…Dapatkan segera…
 
 
 
 
Buku
ANGER:
Mengatasi Amarah Dengan Cara yang Sehat
 
oleh: Rev. Gary Chapman, Ph.D.
 
Penerbit: VISI Press, 2010
 
Penerjemah: Lily Endang Juliani
 
 
 
 
 
Deskripsi singkat dari Denny Teguh Sutandio:
Dunia kita adalah dunia yang marah, begitulah pendahuluan yang diketengahkan 
oleh Rev. Gary Chapman, Ph.D. di dalam buku ANGER ini. Di sekeliling kita, 
amarah menjadi “komoditi” yang laris. Teman, pasangan, orangtua, rekan, 
saudara, dan kita sendiri marah. Sebagai orang Kristen, bolehkah kita marah? 
Rev. Gary Chapman, Ph.D. di dalam buku ANGER ini menjelaskan dasar presuposisi 
yang mengaitkan marah dengan Tuhan. Meskipun Allah adalah Mahakasih, namun 
Alkitab mencatat bahwa Dia juga Allah yang murka. Amarah Allah disebabkan 
karena ketidakadilan, ketidakjujuran, dll yang tidak sesuai dengan natur-Nya 
yang Mahakudus. Dari presuposisi ini, Rev. Gary Chapman mengarahkan para 
pembaca untuk mengerti amarah yang baik dan membawa kebaikan. Amarah itu 
disebutnya sebagai amarah definitif, yaitu amarah terhadap kesalahan yang 
BENAR-BENAR salah. Namun akibat dosa, amarah dipergunakan untuk hal-hal yang 
tidak baik atau salah. Amarah itu disebut oleh Rev. Gary
 Chapman sebagai amarah yang terdistorsi, yaitu amarah terhadap kesalahan yang 
DIANGGAP terjadi. Amarah ini nantinya juga mengakibatkan dua cara manusia 
mengungkapkan amarahnya yaitu: eksplosi (ke luar, misalnya dengan membanting 
pintu, mengata-ngatai, dll) dan implosi (ke dalam, misalnya: menarik diri, 
memendam, mendendam, dll). Bahkan juga amarah ini bisa berlangsung lama dari 
sejak kecil sampai seseorang berkeluarga/menikah. Lalu, bagaimana solusinya? 
Dengan bijak, Rev. Gary Chapman menawarkan solusinya yaitu pengampunan. 
Pengampunan didapat dari karya penebusan Kristus di kayu salib demi menebus 
dosa manusia. Pengampunan inilah yang harus diaplikasikan di dalam kehidupan 
kita khususnya tentang amarah. Dan hal ini diaplikasikan dengan jelas oleh Rev. 
Gary Chapman ketika mengaitkan pengampunan dengan amarah terhadap pasangan, 
mendidik anak menangani amarah, marah kepada Allah, marah kepada diri, dan 
menghadapi orang yang marah.
 
Keunikan buku ini adalah di dalam setiap babnya, Rev. Gary Chapman menampilkan 
suatu kesaksian nyata dari beliau sendiri maupun dari orang-orang yang beliau 
pernah layani di dalam konseling, sehingga ilustrasi-ilustrasi tersebut 
memberikan penjelasan praktis kepada kita khususnya menolong kita mengerti asal 
muasal marah, penyebab marah, akibatnya, dan solusi terhadap amarah berdasarkan 
Alkitab.
 
 
 
 
 
Profil Rev. Dr. Gary Chapman:
Rev. Gary Chapman, Ph.D. adalah Senior Associate Pastor di Calvary Baptist 
Church, Winston-Salem, North Carolina, U.S.A. Buku best-seller yang beliau 
tulis berjudul The Five Love Languages telah terjual lebih dari 5 juta kopi dan 
telah diterjemahkan ke lebih dari 36 bahasa. Beliau menempuh studi di 
University of North Carolina dalam bidang Philosophy of Education dan 
Comparative Education; kemudian di Duke University dalam bidang History of 
Education dan Educational Psychology. Beliau menyelesaikan studi Diploma dalam 
bidang Pastor’s Course di Moody Bible Institute; Bachelor of Arts (B.A.) dalam 
bidang Antropologi (minor: Alkitab) di Wheaton College; Master of Arts (M.A.) 
dalam bidang Antropologi di Wake Forest University; Master of Religion 
Education (M.R.E.) dalam bidang Education Administration dan Doctor of 
Philosophy (Ph.D.) dalam bidang Adult Education di Southwestern Baptist 
Theological Seminary, U.S.A.
 


“The evil in our desires often lies not in what we want, but in the fact that 
we want it too much.”
(Dr. John Calvin; paraphrased by Dr. David Powlison; as quoted in Rev. C. J. 
Mahaney, Worldliness: Resisting the Seduction of a Fallen World, ed. C. J. 
Mahaney, p. 20)




Kirim email ke