Tuhan Mengenalmu! oleh: Ev. Ronald A. H. Oroh, M.Div.
Sepanjang zaman selalu muncul ajaran-ajaran sesat. Baik yang dari awal sudah
sesat, maupun menjadi sesat sesudah beberapa generasi selanjutnya. Salah satu
ciri dari ajaran sesat, selalu merasa dirinya yang paling benar dan yang
lainnya salah!
Kalau selalu klaimnya adalah yang paling benar. Apalagi mereka juga dengan
beraninya memakai nama Tuhan dan merasa berasal dari pemberian Tuhan. Bagaimana
kita bisa melihat bahwa mereka tidak benar? Bagaimana kita tahu bahwa kita
dalam kebenaran?
Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: "Tuhan
mengenal siapa kepunyaan-Nya” dan “Setiap orang yang menyebut nama Tuhan
hendaklah meninggalkan kejahatan."
2Tim. 2:19
Meterai
Permasalahan ajaran sesat juga terjadi di tempat Timotius melayani. Dan
kemungkinan terjadi berbagai macam pertanyaan dari jemaat yang bingung. Mana
yang benar? Apakah mereka salah? Bagaimana bisa membedakan yang benar dan tidak
benar?
Paulus memberikan jawaban kepada Timotius, ada dua tanda untuk menunjukkan
berasal dari kebenaran atau tidak. Tanda itu begitu kuat dan teguh, bahkan
dikatakan seperti dimeterai. Tanda yang sah dan kuat. Kedua tanda itu adalah:
Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya dan setiap orang yang menyebut nama Tuhan
hendaklah meninggalkan kejahatan.
Tanda yang pertama adalah kedaulatan Allah, sedangkan yang tanda yang kedua
adalah tanggung jawab manusia.
Tuhan Mengenal
Ketika seseorang mengaku membawa ajaran 'kebenaran' yang berasal dari Allah,
maka yang pertama-tama bisa membuktikan adalah Allah sendiri. Karena hanya
Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya. Pertanyaannya, bagaimana kita bisa tahu
kalau Tuhan mengenalnya?
Setiap orang percaya dimeterai oleh Roh Kudus. Maka Roh Kudus melalui
firman-Nya akan menunjukkan apakah Ia mengenal orang yang menyatakan memiliki
kebenaran itu. Caranya?
Caranya dengan menguji setiap ajaran yang disebut kebenaran itu dengan
seluruh kebenaran yang ada di dalam Alkitab. Ada beberapa kemungkinan yang akan
didapatkan. Yang pertama bertentangan, yang kedua kelihatan mirip (ini yang
paling berbahaya), dan yang ketiga sama dengan prinsip-prinsip dalam Alkitab.
Dari pengujian lewat firman, Allah Roh Kudus akan menunjukkan bahwa orang itu
adalah kepunyaan-Nya.
Kalau kita terbiasa melakukan pengujian ini, sebenarnya akan lebih gampang
untuk melihat apakah betul ajaran itu berasal dari Tuhan atau tidak.
Kadang-kadang kelemahan kita di dalam menguji melalui firman Tuhan akan
membuat ajaran itu terlihat sangat mirip dengan kebenaran dan mampu 'menipu'
banyak orang, tapi Tuhan sendiri tidak bisa ditipu. Tuhan mengenal siapa
kepunyaan-Nya. Waktunya tiba, semuanya akan tersingkap dan Tuhan akan
menunjukkan dengan cara-Nya.
Tinggalkan
Tanda kedua adalah meninggalkan ketidakbenaran. Seseorang yang mengajarkan
kebenaran dan percaya kepada kebenaran itu, akan menghidupi kebenaran itu.
Maka, kalau seseorang mengaku mengajarkan kebenaran tetapi hidupnya
terus-menerus dalam ketidakbenaran, betulkah ia sendiri percaya kepada
kebenaran? Kalau ia tidak percaya kepada kebenaran yang harus dihidupi,
betulkah ia sungguh-sungguh menyebut nama Tuhan? Betulkah bahwa ia adalah
kepunyaan-Nya? Jangan-jangan cuma ge-er doang..
Pengujian apakah seseorang itu hidup dalam kebenaran, kadang-kadang Tuhan
mengijinkan masyarakat dan norma-normanya, meskipun Alkitab yang selalu menjadi
dasar utama. Pengujian ini bukan bertujuan mencari-cari kesalahan. Karena pasti
semua orang masih berdosa, dan masih ada aspek-aspek dalam hidupnya yang masih
harus dibereskan.
Orang percaya bisa melihat dengan jelas tanda dari orang-orang yang hidup
dalam kebenaran, menyebut nama Tuhan dan meninggalkan ketidakbenaran. Orang
yang berani menyebut nama Tuhan, mau dikoreksi oleh kebenaran-kebenaran firman
Tuhan, dan mau meninggalkan setiap ketidakbenaran yang bertentangan dengan
firman Tuhan.
Berbeda sekali dengan para pengikut dan pengajar ajaran sesat yang sudah
merasa tidak perlu lagi diuji dan dikoreksi, malahan ingin mengoreksi semuanya
harus sesuai dengan ajarannya. Begitu juga dengan kehidupan mereka, yang tidak
mau dikoreksi dan diuji lagi, bahkan merasa seharusnya seluruh dunia harus
hidup seperti mereka.
Apakah Tuhan mengenalmu?
Pertanyaannya bagi kita, benarkah kita? Apakah Tuhan mengenal kita? Apakah
kita kepunyaan Tuhan? Apakah Tuhan memimpin hidup kita dalam kebenaran? Apakah
kita selalu bersedia dikoreksi dengan kebenaran-kebenaran dari firman Tuhan?
Adakah kita sudah meninggalkan setiap ketidakbenaran yang kita tahu?
Bapa, ampuni kami, milik kepunyaan-Mu, yang sering merasa sudah terlalu
benar. Padahal kenyataannya dalam kehidupan ini kami berhadapan dengan lebih
banyak ketidakbenaran yang masih kami lakukan. Ampuni kami ya Bapa. Biarlah
kebenaran-kebenaran firman-Mu terus mengoreksi kami, dan membuat kami bukan
hanya tahu dan setuju akan kebenaran, tapi kami menghidupi kebenaran-kebenaran
firman-Mu dengan pimpinan Roh Kudus. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa.
Amin.
Sumber:
http://roielministry.org/2008/04/tuhan-mengenalmu.html
Profil Ev. Ronald A. H. Oroh:
Ev. Ronald Arthur Horald Oroh, S.Si., M.Div. lahir pada tanggal 8 Juni 1972
di Manado. Beliau menyelesaikan studi Master of Divinity (M.Div.) di Institut
Reformed, Jakarta.
Pengoreksi: Denny Teguh Sutandio.
""Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di
depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."
(1Sam. 16:7b)
---------------------------------
Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat.
Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang!