SaksibagiKristus memberi informasi kepada gereja dan umat kristen tentang
gerakan kultus/sekte (berpusatkan ajaran tokoh yang dikultuskan dan
memisahkan diri dari gereja yang am) yang timbul di abad XIX yang belakangan
ini bermunculan kembali. Artikel lainnya bisa dibaca di
<http://www.yabina.org> www.yabina.org. 

SEKTE DAN ALKITAB

"Sola Scriptura." Itulah salah satu tema yang dihasilkan oleh Reformasi yang
dikenang setiap tanggal 31 Oktober sebelum memasuki bulan Nopember mengenang
reformasi yang dirintis oleh Martin Luther pada tanggal 31 Oktober tahun
1517.

Ditengah kebiasaan gereja massa itu yang terlalu menekankan tradisi
disamping Alkitab  sehingga menghasilkan berbagai penyimpangan seperti
penyembahan patung dan nenek moyang, Luther menekankan trio mottonya yang
terkenal: "Sola Gratia, Sola Fidei, Sola Scriptura" dengan tujuan agar kita
kembali kepada Alkitab (kanon 66 kitab) saja sebagai sumber pengajaran dan
tingkah laku umat beriman. 

Sejalan dengan itu sekte-sekte pada abad XIX disamping sikap dasar mereka
yang eksklusif dan elitis yang 'menganggap diri sendiri benar dan lainnya
salah', mulai ada kecenderungan untuk bergeser dari Alkitab, atau Alkitab
plus/minus, baik menambah-nambahi otoritas Alkitab dengan nubuatan atau
wahyu dan buku lain, atau mengurangi peran Alkitab dengan hanya menekankan
PL atau menolak otoritas Surat Paulus. Bila di kalangan gereja-gereja yang
menerima Alkitab sebagai satu-satunya otoritas masih bisa dihasilkan
berbagai versi penafsiran yang menghasilkan dogma berbeda, kita melihat
bahwa kalau bergeser dari Alkitab konsekwensinya adalah mengarah kepada
penyimpangan yang lebih jauh lagi. 

MENJAUH DARI AJARAN ALKITAB

Aliran Mormon dirintis Joseph Smith sekalipun masih menerima Alkitab sebagai
kitab suci namun mulai bergeser kepada nubuatan tokoh yang dikultuskan yang
menghasilkan The Book of Mormon yang dalam prakteknya mendapat prioritas
diatas Alkitab. The Book of Mormon menceritakan sejarah Israel yang berbeda
dimana ada suku Israel yang terhilang hijrah ke benua Amerika menghasilkan
dua keturunan berkulit putih dan merah (Indian) dan Yesus mengunjungi mereka
dan mendorong pengikutnya menerima The Book of Mormon sebagai firman Tuhan.

Aliran Advent dirintis William Miller sekalipun masih menerima Alkitab
dengan ajaran trinitarian mulai menekankan nubuatan mengenai akhir zaman
dalam Alkitab PL, ia yakin bahwa ia mendengar suara Allah sehingga diberi
pengertian akan akhir zaman khususnya dari kitab Daniel sehingga meramalkan
akhir zaman terjadi pada tahun 1843 (diundur 1844). Tahun 1844 yang tidak
tergenapi menjadi 'hari kekecewaan agung.'

Aliran Advent diteruskan murid William Miller berbakat yaitu Mrs. Ellen G.
White. Ia tetap menerima Alkitab dan ajaran trinitarian menekankan nubuatan
akhir zaman Miller namun lebih lagi menekankan nubuat yang diterimanya
sendiri khususnya Hukum ke-IV mengenai 'Hari Sabat' dan terpengaruh
Zionisme/Judaisme yang pada abad XIX banyak menyebarkan sayapnya di Amerika
Serikat sehingga kembali menekankan Alkitab PL terutama ajaran Taurat
mengenai Hari Sabat, Makanan Halal-Haram, dan Tiga Macam Amanat Malaekat.
Disini kita melihat pergeseran menuju 'Alkitab plus' yaitu penekanan
nubuatan tokoh yang dinabikan dan dikultuskan sebagai berotoritas diluar
Alkitab. Tafsiran dan nubuatan Mrs. White kemudian dibukukan terutama buku
Testimonies for the Church (9 jilid) dan menjadi dasar aliran 7th day
Adventist (1860). Alkitab Advent Hari Ketujuh dalam bahasa Indonesia di
jilid bersama dengan buku pengajaran yang didasarkan doktrin tersebut.

Seorang pengikut Adventisme bernama Charles Taze Rutherford lebih jauh lagi
bergeser dari Alkitab yang digunakan gereja-gereja. Semula ia menerima
nubuatan Miller mengenai ajaran trinitarian dan akhir zaman, namun
mengadakan perhitungan sendiri dan menghasilkan ramalan bahwa setelah masa
persiapan 40 tahun sejak 1874 akhir zaman terjadi pada tahun 1914 (oleh
penerusnya kemudian digeser menjadi tahun 1925 dan 1975, dan kemudian
kembali tahun 1914 dengan penafsiran baru). Berbeda dengan Miller yang
menganut trinitarian Russel menganut unitarian/arian, Russel merintis aliran
Bible Students yang kemudian oleh penerusnya dinamakan Jehovah Witnesses
(1931, Saksi-Saksi Yehuwa). Ia menulis buku utama berjudul Studies in the
Scriptures (7 jilid) yang kemudian dianggap lebih berotoritas dari Alkitab.
Bukan hanya itu, lama kelamaan JW mulai bergeser dari Alkitab dan menganggap
Alkitab sebagai salah terjemahannya kemudian menerbitkan Alkitab sendiri.

KITAB SUCI BARU

Alkitab JW dinamakan New World Translation of the Holy Scripture (NW, Kitab
Suci Terjemahan Dunia Baru) dengan beberapa bagian yang disimpangkan,
seperti: (1) memasukkan nama Jehovah dalam PB dan beberapa ayat lain;  (2)
Mengganti terjemahan dengan tafsiran (Kej.1:2, Ruach Elohim diterjemahkan
Tenaga Aktif Allah, Roh Kudus ditafsirkan 'tenaga aktif Allah'); (3)
Menambah terjemahan dengan kata yang dalam naskah asli tidak ada (kata 'a'
[suatu] ditambahkan didepan kata 'God' (Allah) sehingga Yesus disebut 'suatu
Allah,'dan kata 'other' ditambahkan dalam Kol.1:15-18 sehingga ditafsirkan
Yesus adalah ciptaan seperti yang 'lain.'); (4) kata 'brachu' (seketika)
tidak diterjemahkan sehingga ditafsirkan 'Yesus lebih rendah dari malaekat
jadi juga ciptaan.'); (5) dll. Dari cara pandang demikian Kitab Suci yang
sudah ditambah kurangi ini terbentuklah ajaran yaitu a.l.: Nama Allah adalah
Jehovah (Yehuwa); Yesus ciptaan pertama lebih rendah dari Allah; Roh Kudus
Tenaga Aktif Allah; SSY akan diselamatkan dengan hidup kekal dan non-SSY
akan dimusnahkan; dan 144.000 SSY masuk sorga sisa SSY ke firdaus di bumi. 

Dari pengikut Miller, lahir Sabatarian yang lain yaitu Church of God 7th day
pada waktu sekitar pembentukan 7th day Adventist (bukan Church of God,
gereja Pentakosta tertua yang trinitarian, 1884). Aliran ini menolak ramalan
akhir zaman Miller dan menolak kenabian Mrs. White dan ramalan-ramalannya,
dan berbeda dengan 7th day Adventist yang trinitarian, COG 7th day menganut
binitarian dan arian. Allah binitarian 'God the father' dan 'Jesus the son'
tetapi Yesus lebih rendah dalam ranking, dan arian karena mempercayai bahwa
holy spirit hanya daya batin Allah. 

COG 7th day kemudian terpecah-pecah dalam banyak aliran yang terpengaruh
Yudaisme diawali dengan nama Assembly of Yahweh sejak 1930-an dan menekankan
pemulihan nama YHWH dan kembali ke akar yahudi / Taurat PL, pecahan-pecahan
mana kemudian dikenal sebagai Sacred Name Movement (Gerakan Nama Suci). Ada
yang menganut binitarian, sabelian (Yesus adalah YHWH), tetapi umumnya arian
(roh kudus sekedar daya batin Allah). Dalam hubungan dengan Alkitab, semula
SNM masih menggunakan Alkitab namun kemudian memasukkan nama YHWH ke
dalamnya mengikuti kebiasaan JW (SSY). 

Mereka semula masih menggunakan KJV kemudian menerbitkan sendiri Holy Name
Bible pada tahun-tahun sekitar tahun-tahun penerbitan NW (PB 1950, PL 1960)
dengan tetap menggunakan naskah KJV dan hanya mengganti nama Kurios (yun,
LORD inggeris dan TUHAN indonesia). Kebiasaan Sacred Name Movement adalah
menggunakan Kitab Suci yang ada dan memplagiasinya dengan hanya mengganti
nama-nama Tuhan (terutama mencangkokkan nama suci YHWH) dan beberapa
kata-kata lain secara terbatas. Setidaknya sekarang di Amerika Serikat,
sudah ada belasan Holy Name Bible yang menggunakan terjemahan yang sudah ada
dan menggantinya dengan nama-nama Tuhan, bahkan yang menarik, ada yang masih
tidak puas dengan berbagai ejaan YHWH, melainkan ingin menggunakan bahasa
asli Ibraninya 'Tetragrammaton,' malah lebih lagi The Scriptures yang
diterbitkan di Afrika Selatan ingin menggantinya bukan dengan tetragrammaton
Ibrani melainkan 'Ibrani Kuno' yaitu yang masih menggunakan abjad Funisia! 

Di Indonesia Gerakan Nama Suci masuk sejak 3 dasawarsa yang lalu dan
setidaknya dalam 7 tahun terakhir terbit 3 versi Kitab-Kitab Suci Baru yaitu
Kitab Suci Torat dan Injil (TDI, 2000), Kitab Suci Umat Perjanjian Tuhan
(UPT, 2002), dan Kitab Suci Indonesian Literal Translation (ILT,2007).
Sekalipun tidak ada yang mengaku dengan jujur, bila kita membandingkan
ketiganya dengan terjemahan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) kita segera
melihat bahwa ketiganya menggunakan sebagai dasar terjemahan LAI (lihat
artikel Kitab-Kitab Suci Baru dalam  <http://www.yabina.org>
www.yabina.org). Namun sekalipun sudah terbit tiga versi, tidak ada yang
sepakat sepenuhnya dalam menerjemahkan nama-nama itu sekalipun sama ingin
memulihkan nama YHWH.

Penggantian nama YHWH (Ibr, LXX & PB yun = KURIOS, LAI = TUHAN [PL] dan
Tuhan [PB] sesuai ejaan Massoret [adonai]), TDI menerjemahkannya YAHWE, UPT
= YAHWEH, dan ILT = YAHWEH ). Elohim (Ibr, LXX & PB yun = Theos, LAI =
Allah) diterjemahkan TDI = Eloim, UPT = Tuhan, ILT = Elohim), Iesous (yun,
Yesus dalam LAI) diterjemahkan TDI = Yesua, UPT = Yesus, dan ILT = YESUS).
Umumnya nama Kitab PL & PB mengikuti terjemahan LAI (kecuali TDI mengganti
Yohanes dengan Yokhanan, Musa = Mose, dll). ILT juga menerjemahkan beberapa
kata lainnya sekalipun masih banyak mengutip secara literal terjemahan
Alkitab LAI. 

Akhirnya . . . 

Setelah kita mempelajari perilaku sekte-sekte diatas, kita dapat melihat
bahwa mereka tidak menerima Alkitab secara tulus tetapi ingin menerjemahkan
dengan memasukkan ajaran mereka masing-masing ke dalamnya (eisegese bukan
exegese) sehingga berbeda dengan Alkitab (Bible) yang merupakan buku
pegangan ajaran dan tingkah laku umat, Kitab Suci Baru yang dikeluargan
sekte-sekte ini sebenarnya tidak bisa disebut sebagai terjemahan melainkan
'Tafsiran' (paraphrase) seperti yang mencolok mereka lakukan dengan
mencangkokkan nama Jehovah/Yehuwa/Yahwe/Yahweh ke dalamnya Perjanjian Baru
yang naskah aslinya tidak memuat nama itu kecuali di Kitab Wahyu terselip
dalam ucapan pujian Haleluya (terpujilah Yah) seperti yang banyak terdapat
dalam kitab Mazmur. Kita bisa melihat bahwa ajaran-ajaran teologi yang
mereka ajarkan cenderung kemudian menyimpang menjadi binitarian (Yesus
berbeda dengan YHWH dan lebih rendah dalam ranking), sabelian (Yesus = YHWH)
, maupun unitarian/arian (roh kudus hanya tenaga batin seperti JW/SSY).

Amin, Haleluya (Terpujilah Yah) dan Imanuel (El meyertai kita).

Salam kasih dari YABINA ministry  <http://www.yabina.org> www.yabina.org.

Kirim email ke