From: "Kisah" <[email protected]> 

Edisi 177 -- Terdapat Kebebasan di Mana-Mana 

PENGANTAR

Shalom,
Di berbagai belahan dunia, banyak orang percaya menghadapi cemoohan, hukuman 
penjara, siksaan, bahkan kematian. Walaupun demikian, mereka tetap bersukacita. 
Paulus berkata kepada jemaat Filipi, "Bersukacitalah!" Selain itu, Ibrani 
10:31-34 menyarankan agar kita tetap bersukacita dalam keadaan menderita, 
dicerca, mengalami perampasan dan dalam keadaan apa pun. Mereka terus 
bersukacita dan percaya.
----------------------------------------------
KS-ILT
Ibr 10:31 Mengerikan, sekiranya jatuh ke dalam tangan Elohim yang hidup.
10:32 Namun ingatlah hari-hari yang lalu, yang di dalamnya, setelah diterangi, 
kamu tabah menanggung banyak pergumulan penderitaan;
10:33 di satu sisi, yaitu dalam hinaan dan juga dalam kesukaran ketika 
dipermalukan, di sisi lain, yaitu ketika menjadi mitra bagi mereka yang 
berbalik sedemikian rupa.
10:34 Sebab kamu juga telah bersimpati dalam belenggu-belengguku dan kamu telah 
menerima jarahan yang menjadi milikmu dengan sukacita, karena mengetahui bahwa 
dalam dirimu sendiri memiliki harta benda yang lebih baik dan yang tinggal 
tetap di surga.

Mereka percaya bahwa Yesus telah mati dan menebus dosa mereka.
Mereka percaya akan anugerah keselamatan dan sukacita yang kekal di surga. 
Itulah sumber sukacita mereka!

Selamat bersukacita!

Redaksi tamu KISAH,
Truly Almendo Pasaribu
http://kekal.sabda.org
http://fb.sabda.org/kekal
____________________________________________________________
KESAKSIAN

TERDAPAT KEBEBASAN DI MANA-MANA

Maria bertanya melalui jeruji-jeruji besi, "Varia, tidakkah kau menyesali apa 
yang kau lakukan?"

"Tidak," gadis Rusia ini menjawab. "Dan jika mereka mambebaskanku, aku akan 
melakukannya kembali dan akan mengatakan kepada mereka mengenai kasih Yesus 
yang besar. Jangan pikir bahwa aku menderita. Aku amat senang bahwa Tuhan amat 
mengasihiku dan memberikan kepadaku sukacita untuk bertahan demi nama-Nya."

Itu pertama kalinya Maria dapat mengunjungi Varia di penjara.
Sahabatnya kurus, pucat, dan babak belur, tetapi matanya bersinar dengan 
kedamaian dari Tuhan dan sukacita surgawi. Kedua remaja Rusia ini pernah 
menjadi teman sekolah di sekolah komunis dan tinggal di asrama. Varia, seorang 
anggota dari Organisasi Pemuda Komunis, telah terus-menerus mencibir dan 
mengganggu Maria, seorang Kristen.
Sebagai balasan, Maria berdoa bagi gadis komunis muda ini dengan perhatian 
khusus.

Suatu hari Varia berkata, "Aku tidak dapat memahami makhluk jenis apakah dirimu 
itu. Di sini demikian banyak yang menghina dan menyakitimu, tetapi kau 
mengasihi semua orang."

Maria mengatakan, "Tuhan telah mengajarkan kami untuk mengasihi semua, bukan 
hanya sahabat, tetapi juga musuh."

"Dapatkah kau mengasihiku juga?" tanya Varia.

Maria memeluknya dan mereka berdua mulai terisak-isak. Tidak lama kemudian, 
Varia menerima Yesus sebagai Juru Selamat pribadinya dan bersaksi secara 
terbuka kepada semua orang mengenainya.

Maria menulis kepada orang tuanya, "Kami pergi bersama-sama ke perkumpulan 
orang-orang yang tidak bertuhan (pertemuan Organisasi Pemuda Komunis sekolah). 
Aku mengingatkannya supaya bersikap hati- hati, tetapi tidak ada gunanya. Aku 
pergi bersamanya untuk melihat apa yang akan terjadi. Setelah himne komunis 
selesai dinyanyikan, Varia maju ke depan dan dengan gagah berani dan dengan 
penuh perasaan di hadapan seluruh perkumpulan ia mempersaksikan kepada mereka 
yang berkumpul mengenai Yesus, Juru Selamatnya. Ia memohon kepada mereka semua 
untuk meninggalkan jalan dosa dan untuk datang kepada Kristus.

Semuanya menjadi sunyi dan tidak ada yang menyelanya. Ketika ia berhenti 
berbicara, ia menyanyikan himne Kristen dengan suaranya yang merdu: "Aku tidak 
malu untuk menyatakan Kristus yang mati dan kuasa dari salib-Nya." Setelah itu, 
mereka membawa Varia pergi. Kami tidak mengetahui apa pun lagi mengenainya. 
Tetapi Elohim memiliki kuasa untuk menyelamatkannya. Berdoalah!"

Bulan-bulan berlalu setelah pertemuan mereka di penjara yang hanya satu kali 
itu. Kemudian, Maria menerima sebuah surat dari sahabatnya yang berada di kamp 
pengasingan di Siberia. Varia menulis:

Hatiku memuji dan bersyukur kepada Elohim, yang melalui dirimu telah 
menunjukkan kepadaku jalan menuju keselamatan. Kini, aku berada di jalan ini, 
kehidupanku memiliki tujuan dan aku tahu ke mana harus pergi dan bagi siapa aku 
menderita. Aku merasakan kerinduan menceritakan dan untuk mempersaksikan kepada 
semua orang mengenai sukacita yang besar akan penebusan yang aku miliki di 
dalam hatiku. Siapakah yang dapat memisahkan kita dari kasih Elohim dalam 
Kristus? Tidak seorang pun dan suatu apa pun. Baik penjara maupun penderitaan 
tidak mampu memisahkan kita dari kasih Elohim.
Penderitaan yang Tuhan kirimkan kepada kami hanya menguatkan kami lebih dan 
lebih lagi dalam iman kepada Dia. Hatiku demikian penuh hingga anugerah dari 
Elohim melimpah.

Di tempat kerja, mereka mengutuk dan menghukum aku, memberikan kepadaku 
pekerjaan tambahan karena aku mauu berhenti bersaksi. Aku harus menceritakan 
kepada setiap orang apa yang telah Tuhan perbuat bagiku. Ia telah membuatku 
menjadi pribadi yang baru, ciptaan yang baru, yang sebelumnya berada di jalan 
ke neraka. 
Dapatkah aku diam saja mengenai hal ini? Tidak, tidak akan pernah! Selama 
bibirku masih dapat berbicara, aku akan menyaksikan kepada semua orang mengenai 
kasih-Nya yang hebat.

Di sini terdapat banyak orang yang percaya kepada Kristus sebagai Juru Selamat 
pribadi mereka. Lebih dari setengah dari tahanan adalah orang-orang percaya. Di 
antara kami ada penyanyi-penyanyi hebat dan pengkotbah-pengkotbah Injil yang 
bagus. Pada sore hari, ketika kami dikumpulkan setelah pekerjaan yang berat, 
betapa menyenangkannya untuk melewatkan sedikit waktu bersama-sama dalam doa di 
kaki Juru Selamat kami. Bersama Kristus terdapat kebebasan di mana-mana. Aku 
belajar banyak himne yang indah di sini dan setiap hari Elohim memberikan 
kepadaku lebih banyak dan lebih banyak lagi dari firman-Nya.

Semua saudara kami memberikan salam kepadamu dan bersukacita karena imanmu 
dalam Elohim yang demikian kuat dan bahwa kau memuji Dia dalam penderitaanmu 
dengan tidak henti-hentinya.

Sahabatmu,
Varia

Varia sungguh-sungguh tidak dapat diam mengenai apa arti Yesus bagi dirinya, 
sama seperti para rasul, Petrus dan Yohanes, yang juga diancam karena berbicara 
dengan lantang mengenai Yesus.

Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul buku: Jesus Freaks
Penyusun: Toby McKeehan dan Mark Heimermann
Penerbit: Cipta Olah Pustaka, 1995
Halaman: 105 -- 108
__________________________________________________________

"Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Elohim:
taat kepada kamu atau taat kepada Elohim. Sebab tidak mungkin bagi kami untuk 
tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami 
dengar. (Kisah Para Rasul 4:19-20) < http://alkitab.sabda.org/?Kisah+4:19-20>
--------------------------------------------------
Kis 4:19 Namun sambil menanggapi, Petrus dan Yohanes berkata kepada mereka, 
"Putuskanlah, apakah benar di hadapan Elohim untuk mendengarkan kamu lebih 
daripada Elohim?
4:20 Sebab kami tidak mungkin untuk tidak mengatakan apa yang telah kami lihat 
dan dengar."
_____________________________________________________________
POKOK DOA

1. Mengucap syukur atas keberadaan orang-orang percaya yang tetap
bersemangat membagikan Injil Kristus, meskipun mereka sering mengalami aniaya.

2. Berdoa bagi mereka yang saat ini masih berada di penjara karena
iman mereka, agar mereka tetap kuat, dan dapat memanfaatkan kesempatan ini 
untuk memberitakan Yesus Kristus kepada sesama orang di penjara.

3. Doakan juga agar setiap orang percaya, dapat memanfaatkan waktu
mereka untuk memberitakan Kabar Baik kepada orang-orang di
sekitar mereka, meskipun saat itu mereka sedang ada dalam masa yang sulit.
======================================== 
Edisi 178 -- Dipanggil Menjadi Hamba-Nya 

PENGANTAR

Shalom,
Harga kebutuhan pokok terus meningkat, kebutuhan hidup semakin banyak, lapangan 
pekerjaan semakin sempit, kemiskinan pun merajalela. Kondisi ini dapat memaksa 
seseorang mengambil jalan pintas untuk mempertahankan hidup, atau malah 
sebaliknya, mengakhiri hidup. Dalam keadaan seperti itu banyak orang yang 
mencari hikmat dunia, mengeluh, melakukan tindak kriminal, berpaling dari 
Tuhan, putus asa, atau bahkan bunuh diri.

Walaupun demikian, ada juga orang yang memilih untuk tetap percaya, setia dan 
bersyukur kepada Tuhan. Apa kata Alkitab kepada orang yang tetap setia dan 
bersyukur? Roma 8:28 berkata demikian, "Kita tahu sekarang, bahwa Elohim turut 
bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang 
mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Elohim."
----------------------------------------------------
KS-ILT
Rom 8:28 Dan kita mengetahui bahwa segala sesuatu bekerja bersama-sama untuk 
kebaikan bagi mereka yang mengasihi Elohim, yaitu bagi mereka yang terpanggil 
sesuai dengan rencana-Nya.

Jalan manakah yang Anda pilih? Semoga kisah di bawah menginspirasi kita.

Redaksi tamu KISAH,
Truly Almendo Pasaribu
http://kekal.sabda.org
http://fb.sabda.org/kekal
__________________________________________________________
KESAKSIAN

DIPANGGIL MENJADI HAMBA-NYA
Nama saya SH dan saya dilahirkan dalam lingkungan non-Kristen. Ayah saya 
berasal dari Sulawesi Selatan dan ibu saya berasal dari Tapanuli Selatan. 
Keluarga kami sangat menekankan ajaran agama. Ketika SMP, saya dimasukkan dalam 
sekolah yang bernuansa religius. Lalu pada tahun 1992 saya melanjutkan sekolah 
saya di salah satu universitas yang ada di Sumatera Utara, lalu pada tahun 1996 
saya kembali ke Jakarta.

Pada tahun 1997, saya bekerja di suatu perusahaan multinasional yang berada di 
daerah G di Maluku. Di sinilah awal pertobatan saya serta menerima Yesus 
sebagai Tuhan dan Juru Selamat, tepatnya pada bulan Juli 1999. Awal pertobatan 
yang membuat saya berpaling dari keyakinan yang lama adalah perihal kewajiban 
untuk membunuh setiap orang yang berada di luar ajaran agama kami. Hal ini 
membuat saya mulai berpikir, mengapa agama yang saya anut sejak kecil ini 
mengajarkan hal tersebut? Selain itu, ada salah satu ayat di dalam kitab agama 
lama saya, bahwa sesungguhnya Yesus memberi pengetahuan tentang akhir zaman, 
dan pemeluk ajaran kami diperintahkan untuk mengikut Yesus, jalan yang lurus 
itu. Setelah membaca ayat ini, saya pun menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juru 
Selamat hidup saya. Menurut saya, hanya Tuhanlah yang dapat mengetahui hari 
akhir itu.

Dimuridkan
Tanggal 26 Desember 1999, terjadilah kerusuhan antaragama di Maluku. Tetapi 
karena mukjizat Tuhan Yesus Kristus, saya pun dapat melarikan diri ke kota 
Manado. Saya dibaptis di sana, yaitu di daerah S oleh seorang hamba Tuhan yang 
melayani sebuah gereja lokal. Selama berada di Manado, saya bekerja pada salah 
satu perusahaan ekspedisi sampai tahun 2001.

Pertengahan tahun 2001, saya kembali ke Jakarta untuk pulang ke rumah saya, 
tetapi keluarga saya mempersoalkan status saya sebagai orang Kristen. Akhirnya, 
saya memilih menghindari mereka dan menetap di rumah seorang pendeta yang 
berada di Jakarta Pusat. Di rumah pendeta inilah saya mulai mengenal pelayanan. 
Selama setahun, hidup rohani saya dibentuk oleh pendeta tersebut.

Pada awal 2003, saya kembali ke rumah dan menetap di sana, walaupun hubungan di 
antara anggota keluarga mengalami keretakan. Saya tetap bertahan dalam 
lingkungan ini, dengan harapan agar mereka juga mau menerima Yesus Kristus 
sebagai Tuhan dan Juru Selamat mereka. Selama menetap dalam lingkungan keluarga 
sampai tahun 2004, saya masih tetap menjadi pengerja di gereja yang memuridkan 
saya. Pada pertengahan tahun 2003, saya masuk sekolah Alkitab untuk mengambil 
kesarjanaan teologi (S.Th) di ITKR (Institut Teologi dan Kepemimpinan REM) 
Kelapa Gading, Jakarta Utara. Tahun 2007 lalu, saya telah diwisuda dan saat ini 
saya mengambil program S2 (M.Th.). 
Saya sangat yakin, jika Tuhan Yesus telah menolong saya dari kerusuhan SARA di 
Maluku, saya juga yakin bahwa Tuhan Yesus akan menolong saya untuk kelanjutan 
kuliah saya ini, baik dana atau pun yang lainnya. Selama saya kuliah di ITKR, 4 
tahun yang lalu, meski tidak ada sponsor, Tuhan mencukupkan semua yang 
diperlukan.

Merintis Gereja
Pada tahun 2004, saya menikah dengan wanita asal Sumatera Utara bernama TS yang 
juga merupakan pelayan Tuhan. Saya dan istri merintis pelayanan untuk membangun 
sebuah gereja. Sampai saat ini [saat kesaksian ditulis, Red.], saya telah 
menggembalakan 20 orang dewasa dan 15 orang anak-anak. Walaupun sarana ibadah 
yang kami gunakan setiap minggunya masih cukup sederhana, tetap tidak 
mengurangi sukacita yang kami alami. Iringan musik organ tunggal dan speaker 
saja cukup bagi kami untuk membakar semangat pujian dan penyembahan kami bagi 
Tuhan Yesus. Kami berencana akan merenovasi rumah kami untuk menjadi gereja. 
Saya percaya Tuhan Yesus Kristus pasti menolong gereja-Nya, sehingga Tuhan 
dapat merenovasi rumah yang kami gunakan tersebut menjadi bentuk gereja yang 
lazim pada umumnya. Semoga kesaksian ini dapat menjadi berkat bagi pembaca 
sekalian. Tuhan Yesus Kristus memberkati.

Diambil dan disesuaikan dari:
Judul tabloid: Keluarga, Edisi 40 Tahun II -- 2008
Penulis: Tony Tedjo
Penerbit: PT. Anugerah Panca Media, Surabaya
Halaman: 28
_______________________________________________________________

Demikianlah kita ketahui, bahwa kita berasal dari kebenaran. Demikian pula kita 
boleh menenangkan hati kita di hadapan Elohim. (1 Yohanes 3:19)
< http://alkitab.sabda.org/?1+Yohanes3:19>
---------------------------------------------------
1Yoh 3:19 Dan dengan ini kita tahu bahwa kita berasal dari kebenaran, dan kita 
akan meyakinkan hati kita di hadapan-Nya
_______________________________________________________________
POKOK DOA

1. Doakan agar Tuhan memberi kekuatan dan memampukan SH dalam
menggembalakan jemaat yang sudah Tuhan percayakan untuk mereka.

2. Berdoa juga agar jemaat SH bertumbuh menjadi jemaat yang dewasa di dalam 
Tuhan.

3. Doakan agar anggota keluarga SH yang belum percaya dijamah
hatinya oleh Tuhan dan dipulihkan hubungan kekeluargaannya.
_______________________________________________________
Pimpinan redaksi: Novita Yuniarti
Redaksi tamu KISAH: Truly Almendo Pasaribu
Kontak: < kisah(at)sabda.org >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-kisah(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-kisah(at)hub.xc.org >
Pertanyaan/saran/bahan: < owner-i-kan-kisah(at)hub.xc.org >
Arsip KISAH: http://www.sabda.org/publikasi/Kisah
Situs KEKAL: http://kekal.sabda.org
Facebook KISAH: http://fb.sabda.org/kisah
Twitter KISAH: http://twitter.com/sabdakisah
Kunjungi Blog SABDA di http://blog.sabda.org
_________________________________________________________
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright (c) 2010 Kisah / YLSA -- http://www.ylsa.org
Katalog SABDA: http://katalog.sabda.org
Rekening: BCA Pasar Legi Solo
No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati

Kirim email ke