotbah dari Georgia sampai ke New Hampshire
dan Maine. Dalam satu periode 75 hari pelayanannya ia telah berkhotabah 175
kali dan melakukan perjalanan 800 mil. Pada kebaktian kebangunan rohani itu
Whitefield mengutamakan pimpinan Roh Kudus yang akan mempertobatan
orang-orang itu. Ia tidak memberikan invitasi atau undangan, tidak ada
konselor, tidak ada formulir yang harus diisi. Orang yang benar-benar
bertobat akan terlihat hasilnya kemudian. Suatu kali ia makan malam bersama
dua orang hamba Tuhan muda di Stamford, Connecticut. Di sini Whitefield
berbicara tentang bagaimana ia sangat menentang pengiriman orang-orang yang
belum bertobat ke ladang pelayanan. Tiba-tiba kedua hamba Tuhan itu menangis
dan mengaku bahwa mereka belum diselamatkan. Setelah acara makan malam itu,
ada seorang hamba Tuhan yang sudah tua memanggil Whitefield dan sambil
menangis dia berkata, "Saya telah menjadi sarjana dan telah mengkhotbahkan
doktrin tentang anugerah selama ini. Namun saya percaya bahwa saya belum
merasakan kuasa itu bekerja dalam jiwa saya." (Dr. R.L. Hymers, Jr., Today's
Apostas, Oklahoma City: Oklahoma Heartstone Publishing, 1999, hal. 31).
Pengalaman yang sama pernah dialami oleh sahabat George Whitefield sendiri,
yaitu John Wesley. Walaupun John Wesley pernah ditahbiskan sebagai pendeta
di gereja Anglikan, namun pada waktu itu ia belum bertobat. Ketika ia pergi
ke Georgia sebagai misionaris untuk memenangkan orang-orang Indian Amerika
dan setelah ia gagal menjadi misionaris, ia berkata, "Aku pergi ke Amerika
untuk mempertobatkan orang-orang Indian, tetapi siapakah yang akan
mempertobatkan aku?"



Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan,
bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan
mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?" (Matius 7:22)



  Ketika Tuhan datang sebagai Hakim, yang pertama kali Ia tanyakan, bukanlah
apa yang sudah kamu lakukan bagi-Ku? Perkerjaan besar apakah yang sudah kamu
lakukan untuk Aku? Tetapi yang pertama kali Ia tanyakan adalah mengapa kamu
tidak bertobat? Dan hanya kepada orang-orang yang telah bertobatlah Tuhan
akan bertanya, "Apakah yang telah engkau lakukan untuk Aku?"

  Sungguh tragis! Kepada orang-orang yang berseru kepada Tuhan, mengaku
bahwa mereka adalah anak-anak Allah, yang senantiasa menanggil nama Tuhan,
dan bahkan mengaku telah melakukan hal-hal besar dalam pelayanan bagi Tuhan,
Tuhan tidak berkata, "Hai hamba-Ku yang setia, masuklah ke dalam rumah
Bapa," tetapi Ia malah berkata, "Sorry, Aku tidak mengenal kamu! Enyahlah
dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"



"Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku
tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat
kejahatan!" (Matius 7:23)



  Dalam volume "Word Pictures in the New Testament"-nya, Archibad Thomas
Robertson, yang ada seorang ahli bahasa Yunani terkemuka, menjelaskan ayat
ini bahwa frase "Aku tidak pernah mengenal kamu (oudepote egnon humas),
memiliki pengertian "Aku tidak pernah mengenal kamu dalam pengertian
pengetahuan eksperensial, bukan standar pengetahuan seseorang akan Kristus
atau hubungannya dengan Dia." Jadi Tuhan tahu apa yang mereka lakukan, Tuhan
tahu apa perasaan mereka tehadap Kristus, namun mereka belum pernah
sungguh-sungguh mengalami Kristus dalam hidupnya melalui pertobatan sejati,
begitu juga Kristus belum pernah mengalami penerimaan atas Diri-Nya dari
orang-orang ini. Sehingga Ia berkata,



"Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka…" (Matius 7:23)



  Pada waktu itu, artinya sekarang Ia membiarkan mereka untuk terus berpikir
dalam kebodohan mereka bahwa mereka adalah anak-anak Allah dan bahwa mereka
berpikir telah melakukan hal-hal besar bagi pekerjaan Tuhan, sehingga dengan
demikian mereka dapat diterima dalam Kerajaan Sorga. Oleh sebab itu, tidak
heran bila penyesatan di hari-hari akhir ini makin meningkat. Dan itu
jugalah nubuatan yang telah disampaikan oleh Tuhan dan para Rasul-Nya. Namun
pada hari kedatangan Tuhan nanti, Ia akan berterus terang, homologesoo,
bahwa Ia tidak mengenal mereka. Kata Yunani ini berakar dari dua kata, yaiu
homo yang berarti, "satu, tunggal" dan legoo yang berarti "berbicara". Jadi
homologesoo secara literal mengandung arti bahwa Yesus berbicara yang
sebenarnya, tidak lain dari apa yang Ia mau katakan, bahwa Ia tidak mengenal
mereka.



  Anak muda, sekarang coba koreksilah diri kalian masing-masing. Sudahkan
sdr diselamatkan? Sudahkah Anda memiliki pertobatan sejati? Karena jika Anda
belum mengalaminya, maka Anda akan tamat dari STT ini untuk menjadi para
penyesat, dan saya tidak mau itu terjadi, dan saya yakin Tuhan juga tidak
mau itu terjadi. Jika Anda adalah orang-orang yang telah selamatkan, sejak
saat ini sampai akhir hidupmu tetaplah memberitakan berita pertobatan ini.
Jadikan khotbah pertobatan sebagai yang terutama dalam pelayanan Anda.
Seperti Richard Baxer selalu katakan dalam awal khotbahnya, "I preach as
never sure to preach again, and as dying man to dying man."



  Dari apa yang sudah kita bahasa di atas, bukti yang jelas bahwa penyebab
meningkatnya penyesatan hari ini adalah kerena orang-orang yang belum
bertobat mendominasi gereja kita pada zaman ini. BERTOBAT atau TERSESAT.
Pilihan ada di tangan Anda. AMIN.


*
http://www.philadelphia-international.com/sermon%20eddy%20-%20penyesatan%20hari%20ini.htm
*

*www.dede-wijaya.co.cc*

*http://dedewijaya.blogspot.com*

Kirim email ke