…Dapatkan
segera…

 

 

 

 

Buku

ANTARA
KETAT DAN LONGGAR

 

oleh: Bp. Heman Elia, S.Psi., M.Psi.

 

Penerbit:

Literatur Seminari Alkitab Asia
Tenggara (SAAT) Malang dan Lembaga Bina Keluarga Kristen (LBKK)

 

 

 

 

 

Deskripsi singkat dari Denny Teguh Sutandio:

Anak adalah anugerah Allah yang dititipkan
kepada setiap orangtua. Adalah suatu kewajiban orangtua untuk membesarkan anak
di dalam takut akan Tuhan. Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana mendidik
anak di dalam Tuhan? Beberapa orangtua mengambil jalur ekstrem, misalnya ada
yang terlalu melindungi anaknya (over-protective),
di sisi lain ada yang terlalu melepaskan anaknya. Melalui bijaksana dari firman
Tuhan, Bp. Herman Elia, M.Psi. menyadarkan kita pentingnya keseimbangan di
dalam mendidik anak: memberikan pendidikan dan pelajaran yang ketat kepada anak
dan mulai melepas mereka secara perlahan ketika mereka sudah bertumbuh dewasa. 
Ketika
orangtua mencoba melepas anak secara perlahan, di saat itulah, orangtua sedang
memberi kepercayaan kepada si anak untuk memikul tanggung jawab. Sehingga
ketika si anak menyalahgunakan kepercayaan tersebut, maka orangtua wajib
menghukum, namun TIDAK perlu sampai memprotect anak secara berlebihan. Tujuan
keseimbangan tersebut adalah untuk mendewasakan si anak sehingga nantinya si
anak bisa memikul tanggung jawab. Biarlah buklet kecil ini dapat menjadi
pelajaran bagi orangtua Kristen untuk mendidik anak secara bertanggungjawab.

 

 

 

 

 

Profil Heman Elia, M.Psi.:

Heman Elia, S.Psi., M.Psi. adalah dosen
Psikologi dan Konseling di Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT) Malang. Beliau
menyelesaikan studi Sarjana Psikologi (S.Psi.) di
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta dan Magister
Psikologi (M.Psi.) di Pascasarjana Universitas Indonesia, Jakarta.

 



“Mengenal kehendak Allah bukanlah proses menerima informasi langsung dari Allah 
tentang persoalan hidup, tetapi proses mengenali persoalan hidup berdasarkan 
wahyu yang telah diberikan Allah kepada kita.”(Rev. Prof. Gary T. Meadors, 
Th.D., Decision Making God’s Way, hlm. 185) 

Kirim email ke