From: "Hadi Kristadi" <[email protected]> *An Inspiring Story: A Cry of the Cat Syndrome*
*Patrick yang kukasihi, Pada waktu itu aku hanyalah seorang kanak-kanak yang memiliki segala hal yang selalu aku inginkan. Namun biarpun anak itu anak orang kaya yang cantik dan manja, dapat saja ia kesepian pada waktu tertentu, sehingga ketika Ibu memberitahuku bahwa ia sedang hamil, aku begitu senang. Aku membayangkan bagaimana hebatnya kamu dan bagaimana kita akan selalu bersama dan bagaimana kamu akan nampak serupa denganku. Oleh karena itu, ketika kamu dilahirkan, aku melihat tangan dan kakimu yang kecil dan mengagumi betapa indahnya kamu. Kami membawa kamu pulang dan aku memperlihatkan kamu terhadap teman-temanku dengan bangga. Ketika kamu berumur lima tahun, ada sesuatu yang mengganggu Ibu. Kamu begitu diam dan tak bergerak, dan tangismu begitu aneh terdengar – hampir seperti tangisan anak kucing. Oleh karena itu kami membawamu ke banyak dokter. Dokter yang ketiga belas yang memandang kepadamu diam-diam, sambil mengatakan bahwa kamu menderita sindrom tangisan kucing (A cry of the cat syndrome). (Bersambung di http://pentas-kesaksian.blogspot.com) * ================================================= From: "Hadi Kristadi" <[email protected]> *LONG TERM ILLNESS DEFEATED* Rasa sakit sudah mengendalikan hidupnya. Penyakit itu mendikte dirinya kapan harus makan dan apa yang harus dimakan. Hal itu sangat membatasi kegiatannya dengan teman-teman dan keluarga. Penyakit itu merupakan penguasa yang bengis dan sedikit demi sedikit penyakit itu menggerogoti hidupnya. Sesuatu harus berubah. Shirley Vaughn menderita penyakit aneh yang pertama kali muncul empat puluh lima tahun yang lalu ketika ia masih di SMU. Setelah diopname karena sakit di bagian dalam tubuhnya dan karena berat badannya turun dengan drastis, maka serangkaian test tidak mendeteksi penyebab sakitnya. Dan meskipun gejala penyakit itu menghilang ketika ia masih di Rumah Sakit, penyakit itu tidak pernah benar-benar meninggalkan hidup Shirley. (Ikuti kelanjutan kisahnya di http://pentas-kesaksian.blogspot.com) ==================================================== From: mangucup88 Perang Saudara dengan Musuh Bebuyutan Setiap kali kita melihat warta berita, akan selalu timbul pertanyaan, kapankah akan berakhirnya perang antar Israel dan warga Palestina ini ? Apakah ini akan menjadi satu cerita yang tak berkesudahan – Never Ending Story? Letak permasalahan utama dari peperangan ini, karena masing-masing pihak merasa berhak untuk memiliki tanah Palestina. Bangsa Yahudi merasa berhak memiliki Palestina, karena hal ini sudah jelas tercantum hitam atas putih dalam Alkitab! Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini ….yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya…. . (Kejadian 17:8) Ayat tsb diatas bagi bangsa Yahudi sudah sama seperti juga mencantumkan hak tanah eigendom (Hak Milik) di buku tanah, maklum yang menyatakan ini bukannya manusia biasa melainkan dari Allah langsung! Hanya satu yang mereka lupakan, bukankah orang Paletsina juga keturunan dari Abraham (Ibrahim), jadi sebenarnya merekapun juga mempunyai hak yang sama seperti bangsa Israel! Tidak bisa dipungkiri bahwa mereka itu berasal dari satu bapa, walaupun keturunan dari lain ibu, Hagar dan Sarah, jadi wajarlah apabila mereka juga memiliki hak yang sama. Maka dari itu kunci atau jalan satu-satunya untuk mencapai perdamaian di Palestina, mereka harus menerima kenyataan bahwa Abraham itu adalah eyang buyut mereka bersama. Entah agama Muslim, Kristen maupun Yahudi semuanya berasal dari satu rumpun ialah Abraham. Kenyataan ini sebenarnya sudah dianut oleh banyak tokoh agama termasuk orang Yahudi sendiri misalnya Kepala Rabi Jona Metzger dimana ia sendiri menyatakan, bahwa entah rakyat Palestina ataupun Isreal mereka itu adalah "Bnei Avraham" (Anak-anak Abraham) . Mereka telah berusaha untuk mencari jalan keluar dari pertikaian ini melalui resolusi di PBB, tetapi tidak berhasil. Kenapa tidak coba diusahakan untuk mencari jalan lainnya dimana melebur ketiga agama ini menjadi satu agama ialah "Agama Abraham", bukankah Kristen, Islam maupun Yahudi menerima Abraham sebagai bapak leluhur/nabi ? Sehingga dengan demikian sudah bisa dipastikan tidak akan ada perang agama lagi, entah itu Perang Salib ataupun Al Qaida lagi. Apakah anda tahu bahwa Al-Qaida maupun mereka yang melakukan bom bunuh diri itu, karena berdasarkan kepercayaan kepada Abraham, dimana ia sendiri telah rela mengorbankan puteranya untuk dibunuh! Pernyataan Alibi ini ditulis sendiri oleh Muhammed Atta – Teror Pilot Bunuh Diri di New York dalam surat testamentnya. Jadi wajarlah apabila kita mengorbankan sesuatu untuk Allah mengikuti jejaknya Ibrahim. Maka tidaklah sulit bagi umat Muslim untuk menerima agama Ibraham. Bahkan Nabi Muhammad sekalipun telah jelas menganjurkan umatnya untuk mengikuti Ideologi Ibrahim (Milat Ibrahim) Pernyataan ini tercantum berkali-kali dalam Al Quran 4:125; 16:123. Ibrahim juga diberi gelaran Khalil Ullah, atau Sahabat Elohim. Selain itu beliau bersama anaknya nabi Ismail a.s. terkenal sebagai pengasas Kaabah. Bahkan tercantum pula [3:67] Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Elohim) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik. Bukan saja sekedar Ibrahim yang diakui tetapi Musa juga Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab terdahulu, (QS. 87:18) yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa. (QS. 87:19) Apakah mungkin Kristen, Islam dan agama Yahudi bisa dilebur menjadi satu agama Abraham? Bukankah umat Kristen tidak mengenal wajib disunat ? Perlu diketahui bahwa Abraham baru disunat bukan pada saat ia masih kecil melainkan pada saat ia mencapai usia 99 tahun. Hal inilah yang mendorong Rasul Paulus untuk menulis: "Demikianlah ia dapat menjadi bapa semua orang percaya yang tak bersunat, supaya kebenaran diperhitungkan kepada mereka, .."(Roma 4:11) Bahkan dalam Kitab Perjanjian Baru pun diawali: "Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham (Matius 1:1). Sedangkan Paus Benedikt XVI sendiri mendukung penuh usaha Agama Abraham Oikumene (Agama Manjemuk); hal ini penah dikungkapkannya sendiri pada saat kunjungannya ke Turki Dengan demikian bangsa Yahudi tidak bisa memonopoli seakan-akan Abraham adalah milik agamanya saja. Abraham atau Ibrahim adalah milik dari ketiga agama. Disamping itu Isreal juga tidak bisa memonopoli seakan-akan tanah Israel & Palestina itu hanya milik Israel saja. Melainkan milik bersama dari bangsa Palestina dan Israel, karena sudah bisa dipastikan entah itu rakyat Palestina ataupun Israel mereka berasal dari bapak leluhur yang sama ialah Abraham atau Ibrahim sehingga dengan demikian memiliki juga hak warisan yang sama. Dalam bahasa Ibrani "Avraham Avinu" – Abraham Bapak kita. Tetapi berapa jauh yang Anda ketahui tentang Abraham atau nabi Ibrahim ini ? Apakah ia itu hanya sekedar tokoh khayalan saja, maklum tidak pernah terbuktikan di dalam sejarah adanya tokoh ini ! Apakah anda ketahui bahwa selainnya Sarah dan Hagar, Abraham juga mempunyai istri lainnya yang telah diperistrikannya secara resmi ialah Ketura dimana ia juga mendapatkan 6 orang putera? Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai riwayat hidupnya Abraham atau nabi Ibrahim ini bacalah sambungannya dari oret2annya mang Ucup ini. Mang Ucup Facebook Homepage: www.mangucup.org Email: mang.ucup<at>gmail.com

