From: hesti biaktika Klinik Rohani
Tuhan berpesan bahwa pada tahun 2009, akan terjadi seperti di Habakuk 1 dan kita harus menghadapinya dengan Habakuk 3. Orang fasik akan mengepung orang benar, dan keadilan akan muncul terbalik. Tulisan-tulisan seperti ini yang masuk ke email saya, ini sudah mewakili apa yang harus saya hadapi di tahun 2009. Dari: Klinik Rohani [email protected] Klinik Rohani : Semua milikmu Posted: 25 Dec 2008 11:42 PM CST Penghinaan yang kau berikan kepadaku, walaupun aku tidak menghina dirimu. Ejekan yang kau lontarkan kepadaku, walaupun aku tidak mengejek dirimu. Cacian yang kau muntahkan kepadaku, walaupun aku tidak mencaci dirimu. Semua tidak aku ambil darimu. Semua itu masih milikmu. Semua milikmu ! di kirim oleh : shane sunpei Keindahan Tangan Seorang Ayah Posted: 25 Dec 2008 08:52 PM CST Suatu ketika, ada seorang anak perempuan bertanya kepada Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk, disertai suara batuk-batuknya. Anak itu bertanya kepada Ayahnya ketika sedang santai di beranda: "Ayah , mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?" Ayahnya menjawab : "Sebab aku Laki-laki." Itulah jawaban Ayahnya. Anak itu berguman : " Aku tidak mengerti." Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa penasaran. Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak wanita itu, terus menepuk nepuk bahunya, kemudian Ayahnya mengatakan : "Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki." Demikian bisik Ayahnya, membuat anak itu tambah kebingungan. Karena penasaran, kemudian anak itu menghampiri Ibunya dan bertanya : "Ibu mengapa wajah ayah menjadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?" Ibunya menjawab:"Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar-benar bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian." Hanya itu jawaban Sang Bunda. Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi dia tetap saja penasaran. Hingga pada suatu malam, anak perermpuan itu bermimpi. Di dalam mimpi itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa penasarannya selama ini. "Saat Ku-ciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman teduh dan terlindungi. " "Ku-ciptakan bahunya yang kekar & berotot untuk membanting tulang menghidupi seluruh keluarganya & kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya. " "Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapatkan cercaan dari anak-anaknya. " "Kuberikan Keperkasaan & mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya basah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan hembusan angin, dia relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya & yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih payahnya." "Ku berikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat & membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan kerap kali menyerangnya. " "Ku berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai & mengasihi keluarganya, didalam kondisi & situasi apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya melukai hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi & mengasihi sesama saudara." "Ku-berikan kebijaksanaan & kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan padanya untuk memberikan pengetahuan & menyadarkan, bahwa Istri yang baik adalah Istri yang setia terhadap Suaminya, Istri yang baik adalah Istri yang senantiasa menemani. & bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada Istri, agar tetap berdiri, bertahan, sejajar & saling melengkapi serta saling menyayangi." "Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti bahwa Laki-laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari & menemukan cara agar keluarganya bisa hidup di dalam keluarga bahagia & badan yang terbungkuk agar dapat membuktikan, bahwa sebagai laki-laki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup keluarganya. " "Ku-berikan Kepada Laki-laki tanggung jawab penuh sebagai Pemimpin keluarga, sebagai Tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh laki-laki, walaupun sebenarnya tanggung jawab ini adalah Amanah di Dunia & Akhirat." Terbangun anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut & berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik Ayahnya yang sedang berdoa, ketika Ayahnya berdiri anak wanita itu merengkuh dan mencium telapak tangan Ayahnya. "AKU MENDENGAR & MERASAKAN BEBANMU, AYAH." Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ayah. Berbahagialah yang masih memiliki Ayah. Dan lakukanlah yang terbaik untuknya. Berbahagialah yang merasa sebagai ayah. Dan lakukanlah yang terbaik buat keluarga kita. With Love to All Father Sumber : pancaroba.com Klinik Rohani Links : Klinik Rohani =================================================== From: hesti biaktika HIDUP BUKANLAH SEBUAH VCD PLAYER Cerita ini adalah "kisah nyata" yang pernah terjadi di Amerika. Seorang pria membawa pulang truk baru kebanggaannya, kemudian ia meninggalkan truk tersebut sejenak untuk melakukan kegiatan lain. Anak lelakinya yang berumur 3 tahun sangat gembira melihat ada truk baru, ia memukul-mukulkan palu ke truk baru tersebut. Akibatnya truk baru tersebut penyok dan catnya tergores. Pria tersebut berlari menghampiri anaknya dan memukulnya, memukul Tangan anaknya dengan palu sebagai hukuman. Setelah sang ayah tenang kembali, Dia segera membawa anaknya ke rumah sakit. Walaupun dokter telah mencoba segala usaha untuk menyelamatkan jari-jari anak yang hancur tersebut, tetapi ia tetap gagal. Akhirnya dokter memutuskan untuk melakukan amputasi semua jari pada kedua tangan anak kecil tersebut. Ketika anak kecil itu sadar dari operasi amputasi dan jarinya telah tidak ada dan dibungkus perban, dengan polos ia berkata, "Papa, aku minta maaf tentang trukmu.." Kemudian, ia bertanya, "tetapi kapan jari-jariku akan tumbuh kembali?" Ayahnya pulang ke rumah dan melakukan bunuh diri. Renungan cerita di atas. Berpikirlah dahulu sebelum kau kehilangan kesabaran kepada seseorang yang kau cintai. Truk dapat diperbaiki. Tulang yang hancur dan hati yang disakiti seringkali tidak dapat diperbaiki. Terlalu sering kita gagal untuk membedakan antara orang dan perbuatannya, kita seringkali lupa bahwa mengampuni lebih besar daripada membalas dendam. Orang dapat berbuat salah. Tetapi, tindakan yang kita ambil dalam kemarahan akan menghantui kita selamanya. Tahan, tunda dan pikirkan sebelum mengambil tindakan. Mengampuni dan melupakan, mengasihi satu dengan lainnya. Ingatlah, jika kau menghakimi orang, kau tidak akan ada waktu untuk mencintainya waktu tidak dapat kembali; hidup bukanlah sebuah VCD PLAYER, yang dapat di Backward dan Forward. HIDUP hanya ada tombol PLAY dan STOP saja. Jangan sampai kita melakukan kesalahan yang dapat membayangi kehidupan kita kelak; yang berperan besar dalam kehidupan kita adalah "HATI" yang penuh dengan belas kasih dan cinta kasih. Jadikanlah CINTA KASIH sebagai nafas kehidupan kita yang sesungguhnya. Sumber : www.santamaria.or.id Hidup juga bukan sinetron, yang dapat anda karang sendiri ceritanya menurut selera anda. Anda tidak dapat tentukan sendiri siapa penjahat menurut selera anda! Hadapilah kenyataan, dan tidak lari terus dan membohongi diri sendiri : “istri simpananku berhati mulia, lho….” Karena tidak ada perempuan berhati mulia yang mau menjadi istri simpanan. Saya berkata kepada seluruh laki-laki yang membaca tulisan saya, jika ada perempuan mau menjadi simpanan anda, sekalipin anda sudah berumah tangga, anda harus tangkap bahwa ‘pasti ada sesuatu yang tidak beres dengan perempuan itu’. Apalagi jika perempuan itu adalah bekas istri simpanan ayah anda, lalu mau menjadi istri simpanan anda, maka pasti ada yang tidak beres dengan perempuan itu ! ================================================== From: hesti biaktika BAPTISAN AIR DAN BAPTISAN ROH KUDUS “Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus” Bacaan : (1Yoh 2:29-3:6; Yoh 1:29-34) “Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Elohim, yang menghapus dosa dunia. Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. Dan aku sendiri pun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel." Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya.Dan aku pun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus. Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Elohim.” (Yoh 1:29-34), demikian kutipan Warta Gembira hari ini. Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut: · Yohanes Pembaptis adalah ‘bentara Yesus Kristus’, orang yang mempersiapkan jalan bagi sesamanya untuk bertemu dan bersatu dengan Yesus Kristus. Yohanes membaptis hanya dengan air, sedangkan “Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus”. Kita semua yang telah dibaptis telah menerima baptisan baik dengan air maupun Roh Kudus. Air merupakan symbol pembersihan atau penyucian, sedangkan Roh Kudus menggerakkan dan memberdayakan untuk hidup dinamis, ceria dan bahagia dalam Tuhan. Maka baiklah sebagai orang yang telah dibaptis saya mengajak anda sekalian mawas diri: sejauh mana hidup kita sungguh dijiwai oleh Roh Kudus, sehingga cara hidup dan cara bertindak kita menghasilkan buah-buah Roh, yaitu “kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.” (Gal 5:22-23)? Jika kita sungguh hidup dari Roh Kudus yang menghasilkan keutamaan-keutamaan tersebut diatas ini, maka cara hidup dan cara bertindak kita secara otomatis akan menjadi ‘bentara atau petunjuk’ bagi siapapun yang kita jumpai untuk bertemu dengan Tuhan, semakin beriman dan suci. Kita menjadi saksi-saksi warta gembira bagi siapapun juga, dan kiranya dimana perlu kita juga berani berkata seperti Yohanes: “Lihatlah Anak domba Elohim, yang menghapus dosa dunia. Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.” . Kita yang telah dibaptis memiliki tugas missioner atau pengutusan untuk mewartakan apa yang baik kepada siapapun , pertama-tama dan terutama melalui cara hidup dan cara bertindak kita alias teladan berbuat baik, dan baru kemudian dengan kata-kata atau omongan. · “Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci. Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Elohim, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Elohim” (1Yoh 3:3-4), demikian kutipan dari surat Yohanes. Rasanya kita semua mendambakan hidup suci, bahahgia, damai sejahtera sehingga pada suatu saat ketika dipanggil Tuhan alias meninggal dunia langsung masuk sorga, menikmati hidup bersama Elohim di sorga selama-lamanya. Syarat untuk mewujudkan dambaan tersebut adalah ‘menaruh pengharapan kepadaNya’ , menaruh pengharapan kepada Tuhan maupun sesama yang berkehendak baik. Orang yang berpengharapan pada umumnya bersemangat, gigih serta kreatif. “Bersemangat adalah sikap dan perilaku yang selalu dapat bertahan dan bergairah dalam melakukan sesauau; gigih adalah sikap dan perilaku tidak gampang menyerah pada keadaan apa pun dan tidak mudah putus asa dalam menghadapi segala kesulitan untuk mencapai cita-cita atau tujuan, kreatif adalah sikap dan perilaku yang menggunakan daya cipta di luar kebiasaan umum, menemukan hal-hal baru yang mempunyai nilai tambah” (Lih.: Prof Dr.Edi Sedyawati: Pedoman Penanaman Budi Pekerti Luhur, Balai Pustaka – Jakarta 1997).. Marilah kita hayati iman, panggilan dan tugas pengutusan kita masing-masing dengan bersemangat, gigih dan kreatif. Tiga keutamaan ini kiranya nampak dalam diri orang yang hidup dijiwai oleh Roh Kudus, sehingga orang yang bersangkutan senantiasa diperbaharui cara hidup dan cara bertindaknya menuju ke pemenuhan penghayatan kehendak Tuhan tanpa cacat dan kerut sedikitpun. Kita masih berada dalam masa Natal, masa untuk bergembira dan damai. Sebaliknya kepada mereka yang masih melanggar hukum Elohim alias berbuat jahat kami harapkan bertobat. Tidak ada kata terlambat untuk bertobat atau memperbaharui diri, saat ini juga mulailah bertobat dan memperbaharui diri. “Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Elohim kita. Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi, bergembiralah, bersorak-sorailah dan bermazmurlah! Bermazmurlah bagi TUHAN dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu yang nyaring, dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring bersorak-soraklah di hadapan Raja, yakni TUHAN!” (Mzm 98:3c-6) Jakarta, 3 Januari 2009 By : Romo Maryo Di Amerika saat ini sedang ada seminar Morris Cerullo, entah di kota mana. Tuhan Jesus berpesan lewat Morris Cerullo : “Berhenti melihat dirimu sebagaimana manusia melihat dirimu, tetapi lihatlah dirimu sebagaimana Aku melihat dirimu….” Dan seterusnya, maaf selanjutnya harus saya sensor, karena yang ‘selanjutnya’ ini adalah rencana Tuhan untuk masing-masing anakNya di tahun 2009. Kalau tidak saya sensor, maka iblis dan antek-anteknya akan berusaha untuk menggagalkannya, at any cost. Wah, ini jawaban bagi pertanyaan saya dulu. Dulu saya berkata : “Tuhan, bagaimana saya dapat menginjil, wong kata orang kan aku ‘penjahat’, ‘pelacur’..dan seterusnya.?” Eh, Tuhan kasih lihat, semua anak Tuhan bahkan hamba-hamba Tuhan juga difitnah. Semua anak-anak Tuhan dan hamba-hamba Tuhan tidak dapat menjadi ‘teladan yang baik’, karena selalu ada ‘distorsi’. Iblis akan terus melancarkan serangan berupa fitnah-fitnah, gossip-gossip dan lain-lain, dan serangan itu takkan pernah selesai, Semuanya dilakukan oleh iblis, untuk menggagalkan penginjilan. Akhirnya yang dapat dijadikan teladan hanya Tuhan Jesus saja. Jika seorang anak Tuhan terus berfokus pada ‘apa kata orang tentang saya’, ‘bagaimana pandangan orang tentang saya’, maka Tuhan tidak dapat mengutus siapa-siapa. Semua beralasan seperti saya dulu. “Tuhan, aku tidak bisa menginjil, aku tidak bisa bersaksi, Engkau pakai orang lain saja, kan aku tidak punya nama baik, Tuhan?!”. Akhirnya semua orang menolak pengutusan , menolak panggilan, karena hanya berfokus pada ‘apa kata orang’..’apa pandangan orang’…..sementara iblis terus bergerak menghancurkan nama baik anak-anak Tuhan. Oleh sebab itu, tahun ini Tuhan berpesan : Berhenti melihat dirimu sebagaimana manusia melihat dirimu, tetapi lihatlah dirimu sebagaimana Aku melihat dirimu….” Hesti. 5 Jan 2009

