SEKTE DAN NUBUATAN

"Beginilah firman TUHAN semesta alam: "Janganlah dengarkan perkataan para
nabi yang bernubuat kepada kamu! Mereka hanya memberi harapan yang sia-sia
kepadamu, dan hanya mengungkapkan penglihatan rekaan hatinya sendiri, bukan
apa yang datang dari mulut TUHAN;" (Yeremia 23:16).

Di kota New York baru diperingati ultah ke-9 rontoknya menara kembar WTC
yang dikenal sebagai 'nine-one-one' (September 11). Sebelumnya, Terry Jones,
pastor sekte dengan 50 pengikut di Florida menggegerkan dunia karena
mengancam akan membakar Al'Quran pada tanggal peringatan itu dengan mengatas
namakan Allah. 

Sensasi beginian bukanlah hal aneh dalam sejarah Amerika Serikat karena
sejak abad-XIX bermunculan sekte-sekte yang dipimpin tokoh-tokoh kultus
karena mereka menganggap diri mereka sebagai corong Tuhan dan berani
menubuatkan hal-hal yang dianggap sebagai suara Tuhan, dan acapkali dianggap
sebagai 'nabi' oleh para pengikut yang fanatik, belakangan ini sekte
demikian bermunculan kembali. Terry Jones juga menganggap dirinya sebagai
'Ambassador of God' (Duta Besar Allah) .

Salah satu ciri gerakan kultus/sekte abad XIX, adalah kebiasaan para 'tokoh
yang di'nabi'kan' itu 'menubuatkan' hal-hal yang dianggap 'dari Tuhan'
terutama dalam hubungan dengan 'Akhir Zaman' dengan 'perang dahsyatnya
diakhir zaman' (Harmagedon).

NUBUATAN AKHIR ZAMAN

Abad-XIX ditandai dengan munculnya sekte-sekte yang menekankan nubuatan,
penglihatan, wahyu yang diakui oleh para tokoh kultus sebagai dari Tuhan.
Joseph Smith mendirikan aliran Mormon (1830) yang mengaku keturunan suku
Israel yang terhilang, kemudian William Miller menjadi pelopor aliran
Adventist dengan ramalannya mengenai 'Kedatangan Yesus yang ke-2 kali' pada
tahun 1843.

            Dasar Perhitungan Miller adalah spekulasi angka yang tercantum
dalam Daniel 8:14 mengenai 'pemulihan tempat Kudus setelah 2300 petang dan
pagi,' dari sini disimpulkannya bahwa 'akhir zaman akan terjadi setelah 2300
tahun.' Dari Daniel 9:24-27 disimpulkan bahwa '70 minggu' (490 tahun)
berakhir pada tahun 457 SM pada saat Ezra membangun kembali Bait Allah.
Dengan demikian Yesus diramalkan akan datang kembali pada 2300 - 475 = tahun
1843. Karena tidak terjadi apa-apa, nubuatan itu digeser menjadi tanggal 22
Oktober 1844. Karena pada tanggal itu juga tidak terjadi apa-apa, hari itu
dicemoohkan mass madia sebagai 'Hari Kekecewaan Agung.' 

Sekalipun nubuatan Akhir Zaman Miller meleset, Mrs. Ellen Gould White tokoh
kultus penerusnya tetap mempertahankan tahun 1844 itu tetapi dengan
pengertian baru. Mrs. White kemudian mengeluarkan nubuatan baru. Dalam suatu
penglihatan pada 3 April 1947, ia mengaku melihat ke-10 Firman Allah
tercantum dalam dua lempeng batu. Dalam penglihatan itu katanya firman ke-4
diterangi oleh terang yang istimewa dan ini menghasilkan pendapat baru
dimana 'Hari Sabat' dijalankan lagi dan kemudian ditahun 1860 mendirikan
'Seventhday Adventist.' 

Charles Taze Russel  membentuk kelompok 'Bible Students,' ia terpengaruh
nubuatan Akhir Zaman William Miller, namun ia tidak menerima tahun yang
dinubuatkan yaitu 1843/4 tetapi melakukan penghitungan sendiri dan
menghasilkan kesimpulan bahwa Yesus Kristus akan datang kembali dalam roh
pada tahun 1874 dan setelah masa persiapan 40 tahun, Akhir Zaman terjadi
pada tahun 1914 dimana Yesus akan memimpin perang Harmagedon yang berakhir
Oktober 1914 dimana kerajaan Setan dan Susunan Kristen (gereja) akan
dimusnahkan, dan Yesus akan menjadi Raja Kerajaan 1000 tahun dan memerintah
bersama-sama 144.000 umat pilihan di surga. Dasar perhitungan yang digunakan
Russel yaitu mengenai 'Hukuman 7 kali lipat' (Im.26:18) dan '7 masa dalam
kitab Daniel' (4:10-17,25), dan menghasilkan angka 2520 tahun yang dihitung
sejak kejatuhan Yerusalem oleh raja Babilonia Nebukadnezar pada tahun 606 SM
yang jatuh pada tahun 1914, dan hanya 144.000 umat pilihan pengikutnya yang
akan masuk sorga. 

Angka tahun 606 SM itu dipertanyakan banyak orang, soalnya pada tahun 606 SM
Nebukadnezar belum menjadi raja, ia baru diangkat menjadi raja setelah
kematian Nabopolazar dalam perang Karkemish (605 SM) dan Nebukadnezar
menyerbu Yerusalem tahun 597 SM dan baru sepuluh tahun kemudian (587/6 SM)
menyerbu kembali dan menawan raja Zedekia ke Babil. Memang merupakan buah
simalakama bagi SSY sebab kalau ia merevisi tahun itu dan menggeser kepada
yang benar berarti angka 1914 harus digeser 20 tahun. Tahun 1914 tidak
terjadi apa-apa dan ia meninggal di tahun 1916 dengan rasa kecewa berat
karena nubuatannya tidak terbukti. 

NUBUATAN YANG DIUBAH-UBAH

Joseph Franklin Rutherford penggantinya tetap percaya bahwa kedatangan Yesus
sebagai Raja sudah dekat dan menubuatkan bahwa Yesus akan datang pada tahun
1925. Ia menulis brosur 'Millions Now Living Will Never Die' dan
mengkotbahkannya dengan berapi-api. Ia menyebutkan bahwa pada tahun itu
Abraham, Ishak, dan Yakub akan dibangkitkan dalam kesempurnaannya untuk
memerintah di bumi. Untuk mengambut kedatangan ketiganya, Rutherford
membangun komplex mewah bernama 'Beth Sarim' (rumah pangeran) di San Diego
yang akan menjadi tempat pusat pemerintahan mereka. Demam akhir zaman ini
sempat mendatangkan frustrasi ribuan pengikutnya yang berbondong-bondong
hijrah dari Eropah ke pantai barat Amerika menantikan Akhir Zaman. Ini
menjadi masalah sosial pelik bagi pemerintah Amerika Serikat pada waktu itu
apalagi menghadapi massa yang frustrasi ketika Akhir Zaman tetap tidak
datang, apalagi pada tahun 1930 terjadi depresi ekonomi/sosial yang besar. 

Frustrasi masa juga mengakibatkan banyak pengikut disadarkan bahwa mereka
mengikuti agama buatan manusia yang menanamkan fanatisme spekulatif dan
kemudian meninggalkan organisasi theokratis yang otokratis itu, namun masih
banyak juga yang tetap fanatik mempercayai kedatangan Yesus sebagai Raja
hanya menunggu waktu saja. Rutherford meninggal dunia dalam keadaan
frustrasi dan kecanduan alkohol pada tahun 1942 dan ia dimakamkan di
kompleks Beth Sarim. Karena rasa malu dan untuk menutupi jejak yang tidak
dapat dibanggakan, penerus dan pengikutnya menjual Beth Sarim secara
diam-diam pada tahun 1948. 

Dibawah kepemimpinan Rutherford, ditahun 1931 mereka menamakan diri sebagai
Jehovah's Witnesses (Saksi-Saksi Yehuwa). Fanatisme hari Kiamat/Akhir Zaman
tidak kunjung reda di kalangan ini. Dibawah kepemimpinan Nathan Joseph
Knorr, pengganti Rutherford, tahun Akhir Zaman digeser menjadi tahun 1975.
Perhitungannya dunia dianggap diciptakan pada tahun 4026 SM, dan setelah
berjalan 6000 tahun akan jatuh pada tahun 1975. Maka datanglan Kerajaan 1000
tahun, ini didasarkan penciptaan langit dan bumi dalam enam hari dilanjutkan
dengan hari istirahat ke tujuh. Tahun itu juga dilewati tanpa ada
tanda-tanda Yesus benar-benar datang secara fisik sebagai Raja dan dua tahun
berikutnya Knorr meninggal dunia dengan menahan malu. Penerusnya kemudian
meluruskan ajaran mengenai hari Kiamat / Akhir Zaman dan kembali ke tahun
1914 yang diusulkan Russel, hanya sekarang dengan pengertian bahwa
sebenarnya Yesus sudah datang sebagai Raja tetapi tidak kelihatan dan hanya
para petinggi kerajaan theokratis Saksi-Saksi Yehuwalah yang melihatnya.

Akhir Zaman tetap menjadi fokus utama dalam ajaran SSY karena melalui ajaran
Kiamat/Akhir Zaman ini diciptakan rasa takut umat akan kengerian perang
Harmagedon yang akan memusnahkan Kerajaan Setan (pemerintahan dunia) dan
Susunan Kristen (gereja). Hanya 144.000 Saksi-Saksi Yehuwa yang akan masuk
surga dan memerintah bersama Yesus dan sisanya dibawa kepada pengharapan
hidup damai sejahtera di firdaus di bumi. 

Tidak terpenuhinya nubuatan Akhir Zaman para 'nabi' yang selalu salah itu
tidak menyadarkan mereka melainkan terus-menerus menubuatkan tahun yang baru
dengan penafsiran baru, namun mereka tetap mengklaim bahwa merekalah yang
memiliki kebenaran dalam menafsirkan Alkitab dan pemegang kunci kerajaan
surga! Para 'nabi' terus-menerus mengajarkan ajaran yang mengecoh dan
menyesatkan umat manusia. Dibalik itu kerajaan kafir dan kerajaan susunan
kristen (gereja) masih terus berdiri sampai sekarang satu abad setelah
dinubuatkan pertama kalinya akan musnah, ini menunjukkan bahwa
nubuatan-nubuatan akhir zaman adalah kebohongan yang terus-menerus
ditanamkan ke pikiran para pengikut melalui indoktrinasi yang sistematis. 

Tuhan Yesus berfirman: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang
ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya." (Kis.1:7). Amin!

Kirim email ke