Apakah pembinaan rohani yang dilakukan oleh gereja cukup efektif? Bagaimanakah gereja melakukan pembinaan kerohanian jemaat selama ini? Mengapa kita melakukan pembinaan rohani seperti yang kita lakukan sekarang ini? Nah, jawaban inilah yang akan kita telusuri, akan sampai kepada Martin Luther sebagai bapa reformasi yang mewariskan pola pembinaan kepada gereja-gereja Protestan saat ini. Tapi, sayang karena zaman modern dengan rasionalismenya, ada dimensi yang terhilang dari konsep pembinaan rohani daripada Luther. Dan itulah yang perlu kita kembalikan pada program pembinaan kita di dalam gereja, sehingga dengan demikian dimensi yang hilang ini dapat kembali dihidupkan dan menjadi satu kesatuan yang lengkap yang dapat dilakukan di dalam gereja dan membentuk kerohanian jemaat yang lebih baik. Apakah dimensi yang terhilang itu? Marilah kita bersama-sama membahasnya dalam: Seminar: SPIRITUAL FORMATION FOR EVANGELICAL CHURCH oleh: Pdt. Hendra G. Mulia, M.Th. 3 dan 4 Agustus 2010; Pkl. 18.30 WIB di Gereja Kristen Immanuel Ka Im Tong Jln. Hos Cokroaminoto Pasirkaliki No. 63, Bandung Biaya: Rp. 10.000,- utk 2 x seminar Pendaftaran hubungi: Sdr. Taufan Putra (022-7014 7587) Profil Pembicara: Pdt. Hendra Gustiana Mulia, M.Th. yang saat ini menggembalakan Gereja Kristus Yesus (GKY) Green Ville, Jakarta dilahirkan pada tanggal 4 Februari 1952 dan memperoleh gelar sarjana teologi dari Seminar Alkitab Asia Tenggara, Malang. Menegakkan teologi yang benar dan memuridkan kaum muda khususnya merupakan beban panggilannya. bban itu diwujudkan dalam pelayanan pemuridannya sejak tahun 1977, dan pendalaman teologinya diungkapkan dalam tulisan skripsinya “Kewibawaan Alkitab Ditinjau dari Sudut Epistemologi”. Pada tahun 1987, beliau melanjutkan studi theologinya di Reformed Theological Seminary, U.S.A. dan memperoleh gelar Master of Divinity (M.Div.) dan Master of Theology (M.Th.) “The evil in our desires often lies not in what we want, but in the fact that we want it too much.” (Dr. John Calvin; paraphrased by Dr. David Powlison; as quoted in Rev. C. J. Mahaney, Worldliness: Resisting the Seduction of a Fallen World, ed. C. J. Mahaney, p. 20)

