Pernahkah kita memperhatikan bahwa frase “turun ke dalam kerajaan maut” dalam 
Pengakuan Iman Rasuli sering kali diberi tanda kurung? Apakah kita mencermati 
bahwa beberapa gereja bahkan menggunakan frase “turun ke dalam neraka”? Frase 
manakah yang lebih tepat? Apa maksudnya? Apakah persoalan ini sedemikian 
penting untuk diketahui?
 
Temukan ulasan akademis tetapi santai dalam acara:
 
Talk Show dan Pembukaan Semester STAR:
TURUN KE DALAM KERAJAAN MAUT
 
oleh: Ev. Yakub Tri Handoko, Th.M., Ph.D. (Cand.)
 
 
 
 
Selasa, 17 Agustus 2010; Pkl. 17.00-20.00 WIB
di Jln. Nginden Intan Timur II/5, Surabaya
(disediakan makan malam sederhana)
 
 
 
 
Pendaftaran terakhir 15 Agustus 2010:
Bu Lusiana B. (031-70633966)
Bpk. Slamet (031-71072600)
 
 
 
 
Penyelenggara:
Sekolah Theologi Awam Reformed (STAR)
Jln. Nginden Intan Timur II/5, Surabaya
Telp.: (031) 5998458
 
 
 
 
Profil Ev. Yakub Tri Handoko, Th.M.:
Ev. Yakub Tri Handoko, S.Th., M.A., Th.M., Ph.D. (Cand.) yang lahir di 
Semarang, 23 November 1974, adalah gembala sidang Gereja Kristus Rahmani 
Indonesia (GKRI) Exodus, Surabaya (www.gkri-exodus.org) dan dosen di  Institut 
Theologi Abdiel Indonesia (ITHASIA) Pacet serta dosen tetap di Sekolah Theologi 
Awam Reformed (STAR) dari GKRI Exodus, Surabaya. Beliau menyelesaikan studi 
Sarjana Theologi (S.Th.) di Sekolah Tinggi Alkitab Surabaya (STAS); Master of 
Arts (M.A.) in Theological Studies di International Center for Theological 
Studies (ICTS), Pacet, Mojokerto; dan Master of Theology (Th.M.) di 
International Theological Seminary, U.S.A. Mulai tahun 2007, beliau sedang 
mengambil program gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.) part time di Evangelische 
Theologische Faculteit (ETF), Leuven–Belgia.
 


“The evil in our desires often lies not in what we want, but in the fact that 
we want it too much.”
(Dr. John Calvin; paraphrased by Dr. David Powlison; as quoted in Rev. C. J.. 
Mahaney, Worldliness: Resisting the Seduction of a Fallen World, ed. C. J.. 
Mahaney, p. 20)




Kirim email ke